Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto
Tampilkan postingan dengan label vixion. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label vixion. Tampilkan semua postingan

Rabu, 27 Januari 2010

Adu Otot di Motor Sport

foto:yamahamotor.co.id

BELAKANGAN santer berhembus kabar Yamaha dan Honda bakal meluncurkan model baru untuk sepeda motor sport. Kedua produsen sepeda motor tersebut cukup jeli membaca selera konsumen di Indonesia. Nyaris tak ada produk yang ditolak oleh pasar. Begitu produsen menggelontorkan produk baru, langsung disambar oleh konsumen. Tak aneh, jika volume penjualan sepeda motor Indonesia, nomor ketiga terbesar di dunia setelah Cina dan India.

Membidik pasar motor sport cukup beralasan, walau segmen terbesar pasar domestik adalah segmen sepeda motor bebek. Pada 2009, segmen sport hanya bergoyang sedikit, sedangkan bebek melorot cukup dalam. Tengok saja data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Tahun lalu, prosentase market share sport sekitar 8,07%, turun tipis dari 8,1% pada 2008. Sedangkan segmen bebek, anjlok dari 65,7% menjadi 54,21%.

Dari sisi volume, pada 2009, total penjualan motor sport sebanyak 474.538 unit, sedangkan pada 2008, sebanyak 518.404 unit.

Pada tahun lalu, dari tiga segmen sepeda motor, hanya tipe skutik yang berhasil tumbuh, yakni dari pangsa pasar 26% pada 2008 menjadi 37,72%. Volume penjualan tahun lalu sebanyak 2,21 juta unit, sedangkan 2008 sebanyak unit 1,61 juta unit.


Yamaha Melenggang
Sepanjang 2009, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Yamaha, masih melenggang memimpin pasar sport. Otot penjualan sport Yamaha masih di merek Yamaha V-ixion. Kontribusi motor sport bermesin 150 cc itu mencapai 88,95% atau sebanyak 195.990 unit, dari total penjualan sport Yamaha yang sebanyak 220.316 unit. Sisanya dikontribusi Yamaha Scorpio yakni sebanyak 20.320 unit. Scorpio yang bermesin 225 cc, belakangan ini terus menyusut volume penjualannya. Hal itu sempat menimbulkan pertanyaan, jangan-jangan Scorpio bakal didiskontinyu. Hemmm...kita lihat saja nanti.

Kembali soal motor sport Yamaha. YMKI yang membesut V-ixion pada 7 April 2007 dengan banderol Rp 17,5 juta on the road (OTR), seakan mendapat berkah. Penjualan motor sport bermesin injeksi itu diserap pasar, trennya bertumbuh pesat. Tahun pertama peluncuran, total penjualan sebanyak 28.260 unit, atau rata-rata 3.532 unit per bulan. Langsung mengejar penjualan sang kakaknya, Scorpio yang pada 2007 terjual sekitar 25.759 unit. Luar biasa!

Pada 2007, pasar sport masih dikuasai oleh PT Astra Honda Motor (AHM), ATPM sepeda motor Honda, dengan total volume penjualan sebanyak 178.088 unit atau setara dengan market share 48,05%. Maklum, saat itu total motor sport sebanyak 370.625 unit. Kontribusi Honda Megapro terhadap penjualan AHM tahun 2007 sebanyak 123.683 unit atau 69,45%, sedangkan Honda Tiger 54.405 unit setara dengan 30,55%.

Penjualan Yamaha V-ixion kian tancap gas pada 2008 yakni dengan rata-rata 8.743 unit per bulan atau total 104.916 unit, sedangkan pada 2009 yang harganya meningkat menjadi Rp 20 juta, volume penjualan V-ixion mencapai 195.990 unit atau rata-rata sebanyak 16.332 unit per bulan.

Artinya, pertumbuhan Yamaha V-ixion amat signifikan yakni sekitar 271% pada 2008 dan 86,8% pada 2009.

Bagaimana dengan 2010? Wow...YMKI awal tahun ini meluncurkan V-ixion facelift, alias V-ixion yang diubah wajah. Tampilan lampunya diubah dengan striping alias corak body baru. Harganya juga baru, yakni Rp 20,950 juta per unit. Sebagian konsumen mengaku tampilan baru itu tak seanggun model lama yang memakai lampu bulat. ”Kalau untuk touring, tampilan V-ixion lama masih lebih anggun,” ujar seorang bikers, beberapa waktu lalu.

Masihkah V-ixion menjadi idaman ketika YMKI dikabarkan bakal mengelus-elus Yamaha Byson yang bermesin karburator? Terlebih, AHM juga dikabarkan bakal menggelontorkan Honda Unicorn atau versi baru Honda Megapro. Konsumen yang menentukan. (edo rusyanto)

Minggu, 23 Agustus 2009

Yamaha Ganti Pompa Bensin Vixion


foto:edo

SABTU (22/8) siang, niat mau service Yamaha Vixion karena dah masuk kilometer ke 15 ribu, akhirnya kesampaian. Sesuai buku panduan, ini adalah service ke-6. Situasi di Ratu Motor, Jl Radar Auri, Cibubur, Jakarta Timur, tidak terlalu ramai. Mungkin karena siang hari pertama Puasa Ramadhan, sebagian bikers memilih istirahat di rumah atau memilih hari Minggu untuk service motornya.
Usai mendaftar dan menyebutkan keluhan, saya memilih menunggu di ruang yang sudah disediakan. Nyaman juga, ruang tunggu cukup luas dan berpendingin ruangan. Bengkel resmi Yamaha itu cukup memanjakan konsumennya. Selain disediakan aneka bacaan seperti majalah Motodream, di tengah ruang tunggu juga terdapat pesawat televisi ukuran lumayan besar dengan fasilitas siaran televisi berbayar. Lumayan sambil menunggu dan menghindar dari asap knalpot dan suara bising sepeda motor yang sedang diservice. Di sisi kanan ruang tunggu yang disekat kaca transparan terlihat meja billiard dan aneka motor Yamaha dan front office bagi calon pembeli yang siap dilayani para karyawan bengkel sekaligus dealer itu.
Tiba-tiba, belum juga 10 menit, seorang staf bengkel tersebut masuk ke ruang tunggu dan memanggil nama saya. Wah...saya pikir sudah selesai servicenya, cepat sekali. “Ini pak kami ada survey mengenai motor Vixion. Apakah bapak ada keluhan mengenai pompa bensin (fuel pump) di bawah tanki motor bapak,” tanya pria yang belakangan bernama Bayu itu. Saya pun mengingat-ngingat. Pernah suatu ketika Vixion saya tiba-tiba mesinnya mati sendiri setelah distarter atau kadang sulit distater elektrik. Tapi saya pikir hal biasa. “Wah itu mungkin karena fuel pump-nya pak. Kami akan menarik fuel pump bapak dan menggantinya dengan yang baru, gratis pak,” ujar Bayu lagi.
Langsung saja saya isi daftar yang disodorkan Bayu. Selain saya, sudah ada empat Vixion lainnya. Bayu bercerita bahwa ATPM Yamaha menginstruksikan seluruh dealer dan bengkel resmi mendeteksi problem Vixion tersebut dan langsung diganti.
”Survey acak sering dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kepuasan pelanggan,” jelas Dyonisius Beti, wapresdir PT YMKI, saat menjawab SMS saya, Minggu (23/8).
Ia menambahkan, Vixion menggunakan teknologi tinggi dan sensitif terhadap kualitas bensin serta harus dirawat secara rutin.
Menurut informasi yang saya peroleh, fuel pump yang bermasalah adalah keluaran tahun 2007 dan 2008. Setiap bengkel resmi memperoleh 10 unit fuel pump. Mungkin karena masih garansi, penggantian itu gratis. Padahal, kalau beli harganya sekitar Rp 400 ribu per unit.
Ternyata problem tersebut pernah mencuat pada penghujung 2008. Seorang pengguna Vixion di www.forum-vixion.com menulis, pompa bensin yang di tanki motornya mati padahal belum genap satu tahun. Gejala yang dialami di antaranya motor apabila dalam kedaan panas suka mati, lalu motor susah distater (seperti tidak ada arus listrik), dan pompa bensin pada saat jalan tidak bunyi (layaknya pompa sejenis/bunyi kaya kipas muter).
Langkah ATPM mengganti komponen produk yang rusak pernah juga ditempuh ATPM Honda yakni PT Astra Honda Motor (AHM), pada 2007, untuk produk skutik mereka, Honda Vario. Pada Honda Vario ditemui masalah di Anchor Pin/Nut. Komponen tersebut dapat mempengaruhi fungsi roda belakang Vario.

Vixion Melejit
Kembali soal Vixion. Wajar saja jika ATPM kemudian bertindak cepat mengingat Vixion merupakan salah satu produk Yamaha yang paling laris satu tahun belakangan ini, selain produk skutik Mio. Pada 2008, Vixion terjual 104.916 unit, bandingkan dengan RX King dan Scorpio yang masing-masing hanya 12.017 dan 38.015 unit. Sepanjang Januari-Juli 2009, penjualan Vixion dah melesat mencapai 103.555 unit. Dibandingkan periode sama 2008 yang hanya 53.620 unit, penjualan tujuh bulan 2009 naik sekitar 93,1%. Luarrr biasa. Bahkan, motor yang kini dibanderol Rp 20,050 juta itu, jauh meninggalkan motor di kelasnya. Tengok saja misalnya penjualan Honda Megapro yang hanya 79.631 unit.
Melongok angka-angka itu, wajar jika ATPM Yamaha buru-buru responsif terhadap keluhan konsumen. Dengan asumsi per unit Rp 400 ribu dan produk 2008 yang terjual sebanyak 104.916 unit maka biaya untuk mengganti fuel pump Vixion sekitar Rp 41,96 miliar.
Sementara itu, Indra Dwi Sunda, promotion supervisor YMKI, saat saya tanya mengatakan, problem fuel pump yang ditemui YMKI presentasenya sangat kecil sekali yakni sekitar 0,5% dari total. ”Dan itupun di produksi awal,” papar Indra, Sabtu, dalam pesan elektroniknya di fasilitas pesan facebook.
Ia memperkirakan, penyebab ’kerusakan’ fuel pump itu akibat kualitas bensin yang kadang kotor. ”Karena minimum (bahan bakar untuk Vixion) adalah pertamax,” paparnya.
Indra mengaku, langkah YMKI adalah sebagai wujud kepedulian terhadap konsumen.”Demi kepuasan pelanggan. Kita cek satu persatu. Sebenarnya tidak harus semua diganti tetapi karena garansi Vixion dua tahun, kadang bengkel langsung ganti aja biar tidak ribet,” kata dia. Salut buat Yamaha. (edo rusyanto)
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian