Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto
Tampilkan postingan dengan label ahm. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ahm. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2010

Saling Ngebut di Jalur Bebek


foto:eko

BERSEPEDA motor bebek bisa membuat baju compang-camping? Bahkan bisa merubuhkan jembatan? Jawabannya; Bisa! Namun sebatas di dalam iklan televisi.

Di dunia nyata, sepeda motor bebek bisa melaju kencang dengan omzet sekitar Rp 31,8 triliun. Angka itu dengan asumsi harga rata-rata sepeda motor bebek Rp 10 juta per unit dikalikan volume penjualan 2009 yang mencapai sekitar 3,18 juta unit. Bagaimana dibandingkan 2008? Ini dia hasilnya. Turun sekitar 20,60% karena pada 2008 volume penjualan sekitar 4,08 juta unit atau sekitar Rp 40,08 triliun.

Gede juga yah kue bisnis sepeda motor bebek. Tunggu dulu, itu baru penjualan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Penjualan di luar Aisi, taruhlah sekitar 500 ribu unit dan dari angka itu, separuhnya adalah segmen bebek, sudah berapa besar tambahan omzet sepeda motor bebek di Tanah Air. Silakan hitung sendiri.

Di sisi lain, ironisnya, pangsa pasar segmen terus tergerogoti. Siapa lagi kalau bukan segmen skutik yang melibas market share bebek. Tengok saja pergerakan merosotnya pangsa pasar bebek di dalam negeri. Jika pada 2006 volume penjualan bebek sebanyak

3.779.174 atau setara dengan 84,53% dari total pasar sepeda motor, setahun kemudian anjloknya menjadi 74,16% dengan volume 3.495.979 unit. Lalu, pada 2008, turun lagi menjadi 65,7% (4.083.654 unit). Puncaknya, pada 2009 market share bebek tinggal 54,21% (3.188.583 unit).

Kenapa segmen bebek tergilas tipe skutik? Jawabannya sederhana. Skutik lebih praktis untuk pengendara di kota-kota besar yang sistem lalu lintas jalannya sudah sesak dengan kemacetan.

Menggelembungnya market share skutik dapat dilihat sepanjang empat tahun terakhir.

Tahun 2006, volume penjualan skutik sebanyak 371.166 unit dengan pangsa pasar 8,30%. Pada 2007, naik menjadi 847.291 unit (17,97%), setahun kemudian naik menjadi 1,61 juta unit (26%), sedangkan tahun 2009 melesat menjadi juta 2,21 juta unit (37,72%). Fantastis!


Kokohnya Honda


AHM nyaris tak terusik di bisnis segmen bebek. Pada 2008, penjualan produsen berlogo sayap tunggal itu mencapai 2,11 juta unit dengan penguasaan pangsa pasar sekitar 51,9%. Honda tampil sebagai pemimpin pasar dengan pengawalan ketat di posisi kedua oleh Yamaha dengan volume penjualan 1,44 juta unit dengan market share 35,3%.

Setahun kemudian, Honda masih melenggang dengan penguasaan pangsa pasar 52,5% (1,65 juta unit), sedangkan Yamaha merangsek dengan pangsa pasar 38,18% (1,21 juta unit).

Honda merajai pasar bebek dengan beberapa varian dan harga yang tergolong terjangkau publik. Absolute Revo dibanderol Rp 13,05 juta, Blade (Rp 13,65 juta), Supra X 125D (Rp 14,3 juta), Supra X 125R Cast Wheel (Rp 15,35 juta), Supra X 125R PGM-FI (Rp 16,475 juta), dan CS1 (Rp 17 juta).

Sementara sang kompetitor, Yamaha, mengguyur pasar bebek dengan tipe New Vega-ZR DB dipatok seharga Rp 11,8 juta, New Jupiter ZX 15 (Rp 13,7 juta), New Jupiter ZX 15 CW (Rp 14,5 juta), Jupiter MX 135 LC CW (Rp 15,250 juta), dan Jupiter MX 135 LC CW - Manual Clutch (Rp 15,35 juta).

Sepeda motor bebek bisa mendominasi pasar sepeda motor domestik dipicu dua faktor penting, pertama, harganya relatif terjangkau dan kedua, penggunaannya cukup praktis bisa dipakai oleh pria dan wanita dewasa serta para remaja. Masihkah bertahan dominasi bebek pada 2010? Lagi-lagi, cuma konsumen yang tahu. (edo rusyanto)

Rabu, 20 Januari 2010

Selamat Jalan Pak Michael Ruslim




PAGI ini, Rabu (20/1), sebuah pesan masuk di ponsel saya. Rupanya SMS dari Dewi Ruci, corporate communication PT Astra Honda Motor (AHM).

“Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Acara press gathering degnan manajemen AHM, Rabu, pukul 11.30 ditunda sampai ada pemberitahuan lebih lanjut karena segenap direksi AHM sedang berduka atas meninggalnya Presdir Astra International Bp Michael D Ruslim.”

SMS lainnya saya terima dalam waktu hampir bersamaan dari sahabat saya, Uday Rayana yang belakangan ini dekat dengan petinggi korporasi penguasa bisnis otomotif di Tanah Air itu. “FYI, acara AHM hari ini cancel karena CEO Astra International, Michael DR wafat di Singapura.”

Sedianya, AHM bakal meluncurkan Honda Beat anyar pada hari ini. Beat adalah motor tipe skutik andalan AHM.

Ya. Saat saya tengok sejumlah media online, kabar itu sudah menjadi berita utama. Bahkan, sejumlah media menyebut Michael meninggal akibat demam berdarah dan komplikasi ginjal.


Sosok Rendah Hati

Rekan saya, Uday Rayana menulis sosok Michael D Ruslim sebagai figur yang lebih dikenal sebagai sosok yang rendah hati (low profile). “Dalam berbagai kesempatan, ia tampaknya lebih menyukai kapasitas sebagai man behind the gun, dengan memberikan banyak kesempatan kepada jajaran dibawahnya untuk tampil dan berbicara di depan publik,” tulis Udaya dalam situsnya http://udayrayana.blogspot.com.

Ia menyebut pria kelahiran Buah Batu, Bandung itu sebagai sosok yang teguh memegang prinsip-prinsip Astra yang terhimpun dalam konsep Catur Dharma. Empat nilai tersebut, adalah : menjadi milik yang bermanfaat bagi bangsa dan negara, memberikan pelayanan terbaik bagi pelanggan, saling menghargai dan membina kerja sama, berusaha mencapai yang terbaik. “Saya percaya Catur Dharma mengandung nilai-nilai kebenaran yang akan tetap menjadi pedoman Astra dalam mencapai tujuan perusahaan, serta untuk menghadapi tantangan bisnis di masa depan,” papar Michael, seperti ditulis Udaya beberapa waktu lalu.

Ya. Mengelola kerajaan bisnis dengan omzet sekitar Rp 70 triliun per September 2009 itu, bukan perkara mudah. Di tangan seorang Michael, geliat Astra terus bergerak. Di sektor otomotif, PT Toyota Astra Motor (TAM) terus merangsek dan masih merajai pangsa pasar mobil domestik, demikian juga disektor otomotif sepeda motor melalui AHM, Astra menguasai sekitar 46,2% pangsa pasar domestik pada 2009, dan tahun ini ditargetkan merengkuh tiga juta unit.

Astra dengan otomotif tak bisa dipisahkan. Sejak tiga puluh tahunan lalu, bisnis otomotif grup Astra merambah berbagai lini. Selain produk jadi sepeda motor dan mobil, raksasa bisnis itu juga memiliki PT Astra Autoparts Tbk yang membawahi bisnis komponen, belum lagi bisnis multifinance yang menopang penjualan sepeda motor PT Federal International Finance (FIF) dan untuk mobil via PT Astra Sedaya Finance, serta Toyota Astra Finance (TA Finance).

Saat ini, bisnis industri sepeda motor tanpa diperkuat layanan multifinance bakal terseok-seok. Maklum, di lini sepeda motor, hampir 90% penjualan sepeda motor melalui lembaga multifinance, demikian juga dengan penjualan mobil.

Sosok Michael termasuk yang memahami segenap bisnis tersebut. Maklum, beliau bergabung di Astra sejak 1983. Rekan saya, Uday Rayana menyebutkan, Michael percaya pada konsep changing within continuity untuk mengimbangi situasi perekonomian yang kerap kali berubah. “Perubahan dalam kontinuitas adalah sikap terbaik yang harus dilaksanakan bersama di seluruh lini organisasi Astra, untuk mewujudkan bisnis Astra yang berkelanjutan,” kata Michael.

Sosok lulusan University of California at Berkeley (1976) untuk Bachelor's degree in Industrial Engineering dan Master in Business Administration dari University of Wisconsin - Madison (1978), kini mendahului kita menemui Yang Maha Esa.

"Kami merasa sangat kehilangan atas meninggalnya bapak Michael. Nanti kami akan memberikan penjelasan secara rinci setelah rapat Direksi," ujar Head of Pulice Relation Astra International Yulian Warman, seperti dikutip Detik.com, Rabu.

Selamat jalan Bapak Michael D Ruslim, semoga mendapat tempat layak di sisi Nya. Amin. (edo rusyanto)

Selasa, 19 Januari 2010

Sengitnya Persaingan Motor 2009

Perebutan kue bisnis sepeda motor pada 2009 kian sengit dibandingkan setahun sebelumnya. Tengok saja data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) yang membeberkan bahwa jarak penguasa pasar, PT Astra Honda Motor (AHM) dengan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), kian tipis. Sekitar 50 ribuan unit.

Volume penjualan sepeda motor di pasar domestik turun sekitar 7% pada 2009 menjadi sekitar 5,8 juta unit dibandingkan 2008 sebanyak 6,2 juta unit.

Persaingan ketat terjadi antara AHM selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Honda dengan YMKI, selaku ATPM sepeda motor Yamaha. Jarak penguasaan pangsa pasar keduanya kian mendekat. Sepanjang 2008-2009, pangsa pasar AHM stagnan di 46,2%, sedangkan YMKI melesat dari 39,7% menjadi 45,3%. Dari segi volume, penjualan Honda menurun sekitar 100 ribu unit menjadi 2,7 juta unit, sementara itu Yamaha berkilau dari 2,4 juta unit menjadi 2,6 juta unit pada 2009.

Posisi ketiga masih digenggam Suzuki dengan pangsa pasar 7,5%, menurun dibandingkan 2008 yang masih menguasai 12,8%. Sedangkan posisi keempat diduduki KMI dengan pangsa pasar 1%, naik dibandingkan setahun sebelumnya yang berkisar 0,7%.

Jika digabungkan dengan penjualan ekspor, penguasaan pangsa pasar AHM sekitar 46,0%, sedangkan YMKI sekitar 45,5%. Maklum, pada 2009, AHM mengekspor 2.819 unit, sedangkan YMKI sebanyak 23.900 unit.

Sementara itu, produsen sepeda motor asal Jepang lainnya, yakni PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mengekspor 3.265 unit dan Suzuki sebanyak 29 unit. Total ekspor keempat produsen itu mencapai 30.013 unit.


Saling Kebut
Yamaha dan Honda terus saling kebut di pasar domestik. ”Kami tertinggal 300 ribu unit di segmen skutik,” tukas Johannes Loman, wakil presiden direktur PT AHM, di Jakarta, baru-baru ini.

Ya. Di segmen skutik, Yamaha masih merajai dengan penjualan 1,23 juta unit, Honda sekitar 861 ribu unit. Sementara itu, Honda kokoh di segmen bebek. ”Honda unggul sekitar 400 ribu unit di segmen bebek,” urai Loman. Data Aisi menyebutkan, penjualan bebek AHM sepanjang 2009 mencapai 1,65 juta unit, sedangkan YMKI sebanyak 1,21 juta unit.

Tak heran jika kemudian Honda terus berbenah di lini skutik. Pada pertengahan Januari 2010, Honda siap menggelontorkan skutik Honda Beat versi velg jari-jari. Selama ini, Honda Beat berkontribusi cukup tinggi terhadap penjualan segmen skutik Honda. Selain Beat, Honda memiliki varian skutik Honda Vario.

Sementara itu, kompetitor Honda, memiliki varian Yamaha Mio dan Yamaha Mio Soul. Selain itu, Suzuki memiliki Suzuki Skydrive, Suzuki Spin, dan Suzuki Skywave. Yamaha masih terlalu kuat di lini skutik.

Segenap jurus disiapkan oleh Honda dan Yamaha untuk bisa saling kebut di bisnis sepeda motor. Omzet bisnis ini tergolong menggiurkan. Dengan asumsi harga rata-rata Rp 10 juta per unit, pada 2009 omzet bisnis roda dua mencapai sekitar Rp 58 triliun.

”Tahun ini, kami memperkirakan volume sepeda motor bisa mencapai 6,4 juta unit,” tukas Gunadi Sindhuwinata, ketua umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), di Jakarta, belum lama ini.

Jika terwujud, artinya omzet bisnis sepeda motor 2010 bakal mencapai sekitar Rp 64 triliun. Omzet tertinggi bisnis ini terjadi pada 2008 yang mencapai sekitar Rp 62 triliun.

Tak heran jika para pabrikan menyiapkan beragam jurus andalan. Honda dikabarkan bakal merilis lebih dari lima produk baru. Sedangkan Yamaha juga tidak jauh berbeda. Di segmen sepeda motor sport yang selama ini dikuasai oleh Yamaha, juga bakal diramaikan produk baru. Honda disebut-sebut bakal merilis Honda Megapro anyar berkapasitas 150 cc, lebih rendah dari yang dijual saat ini yaitu 160 cc. Sementara itu, Yamaha tak mau kalah dengan menyiapkan Yamaha Byson, dengan kapasitas mesin 153 cc.

Untuk lini sport, Yamaha berkibar dengan produk mereka Yamaha V-ixion dan Yamaha Scorpio. Sementara Honda mengandalkan Megapro dan Tiger.

Adu otot di bisnis sepeda motor memang seakan tak pernah henti. Penguasaan pangsa pasar menjadi salah satu indikator berkuasanya para pabrikan. Yamaha termasuk yang melaju dengan pesat. Pada 2005, penguasaan pangsa pasar produsen berlambang garputala itu baru 24% kini melesat menjadi 45,3%. Sebaliknya, Honda harus berjuang keras mempertahankan posisi pertamanya. Pada 2005, Honda sempat berkibar dengan penguasaan pangsa pasar 52%, kini menurun menjadi 46,2%.
”Bagi kami, sekalipun tetap di posisi pertama, terpenting adalah bagaimana memuaskan konsumen,” jelas Loman.

Konsumen di pasar domestik tergolong kejam. Sekalipun produk pabrikan mengusung teknologi dan tampilan futuristik, belum tentu diminati mereka. Bisa-bisa penjualannya justeru anjlok.

Dari segi tipe, kini konsumen cenderung memilih tipe skutik. Tengok saja data statistik ini. Pada 2005, pangsa pasar skutik baru 0,22%, kini mencapai 37,7%. Selera konsumen di segmen bebek tergerus, pada periode sama sempat menguasai 92,4% kini menjadi sekitar 54,2%. Hanya segmen sport yang tergolong stabil yakni dari 7,4% menjadi sekitar 7,58%. " Bisnis ini lebih long term, angka penjualan hanya efek samping yang diperoleh dari kepercayaan konsumen," kata Wakil Presiden Direktur PT YMKI Dyonisius Beti, beberapa waktu lalu. (edo rusyanto)

Kamis, 14 Januari 2010

Honda Membuka Dengan Facelift Beat


foto:istimewa


TEKA-TEKI produk apa saja yang bakal digelontorkan Honda pada 2010 naga-naganya bakal terkuak perlahan. Sumber di kalangan produsen terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 46,2% pada 2009 itu, menyebutkan bahwa pada 20 Januari 2010, Honda bakal memperkenalkan skutik Beat hasil perubahan wajah (facelift).

”Beat kami bisa bersaing dengan kompetitor,” ujar sang sumber, baru-baru ini, di Jakarta.

Ya. Di segmen skutik, Beat yang mengguyur pasar mulai Juni 2008, penjualannya relatif meningkat. Pada 2008, Beat berhasil dilego sebanyak 208.490 unit, sedangkan sepanjang 2009 sekitar 432.726 ribu unit. Meningkat drastis.

Beat yang dibanderol Rp 12,3 juta per unit itu, bersaing ketat dengan Yamaha Mio yang dibanderol Rp 12,2 juta. Kontribusi Beat terhadap total penjualan PT Astra Honda Motor (AHM), agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Honda di Indonesia, mencapai sekitar 16,01%. Sedangkan kontribusi terhadap total penjualan skutik sebesar 50,21%, tipis di atas seniornya Honda Vario.

”Honda Beat lebih menarik konsumen karena bentuknya lebih slim dibandingkan Vario, selain itu, lincah dan irit,” ujar Puji, seorang pengendara Beat.

Jurus penjualan skutik memang mengedepankan kepraktisan dibandingkan sepeda motor berkopling manual. Di sisi lain, tentu saja mengusung kegesitan dan irit mengonsumsi bahan bakar.

Untuk urusan skutik, Yamaha masih cukup kinclong dibandingkan Honda. Yamaha yang di Tanah Air diageni oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) mengandalkan Mio dan Mio Soul untuk menggarap pasar skutik. Penguasaan pangsa pasar Yamaha di segmen skutik lebih dari 50%, sedangkan Honda sekitar 30-an%.

Kembali soal facelift Beat yang bakal digelontorkan Honda pada 20 Januari 2010, terasa sekali aroma AHM untuk mengejar ketertinggalan Honda di segmen skutik. Maklum, tren konsumen di Tanah Air menunjukkan peningkatan yang signifikan untuk memilih skutik. Sekadar catatan, sepanjang Januari-Oktober 2009, penguasaan pangsa pasar skutik mencapai 37,7% atau sebanyak 1.789.810 unit dari total pasar sepeda motor domestik sebanyak 4.753.690 unit. Bandingkan dengan 2007 dan 2008 yang masing-masing baru mencapai 17,97% dan 26%. Luar biasssa!

Honda dikabarkan bakal meluncurkan sekitar 7-9 produk baru sepanjang 2010. Diperkirakan produk yang benar-benar baru jumlahnya minim, mayoritas adalah facelift dari produk yang sudah ada selama ini. Kita lihat saja, apa lagi yang ditawarkan Honda selain facelift Beat dan Mega Pro. (edo rusyanto)

Senin, 16 November 2009

Honda (Tetap) Kokoh di Segmen Bebek


foto:doni


PERSAINGAN bisnis sepeda motor sangat ketat. Dua pemain utama, saling kejar memimpin pasar. Hingga Oktober 2009, pasar domestik menyerap sekitar 4,75 juta unit sepeda motor. Dengan asumsi rata-rata harga sepeda motor Rp 10 juta per unit, omzet di bisnis ini sedikitnya mencapai Rp 47,5 triliun.

Sepanjang Januari-Oktober 2009, PT Astra Honda Motor (AHM) kembali bercokol di papan atas dengan penguasaan pangsa pasar 46,1%. Persis di belakangnya adalah PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) dengan pangsa pasar 45,2%.

AHM yang mengageni sepeda motor merek Honda masih mengandalkan segmen underbone alias motor bebek. Sepanjang sepuluh bulan 2009, AHM yang membesut delapan varian bebek, mampu menjual 1,36 juta unit. Sedangkan kompetitornya, YMKI, melego satu juta unit. Khusus di segmen bebek, AHM menguasai 53%, sedangkan YMKI yang mengandalkan tujuh varian bebek, menguasai 38,9%. Di posisi ketiga, Suzuki hanya terjual sekitar 195.697 unit dengan pangsa pasar 7,6%.

”Model bebek (cub) dan skuter otomatik (skutik) masih menjadi favorit pengguna kendaraan roda dua di Tanah Air,” ujar Direktur Marketing PT AHM Julius Aslan, di Jakarta, baru-baru ini.

Walau masih tinggi, penguasaan pangsa bebek sesungguhnya terus tergerus oleh kehadiran skutik. Tengok saja data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Jika pada 2005 pangsa pasar bebek sebesar 92,38%, setahun kemudian menurun menjadi 84,53%. Hal serupa terjadi pada 2007 yakni menjadi 74,16% dan turun lagi pada tahun lalu menjadi 65,70%. Artinya, sepanjang empat tahun terakhir rata-rata penurunan segmen bebek mencapai 9,87%. Kemana peralihannya?

Ya. Konsumen beralih ke segmen skuter otomatis alias skutik. ”Penyebabnya karena skutik itu praktis digunakan oleh hampir oleh seluruh pengguna sepeda motor,” ujar Bambang Asmarabudi, general manager Marketing and Motorsport YMKI.

Tak pelak, sepanjang empat tahun terakhir penguasaan pangsa pasar skutik rata-rata bertambah 9,5% per tahun. Sekadar gambaran, jika pada 2005 pangsa pasar skutik baru sekitar 0,22% dari total penjualan domestik yang mencapai sekitar lima juta unit, pada 2008 mencapai 26% dari 6,2 juta unit.

Bahkan, hingga Januari-Oktober, market share skutik mencapai 37,7% dari total penjualan yang mencapai 4,75 juta unit.



Masih Kokoh

Manajemen AHM mengaku hingga akhir tahun bakal mampu meraih target 2,7 juta unit. Maklum, hingga akhir Oktober, AHM sudah membukukan 2,19 juta unit. ”Harapan kami tercapai karena daya beli masyarakat membaik,” tutur Julius.

Produsen sepeda motor berlogo sayap tunggal itu masih mengandalkan segmen bebek Honda Revo, Supra X 125 dan skutik.

Melihat performa 2009, AHM berani meningkatkan penjualan pada tahun depan. ”Target 2010 antara 2,8 juta hingga 2,9 juta unit,” papar Julius lagi.

Bisa jadi target itu terwujud, mengingat pada 2010, seperti dituturkan Managing Director Asia and Oceania Honda Motor Co (HMC), Fumihiko Ike mengakui, pihaknya berencana menambah kapasitas produksi di Indonesia, khususnya untuk lini produksi skuter otomatik (skutik). “Kami mengalami shortage untuk skuter, makanya kami berencana expand produksi skuter karena pasarnya akan berkembang,” jelas dia.
HMC dikabarkan bakal menambah investasi 10 miliar yen atau sekitar US$ 109 juta hingga 2011 untuk menambah kapasitas produksi 20% dari 3 juta unit menjadi 3,6 juta unit.

Terkait penjualan, Januari-Oktober 2009, penjualan motor bebek AHM turun 36,7% dari 1,86 juta unit menjadi 1,36 juta unit. Nasib serupa juga dialami YMKI yang merosot 22% dari 1,22 juta unit menjadi satu juta unit.

Meski demikian, hingga akhir 2009, YMKI mengaku bakal meraih peningkatan penjualan. ”Hingga akhir 2009 kami menargetkan mampu menjual sekitar 2,6 juta unit motor,” ujar Bambang.

Pada 2008, YMKI melego 2,46 juta unit motor, sedangkan hingga Oktober 2009 penjualan YMKI baru sekitar 2,15 juta unit.

Secara nasional, hingga akhir 2009, penjualan sepeda motor masih melenggang cukup baik, meski turun jika dibandingkan 2008. “Target 5,8 juta unit merupakan optimisme meski terjadi krisis. Bahkan, jika tidak ada gejolak signifikan hingga akhir tahun, bisa mencapai 6 juta unit. Kalau memang itu bisa, luar biasa sekali,” tutur Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata beberapa waktu lalu. Maklum, awal tahun, para produsen menaksir penjualan sepeda motor bisa turun signikan jika dibandingkan 2008 yang mencapai 6,2 juta unit. (edo rusyanto)

Senin, 26 Oktober 2009

Honda Ekspansi Rp 1 Triliun


desain grafis:bimo

PASAR sepeda motor Indonesia masih amat menggiurkan. Saking empuknya, para agen tunggal pemegang merek (ATPM) berlomba-lomba memperkuat basis produksi mereka. Tentu saja, didukung oleh para prinsipal mereka.
Salah satu yang cukup agresif adalah Honda Motor Co (HMC), Jepang. Di Indonesia, HMC menggandeng PT Astra International Tbk (AI) membentuk PT Astra Honda Motor (AHM).
HMC berniat menambah kapasitas produksi AHM dari 3 juta unit per tahun pada saat ini, menjadi sekitar 3,6 juta unit per tahun pada 2011. tak tanggung-tanggung, dana yang mereka investasikan sekitar 10 miliar yen atau setara sekitar US$ 109 juta alias sekitar Rp 1 triliun dengan asumsi kurs Rp 10 ribu per dolar AS.
Seperti dikutip Nikkei, Tokyo, Senin (26/10), investasi tersebut digelontorkan untuk merespons pasar sepeda motor Indonesia yang masih terus bertumbuh. Indonesia saat ini pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia setelah Cina dan India.
Dalam lima tahun terakhir, pasar Indonesia menyerap 24,45 juta unit sepeda motor, sedangkan India dan Cina, masing-masing sebesar 36,40 juta unit dan 108,21 juta unit. Tahun lalu, prosentase pertumbuhan Indonesia mencapai 32% atau lebih tinggi dibandingkan India dan Cina yang masing-masing 2,5% dan 18,3%. Tak heran, Indonesia masih menjadi pasar yang sexy.

Honda Masih Dominan
Amat lumrah jika HMC berniat ekspansi. Tahun 2008, AHM menguasai 46,2% pangsa pasar domestik atau setara dengan penjualan 2,87 juta unit sepeda motor. Rival terdekat mereka adalah Yamaha dengan pangsa pasar 39,7% setara dengan 2,46 juta unit.
Sepanjang Januari-September 2009, AHM sudah melego 1,89 juta unit, dengan penguasaan pangsa pasar 45,8%. Sedangkan Yamaha yang diageni PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) mengguyur pasar 1,87 juta unit, dengan pangsa pasar 45,2%.
Sepanjang lima tahun terakhir, AHM menjual sebanyak 11,89 juta motor Honda. Pada akhir September 2009, AHM bahkan telah memproduksi lebih dari 25 juta unit sepeda motor, dan mencanangkan produksi ke-30 juta pada 2011. tahun lalu, pertumbuhan penjualan AHM mencapai 33,3%.
Sebelumnya, seperti dikutip Investor Daily, Managing Director Asia and Oceania HMC Fumihiko Ike memberi bocoran bahwa pihaknya berencana menambah kapasitas produksi khusus produksi skuter otomatik (skutik).
Dengan asumsi investasi anyar mereka sekitar Rp 1 triliun sepanjang tahun ini hingga 2011, tak dipungkiri, langkah Honda itu untuk kian memperkuat daya cengkeram mereka di pasar domestik. Rivalitas penguasaan pangsa pasar sepeda motor di Tanah Air, masih berkutat di kalangan prinsipal asal Jepang. Selain Honda dan Yamaha, penguasa pangsa pasar lainnya adalah Suzuki dan Kawasaki. (edo rusyanto)

Jumat, 23 Oktober 2009

Yamaha Melenggang di Pasar Skutik


foto:edo

TREN scooter automatic alias skutik yakni sepeda motor bertransmisi otomatis terus membubung di pasar domestic. Pangsa pasar skutik pada Januari-September 2009 naik menjadi 37,3 % dari 24,4% pada periode sama 2008.

Lima tahun terakhir, tren skutik luar biasa. Tipe motor yang pada awal 2000-an populer ditujukan untuk konsumen wanita, kini sudah meruyak ke segala jenis usia, termasuk para pria. Jika pada 2005 pangsa pasarnya baru 0,22%, setahun kemudian melesat menjadi 8,30%, dan terus meningkat pada 2007 yakni menjadi 17,97% dan puncaknya pada 2008 menjadi 26%.

Korbannya bisa ditebak. Segmen underbone alias bebek. Pangsa pasar sepeda motor bebek dalam lima tahun terus merosot. Jika pada 2005 masih menguasai 92,38%, pada 2008 tinggal 65,70%. Sementara itu, jenis sport relatif stabil bahkan menguat sedikit dari 7,40% pada 2005 menjadi 8,30% pada 2008.


Kekuatan Yamaha

Tiga besar pemain skutik saat ini adalah Yamaha, lewat PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), lalu Honda via PT Astra Honda Motor (AHM), dan PT Suzuki Indomobil Motor (SIM). Sedangkan sang pionir, Kymco justeru terseok-seok, bahkan sepanjang 2009 tidak lagi berproduksi.

Keempat produsen skutik di atas adalah anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Kini, dari empat produsen itu, hanya tiga yang malang melintang memperebutkan pasar domestik. Maklum, Indonesia adalah pasar ketiga terbesar di dunia, setelah Cina dan India. Ketiga negara ini sepanjang 2008 menjual 43,4 juta unit sepeda motor. Indonesia memasok 14,4% dari total penjualan tersebut. Luarrrr biasa. Tak aneh jika Indonesia masih menggiurkan bagi para produsen sepeda motor dunia.

Kembali soal kekuatan Yamaha di pasar skutik domestik. ATPM Yamaha yang memiliki kapasitas produksi skutik sebesar 300 ribu unit per tahun itu, masuk ke segmen skutik mulai tahun 2003. Hingga kini, andalan skutik Yamaha adalah Mio dan Mio Soul.

Sepanjang Januari-September 2009, Yamaha menguasai 54,4% pangsa pasar skutik. Di posisi kedua, Honda dengan pangsa pasar 37,2%, lalu Suzuki sebesar 8,5%. Kompetitor Yamaha, yakni Honda mengepung pasar dengan tiga varian yakni Beat, Vario, dan Vario Techno. Sedangkan Suzuki mengguyur pasar dengan Spin, Skywave, dan Skydrive.

Otot Yamaha di pasar skutik masih pada produk Mio, di belakangnya adalah Honda Beat dan Honda Vario. Sementara itu, skutik Suzuki masih terseok-seok mengejar kedua seniornya tersebut. (edo rusyanto)

Kamis, 22 Oktober 2009

Honda (Masih) Mencengkeram Pasar Bebek


foto:edo

KEPERKASAAN Honda di pasar sepeda motor bebek tak tergoyahkan. Sepanjang Januari-September 2009, penguasaan pangsa pasar Honda sebesar 52,8%. Pada periode itu, penjualan Honda di pasar domestik mencapai 1,1 juta unit.

Di Indonesia, Honda diageni oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Untuk segmen bebek, dari empat tipe yang dijagokan, otot Honda ada di Revo dan Supra X 125. Keduanya masing-masing menguasai 28% dan 19% pangsa pasar bebek domestik. Rival mereka yang terdekat adalah Yamaha Vega (17%) dan Yamaha Jupiter Z (15%).

Kedigjayaan Honda di segmen bebek dibayang-bayangi oleh Yamaha. Selama triwulan ketiga 2009, Yamaha menguasai 39,01% pasar domestik atau setara dengan 876 ribu unit.
Sementara itu, di posisi ketiga masih stabil dipegang Suzuki yakni dengan merengkuh 7,7% pangsa pasar.

Sepanjang sembilan bulan 2009, total pasar sepeda motor bebek anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) mencapai 2,24 juta unit. Penjualan tersebut menurun 30,52% dibandingkan periode sama 2008 yang mencapai 3,23 juta unit.

Sepeda motor jenis bebek masih menjadi primadona penjualan di pasar dalam negeri. Selain harganya terjangkau oleh sebagian besar konsumen, sepeda motor jenis ini dianggap paling ramah bagi konsumen. Artinya, bisa dipakai oleh seluruh anggota keluarga. Mulai dari bapak, ibu, hingga sang anak.

Selain anggota Aisi, pasar bebek domestik juga diramaikan oleh produsen lain. Namun, jumlah penguasaan pangsa pasar mereka ditaksir tidak melebihi 500 ribu unit per tahun. Bahkan, dua anggota Aisi yakni Piaggio dan Kymco sepanjang tahun ini sudah tidak berjualan lagi.


Bayang-bayang skutik

Meski segmen sepeda motor bebek masih dominan, nasib penjualan mereka ikut terimbas krisis finansial global. Seluruh penjualan agen tunggal sepeda motor (ATPM) diterpa penurunan penjualan. Secara akumulasi, penjualan jenis bebek turun 30,52% masih di bawah penjualan pasar secara nasional yang mencapai 33,4%.

Tak disangkal, penurunan segmen bebek membawa dampak pada penurunan penjualan sepeda motor secara nasional karena segmen bebek menguasai 54,3% pangsa pasar nasional. Kontributor terbesar kedua atas penjualan nasional adalah segmen skutik yakni 37,3%, lalu di bawahnya segmen sport yang hanya 8,4%.

Penurunan di segmen bebek karena pergeseran selera konsumen ke segmen scooter automatic alias skutik. Pasalnya, pada Januari-September 2009, hanya segmen skutik yang naik 31,45% menjadi 1,54 juta unit. Penguasaan pangsa pasarnya pun naik drastis yakni dari 24,4% menjadi 37,3%. Konsumen tergoda olah kemudahan sistem untuk mengendarai jenis skutik. Maklum, tipe ini bertransmisi otomatis alias tidak mengenal kopling maupun over gigi. (edo rusyanto)

Kamis, 15 Oktober 2009

Honda Rayakan Produksi ke 25 Juta



foto:eko

HARI ini, Kamis (15/10), di Cikarang, Jawa Barat, PT Astra Honda Motor (AHM) merayakan produksi sepeda motor ke-25 juta. Sebuah angka produksi yang belum tertandingi oleh para agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor lainnya yang beroperasi di Indonesia.
Lokasi perayaan kali ini, sama dengan perayaan produksi ke-20 juta pada 30 November 2007. Artinya, selama dua tahun AHM mampu memproduksi lima juta unit, atau setara dengan sekitar 285 unit sepeda motor per jam. Luarrr biasa.
AHM saat ini memiliki kapasitas produksi sekitar tiga juta unit per tahun, berarti, selama dua tahun utilisasi yang dipakai produsen yang didirikan pada 11 Juni 1971 itu, baru mencapai sekitar 83,3%, lebih tinggi dari rata-rata utilisasi industri yang tahun ini saja hanya ditargetkan 54%.
AHM yang semula bernama PT Federal Motor itu, saat pertamakali berproduksi pada 1971 hanya 1.500 unit. Sebuah pertumbuhan yang drastis dibandingkan hingga September 2009 mampu menjual sekitar 1,8 juta unit.
Perusahaan yang 50% sahamnya dimiliki PT Astra International Tbk dan 50% dimiliki Honda Motor Co., Ltd itu, kini memiliki 10 jenis sepeda motor. Produk tersebut meliputi tipe cub alias bebek yakni Honda Absolute Revo 110, Honda Blade, Honda Supra X 125 R, dan Honda Supra X 125 PGM-FI. Lalu, tipe sport yakni Honda City Sport 1, Honda Mega Pro, dan Honda Tiger. Terakhir, tipe skutik yakni Honda Beat, Honda Vario, dan Honda Vario Techno.
Penguasa pangsa pasar sepeda motor di Tanah Air ini, merupakan produsen terbesar di Asean, bahkan produksi mereka yang ke-20 juta merupakan yang ketiga setelah Cina dan India.
Dengan didukung sekitar 13 ribu karyawan, AHM pantas merangsek pasar domestic. Maklum, jaringan mereka merupakan yang terluas, setidaknya saat ini AHM memiliki 1.600 showroom dealer penjualan yang diberi kode H1, lalu 3.800 layanan service atau bengkel AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) dengan kode H2, serta 6.500 gerai suku cadang atau H.
Produksi AHM yang memiliki tiga pabrik itu, terus berkembang pesat. Selain karena pasar domestik yang memang terus bertumbuh, juga karena dukungan sistem pembiayaan yang relatif terjangkau konsumen. Bahkan, pada perayaan produksi ke-20 juta pada November 2007, Direktur Pemasaran AHM saat itu yakni Johannes Loman, memprediksi, pada 2010, AHM bakal memproduksi sepeda motor yang ke-30 juta. Namun, apakah perkiraan itu bakal tercapai? Kita lihat saja, karena itu berarti dalam satu tahun ke depan, AHM harus memproduksi lima juta unit sepeda motor. (edo rusyanto)

Senin, 14 September 2009

Penjualan Skuter Honda Melonjak 50%



foto:edo

Penjualan skuter otomatik (skutik) Honda meroket 50% dari 62.907 ribu unit pada Juli menjadi 93.568 unit pada Agustus. Ini merupakan angka penjualan skutik tertinggi yang pernah dicapai Honda.

Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), agen tunggal pemegang merek (ATPM), sepeda motor Honda, Julius Aslan, menerangkan, sentimen Lebaran membuat pasar sepeda motor meledak, termasuk segmen skutik. Pasar skutik melejit 24% menjadi 244 ribu unit pada Agustus dibanding Juli.

Selain itu, penurunan BI Rate menjadi 6,5% membuat perusahaan leasing terus menurunkan suku bunga. Kini bunga efektif kredit motor mencapai 26-27% dari 34% pada kuartal pertama 2009. Sekitar 80% pembelian motor menggunakan skema kredit.

“Tiga model AT kami cukup baik penjualannya pada bulan lalu. Model yang baru dirilis, Vario Techno, terjual sebanyak 10.500 unit, sesuai dengan target yang kami canangkan,” ujar Julius di sela acara buka puasa bersama manajemen AHM dengan wartawan di Jakarta, Kamis (10/9).

Menurut Julius, AHM sejak Juli lalu telah meningkatkan kapasitas produksi skutik untuk mengantisipasi peningkatan penjualan skutik. Kapasitas ditingkatkan dari 60 ribu unit sebulan menjadi mendekati 100 ribu unit sebulan.

Julius mengaku, AHM kini menerapkan mekanisme tiga shift kerja untuk line skutik. Produksi, ujar dia, akan terus dicoba dipacu hingga mendekati 100 ribu unit.

Senior General Manager Marketing Motorcycle Division AHM Sigit Kumala menambahkan, peningkatan produksi hingga kini belum dapat mengimbangi permintaan yang masuk. Akibatnya, konsumen terpaksa menjalani masa tunggu (inden) untuk skutik Honda.

Ia mencontohkan, permintaan untuk Vario Techno per bulan mencapai 12.500 unit sedangkan pasokan hanya 10.500 unit. Sigit mengaku posisi inden terus bergerak, terutama di luar Jawa. ”Kami tentunya minta maaf kepada konsumen yang terpaksa harus menunggu. Yang pasti kami terus berupaya meningkatkan produksi,” katanya.

Sigit menerangkan, penjualan skutik Honda per Agustus 2009 melejit 56% menjadi 499 ribu unit. Pertumbuhan penjualan Honda di atas pertumbuhan pasar skutik yang hanya mencapai 32%. ”Porsi skutik terhadap total pasar akan mencapai 38% pada akhir tahun dari 36% pada Agustus,” katanya.

Sementara itu, Lonjakan penjualan skutik melambungkan penjualan Honda hingga mencapai 292.076 unit pada Agustus. Hasil ini membawa Honda kembali merebut posisi teratas pasar motor menggeser rival terberat mereka, Yamaha sebesar 279 ribu unit.

Berdasakan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), pasar motor pada Agustus mencapai 626.478 unit, naik 2,4% dibanding Agustus 2008. Ini merupakan peningkatan penjualan pertama pada tahun ini setelah sebelumnya ambles selama tujuh bulan berturut-turut.

Siap Tambah Kapasitas
Sementara itu, Wakil Presiden Direktur PT AHM Johannes Loman menyatakan, Honda siap menambah kapasitas produksi skutik pada tahun depan. Namun ia enggan menyebutkan berapa penambahan kapasitas dan nilai investasinya.

”Tentunya kami mempertimbangkan itu. Namun kami masih menghitungnya. Tambahan bisa mencapai 30 ribu unit,” paparnya. (coy)

sumber; investor daily

Minggu, 13 September 2009

Saat ATPM ‘Merangkul’ Koboi


foto:stephen

APA hubungannya Shusi Tei dengan Soichiro Honda? Lalu, apa pentingnya pabrikan sepeda motor merangkul Koboi?
Semua pertanyaan itu ternyata mudah dijawab. Tidak harus ke Tokyo, Jepang atau ke Texas, Amerika Serikat. Cukup nongol di pusat perbelanjaan elite, Plaza Senayan, Jakarta, semua pertanyaan itu terjawab.
Soichiro Honda sukses mendirikan perusahaan otomotif Honda yang kini malang melintang di seluruh jagat, termasuk di bumi Pertiwi. Semasa hidupnya, boleh jadi Soichiro Honda menyukai shusi yang notabene adalah masakan dari negeri asalnya, Jepang. Lalu, apa hubungannya dengan Shushi Tei? Jawabannya singkat: tidak ada. He he he.
Shusi Tei adalah restoran kelas atas yang menyajikan masakan menu asal Jepang. Salah satu gerainya berdiri di lantai 3, Plaza Senayan. Di restoran itulah, agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Honda di Indonesia, PT Astra Honda Motor (AHM) merangkul pertemuan dengan para penulis blog otomotif. ”Ini adalah pertemuan kedua setelah 14 Februari lalu di pabrik kami di Cikarang, Jawa Barat,” ujar Istiyani Susriyati Kepala HC3 PT AHM, saat membuka pertemuan dengan para penulis blog, Jumat (11/9). Pertemuan yang dikemas dalam acara buka puasa bersama itu, dihadiri belasan penulis blog. Fenomena menulis informasi di jaringan internet kian meluas di Tanah Air. ”Saat ini ada sekitar satu juta blog di Indonesia,” kata Wicaksana ’ndoro kakung’, yang kerap dijuluki Bapak Blogger Indonesia, di sela pertemuan tersebut.
Sontak, hal itu ditimpali Julius Aslan, direktur pemasaran PT AHM sebagai suatu fenomena yang harus diantisipasi perusahaannya. ”Blog memiliki peranan penting untuk menyebarluaskan informasi mengenai produk-produk kami kepada masyarakat,” tutur Julius Aslan.
Di tengah meluasnya penggunaan internet di Indonesia yang saat ini ditaksir ada sekitar 30 juta pengguna, kehadiran blogger (julukan bagi penulis dengan medium website di jaringan internet), boleh jadi dilirik para pabrikan sepeda motor sebagai tambahan fitur saluran informasi. ”Kami membuka diri bagi para blogger untuk bertanya tentang produk kami,” tutur Julius lagi.
Ia mengaku, pihaknya berharap hubungan dengan blogger bersifat profesional. ”Kami tidak ingin para blogger kehilangan independensinya,” tegas pria berkacamata itu.
Rudy Trihatmoko, salah seorang blogger senior mengingatkan PT AHM agar tidak peka kritik. ”Jangan tersinggung jika dikritik,” paparnya.
Para blogger juga mengajukan pertanyaan apakah PT AHM bakal mengajukan gugatan hukum jika ternyata ada tulisan blogger yang kuran berkenan. ”Jika berupa fitnah sehingga konsumen enggan membeli produk Honda, kami akan lakukan tuntutan,” ujar Julius. Namun, ia buru-buru mewanti-wanti, para blogger tidak perlu khawatir mengekspresikan diri dalam karya tulisnya. Terpenting, kata dia, buka fitnah. Maklum, di PT AHM saat ini bernaung sekita 13 ribu karyawan.
Mengingat sekitar 10 hari lagi memasuki Idul Fitri, manajemen PT AHM yang hadir saat itu juga membeberkan program Mudik Bareng Honda yang digelar pada Jumat (18/9), dari pabrik mereka di Sunter, Jakarta Utara.
Setelah berbincang sekitar dua jam, para blogger yang bernaung dalam Komunitas Blogger Otomotif Indonesia (Koboi) menuntaskan silaturahmi dengan foto bersama di depan restoran Shusi Tei. Masih ada aroma iklan salmon, ketika kaki melangkah meninggalkan restoran tersebut pada pukul 20.49 WIB. (edo rusyanto)

Sabtu, 15 Agustus 2009

Yamaha Unggul Lagi


foto:edo

KABAR baru berhembus. Penjualan sepeda motor Yamaha ungguli Honda. Sepanjang Januari-Juli 2009, total penjualan Yamaha ditaksir mencapai 1.407.924 unit, sedangkan Honda terpaut tipis yakni 1.406.428 unit.
Manajemen Yamaha di Indonesia berbunga-bunga. Sebuah rekor baru setelah 35 tahun beroperasi di Indonesia. Manajemen Honda menimpali kalem dan fokus menggenjot produk skutik mereka yang selama ini memang tertinggal dari Yamaha.
Itu dari penjualan secara kumulatif. Pada penjualan bulanan, Yamaha juga unggul pada Juli 2009 yakni sebanyak 253.683 unit, sedangkan Honda sebanyak 241.028 unit.
Prestasi gemilang diraih Yamaha dalam penjualan bulan lalu jika dibandingkan Juli 2008. Yamaha membukukan kenaikan penjualan hingga 18,5%, kondisi terbalik justru terjadi pada Honda yang merosot 13,6%.
Keunggulan Yamaha dalam penjualan bulanan pada 2009 sudah terjadi tiga kali yakni pada April, Juni, dan Juli. Tahun lalu, Yamaha sempat unggul pada penjualan bulanan yakni pada Desember 2008. Hingga kini, posisi ketiga penguasa pangsa pasar masih digenggam Suzuki. ATPM sepeda motor Jepang masih merajai penjualan sepeda motor di pasar Indonesia. Selain ketiga merek tersebut, Kawasaki ikut memperkuat dominasi motor Negeri Matahari Terbit itu.
Agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Yamaha, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) hingga kini menguasai segmen skutik dan motor sport, sedangkan ATPM Honda yakni PT Astra Honda Motor (AHM) gemilang di segmen sepeda motor bebek. Keduanya bersaing ketat memperebutkan pasar domestik yang pada 2009 masih bisa menggeliat meski pada 2008 mencetak penjualan tertinggi sepanjang sejarah yakni sekitar 6,2 juta unit. “Tahun ini bisa mencapai sekitar lima juta unit, lebih bagus dari ekspektasi awal tahun yang memperkirakan penurunan 30% dibandingkan 2008,” ujar Gunadi Sindhuwinata, ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Kita lihat saja, bagaimana persaingan hingga akhir tahun nanti. Sanggupkah Honda menahan gempuran Yamaha? (edo rusyanto)

Kamis, 13 Agustus 2009

Safety Riding, Setelah Menunggu 20 Tahun


foto:edo

SIAPA yang tak kenal merek sepeda motor Honda. Mulai anak kecil sampai kakek-kakek pasti mahfum. Wong sepeda motor itu sudah memenuhi jalan di republik ini sejak tahun 1974. Tapi tahukah Anda baru pada tahun berapa sang agen tunggal pemegang merek (ATPM) Honda, yakni PT Astra Honda Motor (AHM), memperkenalkan berkendara sepeda motor yang aman dan selamat (safety riding) di Indonesia?
”Kami mulai memperkenalkan safety riding di Indonesia tahun 2002,” kata Handy Hariko, senior manager Technic Service Division AHM, di sela The 3 rd Astra Honda Safety Riding Instructur Competition, di Jakarta, Rabu (12/8).
AHM yang pada 2008 menguasai 46,2% pangsa pasar sepeda motor di Indonesia dengan penjualan sekitar 2,8 juta unit, terus merangsek konsumen dan calon konsumen dengan doktrin safety riding. Selain AHM, hampir seluruh dealer utama mereka di berbagai daerah juga menyebarluaskan safety riding. ”Kami targetnya empat sekolah setiap tahun untuk segala tingkatan, yakni SD, SMP, dan SMA,” ujar Hari, staf dealer utama Honda di Bali.
Menurut Handy, slogan yang digembar-gemborkan pihaknya adalah enjoy buying Honda, enjoy selling, and enjoy riding. “Terkait etika, kami serukan agar berkendara dengan hati yakni saling menghargai di antara sesama pengguna jalan,” tutur dia.
Ia yakin, pemicu utama kecelakaan di jalan adalah perilaku para pengendaranya. “Dari segi teknologi sepeda motornya, kami upgrade terus agar kian hari kian aman bagi pengendara,” ujar Handy. Maklum, angka kecelakaan kian hari membuat kita bergidik. Sepanjang Januari-Juli 2009, di jalan Jakarta dan sekitarnya saja korban jiwa telah mencapai 642 orang alias tiga orang perhari. Mengerikan.
Handy mengakui, jika citra sepeda motor sebagai alat transportasi membahayakan pengendaranya, bakal mempengaruhi penjualan sepeda motor di Indonesia. Tak heran jika kemudian para ATPM sepeda motor di Indonesia berbondong-bondong sejak awal 2000-an mengkampanyekan safety riding. Maklum, kue bisnis sepeda motor di Indonesia amat empuk. Tahun lalu, dengan asumsi harga rata-rata per unit Rp 10 juta, omzet sepeda motor mencapai sekitar Rp 62 triliun.

Sekolah Safety Riding
Keseriusan AHM menyebarluaskan kampanye safety riding tidak sebatas kampanye via pelatihan dan seminar. ATPM itu juga menyiapkan sekolah safety riding. ”Rencananya tahun ini bakal berdiri di Jakarta,” ujar Handy. Investasi untuk gedung, lahan, dan peralatan, ditaksir menyerap sekitar Rp 10 miliar.
Ia menjelaskan, saat ini tahap penyiapan lokasi. Di luar itu, jelas dia, main dealer honda sudah ada yang mendirikan semacam sekolah safety riding. ”Ada dua yakni di Banten dan Jambi, standar mereka disesuaikan dengan AHM,” kata Handy lagi.
Keseriusan lainnya, jelas dia, AHM juga membeli Honda Riding Trainer (HRT) yakni semacam alat untuk melatih pengendara sepeda motor termasuk mengenai etika berkendara. ”Sekarang sudah ada 500 HRT yang dipasang di main dealer kami, targetnya tahun ini ditambah 500 lagi menjadi 1.000 unit,” papar Handy. (edo rusyanto)

Rabu, 12 Agustus 2009

Kompetisi Safety Riding Ala Honda



foto:edo


PT Astra Honda Motor (AHM) termasuk getol mengkampanyekan keselamatan berkendara sepeda motor. Agen tunggal pemegang sepeda motor (ATPM) Honda di Indonesia itu, sudah memperkenalkan safety riding kepada konsumen sejak 2002.
Kali ini, selama dua hari, Rabu (12/8) dan Kamis (13/8), AHM menggelar The 3 rd Astra Honda Safety Riding Instructur Competition. Program yang digelar di Part Centre AHM di Cakung, Jakarta Timur, itu, diikuti 90 peserta terdiri atas main dealer, internal AHM, dan kalangan jurnalis.
"Kompetisi berlangsung dari jam 08.00-17.00 WIB dan sepeda motor yang dipakai adalah MegaPro," ujar Handy Hariko, senior manager Technic Service Division AHM, di sela kompetisi, Rabu.
"Program ini menarik dan bisa menambah pemahaman soal safety riding," ujar Alan, seorang peserta. Pria yang sehari-hari jurnalis BikersMagz itu mengaku pertamakali mengikuti event serupa.
Hari pertama kompetisi diisi dengan briefing mengenai program tersebut. "Ada sort course juga untuk bekal mengikuti kompetisi," papar Corporate Communication AHM Rina Listani. Selain itu, jelas dia, peserta mengikuti trial track, kompetisi braking session (pengereman) dan kompetisi narrow plank session (keseimbangan).
Pemenang akan diumumkan, Kamis (13/8). Sementara itu, bagi para jurnalis hadiah untuk juara 1 berupa blackberry bold 9000, juara 2 mini netbook, dan juara 3 sebuah handphone sony ericsson W880.


Penekanan Skill
Kentalnya fokus kepada keahlian (skill) berkendara amat terasa.
”Memang kompetisi saat ini fokus pada keahlian berkendara. Termasuk yang kami nilai untuk peserta main dealer dan internal AHM adalah soal 7 point tubuh saat berkendara yang mencakup mata yang harus memandang lurus, bahu, siku, posisi tangan, pinggul harus lurus, lutut yang harus rapat, serta kaki di atas rem dan persnelling,” ujar Surya, instruktur safety riding AHM.
Menurut dia, tes tertulis juga diberikan kepada peserta dari main dealer dan internal AHM. ” Test tertulis terkait skill, seperti cara berbelok dan pengereman. Ada juga pengajaran mengenai keahlian menghadapi situasi berbahaya seperti saat didahului atau dipotong secara tiba-tiba oleh pengendara lain, ada juga bagaimana cara mendahului kendaraan dengan benar,” tutur Hari, seorang peserta asal main dealer Honda di Bali.
Ia menjelaskan, kontes yang digelar AHM itu memberi banyak manfaat dalam melaksanakan tugas sehari-harinya dalam penyebaran safety riding. ”Kami punya target dalam setahun mensosialisasikan safety riding ke SD, SMP, dan SMA. Masing-masing empat sekolah. Selain itu, kita memberi penyuluhan ke para komunitas bikers,” tambah Hari.


Sementara itu, salah seorang peserta dari internal AHM, Junaedi menjelaskan, saat pelatihan, mereka juga diajarkan tentang etika untuk menghargai sesama pengguna jalan. ”Hal itu penting untuk keselamatan kita saat berkendara,” tutur dia.
Handy sebenarnya mengakui bahwa penyebab kecelakaan yang melibatkan sepeda motor di antaranya dipicu oleh perilaku pengendara. Karena itu, kata dia, amat penting mendorong agar pengendara sepeda motor saling menghargai dan memprioritaskan keselamatan.
”Karena itu, sudah sangat perlu penekanan terhadap soal perilaku berkendara dalam pelaksanaan kompetisi seperti ini,” ujar Subhan, jurnalis Detik.oto yang sehari-hari menggunakan Honda CS1. (edo rusyanto)

Kamis, 23 Juli 2009

Persaingan Skutik Kian Ketat


foto:eko sh

Honda Luncurkan Vario Techno

PARA agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor saling memperkuat daya cengkeram di segmen skuter otomatik (skutik). Maklum, tahun ini, segmen tersebut ditaksir melonjak 31% menjadi 2,1 juta unit dibandingkan 2008 sebesar 1,6 juta unit.
Salah satu ATPM yang terus memperkuat penetrasi adalah PT Astra Honda Motor (AHM). ATPM itu meluncurkan Vario Techno CBS 110, di Jakarta, Kamis (23/7). Techno melengkapi jajaran skutik AHM yang sudah lebih dahulu melenggang yakni Vario dan Beat.
Jurus lain yang dikeluarkan AHM adalah dengan menambah kapasitas produksi dari 60 ribu menjadi 100 ribu unit per bulan. Untuk investasi itu, AHM yang merupakan pemimpin pangsa pasar motor domestik merogoh kocek Rp 140 miliar. Saat ini, kapasitas AHM masih di bawah pemimpin pasar skutik, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Sepanjang Januari-Juni 2009, Yamaha menguasai 54,4% pangsa pasar atau setara dengan 505.645 unit.
"Mulai Agustus (2009) kami akan menaikkan kapasitas produksi skutik secara bertahap menuju ke 100 ribu unit per bulan. Nanti ke depan akan ditingkatkan lagi sesuai dengan permintaan pasar," kata Direktur Pemasaran AHM Julius Aslan, di Jakarta, Kamis.

Julius, seperti dikutip Investor Daily, menjelaskan bahwa porsi skutik akan menyentuh 40% pada akhir tahun dengan asumsi total pasar motor nasional mencapai 5,3 juta unit. Lompatan penjualan skutik akan menggerus porsi motor bebek dari 65% pada 2008 menjadi 52% pada akhir 2009.
Tahun lalu, penguasaan pasar skutik mencapai sekitar 26% dari total penjualan sepeda motor di dalam negeri. Pada semester pertama tahun ini, penjualan skutik secara nasional mencapai 929 ribu unit atau naik sekitar 27,6% dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 728 ribu unit.

Vario Techno
Senior General Manager Marketing Motorcycle Division AHM Sigit Kumala menuturkan, Honda kini fokus membangun citra di segmen skutik. Tak heran jika ATPM yang memiliki tiga pabrik dengan kapasitas 3 juta unit per tahun itu, merilis Vario Techno yang dilengkapi dengan teknologi comby brake system (CBS).
Vario CBS Techno dibanderol Rp 15,5 juta on the road di Jakarta, sedikit lebih mahal dibandingkan Varian Vario CW sebelumnya Rp 14,85 juta.
Julius menjelaskan, sampai semester pertama tahun ini penjualan skutik Honda melonjak 67%. Pangsa pasar pun terkatrol dari 28,2% menjadi 37%. AHM menargetkan dapat menguasai 43% pasar skutik pascamerilis Vario Techno.
Di pasar domestik, Yamaha yang mengusung Mio dan Soul, berhadapan dengan PT Astra Honda Motor (Honda). Penguasaan pangsa pasar Honda pada Januari-Juni mencapai 36,9% atau setara dengan 343.249 unit, jauh meninggalkan PT Suzuki Indomobil Sales (Suzuki) yang bertengger di 8,7% (80.518 unit).
Honda mengobrak-abrik segmen skutik. Market share-nya menyedot milik Yamaha dan Suzuki. Pada semester pertama 2008, market share Honda baru 28,3%, itu berarti mengambil 1,6% pangsa pasar Yamaha dan edannya, mengambil 5,66% pangsa pasar Suzuki.
Honda melenggang di skutik lewat Vario dan Beat, sedangkan Suzuki mengusung Spin, SkyDrive, dan SkyWave. (edo rusyanto)

Senin, 13 Juli 2009

Yamaha Libas Honda




PERISTIWA itu terulang kembali. Yamaha melibas Honda dari segi volume penjualan. Tahun ini, Yamaha meninggalkan Honda pada April dan Juni 2009. Pada April, Yamaha mampu menjual 189.695 unit, sedangkan pada Juni sebesar 218.614 unit. Pada periode itu, Honda masing-masing 155.789 unit dan 216.876 unit.
Selisih penjualan pada April cukup menganga yakni hampir 34 ribu unit, namun pada Juni 2009 selisihnya hanya dua ribu unit. Tahun lalu, Yamaha yang di Indonesia diwakili oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) juga sempat melampaui Honda yang diwakili PT Astra Honda Motor (AHM). Pada Desember 2008, Yamaha terjual 108.991 unit, sedangkan Honda terjual 101.657 unit. Tipis memang.
Memasuki 2009, selisihnya cukup besar. Ada gejala apa? YMKI punya jurus ampuh?
Wakil Presiden Direktur YMKI Dyonisius Beti menjelaskan, kesuksesan Yamaha tak lepas dari peluncuran bebek baru Vega ZR 115 yang diklaim tangguh dengan harga terjangkau. “Vega bukan produk dengan standar biasa karena punya mesin 115 cc dan harganya terjangkau Rp 11,5 juta, irit dan tangguh. Cocok untuk kondisi krisis” ujar Beti, seperti dikutip Investor Daily.
Otot Yamaha ada pada produk skutik dan motor sport. Sementara itu, Honda mengandalkan produk bebek.
Secara kumulatif, sepanjang Januari-Juni 2009, Honda masih unggul tipis yakni mampu menjual sekitar 1,165 juta unit, sedangkan Yamaha sekitar 1,154 juta unit. Di posisi ketiga masih ditempati Suzuki dengan penjualan 198.116 unit.
Direktur Pemasaran AHM Julius Aslan menilai, Yamaha mampu mempersempit jarak dengan Honda karena menjadi pemimpin di pasar skutik. Di segmen ini Honda hanya menguasai 33% pasar. Padahal pasar skutik terus berkembang menggerus porsi bebek. Di segmen skutik, Yamaha 505.645 unit atau setara dengan menguasai 54,4% pangsa pasar, sedangkan Honda hanya 343.249 unit atau setara dengan 36,9%. Tak heran jika berembus kabar, dalam waktu dekat Honda bakal meluncurkan varian skutik baru untuk memperkuat penguasaan pangsa pasar. ”Kita memilih waktu yang tepat untuk meluncurkan produk baru itu,” ujar Kristanto, head of public relation AHM. (edo rusyanto)

Minggu, 12 Juli 2009

Astra Honda Targetkan 2,45 Juta Motor


foto:edo rusyanto


PT Astra Honda Motor , agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor Honda, merevisi target penjualan tahun ini dari 2,3 juta unit menjadi 2,45 juta unit seiring terus membaiknya kondisi pasar. Angka ini melemah 12,5% dibanding 2008 sebesar 2,8 juta unit.
Direktur Pemasaran AHM Julius Aslan menerangkan, penurunan BI rate dari 7% menjadi 6,75% pada awal bulan akan menggairahkan pasar motor pada paruh kedua. Turunnya bunga acuan akan mendorong perusahaan pembiayaan (leasing) menurunkan bunga kredit.
Saat ini, kata Julius, suku bunga efektif kredit motor mencapi 29-30% atau turun dibanding Mei sebesar 32%. “Hal ini akan sangat bermanfaat bagi pasar motor karena 70% pembelian motor menggunakan skema kredit. Penjualan kami pastinya juga akan turut terbantu,” paparnya di Jakarta, akhir pekan lalu.
AHM, ujar Julius, tadinya memperkirakan pasar motor bakal anjlok 19% menjadi 5 juta unit tahun ini. Namun proyeksi itu direvisi menjadi 5,3 juta unit melihat tren pergerakan pasar. “Meski asumsi pasar berubah, target pangsa pasar tidak berubah yakni 46%,” ujarnya.
Hingga kini Honda merupakan pemimpin di bisnis motor nasional. Berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI), penjualan Honda hingga semester pertama 2009 anjlok 17% menjadi 1,165 juta unit dibanding periode sama 2008 1,405 juta unit.
Pangsa pasar Honda tercatat mencapai 45,8% atau hanya terpaut 0,3% dari rival utama Yamaha yang mampu melego 1,154 juta unit motor sampai semester pertama. Padahal pada akhir tahun lalu selisih pangsa pasar Honda dan Yamaha mencapai 6%. Honda menguasai 46% pasar pada 2008, sedangkan Yamaha hanya 39,7%.

Amunisi Baru
Julius menilai, Yamaha mampu mengejar Honda karena mendominasi di segmen skuter otomatik (skutik) dengan pangsa pasar 54% per Juni. Adapun Honda hanya mampu menguasai 33% pasar skutik. Padahal pasar skutik terus berkembang menggerus porsi bebek (cub).
Data AISI menunjukkan, porsi skutik membengkak dari 26% per Desember menjadi 36,5% pada Juni. Di sisi lain, pangsa pasar bebek terus melorot dari 65,7% menjadi tinggal 54%. Adapun total pasar motor per Juni 2009 turu 16% menjadi 2,546 juta unit.
“Mereka cukup kuat di AT (skutik). Kita tahu skutik trennya terus membesar sehingga kompetitor memanfaatkan fenomena ini. Kami akan coba meningkatkan penjualan di segmen skutik,” ujarnya.
Untuk mempertahankan dominasi pasar, AHM, kata Julius, akan merilis beberapa model baru pada paruh kedua. Sejauh ini AHM baru melepas satu model, yakni Absolute Revo pada kuartal pertama. Tahun lalu AHM melepas lima model baru guna melebarkan jarak dengan Yamaha.
Selain itu, Honda, kata Julius, akan memberikan paket pembelian yang menarik bagi konsumen dengan uang muka dan bunga ringan. Di luar itu, AHM akan aktif mengikuti beberapa pameran seperti Pekan Raya Jakarta dan Indonesia International Motor Show (IIMS) 2009. “Kami yakin dapat menjualan 3.500 unit motor di PRJ karena pengunjung cukup antusias mengunjungi stand kami,” katanya.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menyatakan, penjualan motor juga akan terbantu oleh pameran seperti Pekan Raya Jakarta (PRJ) dan Indonesia International Motor Show (IIMS) yang digelar di Kemayoran, Jakarta. “Saya kira pasar akan terus meningkat hingga Lebaran dan akan kembali stabil setelah itu,” paparnya. (coy)


sumber; Investor Daily

Senin, 29 Juni 2009

2011, ATPM Luncurkan Motor DLO

foto:edo rusyanto

PRODUSEN sepeda motor di Indonesia kini berkutat mempersiapkan produk day light on (DLO). Jenis sepeda motor ini memungkinkan lampu utama motor otomatis menyala saat mesin motor dihidupkan. Lampu utama motor menyala terus sepanjang motor dihidupkan.

“Paling cepat dua tahun dari saat ini. Sekarang produsen siap meneliti motor DLO,” ujar Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) Gunadi Sindhuwinata, di Jakarta, baru-baru ini.

Ia menuturkan, anggota Aisi yang terdiri atas delapan agent tunggal pemegang merek (ATPM) sudah siap meneliti.

Produk sepeda motor DLO terkait dengan pemberlakuan kewajiban bagi sepeda motor untuk menghidupkan lampu pada siang dan malam hari. Kewajiban tersebut tertuang dalam Undang Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (UU LLAJ) yang disahkan DPR RI pada 26 Mei 2009.

Menurut Gunadi, saat ini para produsen meneliti kemampuan batere dan instrumen kelistrikan sepeda motor.

UU LLAJ yang disahkan 26 Mei 2009 mewajibkan pengendara sepeda motor menghidupkan lampu utama pada siang dan malam hari. Ancaman denda maksimal Rp 250 ribu atau kurungan badan maksimal satu bulan, jika pengendara mengabaikan aturan tersebut.

Sementara itu, Corporate Communication PT Astra Honda Motor (AHM) Kristanto menyatakan, pihaknya juga sedang mempersiapkan produk tersebut. "Jika itu pemerintah memberlakukan aturan itu kami siap mendukung," tegas dia. AHM adalah pemimpin pasar sepeda motor di Tanah Air.

Menurut Kristanto dan Gunadi, aturan menghidupkan lampu siang hari berlatarbelakang demi keselamatan pengendara di jalan.

Bagi Ketua Road Safety Association (RSA) Rio Ovtaviano, menyalakan lampu bisa membuat sepeda motor terlihat oleh pengendara mobil. "Sehingga potensi kecelakaan bisa dikurangi," ujar Rio. Menyalakan lampu menjadi salah satu bagian dari berkendara yang aman dan selamat (safety riding).

Tahun ini, volume penjualan sepeda motor di pasar domestik ditaksir sekitar 4,6 juta unit, lebih rendah dibandingkan 2008 yang mencapai 6,2 juta unit. Dengan asumsi rata-rata harga per unit Rp 10 juta, omzet sepeda motor ditaksir sekitar Rp 46 triliun pada 2009. Pencapaian itu lebih baik sedikit dibandingkan 2007 yang berkisar 4,5 juta unit. (edo rusyanto)

Minggu, 21 Juni 2009

Jakarta 482

foto: edo rusyanto

Sebuah catatan bikers

FALATEHAN atau Fatahillah dan Jan Pieterszoon Coen pasti terkaget-kaget melihat kota Jakarta di usia ke 482 tahun. Fatahillah selaku pendiri Jayakarta (Jakarta) tak bisa membayangkan bahwa lima abad kemudian, Jakarta penuh hutan beton dan ratusan ribu kendaraan lalulalang setiap hari.
Jan Pieterszoon Coen yang menjabat Gubernur Jenderal Batavia pada usia 31 tahun, barangkali tak membayangkan, pada Januari 2009, penduduk Jakarta sekitar 8,51 juta jiwa dengan populasi sepeda motor sekitar 5,1 juta unit.
Maklum, saat Fatahillah berjaya pada 1527 dan JP Coen berkuasa pada 1619-1623 dan 1627-1629, wajah Jayakarta atau Batavia masih dihiasi hutan lebat dan jernihnya kali Ciliwung. Alat transportasi populer adalah perahu dan sado alias delman. Alat transportasi massal yang cukup populer yakni trem baru dikenal pada 1869, itupun baru pada 1881 menggunakan mesin uap.
Jakarta pada 2009 adalah kota dengan seabreg persoalan sosial. Sebagai Ibukota Negara Republik Indonesia, Jakarta berhias sedemikian rupa. Termasuk soal transportasi darat. Mulai dari infrastrukturnya seperti jalan arteri, jalan tol, rel kereta api, jembatan layang, underpass, hingga angkutan laut dan sungai. Moda transportasinya paling lengkap di Indonesia. Mulai dari bus kota, minibus, angkutan kota, kereta api, taksi, bajaj, bemo, ojek sepeda dan motor, perahu, hingga angkutan carteran, termasuk carteran helikopter.

Semrawut dan Kecelakaan
Meski demikian, wajah kesemrawutan lalu lintas jalan tak pernah terpecahkan.
Gubernur DKI Jakarta saat ini, Fauzi Bowo yang populer disapa Foke menuding sepeda motor sebagai salah satu biang kemacetan lalu lintas jalan. Para penggede Jakarta merujuk pada data Badan Pusat Statistik Provinsi DKI Jakarta. Saat ini pengguna sepeda motor di DKI Jakarta tercatat 5.136.619 unit. Dan pertambahannya setiap hari mencapai 1.035 unit. Boleh jadi karena pertumbuhan ekonomi Jakarta tergolong cukup tinggi dibandingkan kota-kota lain di Indonesia. Pada 2009, Foke memperkirakan pertumbuhan ekonomi Jakarta mencapai 5,5-5,6%. Bahkan sempat menembus 10,17% pada 1994, namun sempat minus ketika kerusuhan membakar Jakarta, yakni -17,49% pada 1998. Ketika itu, Jakarta membara seiring lengsernya Presiden Soeharto dan meruyaknya krisis ekonomi di regional.
Di sisi lain, saat ini infrastruktur jalan yang ada hanya 6% atau 39 kilometer persegi dari luas wilayah DKI Jakarta yang mencapai 650 kilometer per segi. Pertumbuhannya? Ternyata hanya 0,01% per tahun sehingga idealnya peredaran sepeda motor di DKI Jakarta sekitar satu juta unit. Maklum, data Dinas Perhubungan DKI Jakarta menunjukkan, pertambahan jumlah kendaraan pribadi di Jakarta mencapai 1.117 per hari atau sekitar 9% per tahun. Jika tak segera ada pembenahan pola transportasi, tahun 2014 Jakarta diperkirakan macet total.
Jakarta dikepung kota satelit di sekitarnya seperti Bekasi, Depok, Bogor, dan Tangerang. Warga keempat kota tersebut cukup banyak yang mencari nafkah di Jakarta. Para urban bergerak masuk Jakarta menjelang matahari terbit dan kembali ke peraduan menjelang petang dan tengah malam. Terus berputar setiap hari.
Serbuan para urban itu ikut menambah beban jalan Jakarta. Meski sudah dipelototi sekitar 500 kamera cctv, upaya mengurai kesemrawutan lalu lintas jalan masih tersendat-sendat.
Usut punya usut, faktor lain yang punya andil terjadinya kemacetan lalu lintas jalan adalah mentalitas pengendara. Baik itu pengendara sepeda motor (bikers), pengendara mobil pribadi, maupun pengendara angkutan umum. Mentalitas mencari jalan pintas menyebabkan para pengendara saling mendahului, naik trotoar, naik penyeberangan jalan, bahkan menerabas lampu merah. Para penggguna jalan seakan tak pernah jera. Padahal, menurut data Dirlantas Polda Metro Jaya, kasus kecelakaan pada 2008 tercatat 5.965 kasus. Dari jumlah tersebut sebanyak 1.080 orang tewas, 2.443 luka berat dan 4.029 ringan. Kasus kecelakaan naik 9,71% (528 kasus) dibandingkan 2007 sebanyak 5.437 kasus.
Pada 2007 rata-rata yang tewas sepanjang hari di Jakarta 2,97 jiwa, pada 2008 sebanyak 2,95 jiwa, turun 0,46%. Justru korban luka naik 6,41% menjadi 6.472 orang dari 6.082 korban pada 2007. Bagaimana pada 2009? Sejak 1 Januari hingga 21 Juni 2009 jumlah korban sudah sebanyak 347 orang, sebanyak 79 di antaranya tewas. Sedangkan kasus kecelakaan yang menimbulkan korban mencapai 211 kasus kecelakaan, sebanyak 120 melibatkan sepeda motor.
Khusus mengenai ulah pengendara sepeda motor (bikers), Jakarta seakan tak pernah tertidur. Bayangkan, saat ini ada ribuan komunitas atau kelompok sepeda motor di Jakarta. Belasan lokasi dijadikan arena balap liar setiap akhir pekan.
Aksi sejumlah kelompok sepeda motor maupun aktifis berkendara yang aman dan selamat (safety riding) bak bisikan di tengah gemuruh mesin para pelanggar lalu lintas maupun bergelimpangannya korban di jalan.

Basis produksi
Sejak awal tahun 1970-an, Jakarta dikenal sebagai basis produksi sepeda motor paling banyak. Dari total kapasitas produksi sepeda motor di Tanah Air yang mencapai 7,5 juta unit per tahun, sekitar 5,2 juta unit tersebar di Jakarta. Di antaranya adalah sekitar 2,1 juta milik PT Astra Honda Motor (AHM) yakni tersebar di Sunter dan Kelapa Gading, Jakarta Utara. Total kapasitas AHM mencapai 3 juta unit per tahun, sebanyak 900 ribu unit terpasang di pabrik ketiga AHM di Cikarang, Jawa Barat.
Selain itu, PT Yamaha Motor Manufacturing Indonesia (Yamaha) yang memiliki kapasitas terpasang 3,2 juta unit per tahun, sebanyak 2,8 juta unit berada di Pulogadung, Jakarta Timur.
Itulah Jakarta. Di usianya ke 482 tahun hari ini, Senin, 22 Juni 2009, Jakarta juga memiliki Gubernur yang gemar menaiki motor gede (moge). Bang Foke mengendarai motor Harley Davidson tipe Sportster Nightster 1200 cc berpelat B 6363 BWO. Selamat ulang tahun Jakarta! (edo rusyanto)

Jumat, 10 April 2009

Honda Pangkas Produksi CS-1


Rombak Jajaran Direksi


MELAMBATNYA penjualan sepeda motor Honda CS-1, membuat PT Astra Honda Motor (AHM), memangkas produksi motor CS-1 sekitar 90% dari rata-rata 10 ribu unit pada 2008 menjadi hanya 500-1.000 unit per bulan dari Januari-Maret tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi stok CS-1 di dealer menyusul melemahnya penjualan.
“Sebenarnya penjualan ritel CS-1 cukup lumayan di kisaran 4.000 unit per bulan. Tapi karena stok di pasar tinggi, kami putuskan untuk menurunkan produksi,” ujar Executive Vice President Director AHM Johannes Loman di Jakarta, Rabu (8/9).
Berdasarkan penulusuran, AHM hanya mengirim 1.157 unit CS-1 pada Maret 2009 (wholesales). Jumlah ini jauh berkurang dibandingkan dengan penjualan pada September 2008 sebesar 12.923 unit seperti yang direkap Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Meski begitu, penjualan CS-1 pada Maret melonjak 35% dibanding Februari yang hanya 750 unit.
Loman menilai, penurunan penjualan CS-1 terbilang wajar. Sebab, CS-1 bermain di segmen motor yang sempit (niche market). Ini membuat penjualan CS-1 tidak sebesar motor berjenis bebek. “Sulit menawarkan CS-1 kepada pengguna bebek. Jadi saya rasa pasarnya memang tidak terlalu besar,” katanya.
AHM melepas CS-1 sejak April 2008. CS-1 merupakan motor jenis bebek sport yang merupakan persilangan antara bebek (cub) dengan motor sport
Loman menegaskan, AHM akan tetap memproduksi CS-1 meski permintaan tengah melemah. Produksi CS-1, kata Loman, akan digenjot 50% menjadi 1.500 unit pada April. Kemudian produksi akan terus ditingkatkan menuju kisaran 4.000-5.000 unit memasuki semester kedua tahun ini.

Rombak Direksi
Sementara itu, AHM memutuskan untuk merombak jajaran direksi setelah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 6 April 2009. Johannes Loman yang sebelumnya menjabat sebagai direktur pemasaran menggantikan posisi Siswanto Prawiroatmodjo di pos executive vice president.
Pos yang ditinggalkan Loman diisi oleh Julius Aslan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur IT, GA dan HR. Posisi yang ditinggalkan Julius kini ditempati oleh Kurniadi.
Jabatan Presiden Direktur masih dipegang Miki Yamamoto. Demikian dengan pos direktur yang lain seperti direktur keuangan dan direktur produksi. “Pergantian Direktur Pemasaran di AHM itu merupakan sebuah rutinitas yang biasa,” ujar Miki Yamamoto.
Tahun ini AHM, kata Miki, memprediksi penjualan turun 17% menjadi 2,3 juta unit dibanding tahun lalu sebesar 2,8 juta unit. Hasil ini akan membawa Honda tetap menjadi pemimpin pasar motor nasional dengan pangsa pasar sekitar 46-48%. Tahun lalu, AHM menguasai sekitar 46% pangsa pasar domestik. (coy)
foto:eko hilman
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian