Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto

Kamis, 28 Januari 2010

Saling Ngebut di Jalur Bebek


foto:eko

BERSEPEDA motor bebek bisa membuat baju compang-camping? Bahkan bisa merubuhkan jembatan? Jawabannya; Bisa! Namun sebatas di dalam iklan televisi.

Di dunia nyata, sepeda motor bebek bisa melaju kencang dengan omzet sekitar Rp 31,8 triliun. Angka itu dengan asumsi harga rata-rata sepeda motor bebek Rp 10 juta per unit dikalikan volume penjualan 2009 yang mencapai sekitar 3,18 juta unit. Bagaimana dibandingkan 2008? Ini dia hasilnya. Turun sekitar 20,60% karena pada 2008 volume penjualan sekitar 4,08 juta unit atau sekitar Rp 40,08 triliun.

Gede juga yah kue bisnis sepeda motor bebek. Tunggu dulu, itu baru penjualan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Penjualan di luar Aisi, taruhlah sekitar 500 ribu unit dan dari angka itu, separuhnya adalah segmen bebek, sudah berapa besar tambahan omzet sepeda motor bebek di Tanah Air. Silakan hitung sendiri.

Di sisi lain, ironisnya, pangsa pasar segmen terus tergerogoti. Siapa lagi kalau bukan segmen skutik yang melibas market share bebek. Tengok saja pergerakan merosotnya pangsa pasar bebek di dalam negeri. Jika pada 2006 volume penjualan bebek sebanyak

3.779.174 atau setara dengan 84,53% dari total pasar sepeda motor, setahun kemudian anjloknya menjadi 74,16% dengan volume 3.495.979 unit. Lalu, pada 2008, turun lagi menjadi 65,7% (4.083.654 unit). Puncaknya, pada 2009 market share bebek tinggal 54,21% (3.188.583 unit).

Kenapa segmen bebek tergilas tipe skutik? Jawabannya sederhana. Skutik lebih praktis untuk pengendara di kota-kota besar yang sistem lalu lintas jalannya sudah sesak dengan kemacetan.

Menggelembungnya market share skutik dapat dilihat sepanjang empat tahun terakhir.

Tahun 2006, volume penjualan skutik sebanyak 371.166 unit dengan pangsa pasar 8,30%. Pada 2007, naik menjadi 847.291 unit (17,97%), setahun kemudian naik menjadi 1,61 juta unit (26%), sedangkan tahun 2009 melesat menjadi juta 2,21 juta unit (37,72%). Fantastis!


Kokohnya Honda


AHM nyaris tak terusik di bisnis segmen bebek. Pada 2008, penjualan produsen berlogo sayap tunggal itu mencapai 2,11 juta unit dengan penguasaan pangsa pasar sekitar 51,9%. Honda tampil sebagai pemimpin pasar dengan pengawalan ketat di posisi kedua oleh Yamaha dengan volume penjualan 1,44 juta unit dengan market share 35,3%.

Setahun kemudian, Honda masih melenggang dengan penguasaan pangsa pasar 52,5% (1,65 juta unit), sedangkan Yamaha merangsek dengan pangsa pasar 38,18% (1,21 juta unit).

Honda merajai pasar bebek dengan beberapa varian dan harga yang tergolong terjangkau publik. Absolute Revo dibanderol Rp 13,05 juta, Blade (Rp 13,65 juta), Supra X 125D (Rp 14,3 juta), Supra X 125R Cast Wheel (Rp 15,35 juta), Supra X 125R PGM-FI (Rp 16,475 juta), dan CS1 (Rp 17 juta).

Sementara sang kompetitor, Yamaha, mengguyur pasar bebek dengan tipe New Vega-ZR DB dipatok seharga Rp 11,8 juta, New Jupiter ZX 15 (Rp 13,7 juta), New Jupiter ZX 15 CW (Rp 14,5 juta), Jupiter MX 135 LC CW (Rp 15,250 juta), dan Jupiter MX 135 LC CW - Manual Clutch (Rp 15,35 juta).

Sepeda motor bebek bisa mendominasi pasar sepeda motor domestik dipicu dua faktor penting, pertama, harganya relatif terjangkau dan kedua, penggunaannya cukup praktis bisa dipakai oleh pria dan wanita dewasa serta para remaja. Masihkah bertahan dominasi bebek pada 2010? Lagi-lagi, cuma konsumen yang tahu. (edo rusyanto)

1 komentar:

amrooms mengatakan...

Honda dalam hal penjualan pada tahun 2009 merupakan yang terbaik, saya sejak tahun 1980 sampai sekarang selalu menggunakan honda

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan sahabat ke blog ini, Silahkan tinggalkan komentar,kritik dan saran dibawah ini. Untuk menghindari SPAM mohon isi kata verifikasi sebelumnya,trims.

Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian