Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto
Tampilkan postingan dengan label astra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label astra. Tampilkan semua postingan

Rabu, 20 Januari 2010

Siaran Pers PT Astra International Tbk



Telah Berpulang Michael D Ruslim, Presiden Direktur PT Astra International Tbk

JAKARTA: Inna Lillahi Wa Inna Ilaihi Rojiun


Telah berpulang ke Rahmatullah, Michael D. Ruslim, Presiden Direktur PT Astra International Tbk pada usia 56 tahun, di Rumah Sakit Mount Elizabeth Singapura pada hari ini, Rabu, 20 Januari 2010 pukul 07.08 waktu Singapura atau 06.08 WIB.


Segenap Komisaris, Direksi dan Karyawan Perseroan serta Grup Astra menyampaikan rasa
belasungkawa yang mendalam. Semoga amal ibadah almarhum diterima disisiNya dan
keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan. Amin.


Almarhum kelahiran Bandung, 29 November 1953, memulai karir di Astra sejak tahun 1983 dan mulai menjabat sebagai Presiden Direktur PT Astra International Tbk sejak Mei 2005.


Almarhum dikenal sebagai sosok yang low profile dan dekat dengan karyawan Astra yang
selalu sharing values & pengalamannya tentang kehidupan, pekerjaan untuk produktifitas kerja.
Almarhum meninggalkan seorang isteri bernama Trisni Puspitaningtyas serta 2 orang anak bernama Gisela Deamanda Prasadhistika dan Mayongga Gilang Pragiwaksana.
Jenazah disemayamkan di rumah duka Jln. Taman Patra IX No. 9, Kuningan Timur, Jakarta Selatan.


Direksi menegaskan bahwa kegiatan usaha Perseroan serta Grup Astra tetap berlangsung
seperti biasa.




Jakarta, 20 Januari 2010
PT Astra International Tbk


Arief Istanto
Chief of Corporate Communications

Selamat Jalan Pak Michael Ruslim




PAGI ini, Rabu (20/1), sebuah pesan masuk di ponsel saya. Rupanya SMS dari Dewi Ruci, corporate communication PT Astra Honda Motor (AHM).

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Acara press gathering degnan manajemen AHM, Rabu, pukul 11.30 ditunda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut karena segenap direksi AHM sedang berduka atas meninggalnya Presdir Astra International Bp Michael D Ruslim.”

SMS lainnya saya terima dalam waktu hampir bersamaan dari sahabat saya, Uday Rayana yang belakangan ini dekat dengan petinggi korporasi penguasa bisnis otomotif di Tanah Air itu. “FYI, acara AHM hari ini cancel karena CEO Astra International, Michael DR wafat di Singapura.”

Sedianya, AHM bakal meluncurkan Honda Beat anyar pada hari ini. Beat adalah motor tipe skutik andalan AHM.

Ya. Saat saya tengok sejumlah media online, kabar itu sudah menjadi berita utama. Bahkan, sejumlah media menyebut Michael meninggal akibat demam berdarah dan komplikasi ginjal.


Sosok Rendah Hati

Rekan saya, Uday Rayana menulis sosok Michael D Ruslim sebagai figur yang lebih dikenal sebagai sosok yang rendah hati (low profile). “Dalam berbagai kesempatan, ia tampaknya lebih menyukai kapasitas sebagai man behind the gun, dengan memberikan banyak kesempatan kepada jajaran dibawahnya untuk tampil dan berbicara di depan publik,” tulis Udaya dalam situsnya http://udayrayana.blogspot.com.

Ia menyebut pria kelahiran Buah Batu, Bandung itu sebagai sosok yang teguh memegang prinsip-prinsip Astra yang terhimpun dalam konsep Catur Dharma. Empat nilai tersebut, adalah : menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, saling menghargai dan membina kerja sama, berusaha mencapai yang terbaik. “Saya percaya Catur Dharma mengandung nilai-nilai kebenaran yang akan tetap menjadi pedoman Astra dalam mencapai tujuan perusahaan, serta untuk menghadapi tantangan bisnis di masa depan,” papar Michael, seperti ditulis Udaya beberapa waktu lalu.

Ya. Mengelola kerajaan bisnis dengan omzet sekitar Rp 70 triliun per September 2009 itu, bukan perkara mudah. Di tangan seorang Michael, geliat Astra terus bergerak. Di sektor otomotif, PT Toyota Astra Motor (TAM) terus merangsek dan masih merajai pangsa pasar mobil domestik, demikian juga disektor otomotif sepeda motor melalui AHM, Astra menguasai sekitar 46,2% pangsa pasar domestik pada 2009, dan tahun ini ditargetkan merengkuh tiga juta unit.

Astra dengan otomotif tak bisa dipisahkan. Sejak tiga puluh tahunan lalu, bisnis otomotif grup Astra merambah berbagai lini. Selain produk jadi sepeda motor dan mobil, raksasa bisnis itu juga memiliki PT Astra Autoparts Tbk yang membawahi bisnis komponen, belum lagi bisnis multifinance yang menopang penjualan sepeda motor PT Federal International Finance (FIF) dan untuk mobil via PT Astra Sedaya Finance, serta Toyota Astra Finance (TA Finance).

Saat ini, bisnis industri sepeda motor tanpa diperkuat layanan multifinance bakal terseok-seok. Maklum, di lini sepeda motor, hampir 90% penjualan sepeda motor melalui lembaga multifinance, demikian juga dengan penjualan mobil.

Sosok Michael termasuk yang memahami segenap bisnis tersebut. Maklum, beliau bergabung di Astra sejak 1983. Rekan saya, Uday Rayana menyebutkan, Michael percaya pada konsep changing within continuity untuk mengimbangi situasi perekonomian yang kerap kali berubah. “Perubahan dalam kontinuitas adalah sikap terbaik yang harus dilaksanakan bersama di seluruh lini organisasi Astra, untuk mewujudkan bisnis Astra yang berkelanjutan,” kata Michael.

Sosok lulusan University of California at Berkeley (1976) untuk Bachelor's degree in Industrial Engineering dan Master in Business Administration dari University of Wisconsin - Madison (1978), kini mendahului kita menemui Yang Maha Esa.

"Kami merasa sangat kehilangan atas meninggalnya bapak Michael. Nanti kami akan memberikan penjelasan secara rinci setelah rapat Direksi," ujar Head of Pulice Relation Astra International Yulian Warman, seperti dikutip Detik.com, Rabu.

Selamat jalan Bapak Michael D Ruslim, semoga mendapat tempat layak di sisi Nya. Amin. (edo rusyanto)

Selasa, 24 Maret 2009

MENGENAL ATPM SEPEDA MOTOR (1)

PT Astra Honda Motor (AHM)


Pionir para agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor adalah PT Astra Honda Motor (AHM). Pemegang lisensi motor honda itu pertama muncul pada 11 Juni 1971 dengan nama PT Federal Motor. Saat itu, Federal Motor hanya merakit, sedangkan komponennya diimpor dari Jepang dalam bentuk terurai (completely knock down/CKD). Saat berdiri, kemampuan produksi hanya 1.500 unit, namun melesat menjadi 30 ribu unit pada 1972.

Jenis sepeda motor yang diluncurkan pada 1971 adalah Honda C70 bermesin 4 tak 70cc dengan transmisi 3 kecepatan. Saat itu pendiri PT Astra International Tbk, William Soerjadjaja meluncurkan sendiri sepeda motor pionir milik AHM tersebut.

Kebijakan pemerintah yang menetapkan pembuatan komponen harus dari dalam negeri mendorong PT Federal Motor memproduksi berbagai komponen sepeda motor Honda melalui beberapa anak perusahaan. foto: eko hilman


Pada 31 Oktober 2000, PT Federal Motor dan Honda Investment merger
menjadi PT Astra Honda Motor (AHM). Penggunaan nama resmi PT AHM dimulai sejak 2001. Selain sebagai ATPM, AHM memiliki aktifitas, manufaktur, perakitan, dan distributor sepeda motor Honda.


Perusahaan yang kini bernaung di bawah Grup Astra International itu memiliki tiga pabrik perakitan. Pabrik pertama didirikan pada 1971 di Sunter I, Jakarta Utara. Melihat perkembangan permintaan, pada 1996 atau setahun sebelum krisis ekonomi melanda Indonesia, AHM mendirikan pabrik kedua di Pegangsaan, Jakarta. Berbarengan dengan permintaan sepeda motor yang sempat mencapai puncaknya pada 2005 yakni mencapai 5 juta unit, AHM mendirikan pabrik ke-3 di Cikarang, Bekasi Jawa Barat pada 2005. Untuk investasi pabrik ketiga di Cikarang itu, AHM merogoh kocek sekitar US$ 140 juta. Maklum, kapasitas pabrik tersebut mencapai 1 juta unit. Kini, dengan ditopang tenaga kerja yang andal serta fasilitas mesin-mesin produksi mutakhir, AHM mampu memproduksi 3 juta unit sepeda motor setiap tahunnya.


Perusahaan yang 50% sahamnya dimiliki PT Astra International Tbk dan sebesar 50% dikuasai Honda Motor Co., Ltd, Jepang itu, didukung sekitar 14.004 ribu tenaga kerja terampil. AHM bahkan mampu memproduksi sekitar 8.000 unit motor per hari. AHM hingga awal 2008 didukung oleh 1.600 dealer penjual, 3.800 layanan service, dan 6.500 gerai suku cadang di seluruh Indonesia.



Jenis Produksi


Hingga Maret 2009, jenis produksi AHM terdiri atas 9 tipe yang meliputi sepeda motor bebek (underbone) yakni Honda Blade, Honda Absolute Revo 110 (110 cc), Honda Supra X 125 R (125 cc), dan Honda Supra X 125 PGM-FI (125 cc). Kemudian sepeda motor sport yang mencakup Honda Mega Pro (160 cc) dan Honda Tiger (200 dan 250 cc), serta Honda City Sport1 (125 cc). Terakhir, skuter otomatis (skutic) yakni Honda Vario (110 cc) dan Honda Beat (110 cc).


Sejak kehadirannya pada 1971, AHM pada 1996 mencapai produksi ke-5 juta, pada 2003 mencapai produksi ke-10 juta unit, pada November 2007 telah mencapai produksi ke 20 juta, dan menargetkan produksi ke 30 juta unit pada 2010.


Di luar Jepang, selain Indonesia, produksi ke 20 juta juga dicapai oleh Honda di India. India yang berpopulasi sekitar 400 juta jiwa itu, mencapai produksi ke-20 juta lebih dahulu dibandingkan Indonesia. Namun, untuk kawasan Asean, prestasi AHM merupakan yang pertama memproduksi 20 juta unit motor. Jumlah produksi itu merupakan lompatan besar, mengingat pada 1996 total produksi AHM baru mencapai 5 juta.


Produksi sepeda motor AHM tidak hanya dipasarkan di dalam negeri. Pada 1990, AHM sempat mengekspor Honda Win ke Republik Rakyat Cina. Pada 2008, volume ekspor AHM diperkirakan sekitar 3.000 sepeda motor.


AHM terus berkembang dan didukung oleh belasan ribu jaringan distribusi seantero Nusantara. Di sisi lain, ratusan usaha kecil dan menengah (UKM) menjadi mitra pemasok komponen. Hingga kini, kandungan lokal sepeda motor Honda mencapai sekitar 90%. Sebagian kecil masih diimpor yakni karburator dan beberapa bagian mesin sepeda motor.


AHM yang menguasai sekitar 46% pangsa pasar sepeda motor di Indonesia juga telah merengkuh berbagai penghargaan. Beberapa di antaranya adalah The Best in Achieving Total Customer Satisfaction dari lembaga riset pemasaran Frotier dan Majalah Swa (2001,2004, dan 2005), penghargaan serupa juga diterima dari Majalah Swa dan Mars (2004 dan 2005), Indonesian Customer Loyalty Award dari Majalah Swa dan Mars (2005), dan The Company With The Best Image dari Frontier.


Pada 2008, penjualan AHM melesat 34,2% menjadi 2.874.576 unit dibandingkan 2007. Tahun 2008, penguasaan pangsa pasar AHM sebesar 46% dari sekitar 6,2 juta unit. (edo rusyanto)



Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian