Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto

Senin, 14 September 2009

Gemasnya Sahur di Jalan


foto:detik.com

RIBUAN warga Jakarta lalu lalang di atas aspal, Minggu (13/9) dinihari. Mereka menaikki sepeda, sepeda motor, mobil sedan, multi purpose vehicle (MPV), commercial cars, hingga minibus. Menyemutnya konvoy kendaraan itu berlomba-lomba mencari warga Jakarta lainnya yang dianggap tidak mampu hanya sekadar untuk membagi-bagikan penganan untuk sahur. Itulah potret maraknya sahur di jalan alias sahur on the road (SOTR).
Kegiatan yang marak beberapa tahun belakangan ini, tidak semata didominasi oleh kelompok masyarakat tertentu. Kini, mereka yang tergabung dalam komunitas atau kelompok otomotif seperti sepeda motor dan mobil, lalu kelompok artis, kelompok alumni sekolah, hingga kelompok karyawan sebuah perusahaan, berjejalan memadati jalan di Ibu Kota. Fenomena ini tentu mengingatkan kita pada fenomena tahun 1990-an yakni takbir keliling jelang Idul Fitri. Belakangan, takbir keliling ‘dibatasi’ oleh pemerintah dengan dalih meredam kecelakaan akibat konvoy yang terlalu besar. Hemmm….
Kembali soal SOTR. Minggu dinihari lalu, saya menyaksikan betapa riuhnya masyarakat yang ingin berbagi dengan sesama. Seorang peserta SOTR dari kelompok sepeda motor mengaku senang bergabung karena ramainya peserta yang bisa menambah teman. “Saya pilih ikut kegiatan ini karena bisa selain membantu orang tidak mampu juga bisa bertemu banyak teman,” papar Rakha, bikers dari SC 225.
Ya. SOTR bisa menjadi ajang kongkow bagi para bikers yang selama Ramadhan kemungkinan aktifitas kopi darat (kopdar) nya tertunda.
Bahkan, seorang bikers dari Nusantara Motor Community Lampung (NMCL) mengaku menyempatkan bergabung dalam SOTR di Jakarta di tengah ‘lawatannya’ dari Surabaya. “Saat ini kami sedang dalam perjalanan kembali dari Surabaya menuju Lampung, karena teman-teman yang membuat acara ini, kami dengan senang hati bergabung,” kata sang bikers yang lengkap dengan atributnya.
Niat berbagi kepada sesama mendapat respons dari para warga Jakarta yang tidak mampu. “Saya doakan agar mendapat berkah atas pemberiannya,” papar Komariah, seorang tunawisma di Dukuh Atas, Jakarta Pusat, saat menerima sebungkus nasi untuk sahur. Komariah yang sendirian duduk di pinggir jalan di samping gerobaknya. Ia menjadi satu di antara sekian banyak warga yang menanti uluran tangan para dermawan.
“Senang sekali kami mendapat bantuan,” ujar Giamin, seorang penerima sedekah lainnya di kawasan Jl By Pass, Jakarta Timur.
Walau sekadar nasi untuk mengisi perut saat sahur, mereka amat antusias menyambut konvoy SOTR. Namun, “Kalau bisa berupa sarung atau kopiah. Barang yang bisa kita pakai dan selalu ingat atas pemberiannya,” ujar Adi, seorang sopir taksi di Jl MT Haryono, Jakarta Timur, mengomentari aksi SOTR.

Abaikan Lamer
Di tengah gemuruh SOTR, ada beberapa catatan. Pertama, ribuan kendaraan yang melintas di atas aspal Jakarta seakan ‘berpesta’ demi kelancaran iring-iringan. Mereka lupa bahwa ada pengguna jalan lain yang juga memiliki hak yang sama. Konvoy tersebut mem-block jalan dan ada yang menerobos traffic light yang berwarna merah. Sesekali membunyikan klakson yang memekakan telinga hanya sekadar untuk meminta jalan.
Lalu yang kedua, kadang berhenti di sisi jalan yang menimbulkan antrean panjang alias kemacetan. Untuk yang ini, memang tak serunyam saat mem-block jalan. Ketiga, para polisi lalu lintas seakan tak berdaya. Mendiamkan saja konvoy yang menerobos lampu merah. Hal itu bahkan terjadi di depan mata petugas di kawasan Bundaran HI yang notabene ada pos polisi di sisi jalan.
Semoga dalam pelaksanaan SOTR mendatang, beberapa catatan bernada minor bisa semakin dihilangkan oleh para peserta. Amin. (edo rusyanto)

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan sahabat ke blog ini, Silahkan tinggalkan komentar,kritik dan saran dibawah ini. Untuk menghindari SPAM mohon isi kata verifikasi sebelumnya,trims.

Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian