Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto
Tampilkan postingan dengan label ymki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ymki. Tampilkan semua postingan

Selasa, 19 Januari 2010

Sengitnya Persaingan Motor 2009

Perebutan kue bisnis sepeda motor pada 2009 kian sengit dibandingkan setahun sebelumnya. Tengok saja data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) yang membeberkan bahwa jarak penguasa pasar, PT Astra Honda Motor (AHM) dengan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), kian tipis. Sekitar 50 ribuan unit.

Volume penjualan sepeda motor di pasar domestik turun sekitar 7% pada 2009 menjadi sekitar 5,8 juta unit dibandingkan 2008 sebanyak 6,2 juta unit.

Persaingan ketat terjadi antara AHM selaku agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Honda dengan YMKI, selaku ATPM sepeda motor Yamaha. Jarak penguasaan pangsa pasar keduanya kian mendekat. Sepanjang 2008-2009, pangsa pasar AHM stagnan di 46,2%, sedangkan YMKI melesat dari 39,7% menjadi 45,3%. Dari segi volume, penjualan Honda menurun sekitar 100 ribu unit menjadi 2,7 juta unit, sementara itu Yamaha berkilau dari 2,4 juta unit menjadi 2,6 juta unit pada 2009.

Posisi ketiga masih digenggam Suzuki dengan pangsa pasar 7,5%, menurun dibandingkan 2008 yang masih menguasai 12,8%. Sedangkan posisi keempat diduduki KMI dengan pangsa pasar 1%, naik dibandingkan setahun sebelumnya yang berkisar 0,7%.

Jika digabungkan dengan penjualan ekspor, penguasaan pangsa pasar AHM sekitar 46,0%, sedangkan YMKI sekitar 45,5%. Maklum, pada 2009, AHM mengekspor 2.819 unit, sedangkan YMKI sebanyak 23.900 unit.

Sementara itu, produsen sepeda motor asal Jepang lainnya, yakni PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mengekspor 3.265 unit dan Suzuki sebanyak 29 unit. Total ekspor keempat produsen itu mencapai 30.013 unit.


Saling Kebut
Yamaha dan Honda terus saling kebut di pasar domestik. ”Kami tertinggal 300 ribu unit di segmen skutik,” tukas Johannes Loman, wakil presiden direktur PT AHM, di Jakarta, baru-baru ini.

Ya. Di segmen skutik, Yamaha masih merajai dengan penjualan 1,23 juta unit, Honda sekitar 861 ribu unit. Sementara itu, Honda kokoh di segmen bebek. ”Honda unggul sekitar 400 ribu unit di segmen bebek,” urai Loman. Data Aisi menyebutkan, penjualan bebek AHM sepanjang 2009 mencapai 1,65 juta unit, sedangkan YMKI sebanyak 1,21 juta unit.

Tak heran jika kemudian Honda terus berbenah di lini skutik. Pada pertengahan Januari 2010, Honda siap menggelontorkan skutik Honda Beat versi velg jari-jari. Selama ini, Honda Beat berkontribusi cukup tinggi terhadap penjualan segmen skutik Honda. Selain Beat, Honda memiliki varian skutik Honda Vario.

Sementara itu, kompetitor Honda, memiliki varian Yamaha Mio dan Yamaha Mio Soul. Selain itu, Suzuki memiliki Suzuki Skydrive, Suzuki Spin, dan Suzuki Skywave. Yamaha masih terlalu kuat di lini skutik.

Segenap jurus disiapkan oleh Honda dan Yamaha untuk bisa saling kebut di bisnis sepeda motor. Omzet bisnis ini tergolong menggiurkan. Dengan asumsi harga rata-rata Rp 10 juta per unit, pada 2009 omzet bisnis roda dua mencapai sekitar Rp 58 triliun.

”Tahun ini, kami memperkirakan volume sepeda motor bisa mencapai 6,4 juta unit,” tukas Gunadi Sindhuwinata, ketua umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), di Jakarta, belum lama ini.

Jika terwujud, artinya omzet bisnis sepeda motor 2010 bakal mencapai sekitar Rp 64 triliun. Omzet tertinggi bisnis ini terjadi pada 2008 yang mencapai sekitar Rp 62 triliun.

Tak heran jika para pabrikan menyiapkan beragam jurus andalan. Honda dikabarkan bakal merilis lebih dari lima produk baru. Sedangkan Yamaha juga tidak jauh berbeda. Di segmen sepeda motor sport yang selama ini dikuasai oleh Yamaha, juga bakal diramaikan produk baru. Honda disebut-sebut bakal merilis Honda Megapro anyar berkapasitas 150 cc, lebih rendah dari yang dijual saat ini yaitu 160 cc. Sementara itu, Yamaha tak mau kalah dengan menyiapkan Yamaha Byson, dengan kapasitas mesin 153 cc.

Untuk lini sport, Yamaha berkibar dengan produk mereka Yamaha V-ixion dan Yamaha Scorpio. Sementara Honda mengandalkan Megapro dan Tiger.

Adu otot di bisnis sepeda motor memang seakan tak pernah henti. Penguasaan pangsa pasar menjadi salah satu indikator berkuasanya para pabrikan. Yamaha termasuk yang melaju dengan pesat. Pada 2005, penguasaan pangsa pasar produsen berlambang garputala itu baru 24% kini melesat menjadi 45,3%. Sebaliknya, Honda harus berjuang keras mempertahankan posisi pertamanya. Pada 2005, Honda sempat berkibar dengan penguasaan pangsa pasar 52%, kini menurun menjadi 46,2%.
”Bagi kami, sekalipun tetap di posisi pertama, terpenting adalah bagaimana memuaskan konsumen,” jelas Loman.

Konsumen di pasar domestik tergolong kejam. Sekalipun produk pabrikan mengusung teknologi dan tampilan futuristik, belum tentu diminati mereka. Bisa-bisa penjualannya justeru anjlok.

Dari segi tipe, kini konsumen cenderung memilih tipe skutik. Tengok saja data statistik ini. Pada 2005, pangsa pasar skutik baru 0,22%, kini mencapai 37,7%. Selera konsumen di segmen bebek tergerus, pada periode sama sempat menguasai 92,4% kini menjadi sekitar 54,2%. Hanya segmen sport yang tergolong stabil yakni dari 7,4% menjadi sekitar 7,58%. " Bisnis ini lebih long term, angka penjualan hanya efek samping yang diperoleh dari kepercayaan konsumen," kata Wakil Presiden Direktur PT YMKI Dyonisius Beti, beberapa waktu lalu. (edo rusyanto)

Minggu, 29 November 2009

Yamaha Byson Nongol Lagi....


foto:kaskus

PERSIAPAN PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menggelontorkan motor sport Byson kian membuncah. Sabtu (28/11) malam, penampakan Byson kian kentara. "Byson muncul di tengah acara pertemuan para main dealer Yamaha," ujar seorang penggemar motor Yamaha, Minggu (29/11), di sela Asean Race Cup, di Sentul, Bogor. Seorang sumber yang dekat dengan kalangan pemanufaktur otomotif menyebutkan, sekitar Februari 2010, Byson bakal merambah pasar motor sport. "Harganya kemungkinan sekitar Rp 19 jutaan," katanya.
Maklum, spesifikasi Byson, di bawah Yamaha Vixion yang kini merajai pasar motor sport di Tanah Air dengan penjualan rata-rata sekitar 15 ribu unit per bulan. Bahkan, pada Oktober 2009, sempat menembus sekitar 19 ribu unit.
Byson memakai karburator, sedangkan Vixion yang 150 cc memakai sistem injeksi. Byson kabarnya memakai mesin 153 cc.
Sementara itu, kehadiran pembalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo membuat suasana di sirkuit Sentul menjadi lebih hangat. Cerahnya cuaca di kawasan Sentul, Minggu siang tak menggoyahkan para pengunjung yang ingin melihat dari dekat pembalap nomor dua dunia tersebut.
"Saya datang pingin melihat Lorenzo," kata Budi, seorang penonton yang datang dari Jakarta.
Yamaha cukup cerdik menempatkan dua ikon pembalap MotoGP dalam penetrasi pasar di Indonesia. Sebelumnya, Valentino Rossi, sang kampiun MotoGP 2009, dipasang sebagai brand ambbasador Jupiter MX, kini Lorenzo bakal menjadi brand ambbasador Jupiter Z 115 cc yang bakal diluncurkan Senin (30/11), di Jakarta. (edo)

Sabtu, 28 November 2009

Tak Sabar Bersua Lorenzo



foto:istimewa


WAJAH-wajah ceria terpancar dari 12 orang di sudut Gumati Cafe, Bogor, Sabtu (28/11) sekira pukul 14.00 WIB. Mereka adalah orang-orang terpilih untuk bertemu pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo.

Siapa yang memilih? Ini dia, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). "Tadinya kita berniat mengundang 25 orang," kata Radityo, staf YMKI.

Lalu, siapa saja yang dipilih? Dari 12 orang itu, empat di antaranya adalah blogger otomotif dengan jam terbang tinggi seperti Triatmono, Stephen, Taufik, dan Adhi si Alone Rider. Loh, satu lagi siapa? Saya sendiri. Blogger pemula. He..he...he...

Empat lainnya adalah para pemenang kuis testimoni seputar Lorenzo dari berbagai kota yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang, dan Denpasar. Sedangkan, tiga peserta berasal dari Yamaha Riders Club (YRC).

Usai makan siang, tim 12 kembali ke Hotel Mirah di Jl Pangrango, Bogor. "Jam 17.00 WIB kita kumpul lagi di lobby untuk makan malam di Hard Rock, Jakarta," ujar Reza, liasion officer Yamaha.

Semua bergegas istirahat. Saya sekamar dengan Triatmono. Blogger yang cukup kondang ini khusus datang ke Bogor dengan menunggang Aprilia RS 250 cc.

Kami sempat menengok blog masing-masing melalui notebook Acer yang selalu setia menemani kemana-mana.

Tepat pukul 17.00 WIB, Tim 12 meluncur ke Hard Rock Cafe, Jakarta. Keceriaan masih menghiasi wajah-wajah penggemar Lorenzo itu. Ada rasa tak sabar untuk segera masuk ke hari Minggu (29/11).

"Pingin cepat-cepat ketemu Lorenzo. Saya pingin kaos saya ditandatngani Lorenzo," papar Rizal, yang asal Surabaya, di EX Plaza, Jakarta.

Sedangkan Anshori, salah satu peserta asal Palembang mengaku, "Seperti mimpi bisa ketemu Lorenzo. Deg-degan, sudah gak sabar. Biasanya hanya lihat di tv."

Ya. Lorenzo bak magnet bagi penyuka balap MotoGP. Waktu bak merangkak lambat untuk menuju Minggu. (edo rusyanto)

Selasa, 20 Oktober 2009

Motor Sport Yamaha Melesat


foto:edo

YAMAHA melenggang di bisnis sepeda motor jenis sport. Sepanjang Januari-September 2009, penjualan Yamaha melesat 36,15% dibandingkan periode sama 2008 yakni dari 114.273 unit menjadi 155.594 unit. Luarrr biasa.

Sepanjang sembilan bulan 2009, total sepeda motor sport yang terserap pasar mencapai
349.157 unit atau 13,45% dari periode sama 2008 yang sebanyak 396.135 unit. Yamaha menguasai 45% pasar sport domestik.

Sementara itu, total market share jenis sport 8,4% dari total penjualan sepeda motor selama Januari-September 2009 yang mencapai 4.139.711 unit. Data tersebut adalah penjualan sepeda motor anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Saat ini, anggota Aisi meliputi Yamaha, Honda, Suzuki, Kawasaki, Kymco, Piaggio, Kanzen, dan TVS. Khusus TVS, merupakan anggota Aisi yang tergabung secara resmi Oktober 2009.

Di luar anggota Aisi terdapat juga beberapa agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang bermain di segmen sport seperti Bajaj, Minerva, dan Ducati. Selain itu, di pasaran juga beredar motor sport yang diimpor oleh importir umum salah satunya adalah Honda CBR.
”Jumlah pemain di luar Aisi tidak besar,” kata Gunadi Sindhuwinata, ketua Aisi.

Kembali soal persaingan sepeda motor sport. Sepeda motor Yamaha yang di Indonesia diageni oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), hingga triwulan ketiga 2009 menguasai 45% pangsa pasar sepeda motor sport. Untuk segmen ini, Yamaha memagarinya dengan tiga jenis, yakni Vixion 150 cc, Scorpio 225 cc, dan RX King 135 cc.

Dari ketiga tipe itu, otot Yamaha ada di Vixion. Sepeda motor dengan sistem injeksi ini, menguasai 39,05% pangsa pasar sport. Jadi bisa dibayangkan, kontribusi Vixion terhadap total penjualan sport Yamaha. Angkanya mencapai 136.379 unit alias 87,65%. Fantastis. Dua jenis sport lainnya, justru terus menyusut, Scorpio anjlok 96,78% menjadi 15.209 unit, sedangkan RX King merosot % menjadi 4.006 unit.

Kompetitor terkuat Vixion adalah Honda Megapro 160cc. Motor besutan PT Astra Honda Motor (AHM) menguasai 29,06% pasar sport domestik. Selama Januari-September 2009, Megapro terjual 101.490 unit.


Posisi Dua dan Tiga

Penguasa pasar sepeda motor sport nomor dua sepanjang triwulan ketiga 2009 adalah Honda dengan penjualan 138.625 unit. Honda membukukan penurunan penjualan sekitar 18,73% dibandingkan periode sama 2008 sebesar 170.579 unit.

Penurunan penjualan Honda di segmen sport lebih dibandingkan penurunan total penjualan sport yang sebesar 13,45%. Tak aneh, karena secara nasional, total penjualan sepeda motor di pasar domestik menurun 33,4%.

Dari dua andalan motor sport Honda, penurunan tertinggi dibukukan oleh tipe Tiger. Sang Macan turun 50,62% dari 55.933 unit menjadi 37.135 unit. Sedangkan Megapro, sekalipun menurun, jumlahnya tidak sebesar Tiger yakni hanya 12,96% menjadi 101.490 unit dari 114.646 unit pada triwulan ketiga 2008.

Kondisi paling miris justeru dialami oleh Suzuki. Merek motor Jepang yang satu ini, di Indonesia diageni oleh PT Suzuki Indomobil Motor (SIM). Suzuki yang mengandalkan Thunder 125 itu, penjualannya pada sembilan bulan 2009 anjlok hingga 76,92% menjadi 20.961 unit, dari 90.823 unit pada periode sama 2008.

Untuk segmen sport, yang bisa tersenyum manis justeru Kawasaki. Produsen yang di Indonesia dibesut oleh PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) itu, justru menikmati kenaikan penjualan sebesar 66,06%. Jika pada akhir September 2008 baru mampu menjual 20.460 unit, pada periode sama 2009 mencapai 33.977 unit. Bagaimana jurus Kawasaki sehingga bisa memetik kenaikan signifikan. ”kami akan menciptakan lautan, bukan perahu atau kail. Sehingga after sales dikonsentrasikan untuk customer,” ujar Fredy Basuki, manajer penjualan PT KMI.

Ia juga optimistis, pada 2010, segmen motor sport masih bertumbuh. (edo rusyanto)

Rabu, 02 September 2009

Viar Diduga Langgar Desain Yamaha


foto:edo

JAKARTA- Produsen sepeda motor Viar, PT Triangle Motorindo, Semarang, Jawa Tengah, diduga melanggar desain yang didaftarkan oleh Yamaha Motor Co., Ltd, Japan. Terkait hal itu, kepolisian telah menyita produk Viar yang diduga menjiplak kepunyaan Yamaha itu, di Semarang, Jawa Tengah dan Lampung.
Siaran pers yang diterima redaksi menyebutkan, motor Viar yang diduga melanggar hak cipta desain Yamaha itu adalah motor Viar Starfit Z dan Viar Star MX. Keduanya mirip dengan Yamaha Jupiter Z dan Yamaha Jupiter MX yang diproduksi PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI).
Yamaha Jupiter Z dan Yamaha Jupiter MX diproduksi oleh YMKI yang merupakan agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Yamaha di Indonesia. Perusahaan tersebut sudah sekitar 35 tahun beroperasi di Indonesia. Saat ini berada di posisi kedua penguasa pangsa pasar sepeda motor di dalam negeri. Tahun lalu, volume penjualan YMKI sebanyak 2,46 juta unit dengan pangsa pasar 39,7%. Di posisi pertama masih bertengger PT Astra Honda Motor (AHM), ATPM motor Honda dengan volume 2,87 juta unit, dengan pangsa pasar 46,2%.
Kembali soal pelanggaran desain. Marketing Communication Supervisor PT Triangle Motorindo Marzuki, seperti dikutip detikOto, Rabu (2/9), mengakui bahwa pihaknya memang memproduksi sepeda motor yang mirip milik Yamaha. Namun, ia mengaku produk tersebut tidak mengganggu penjualan Yamaha.
Selain disita polisi, kata Marzuki, pihaknya juga diminta menghentikan produksi merek yang mirip milik Yamaha. "Yang jelas, mereka (polisi) hanya minta produksi distop," ujar dia.
Manajemen YMKI mengakui bahwa langkah yang ditempuh prinsipal mereka di Jepang, sudah dimulai beberapa waktu lalu. “Bahkan iklannya dipasang di Kompas. Dalam iklan tersebut diperingatkan kepada produsen yang memproduksi mirip dengan Yamaha Jupiter,” ujar Promotion Supervisor YMKI Indra Dwi Sunda, baru-baru ini.
Seorang pebisnis sepeda motor yang enggang disebut jatidirinya mengatakan, bisnis sepeda motor Mocin yang meniru sepeda motor Jepang sudah marak sejak awal 2000. “Saat itu yang terpenting harganya murah, konsumen mencarinya. Terlebih di daerah,” kata dia.
Di pasaran, harga produk Mocin hampir separuh dari harga motor Jepang.
Siaran pers Yamaha Motor Co., Ltd, Japan menyebutkan, salah satu nomor pendaftaran yang diduga dilanggar produsen Viar adalah ID0013052-D untuk sepeda motor, ID0012820-D untuk penutup pegangan sepeda motor dan ID0012823-D untuk lampu belakang sepeda motor.
Sepanjang Januari-Juli 2009, YMKI telah menjual 354 ribu unit sepeda motor Yamaha Jupiter Z dan Yamaha Jupiter MX. Angka itu turun dibandingkan periode sama 2008 yang mencapai 524 ribu unit. (edo rusyanto)

Minggu, 23 Agustus 2009

Yamaha Ganti Pompa Bensin Vixion


foto:edo

SABTU (22/8) siang, niat mau service Yamaha Vixion karena dah masuk kilometer ke 15 ribu, akhirnya kesampaian. Sesuai buku panduan, ini adalah service ke-6. Situasi di Ratu Motor, Jl Radar Auri, Cibubur, Jakarta Timur, tidak terlalu ramai. Mungkin karena siang hari pertama Puasa Ramadhan, sebagian bikers memilih istirahat di rumah atau memilih hari Minggu untuk service motornya.
Usai mendaftar dan menyebutkan keluhan, saya memilih menunggu di ruang yang sudah disediakan. Nyaman juga, ruang tunggu cukup luas dan berpendingin ruangan. Bengkel resmi Yamaha itu cukup memanjakan konsumennya. Selain disediakan aneka bacaan seperti majalah Motodream, di tengah ruang tunggu juga terdapat pesawat televisi ukuran lumayan besar dengan fasilitas siaran televisi berbayar. Lumayan sambil menunggu dan menghindar dari asap knalpot dan suara bising sepeda motor yang sedang diservice. Di sisi kanan ruang tunggu yang disekat kaca transparan terlihat meja billiard dan aneka motor Yamaha dan front office bagi calon pembeli yang siap dilayani para karyawan bengkel sekaligus dealer itu.
Tiba-tiba, belum juga 10 menit, seorang staf bengkel tersebut masuk ke ruang tunggu dan memanggil nama saya. Wah...saya pikir sudah selesai servicenya, cepat sekali. “Ini pak kami ada survey mengenai motor Vixion. Apakah bapak ada keluhan mengenai pompa bensin (fuel pump) di bawah tanki motor bapak,” tanya pria yang belakangan bernama Bayu itu. Saya pun mengingat-ngingat. Pernah suatu ketika Vixion saya tiba-tiba mesinnya mati sendiri setelah distarter atau kadang sulit distater elektrik. Tapi saya pikir hal biasa. “Wah itu mungkin karena fuel pump-nya pak. Kami akan menarik fuel pump bapak dan menggantinya dengan yang baru, gratis pak,” ujar Bayu lagi.
Langsung saja saya isi daftar yang disodorkan Bayu. Selain saya, sudah ada empat Vixion lainnya. Bayu bercerita bahwa ATPM Yamaha menginstruksikan seluruh dealer dan bengkel resmi mendeteksi problem Vixion tersebut dan langsung diganti.
”Survey acak sering dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kepuasan pelanggan,” jelas Dyonisius Beti, wapresdir PT YMKI, saat menjawab SMS saya, Minggu (23/8).
Ia menambahkan, Vixion menggunakan teknologi tinggi dan sensitif terhadap kualitas bensin serta harus dirawat secara rutin.
Menurut informasi yang saya peroleh, fuel pump yang bermasalah adalah keluaran tahun 2007 dan 2008. Setiap bengkel resmi memperoleh 10 unit fuel pump. Mungkin karena masih garansi, penggantian itu gratis. Padahal, kalau beli harganya sekitar Rp 400 ribu per unit.
Ternyata problem tersebut pernah mencuat pada penghujung 2008. Seorang pengguna Vixion di www.forum-vixion.com menulis, pompa bensin yang di tanki motornya mati padahal belum genap satu tahun. Gejala yang dialami di antaranya motor apabila dalam kedaan panas suka mati, lalu motor susah distater (seperti tidak ada arus listrik), dan pompa bensin pada saat jalan tidak bunyi (layaknya pompa sejenis/bunyi kaya kipas muter).
Langkah ATPM mengganti komponen produk yang rusak pernah juga ditempuh ATPM Honda yakni PT Astra Honda Motor (AHM), pada 2007, untuk produk skutik mereka, Honda Vario. Pada Honda Vario ditemui masalah di Anchor Pin/Nut. Komponen tersebut dapat mempengaruhi fungsi roda belakang Vario.

Vixion Melejit
Kembali soal Vixion. Wajar saja jika ATPM kemudian bertindak cepat mengingat Vixion merupakan salah satu produk Yamaha yang paling laris satu tahun belakangan ini, selain produk skutik Mio. Pada 2008, Vixion terjual 104.916 unit, bandingkan dengan RX King dan Scorpio yang masing-masing hanya 12.017 dan 38.015 unit. Sepanjang Januari-Juli 2009, penjualan Vixion dah melesat mencapai 103.555 unit. Dibandingkan periode sama 2008 yang hanya 53.620 unit, penjualan tujuh bulan 2009 naik sekitar 93,1%. Luarrr biasa. Bahkan, motor yang kini dibanderol Rp 20,050 juta itu, jauh meninggalkan motor di kelasnya. Tengok saja misalnya penjualan Honda Megapro yang hanya 79.631 unit.
Melongok angka-angka itu, wajar jika ATPM Yamaha buru-buru responsif terhadap keluhan konsumen. Dengan asumsi per unit Rp 400 ribu dan produk 2008 yang terjual sebanyak 104.916 unit maka biaya untuk mengganti fuel pump Vixion sekitar Rp 41,96 miliar.
Sementara itu, Indra Dwi Sunda, promotion supervisor YMKI, saat saya tanya mengatakan, problem fuel pump yang ditemui YMKI presentasenya sangat kecil sekali yakni sekitar 0,5% dari total. ”Dan itupun di produksi awal,” papar Indra, Sabtu, dalam pesan elektroniknya di fasilitas pesan facebook.
Ia memperkirakan, penyebab ’kerusakan’ fuel pump itu akibat kualitas bensin yang kadang kotor. ”Karena minimum (bahan bakar untuk Vixion) adalah pertamax,” paparnya.
Indra mengaku, langkah YMKI adalah sebagai wujud kepedulian terhadap konsumen.”Demi kepuasan pelanggan. Kita cek satu persatu. Sebenarnya tidak harus semua diganti tetapi karena garansi Vixion dua tahun, kadang bengkel langsung ganti aja biar tidak ribet,” kata dia. Salut buat Yamaha. (edo rusyanto)

Sabtu, 15 Agustus 2009

Yamaha Unggul Lagi


foto:edo

KABAR baru berhembus. Penjualan sepeda motor Yamaha ungguli Honda. Sepanjang Januari-Juli 2009, total penjualan Yamaha ditaksir mencapai 1.407.924 unit, sedangkan Honda terpaut tipis yakni 1.406.428 unit.
Manajemen Yamaha di Indonesia berbunga-bunga. Sebuah rekor baru setelah 35 tahun beroperasi di Indonesia. Manajemen Honda menimpali kalem dan fokus menggenjot produk skutik mereka yang selama ini memang tertinggal dari Yamaha.
Itu dari penjualan secara kumulatif. Pada penjualan bulanan, Yamaha juga unggul pada Juli 2009 yakni sebanyak 253.683 unit, sedangkan Honda sebanyak 241.028 unit.
Prestasi gemilang diraih Yamaha dalam penjualan bulan lalu jika dibandingkan Juli 2008. Yamaha membukukan kenaikan penjualan hingga 18,5%, kondisi terbalik justru terjadi pada Honda yang merosot 13,6%.
Keunggulan Yamaha dalam penjualan bulanan pada 2009 sudah terjadi tiga kali yakni pada April, Juni, dan Juli. Tahun lalu, Yamaha sempat unggul pada penjualan bulanan yakni pada Desember 2008. Hingga kini, posisi ketiga penguasa pangsa pasar masih digenggam Suzuki. ATPM sepeda motor Jepang masih merajai penjualan sepeda motor di pasar Indonesia. Selain ketiga merek tersebut, Kawasaki ikut memperkuat dominasi motor Negeri Matahari Terbit itu.
Agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Yamaha, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) hingga kini menguasai segmen skutik dan motor sport, sedangkan ATPM Honda yakni PT Astra Honda Motor (AHM) gemilang di segmen sepeda motor bebek. Keduanya bersaing ketat memperebutkan pasar domestik yang pada 2009 masih bisa menggeliat meski pada 2008 mencetak penjualan tertinggi sepanjang sejarah yakni sekitar 6,2 juta unit. “Tahun ini bisa mencapai sekitar lima juta unit, lebih bagus dari ekspektasi awal tahun yang memperkirakan penurunan 30% dibandingkan 2008,” ujar Gunadi Sindhuwinata, ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Kita lihat saja, bagaimana persaingan hingga akhir tahun nanti. Sanggupkah Honda menahan gempuran Yamaha? (edo rusyanto)

Senin, 13 Juli 2009

Yamaha Libas Honda




PERISTIWA itu terulang kembali. Yamaha melibas Honda dari segi volume penjualan. Tahun ini, Yamaha meninggalkan Honda pada April dan Juni 2009. Pada April, Yamaha mampu menjual 189.695 unit, sedangkan pada Juni sebesar 218.614 unit. Pada periode itu, Honda masing-masing 155.789 unit dan 216.876 unit.
Selisih penjualan pada April cukup menganga yakni hampir 34 ribu unit, namun pada Juni 2009 selisihnya hanya dua ribu unit. Tahun lalu, Yamaha yang di Indonesia diwakili oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) juga sempat melampaui Honda yang diwakili PT Astra Honda Motor (AHM). Pada Desember 2008, Yamaha terjual 108.991 unit, sedangkan Honda terjual 101.657 unit. Tipis memang.
Memasuki 2009, selisihnya cukup besar. Ada gejala apa? YMKI punya jurus ampuh?
Wakil Presiden Direktur YMKI Dyonisius Beti menjelaskan, kesuksesan Yamaha tak lepas dari peluncuran bebek baru Vega ZR 115 yang diklaim tangguh dengan harga terjangkau. “Vega bukan produk dengan standar biasa karena punya mesin 115 cc dan harganya terjangkau Rp 11,5 juta, irit dan tangguh. Cocok untuk kondisi krisis” ujar Beti, seperti dikutip Investor Daily.
Otot Yamaha ada pada produk skutik dan motor sport. Sementara itu, Honda mengandalkan produk bebek.
Secara kumulatif, sepanjang Januari-Juni 2009, Honda masih unggul tipis yakni mampu menjual sekitar 1,165 juta unit, sedangkan Yamaha sekitar 1,154 juta unit. Di posisi ketiga masih ditempati Suzuki dengan penjualan 198.116 unit.
Direktur Pemasaran AHM Julius Aslan menilai, Yamaha mampu mempersempit jarak dengan Honda karena menjadi pemimpin di pasar skutik. Di segmen ini Honda hanya menguasai 33% pasar. Padahal pasar skutik terus berkembang menggerus porsi bebek. Di segmen skutik, Yamaha 505.645 unit atau setara dengan menguasai 54,4% pangsa pasar, sedangkan Honda hanya 343.249 unit atau setara dengan 36,9%. Tak heran jika berembus kabar, dalam waktu dekat Honda bakal meluncurkan varian skutik baru untuk memperkuat penguasaan pangsa pasar. ”Kita memilih waktu yang tepat untuk meluncurkan produk baru itu,” ujar Kristanto, head of public relation AHM. (edo rusyanto)

Rabu, 22 April 2009

PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI)


MENGENAL ATPM SEPEDA MOTOR (2)


Agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Yamaha, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) beroperasi di Indonesia mulai 6 Juli 1974. Dengan dukungan sekitar 6.000 tenaga kerja, YMKI mampu memproduksi sekitar 3.500 sepeda motor per hari.
Hingga April 2009, produk motor YMKI terdiri atas skuter otomatis (skutic) Mio yang memiliki tiga varian yakni Mio, Mio Sporty, dan Mio Soul.
Kemudian sepeda motor bebek Vega R DB, Vega ZR DB, Jupiter Z, Jupiter Z CW, Jupiter MX135LC CW, dan Jupiter MX 135LC. Sementara itu, untuk jenis motor sport meliputi, Scorpio Z, Scorpio Z CW, dan V-Xion.
YMKI yang memiliki 800 dealer di Indonesia, mengekspor sepeda motor ke 26 negara di antaranya dalam bentuk utuh (completey built up/CBU) ke Asean seperti ke Filipina dan Malaysia, sedangkan sepeda motor completely knock down (CKD) ke kawasan Amerika Selatan. Nilai ekspor terus bertumbuh, pada 2008 ditaksir naik 10% menjadi sekitar US$ 220 juta, terdiri atas 70 ribu sepeda motor, 120 ribu mesin, dan komponen dalam bentuk terurai 500 ribu set.
Bahkan, mulai 2009, YMKI bersama PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berencana merangsek pasar ekspor Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
YMKI berhasil mencapai produksi ke-10 juta unit pada akhir 2007. Prestasi tersebut tidak terlepas dari strategi YMKI menyasar pangsa pasar skutic. Di segmen tersebut, YMKI memimpin dengan dua produk andalan yakni Yamaha Nouvo, yang diluncurkan pada 2002 dan Yamaha Mio. Padahal, pasar skutic lebih dulu dimasuki oleh Kymco. Empat produk pesaing Yamaha, yakni Honda Vario dan Honda Beat, serta Suzuki Spin dan Suzuki Skywave, belum mampu menandingi laju YMKI.
Strategi menyodok pasar dengan produk skutic membuahkan hasil spektakuler. Sepanjang 33 tahun sejarah persaingan sepeda motor di Tanah Air yang didominasi Honda, pada Maret dan Juli 2007, YMKI mampu menyalip AHM. Secara kumulatif sepanjang 2007, YMKI mampu menjual 1.833.506 unit, atau naik 25,7% dibandingkan tahun 2006 sebesar 1.458.561 unit. Pada 2008, penjualan Yamaha mencapai 2,47 juta unit, naik 35% dibanding 2007 sebesar 1,83 juta unit.
Data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (Aisi) menyodorkan fakta, sepanjang 2007, penjualan sepeda motor naik 5,8% menjadi 4.685.078 unit dibandingkan 2006 sebesar 4.428.287 unit. Secara nasional, pada 2008, penjualan sepeda motor mencapai sekitar 6,2 juta unit.

Komitmen
YMKI mengusung “Tujuh Komitmen Yamaha” untuk menuju kesempurnaan dalam memenangi persaingan. Jurus mereka sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan ATPM lainnya yakni dengan terus berinovasi sehingga melahirkan produk berkualitas dengan standar dunia. Selain itu, meningkatkan pelayanan pascajual, dan beberapa fasilitas kemudahan yang lain demi kepuasan konsumen.
Sama dengan kompetitornya, yakni PT AHM, YMKI juga mengantongi The Best in Achieving Total Customer Satisfaction dari lembaga riset pemasaran Frontier dan Majalah Swa (2004,2005, dan 2006). Selain itu, YMKI yang memiliki kapasitas produksi sekitar 1,5 juta unit per tahun itu mengoleksi sertifikat ISO 9001 (Agustus 2001), Marketing Award 2006, dan TV Ad Monitor 2006.
Selain memproduksi untuk pasar domestik, YMKI juga mengekspor produknya ke lebih dari 30 negara di empat benua. Di pasar domestik sepanjang tiga tahun terakhir market share Yamaha terus menunjukkan tren naik dan menempati posisi kedua di belakang Honda. Pada 2005, market share Yamaha sebesar 21% dan menjadi 35% setahun kemudian. Pada 2007, sekaligus puncak prestasi YMKI, penguasaan pangsa pasar Yamaha mencapai 39,1%, prestasi tersebut buah dari kreatifitas meluncurkan skuter matic (skutic) Mio pada awal 2003.
YMKI pada 2008 menambah kapasitas produksi dari 2,4 juta unit menjadi 3 juta per tahun dengan tambahan investasi US$ 50 juta. Setiap hari, YMKI yang memiliki pabrik di Jakarta, mampu memproduksi sekitar 3 ribu motor.
Sebagian saham YMKI dikuasai oleh PT Yamaha Motor Company Limited dan Mitsui Company Limited. (edo)

Kamis, 12 Februari 2009

2009, YMC Diperkirakan Merugi




Penurunan penjualan sepeda motor dan penguatan yen diperkirakan akan mendorong Yamaha Motor Corporation (YMC), Jepang, merugi untuk pertama kalinya dalam 26 tahun terakhir pada 2009.
Hal itu diungkapkan perusahaan Jepang tersebut, di Tokyo, Kamis (12/2).
Sebagaimana dilansir Antara, Kamis, YMC telah menikmati rekor penjualan tinggi hingga krisis ekonomi mulai menahan permintaan untuk produk-produknya, yang juga termasuk mesin perahu dan mesin pembajak tanah. Laba bersih turun 97,4% pada 2008 menjadi 1,85 miliar yen atau sekitar US 20,5 juta Setelah mencapai rekor tertinggi pada 2007, pendapatannya jatuh 8,7% menjadi 1,60 triliun yen dalam 12 bulan yang berakhir Desember 2008. YMC menyatakan lebih sedikit orang yang diperkirakan membeli sepeda motor tahun ini, sekalipun di pasar-pasar yang ulet seperti di Asia dan Amerika Latin. Pada waktu yang sama, yen menguat menggerogoti pendapatan luar negerinya. Kelompok usaha itu memperkirakan kerugian bersih 42 miliar yen untuk 2009. Pendapatannya diperkirakan turun 22,1% menjadi 1,25 triliun yen. "Penjualan telah memburuk dengan cepat sejak November, akibat menurunnya permintaan dan menguatnya yen," kata manajemen Grup itu. Produsen sepeda motor itu mengatakan, pihaknya akan mengurangi produksi di seluruh pabriknya, untuk memangkas biaya dan investasi dalam upaya menahan kerugian.
Namun, manajemen PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), belum lama ini saat disinggung soal pengurangan produksi justeru mengaku tidak mengurangi produksi. Dengan kapasitas sekitar 3 juta unit per tahun, YMKI justeru menaksir volume penjualan bakal naik sedikitnya 5% pada 2009. “Kami tetap bisa tumbuh ya setidaknya 5%,” tutur Wakil Presdir YMKI Dyonisius Beti, kepada saya, usai jumpa pers kedatangan Valentino Rossi, di Jakarta, Senin (9/2). Pada 2008, YMKI menjual sekitar 2,4 juta unit sepeda motor atau naik sekitar 35% dibandingkan 2007 sebesar 1,83 juta unit. (edo rusyanto)

Rossi ke Jakarta, Sebuah Catatan Kecil (bagian 1)






PAGI itu, Jakarta benar-benar basah. Hujan mendera sepanjang Cipayung, Jakarta Timur hingga kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Berangkat dari rumah sekitar pukul 07.30 WIB. Sebuah kebiasaan yang sudah lama tertinggal. Maklum, jadwal masuk kantor pukul 14.00 WIB, sehingga berangkat dari istana paling cepat sekitar pukul 12.00 WIB. Artinya, bangun tidur kadang sekitar pukul 07.00 WIB.
Tidak heran, mata terasa masih berat. Meski memakai jas hujan Cartenz, buatan Bandung, rasa dingin tetap menusuk-nusuk tulang. Karena kaca helm Snail tidak memiliki anti fog, terpaksa sesekali dibuka. Kontan air hujan menampar wajah. Dingin.
Jadwal jumpa pers Valentino Rossi, juara dunia MotoGP, Senin (9/2), di Hotel Mulia, Jakarta, tertera dalam undangan pukul 08.30 WIB. Meski sebagian tubuh basah air hujan, usai memarkir si Yamaha V-ixion merah di tempat parkir, bergegas menuju ballroom 1, hotel megah di kawasan Senayan. Sengaja tidak memakai lift. Dari lokasi parkir di basement, keluar bangunan hotel, masuk lewat pintu samping persis disamping ballroom. Jarum jam 08.55 WIB. ”Wah telat nih,” bisik dalam hati. Tiba di depan ballroom, tampak berjejer petugas dari event organizer di meja registrasi. Sejumlah wartawan tampak antre registrasi. Petugas meminta bukti undangan resmi. Halahh kayak meliput konferensi internasional aja. Selama lebih dari 12 tahun jadi wartawan dan sudah meliput berbagai event internasional, acara kali ini tergolong cukup ketat. Lolos meja registrasi pertama dan diberi dua pin bergambar Rossi, harus melewati meja registrasi kedua. Di situ, wartawan diberi siaran pers, majalah internal Yamaha Motodream, dan kaos bertuliskan I Love Rossi bernomor 46 warna biru.
Ruangan ballroom 1 tergolong luas. Dengan sekitar 9 lampu gantung raksasa dan karpet beludru coklat, ruang tersebut terasa mewah. Ruang ini juga kerap dipakai acara seminar, perkawinan, hingga konser musik menyambut tahun baru. Hemmm...megah betul PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menyambut pembalap kelahiran Urbino, Italia itu.
Ternyata Rossi belum masuk ruangan. Beberapa petinggi YMKI sedang memberikan keterangan pers seputar acara yang bakal digelar YMKI selama mendatangkan Rossi. Tampak Dyonisius Beti, wakil presdir YMKI dan sejumlah jajarannya. Ada juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Ari Batubara dan Doni Tata, pembalap kelas 250 cc yang dibiayai Yamaha. Ratusan wartawan tampak berdiri dan duduk dilantai karpet. Sebagian duduk di kursi yang tersedia. Kursi hanya terisi sekitar ¼ nya.
Tanya jawab wartawan dengan sejumlah petinggi YMKI berlangsung seru. Mulai dari jadwal acara hingga imbas kehadiran Rossi terhadap penjualan YMKI di Indonesia. Maklum, agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor Yamaha di Indonesia itu, hingga kini belum mampu menggeser market leader yakni PT Astra Honda Motor (AHM), ATPM motor Honda. YMKI berada di nomor dua. Tahun 2008, YMKI menjual 2,4 juta unit, sedangkan AHM sekitar 2,8 juta unit.
Sekitar pukul 09.52 WIB, Rossi masuk ruangan. Selain dikawal petugas keamanan berseragam kemeja biru bertuliskan Yamaha, tim Rossi juga terlihat mengapit pria kelahiran 16 Februari 1979 itu.


Dengan anting yang menempel di telinga kiri, Rossi melemparkan senyum. Luka di jari telunjuk dan jari manis tangan kiri pria yang telah menjuarai MotoGP sebanyak 6 kali itu, tampak tidak mengganggu. Termasuk dalam acara temu penggemar di Istora Senayan, pada siang harinya. Rossi memakai topi kuning bertuliskan Kerakoll dan berkemeja warna biru putih yang pada bagian depan bertuliskan Yamaha, Fiat, dan Packard Bell. Di lengan bagian kanan tertulis Yamalube, Bridgestone, Yamaha, dan Fiat. Pria yang jadi model iklan Yamaha Jupiter MX itu masih memakai penopang kaki.
Ratusan lampu blizt langsung menyambar ke arah sosok pria muda yang memperoleh gelar doktor kehormatan dari Fakultas Ilmu KomunikasiUniversitas Urbino, Italia. Rossi tidak menamatkan sekolah menengah atasnya.
Wartawan meminta ia berpose di samping motor Yamaha Jupiter MX yang dipajang di depan meja untuk jumpa pers. Seperti sudah ditebak, acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Sekitar setengah jam prosesi tanya jawab, Rossi bergegas meninggalkan ruangan. Menuju Istora Senayan. Sebagian wartawan bergegas juga menguntit. Ada yang ikut dua bus yang disediakan panitia. Sebagian dengan kendaraan sendiri. Termasuk saya. Hanya saja saya memilih langsung ke kantor. Maklum, pukul 14.30 WIB harus mengikuti rapat sidang redaksi. Sekitar pukul 10.27 WIB, bergegas meluncur ke Aryadutta Suites, di Kawasan Semanggi, Jakarta Pusat. Gerimis mengiringi perjalanan. (edo rusyanto)

Selasa, 10 Februari 2009

Unjuk Kekuatan di Lini Sepeda Motor Bebek


SEPEDA motor jenis bebek masih jadi primadona. Dari total volume penjualan sebanyak 6, 2 juta unit pada 2008, sekitar 63% nya disumbang oleh jenis sepeda motor yang kerap juga disebut underbone itu.
Sepeda motor bebek memiliki ciri bertransmisi otomatis tanpa kopling. Karena itu, lebih mudah dioperasikan oleh keluarga pemilik sepeda motor.
Mulai dari ayah, ibu, anak remaja putera maupun remaja puteri.
Di sisi lain, harga jualnya relatif terjangkau oleh calon konsumen. Maklum, untuk urusan bayar membayar, konsumen dimanjakan oleh lembaga pembiayaan (leasing). Cukup dengan uang muka Rp 1 juta sudah bisa membawa pulang satu unit sepeda motor.
Sekadar catatan, nyaris 90% pola penjualan sepeda motor di Tanah Air memanfaatkan leasing.
Jenis sepeda motor bebek kian populer ketika Indonesia dihantam badai krisis ekonomi tahun 1998. Konsumen melirik jenis tersebut karena beberapa faktor di atas. Para agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor pun membanjiri pasar dengan aneka motor bebek ketimbang jenis sport.
Memang ada jenis sepeda motor baru yang menunjukkan tren peningkatan yakni scooter matic (skutik) alias scooter bebek. Pangsa pasar skutik sekitar 26% pada 2008. Penjualan skutik melibas penjualan jenis sport yang tinggal 11% pada tahun lalu.
Salah satu indikator seriusnya ATPM mengguyur pasar dengan varian bebek terlihat dari upaya PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan beberapa produk baru. "Salah satunya adalah Honda Revo 110 Absolute.
Jenis ini memiliki konsep lebih memuaskan pelanggan," papar Johannes Loman, direktur pemasaran AHM, di Jakarta, beberapa waktu.

Persaingan ketat

Di pasar saat ini beredar belasan merek sepeda motor jenis bebek. ATPM asal Jepang mendominasi penjualan. Dari total penjualan sepeda motor nasional pada 2008 sebanyak 6,2 juta unit, jenis bebek mengkontribusi sekitar 63%. Tiga ATPM Jepang, yakni AHM, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) dan PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) menguasai sedikitnya 95% pangsa pasar.

”Persaingan di segmen ini cukup ketat. Karena itu, kami merilis produk yang diharapkan mengikuti selera konsumen,” tegas Loman. Selain strategi produk, para ATPM juga bersaing ketat distrategi pemasaran dan layanan konsumen.

Terkait produk, jika AHM meluncurkan Revo Absolute 110, YMKI meluncurkan Jupiter Z 115 cc. Bahkan, menurut Wakil Presiden Direktur YMKI Dyonisius Beti, pihaknya berancang-ancang meluncurkan berapa produk lagi. “Bisa saja kami luncurkan Jupiter ‘versi’ Rossi,” ujar Dyonisius, kepada Investor Daily, di Jakarta, baru-baru ini. Rossi yang dimaksud adalah Juara MotoGP yang menjadi model iklan Yamaha Jupiter MX.

Ia juga mengakui, jenis bebek dan skutik masih menjadi kontributor penjualan terbesar bagi YMKI.

AHM gencar menyasar segmen bebek. Anak usaha PT Astra International Tbk itu bahkan mematok target kenaikkan penguasaan pangsa pasar bebek pasca-meluncurkan Revo Absolute. Selain mengandalkan Revo, AHM memiliki Blade 110 dan Supra 125 di segmen bebek. AHM menetapkan harga Revo 110 spoke Rp 11,6 juta, Revo 110 CW Rp 12,9 juta, dan Revo 110 Deluxe Rp 13,5 juta.

Loman menyatakan, Revo 110 memiliki patform yang sama dengan Blade. Penjualan Revo 110, kata Loman, ditargetkan mencapai 70 ribu unit per bulan, naik 12% dibanding model lawas sebanyak 60 ribu unit per bulan. Sedangkan penjualan Blade ditargetkan mencapai 30 ribu unit per bulan. Dengan demikian, total penjualan Revo dan Blade mencapai 1,2 juta unit setahun. “Kami menargekan dua model ini dapat menguasai sekitar 52% pasar bebek di bawah 125 cc. Di kelas bebek di atas 125 cc, kami menguasai sekitar 60% pasar lewat Supra 125,” tegas Loman, beberapa waktu lalu.

Secara nasional, penjualan sepeda motor ditaksir melemah pada 2009. Ketua Aisi Gunadi Sindhuwinata bahkan menaksir penurunan bisa mencapai 27% dari 6,2 juta unit menjadi sekitar 4,5 juta hingga 5 juta unit. (edo rusyanto)


Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian