Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto
Tampilkan postingan dengan label honda. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label honda. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Januari 2010

Saling Ngebut di Jalur Bebek


foto:eko

BERSEPEDA motor bebek bisa membuat baju compang-camping? Bahkan bisa merubuhkan jembatan? Jawabannya; Bisa! Namun sebatas di dalam iklan televisi.

Di dunia nyata, sepeda motor bebek bisa melaju kencang dengan omzet sekitar Rp 31,8 triliun. Angka itu dengan asumsi harga rata-rata sepeda motor bebek Rp 10 juta per unit dikalikan volume penjualan 2009 yang mencapai sekitar 3,18 juta unit. Bagaimana dibandingkan 2008? Ini dia hasilnya. Turun sekitar 20,60% karena pada 2008 volume penjualan sekitar 4,08 juta unit atau sekitar Rp 40,08 triliun.

Gede juga yah kue bisnis sepeda motor bebek. Tunggu dulu, itu baru penjualan anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Penjualan di luar Aisi, taruhlah sekitar 500 ribu unit dan dari angka itu, separuhnya adalah segmen bebek, sudah berapa besar tambahan omzet sepeda motor bebek di Tanah Air. Silakan hitung sendiri.

Di sisi lain, ironisnya, pangsa pasar segmen terus tergerogoti. Siapa lagi kalau bukan segmen skutik yang melibas market share bebek. Tengok saja pergerakan merosotnya pangsa pasar bebek di dalam negeri. Jika pada 2006 volume penjualan bebek sebanyak

3.779.174 atau setara dengan 84,53% dari total pasar sepeda motor, setahun kemudian anjloknya menjadi 74,16% dengan volume 3.495.979 unit. Lalu, pada 2008, turun lagi menjadi 65,7% (4.083.654 unit). Puncaknya, pada 2009 market share bebek tinggal 54,21% (3.188.583 unit).

Kenapa segmen bebek tergilas tipe skutik? Jawabannya sederhana. Skutik lebih praktis untuk pengendara di kota-kota besar yang sistem lalu lintas jalannya sudah sesak dengan kemacetan.

Menggelembungnya market share skutik dapat dilihat sepanjang empat tahun terakhir.

Tahun 2006, volume penjualan skutik sebanyak 371.166 unit dengan pangsa pasar 8,30%. Pada 2007, naik menjadi 847.291 unit (17,97%), setahun kemudian naik menjadi 1,61 juta unit (26%), sedangkan tahun 2009 melesat menjadi juta 2,21 juta unit (37,72%). Fantastis!


Kokohnya Honda


AHM nyaris tak terusik di bisnis segmen bebek. Pada 2008, penjualan produsen berlogo sayap tunggal itu mencapai 2,11 juta unit dengan penguasaan pangsa pasar sekitar 51,9%. Honda tampil sebagai pemimpin pasar dengan pengawalan ketat di posisi kedua oleh Yamaha dengan volume penjualan 1,44 juta unit dengan market share 35,3%.

Setahun kemudian, Honda masih melenggang dengan penguasaan pangsa pasar 52,5% (1,65 juta unit), sedangkan Yamaha merangsek dengan pangsa pasar 38,18% (1,21 juta unit).

Honda merajai pasar bebek dengan beberapa varian dan harga yang tergolong terjangkau publik. Absolute Revo dibanderol Rp 13,05 juta, Blade (Rp 13,65 juta), Supra X 125D (Rp 14,3 juta), Supra X 125R Cast Wheel (Rp 15,35 juta), Supra X 125R PGM-FI (Rp 16,475 juta), dan CS1 (Rp 17 juta).

Sementara sang kompetitor, Yamaha, mengguyur pasar bebek dengan tipe New Vega-ZR DB dipatok seharga Rp 11,8 juta, New Jupiter ZX 15 (Rp 13,7 juta), New Jupiter ZX 15 CW (Rp 14,5 juta), Jupiter MX 135 LC CW (Rp 15,250 juta), dan Jupiter MX 135 LC CW - Manual Clutch (Rp 15,35 juta).

Sepeda motor bebek bisa mendominasi pasar sepeda motor domestik dipicu dua faktor penting, pertama, harganya relatif terjangkau dan kedua, penggunaannya cukup praktis bisa dipakai oleh pria dan wanita dewasa serta para remaja. Masihkah bertahan dominasi bebek pada 2010? Lagi-lagi, cuma konsumen yang tahu. (edo rusyanto)

Kamis, 14 Januari 2010

Honda Membuka Dengan Facelift Beat


foto:istimewa


TEKA-TEKI produk apa saja yang bakal digelontorkan Honda pada 2010 naga-naganya bakal terkuak perlahan. Sumber di kalangan produsen terbesar di Indonesia dengan pangsa pasar sekitar 46,2% pada 2009 itu, menyebutkan bahwa pada 20 Januari 2010, Honda bakal memperkenalkan skutik Beat hasil perubahan wajah (facelift).

”Beat kami bisa bersaing dengan kompetitor,” ujar sang sumber, baru-baru ini, di Jakarta.

Ya. Di segmen skutik, Beat yang mengguyur pasar mulai Juni 2008, penjualannya relatif meningkat. Pada 2008, Beat berhasil dilego sebanyak 208.490 unit, sedangkan sepanjang 2009 sekitar 432.726 ribu unit. Meningkat drastis.

Beat yang dibanderol Rp 12,3 juta per unit itu, bersaing ketat dengan Yamaha Mio yang dibanderol Rp 12,2 juta. Kontribusi Beat terhadap total penjualan PT Astra Honda Motor (AHM), agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Honda di Indonesia, mencapai sekitar 16,01%. Sedangkan kontribusi terhadap total penjualan skutik sebesar 50,21%, tipis di atas seniornya Honda Vario.

”Honda Beat lebih menarik konsumen karena bentuknya lebih slim dibandingkan Vario, selain itu, lincah dan irit,” ujar Puji, seorang pengendara Beat.

Jurus penjualan skutik memang mengedepankan kepraktisan dibandingkan sepeda motor berkopling manual. Di sisi lain, tentu saja mengusung kegesitan dan irit mengonsumsi bahan bakar.

Untuk urusan skutik, Yamaha masih cukup kinclong dibandingkan Honda. Yamaha yang di Tanah Air diageni oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) mengandalkan Mio dan Mio Soul untuk menggarap pasar skutik. Penguasaan pangsa pasar Yamaha di segmen skutik lebih dari 50%, sedangkan Honda sekitar 30-an%.

Kembali soal facelift Beat yang bakal digelontorkan Honda pada 20 Januari 2010, terasa sekali aroma AHM untuk mengejar ketertinggalan Honda di segmen skutik. Maklum, tren konsumen di Tanah Air menunjukkan peningkatan yang signifikan untuk memilih skutik. Sekadar catatan, sepanjang Januari-Oktober 2009, penguasaan pangsa pasar skutik mencapai 37,7% atau sebanyak 1.789.810 unit dari total pasar sepeda motor domestik sebanyak 4.753.690 unit. Bandingkan dengan 2007 dan 2008 yang masing-masing baru mencapai 17,97% dan 26%. Luar biasssa!

Honda dikabarkan bakal meluncurkan sekitar 7-9 produk baru sepanjang 2010. Diperkirakan produk yang benar-benar baru jumlahnya minim, mayoritas adalah facelift dari produk yang sudah ada selama ini. Kita lihat saja, apa lagi yang ditawarkan Honda selain facelift Beat dan Mega Pro. (edo rusyanto)

Rabu, 13 Januari 2010

Mengais Sisa Para Raksasa?


foto:dok


SUDAH menjadi rahasia umum, ratusan bahkan ribuan sepeda motor yang berseliweran di jalan setiap hari mayoritas adalah besutan prinsipal Jepang. Mereka tergabung dalam Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Ada tujuh pabrikan atau agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang tergabung di Aisi yakni produsen Honda, Yamaha, Suzuki, Kawasaki, Kanzen, Vespa, dan Kymco.

Sekadar informasi, empat produsen sepeda motor merek Jepang menguasai sekitar 99% dari pangsa pasar sepeda motor anggota Aisi yang pada 2009 mencapai sekitar 5,8 juta unit. Maklum, para pemain asal Jepang, meski kini sudah bermitra dengan pengusaha domestik, sudah bercokol sejak 30 puluhan tahun lalu. Jaringan mereka, khususnya Honda dan Yamaha, sudah mencapai belasan ribu seantero Nusantara.

Lalu, bagaimana volume penjualan sepeda motor di luar anggota Aisi? Siapa saja mereka?

Di luar anggota Aisi terdapat beragam ATPM dan importir umum, seperti Minnerva, Viar, Torsindo, Piaggio, TVS, Bajaj, Harley-Davidson, dan Ducati.

Segmentasi mereka mulai dari jenis bebek, sport, hingga motor gede (moge) bermesin di atas 500 cc, seperti Harley-Davidson. Sementara itu, empat produsen motor Jepang menguasai segmen bebek, sport di bawah 250 cc, dan jenis yang belakangan melesat penjualannya, skuter outomatic alias skutik.

Volume omzet sepeda motor non Aisi ditaksir mencapai sekitar 500 ribu unit. Jauh di bawah omzet produsen Jepang. “Tahun lalu kami berhasil menjual sekitar 49.800 unit dan tahun ini targetnya sekitar 66 ribu unit,” kata Kristianto Gunadi, presdir PT Minnerva Motor Indonesia (MMI), ATPM sepeda motor Minnerva.

ATPM yang dulunya dikenal sebagai penjual motor Loncin itu, cukup kuat di segmen sepeda motor sport 150 cc, dengan mengusung Minnerva R 150. Belakangan MMI menggandeng Sachs dan membeli desain Meggeli untuk segmen 250 cc.

Sementara itu, produsen Viar yang dikenal sebagai produsen motor cina (mocin) mengaku bisa menjual rata-rata 6 ribu hingga 7 ribu unit per bulan pada 2009 dan bakal menargetkan 15 ribu unit per bulan pada 2010.

Menurut Marketing Division Head PT Triangle Motorindo, produsen motor merek Viar, AZ Dalie, pihaknya memakai strategi harga jual rendah untuk mempertahankan pasar.

Nasib produk sepeda motor asal India yakni TVS dan Bajaj, nasibnya tak jauh berbeda bahkan lebih sedikit lagi. Bajaj diperkirakan hanya melego sekitar 20 ribuan unit, sedangkan TVS menargetkan sekitar 30 ribuan unit.

Beberapa faktor masih kecilnya penjualan sepeda motor non-Jepang itu di antaranya adalah masih sedikitnya jaringan pemasaran, jaringan layanan purna jual, ketersediaan suku cadang, dan yang paling penting, citra produk non-Jepang masih lemah. Persepsi masyarakat masih menganggap motor Jepang merupakan produk berkualitas dengan harga jual di pasar sekunder masih tetap tinggi. Persepsi itu tentu saja tidak sepenuhnya benar. Namun, tipikal masyarakat kita cenderung menganggap persepsi adalah fakta. Kalau sudah begini, pekerjaan rumah para produsen non-Jepang mesti rajin mengangkat citra mereka sebagai produk yang berkualitas dengan layanan purna jual teratas. Agar tidak sekadar mengais sisa dari para raksasa. (edo rusyanto)

Jumat, 08 Januari 2010

Honda Masih Rajanya Bisnis Motor


foto:david

HONDA memang luar biasa. Sepanjang lima tahun terakhir tak tergoyahkan memimpin pangsa pasar sepeda motor domestik. Pada 2009, Honda menguasai 46,18% pangsa pasar dengan total penjualan sebanyak 2,7 juta unit dan tahun ini menargetkan penjualan sekitar tiga juta unit, jika prediksi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) terwujud yakni penjualan sekitar 5,8 juta unit, itu berarti market share Honda sekitar 51,7%. Dahsyat!!!

Pada 2005, Honda yang di Indonesia diageni oleh PT Astra Honda Motor (AHM) sempat menguasai 52% pangsa pasar dengan total penjualan 2,6 juta unit. Besaran penguasaan pangsa pasar terus melorot walau tetap berada di posisi puncak.

Namun, kewaspadaan AHM semestinya terus ditingkatkan jika melihat rival mereka, yakni PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), agen tunggal pemegang merek (ATPM) Yamaha, yang terus merangsek. Bagaimana tidak, jika pada 2005, YMKI baru menguasai 24% market share, pada 2009 melambung menjadi 45,32%. Suatu pergerakan yang fantastis. Yamaha pun nyaris tak goyah di posisi kedua di gurihnya bisnis sepeda motor. Sekadar ilustrasi, jika memakai harga Rp 10 juta per unit, omzet sepeda motor pada 2009 mencapai sekitar Rp 58 triliun, turun sedikit dibandingkan 2008 yang mencapai sektiar Rp 62 triliun.

Ironisnya, perseteruan Honda dan Yamaha di pasar domestik merontokkan pemain asal Jepang lainnya yakni Suzuki. Penguasaan pangsa pasar Suzuki juga melorot terus. Pada 2005, Suzuki sempat menguasai 21% pangsa pasar alias beda tipis dengan Yamaha yang 24%, namun pada tahun lalu, pangsa pasar Suzuki tersisa 7,48%. Dari segi volume, Suzuki yang di Indonesia diageni oleh kelompok usaha Indomobil, hanya mampu melego sekitar 438.135 unit pada 2009, padahal, pada puncaknya Suzuki mampu menjual 1.092.051 (2005).
Pada 2009, penurunan penjualan yang dialami Honda dan Suzuki justeru tidak dirasakan oleh Yamaha dan Kawasaki. Tahun lalu, total penjualan pasar domestik turun 6% menjadi 5.851.749 unit dibanding 2008 sebanyak 6.215.865 unit. (edo rusyanto)

Sabtu, 05 Desember 2009

Keperkasaan Honda Sulit Digoyah


foto:edo


PENGUASAAN sepeda motor Honda di pasar domestik masih dominan di posisi puncak, di belakangnya, Yamaha menguntit cukup rapat. Sepanjang Januari-November, Honda yang diageni oleh PT Astra Honda Motor (AHM) melego sebanyak 2,44 juta unit, sedangkan Yamaha yang dibesut PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menjual 2,40 juta unit. Hanya beda 40 ribu unit.

Di posisi ketiga masih tak tergoyahkan yakni Suzuki dengan total penjualan 401.141 unit, sedangkan posisi keempat oleh Kawasaki sebanyak 52.337 unit.

Saling kejar Honda dan Yamaha bak di sirkuit MotoGP. Data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (Aisi) menyebutkan, Yamaha sempat nyalip dan naik podium pertama pada April, Juni, dan Juli 2009. Selebihnya, Honda tak tergoyahkan. Prestasi Yamaha itu cukup berkilau, mengingat pada 2008, Yamaha hanya sempat satu kali naik podium yakni pada Desember 2008.

Secara akumulasi, tahun lalu, penjualan Honda masih kokoh yakni sebanyak 2,87 juta unit, sedangkan Yamaha sebanyak 2,46 juta unit. Selisihnya hampir sama dengan tahun ini yakni sekitar 40 ribu unit.

Sementara itu, di posisi ketiga, Suzuki bak tak ada lawan. Pada 2008, Suzuki mengantongi penjualan 793.741 unit. Masih sulit dikejar oleh Kawasaki yang hanya 44.672 unit.

Bagaimana penjualan hingga akhir tahun nanti? Kita lihat saja. (edo rusyanto)

Jumat, 04 Desember 2009

Penjualan Skutik Honda Tembus 100 Ribu Unit


foto:eko


Penjualan skuter otomatik (skutik) Honda mampu menembus 100 ribu unit pada Oktober 2009, tertinggi sepanjang sejarah. Angka ini melonjak 37% dibanding September 2009 sebesar 73 ribu unit.

"Kapasitas skutik kami sudah ditingkatkan dari 55-60 ribu unit per bulan menjadi 95-100 ribu unit. Kami memaksimalkan kapasitas ini pada bulan lalu," ujar Senior General Manager Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) di Jakarta, baru-baru ini.

Sigit menjelaskan, produksi sulit digenjot pada September karena pendeknya hari kerja akibat libur Lebaran. Namun memasuki Oktober, produksi dapat menyentuh titik optimum karena hari kerja kembali panjang.

Kendati sudah mencapai kapasitas tertinggi, Sigit mengaku, AHM masih belum dapat meladeni seluruh permintaan yang masuk untuk Vario Techno, skutik teranyar Honda, terutama yang berwarna ungu. "Warna ungu terinspirasi dari mobil Honda Odyssey. Sejauh ini permintaannya cukup bagus dengan total inden 5.000 unit," jelasnya.

AHM, lanjut Sigit, akan mencoba mempertahankan level produksi sebesar ini. Namun ia mengaku produksi bulan ini akan sulit untuk menyamai torehan Oktober. Sebab, terdapat libur Idul Adha.

Selanjutnya pada Desember, kata dia, terdapat hari libur Tahun Baru Hijriah dan Natal. Ia mengaku sulit untuk menambah produksi dengan mekanisme lembur karena perusahaan perlu membayar uang lembur.

Hingga Oktober 2009, penjualan skutik Honda berdasarkan data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) melejit 62% menjadi 673.641 unit dibanding periode sama tahun lalu sebesar 416.101 unit. Lonjakan penjualan membuat pangsa pasar Honda di segmen skutik naik dari 31,8% menjadi 37,6%.

Yamaha masih menduduki posisi puncak pasar skutik lewat keluarga Mio. Total penjualan Mio sampai Oktober mencapai 972.609 unit dengan pangsa pasar 54,3%. AHM menargetkan total penjualan skutik dapat mencapai 850 ribu unit, naik 60% dibanding 2008 sebesar 530 ribu unit.

Honda adalah pemimpin pasar motor nasional dengan pangsa pasar 46,1% per Oktober 2009. Volume penjualan Honda sampai Oktober mencapai 2,19 juta unit. Yamaha menguntit ketat di belakangan dengan pangsa pasar 45,2% dari hasil penjualan 2,15 juta unit.

Sebelumnya, Honda Motor Co (HMC) selaku pemegang merek (prinsipal) berencana menambah investasi US$ 109 juta di Indonesia guna meningkatkan kapasitas produksi dari 3 juta unit menjadi 3,6 juta unit.
Managing Director Asia and Oceania HMC Fumihiko Ike menyatakan, kapasitas lini produksi model skutik akan ditambah pada tahun depan. Namun Ike enggan menyebutkan berapa investasi untuk memuluskan proyek ini. “Kami mengalami shortage untuk skuter, makanya kami berencana expand produksi skuter karena pasarnya akan berkembang,” ujarnya. (coy)

sumber; investor daily

Selasa, 01 Desember 2009

HSJ Gelar HUT di Bambu Apus


dok:hsj


Tak banyak komunitas sepeda motor yang mampu menjaga soliditas dan melenggang hingga bertahun-tahun. Honda Supra Jakarta (HSJ) salah satu yang mampu eksis hingga enam tahun.

Kelompok para pengguna sepeda motor Honda Supra itu menggelar syukuran hari jadi keenam pada Minggu (6/12) di Gedung Serbaguna Dinas Kelautan Jakarta Timur Jl. Bambu Apus Raya No. 20, Jakarta Timur.

Acara yang juga dibarengi dengan Musyawarah Kerja Nasional (MUKERNAS) Federasi Supra Indonesia (FSI) itu, bakal digelar mulai pukul 10.30 WIB dan bakal dihadiri perwakilan puluhan komunitas sepeda motor.
Selain itu, event syukuran juga bakal diisi dengan diskusi mengenai keselamatan berkendara yang dibawakan Road Safety Association (RSA).
“HSJ punya target angka kecelakaan di jalan raya harus diturunkan,” ujar Ketua Harian HSJ, Riezha, di Jakarta, Selasa (1/12).
Menurut dia, banyak cara untuk itu, misalnya menyebarkan virus safety riding dan sosialisasi attitude berkendara di jalan agar lebih sopan, santun dan sabar dalam berkendara kepada masyrakat umum.
Riezha menjelaskan, cara yang paling mudah menanamkan safety riding adalah dari diri sendiri. Selain itu, pengurus HSJ kerap mensosialisasikan safety riding ketika kopdar. “Kami juga memberlakukan hukuman bagi anggota yang tidak safety pada saat kopdar,” katanya.
Hukuman itu diharapkan membuat anggota menjadi lebih sadar. Terutama tentang pentingnya berkendara yang aman dan selamat saat di jalan.
HSJ yang berdiri sejak 2001, kini memiliki sekitar 500 anggota. “Namun karena ada pemutihan awal 2007, saat ini anggota HSJ yang teregister ada 155 orang,” papar Riezha. (edo rusyanto)

Senin, 16 November 2009

Honda (Tetap) Kokoh di Segmen Bebek


foto:doni


PERSAINGAN bisnis sepeda motor sangat ketat. Dua pemain utama, saling kejar memimpin pasar. Hingga Oktober 2009, pasar domestik menyerap sekitar 4,75 juta unit sepeda motor. Dengan asumsi rata-rata harga sepeda motor Rp 10 juta per unit, omzet di bisnis ini sedikitnya mencapai Rp 47,5 triliun.

Sepanjang Januari-Oktober 2009, PT Astra Honda Motor (AHM) kembali bercokol di papan atas dengan penguasaan pangsa pasar 46,1%. Persis di belakangnya adalah PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) dengan pangsa pasar 45,2%.

AHM yang mengageni sepeda motor merek Honda masih mengandalkan segmen underbone alias motor bebek. Sepanjang sepuluh bulan 2009, AHM yang membesut delapan varian bebek, mampu menjual 1,36 juta unit. Sedangkan kompetitornya, YMKI, melego satu juta unit. Khusus di segmen bebek, AHM menguasai 53%, sedangkan YMKI yang mengandalkan tujuh varian bebek, menguasai 38,9%. Di posisi ketiga, Suzuki hanya terjual sekitar 195.697 unit dengan pangsa pasar 7,6%.

”Model bebek (cub) dan skuter otomatik (skutik) masih menjadi favorit pengguna kendaraan roda dua di Tanah Air,” ujar Direktur Marketing PT AHM Julius Aslan, di Jakarta, baru-baru ini.

Walau masih tinggi, penguasaan pangsa bebek sesungguhnya terus tergerus oleh kehadiran skutik. Tengok saja data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Jika pada 2005 pangsa pasar bebek sebesar 92,38%, setahun kemudian menurun menjadi 84,53%. Hal serupa terjadi pada 2007 yakni menjadi 74,16% dan turun lagi pada tahun lalu menjadi 65,70%. Artinya, sepanjang empat tahun terakhir rata-rata penurunan segmen bebek mencapai 9,87%. Kemana peralihannya?

Ya. Konsumen beralih ke segmen skuter otomatis alias skutik. ”Penyebabnya karena skutik itu praktis digunakan oleh hampir oleh seluruh pengguna sepeda motor,” ujar Bambang Asmarabudi, general manager Marketing and Motorsport YMKI.

Tak pelak, sepanjang empat tahun terakhir penguasaan pangsa pasar skutik rata-rata bertambah 9,5% per tahun. Sekadar gambaran, jika pada 2005 pangsa pasar skutik baru sekitar 0,22% dari total penjualan domestik yang mencapai sekitar lima juta unit, pada 2008 mencapai 26% dari 6,2 juta unit.

Bahkan, hingga Januari-Oktober, market share skutik mencapai 37,7% dari total penjualan yang mencapai 4,75 juta unit.



Masih Kokoh

Manajemen AHM mengaku hingga akhir tahun bakal mampu meraih target 2,7 juta unit. Maklum, hingga akhir Oktober, AHM sudah membukukan 2,19 juta unit. ”Harapan kami tercapai karena daya beli masyarakat membaik,” tutur Julius.

Produsen sepeda motor berlogo sayap tunggal itu masih mengandalkan segmen bebek Honda Revo, Supra X 125 dan skutik.

Melihat performa 2009, AHM berani meningkatkan penjualan pada tahun depan. ”Target 2010 antara 2,8 juta hingga 2,9 juta unit,” papar Julius lagi.

Bisa jadi target itu terwujud, mengingat pada 2010, seperti dituturkan Managing Director Asia and Oceania Honda Motor Co (HMC), Fumihiko Ike mengakui, pihaknya berencana menambah kapasitas produksi di Indonesia, khususnya untuk lini produksi skuter otomatik (skutik). “Kami mengalami shortage untuk skuter, makanya kami berencana expand produksi skuter karena pasarnya akan berkembang,” jelas dia.
HMC dikabarkan bakal menambah investasi 10 miliar yen atau sekitar US$ 109 juta hingga 2011 untuk menambah kapasitas produksi 20% dari 3 juta unit menjadi 3,6 juta unit.

Terkait penjualan, Januari-Oktober 2009, penjualan motor bebek AHM turun 36,7% dari 1,86 juta unit menjadi 1,36 juta unit. Nasib serupa juga dialami YMKI yang merosot 22% dari 1,22 juta unit menjadi satu juta unit.

Meski demikian, hingga akhir 2009, YMKI mengaku bakal meraih peningkatan penjualan. ”Hingga akhir 2009 kami menargetkan mampu menjual sekitar 2,6 juta unit motor,” ujar Bambang.

Pada 2008, YMKI melego 2,46 juta unit motor, sedangkan hingga Oktober 2009 penjualan YMKI baru sekitar 2,15 juta unit.

Secara nasional, hingga akhir 2009, penjualan sepeda motor masih melenggang cukup baik, meski turun jika dibandingkan 2008. “Target 5,8 juta unit merupakan optimisme meski terjadi krisis. Bahkan, jika tidak ada gejolak signifikan hingga akhir tahun, bisa mencapai 6 juta unit. Kalau memang itu bisa, luar biasa sekali,” tutur Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata beberapa waktu lalu. Maklum, awal tahun, para produsen menaksir penjualan sepeda motor bisa turun signikan jika dibandingkan 2008 yang mencapai 6,2 juta unit. (edo rusyanto)

Senin, 26 Oktober 2009

Honda Ekspansi Rp 1 Triliun


desain grafis:bimo

PASAR sepeda motor Indonesia masih amat menggiurkan. Saking empuknya, para agen tunggal pemegang merek (ATPM) berlomba-lomba memperkuat basis produksi mereka. Tentu saja, didukung oleh para prinsipal mereka.
Salah satu yang cukup agresif adalah Honda Motor Co (HMC), Jepang. Di Indonesia, HMC menggandeng PT Astra International Tbk (AI) membentuk PT Astra Honda Motor (AHM).
HMC berniat menambah kapasitas produksi AHM dari 3 juta unit per tahun pada saat ini, menjadi sekitar 3,6 juta unit per tahun pada 2011. tak tanggung-tanggung, dana yang mereka investasikan sekitar 10 miliar yen atau setara sekitar US$ 109 juta alias sekitar Rp 1 triliun dengan asumsi kurs Rp 10 ribu per dolar AS.
Seperti dikutip Nikkei, Tokyo, Senin (26/10), investasi tersebut digelontorkan untuk merespons pasar sepeda motor Indonesia yang masih terus bertumbuh. Indonesia saat ini pasar sepeda motor terbesar ketiga di dunia setelah Cina dan India.
Dalam lima tahun terakhir, pasar Indonesia menyerap 24,45 juta unit sepeda motor, sedangkan India dan Cina, masing-masing sebesar 36,40 juta unit dan 108,21 juta unit. Tahun lalu, prosentase pertumbuhan Indonesia mencapai 32% atau lebih tinggi dibandingkan India dan Cina yang masing-masing 2,5% dan 18,3%. Tak heran, Indonesia masih menjadi pasar yang sexy.

Honda Masih Dominan
Amat lumrah jika HMC berniat ekspansi. Tahun 2008, AHM menguasai 46,2% pangsa pasar domestik atau setara dengan penjualan 2,87 juta unit sepeda motor. Rival terdekat mereka adalah Yamaha dengan pangsa pasar 39,7% setara dengan 2,46 juta unit.
Sepanjang Januari-September 2009, AHM sudah melego 1,89 juta unit, dengan penguasaan pangsa pasar 45,8%. Sedangkan Yamaha yang diageni PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) mengguyur pasar 1,87 juta unit, dengan pangsa pasar 45,2%.
Sepanjang lima tahun terakhir, AHM menjual sebanyak 11,89 juta motor Honda. Pada akhir September 2009, AHM bahkan telah memproduksi lebih dari 25 juta unit sepeda motor, dan mencanangkan produksi ke-30 juta pada 2011. tahun lalu, pertumbuhan penjualan AHM mencapai 33,3%.
Sebelumnya, seperti dikutip Investor Daily, Managing Director Asia and Oceania HMC Fumihiko Ike memberi bocoran bahwa pihaknya berencana menambah kapasitas produksi khusus produksi skuter otomatik (skutik).
Dengan asumsi investasi anyar mereka sekitar Rp 1 triliun sepanjang tahun ini hingga 2011, tak dipungkiri, langkah Honda itu untuk kian memperkuat daya cengkeram mereka di pasar domestik. Rivalitas penguasaan pangsa pasar sepeda motor di Tanah Air, masih berkutat di kalangan prinsipal asal Jepang. Selain Honda dan Yamaha, penguasa pangsa pasar lainnya adalah Suzuki dan Kawasaki. (edo rusyanto)

Kamis, 15 Oktober 2009

2011, Produksi Honda Tembus 30 Juta Unit


foto:edo

Produksi sepeda motor Honda di Indonesia diperkirakan menembus 30 juta unit dalam dua tahun ke depan seiring tren peningkatan permintaan. Hingga Oktober 2009, produksi Honda mencapai 25 juta unit, tertinggi di Indonesia sekaligus di Asean.
Seiring dengan itu, Honda Motor Co Ltd selaku prinsipal siap menambah investasi guna memperluas kapasitas produksi model skuter otomatik (skutik). Total kapasitas terpasang Honda saat ini mencapai tiga juta unit, sedangkan kapasitas model skutik sekitar 90 ribu unit per bulan.
Presiden Direktur PT Astra Honda Motor (AHM)—agen tunggal pemegang merek (ATPM) Honda di Indonesia—Miki Yamamoto menerangkan, produksi 25 juta unit dicetak Sabtu (3/10) di pabrik Cikarang dengan model motor Vario Techno CBS. Dengan demikian, Honda berhasil menjadi pabrikan motor dengan volume produksi tertinggi mengalahkan merek lain.
“Capaian ini menunjukkan potensi pasar motor Indonesia sangat besar dan menjanjikan ditandai dengan pertumbuhan penjualan yang fantastis. Ini mendorong kami untuk selalu memberikan produk yang terbaik,” ujar Miki di sela perayaan produksi 25 juta unit Honda di Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Kamis (15/10).
Menurut Miki, sejak 1971 hingga saat ini, Honda aktif menambah investasi untuk keperluan produksi. Awal tahun ini, ujar Miki, Honda membangun pabrik perakitan velg balap (casting wheel/CW) meski krisis finansial dunia tengah menekan perekonomian nasional. Total investasi yang dikucurkan Honda untuk proyek ini sekitar US$ 30 juta.
Selain membangun pabrik velg CW, lanjut Miki, Honda sukses menambah kapasitas model skutik dari 60 ribu unit menjadi 90 ribu unit per Juli 2009. Investasi proyek ini sekitar Rp 140 miliar. Semua tambahan investasi ini menjadi senjata untuk mengejar target produksi 30 juta unit.
“Dukungan dari berbagai pihak tentunya sangat kami harapkan guna mempercepat produksi 30 juta unit,” jelasnya.

Dominan Bebek

Direktur Pemasaran AHM Julius Aslan optimistis target produksi 30 juta unit dapat dicapai kurang dari dua tahun. Untuk tahun ini saja produksi Honda diperkirakan mencapai 2,6-2,7 juta unit dan diprediksi meningkat sekitar 10% pada tahun depan. Hal ini sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi nasional dari 4,5% menjadi 5,5% pada tahun depan.
”Dengan penjualan di atas 2,7 juta unit pada 2010, kami dapat menambah produksi lima juta unit dalam waktu kurang dari dua tahun,” jelasnya.
Honda, kata Julis, akan merilis beberapa model baru pada tahun depan guna mendongkrak penjualan. Hanya saja dia enggan menyebutkan model-model apa saja yang akan dilansir itu. Selain melepas produk baru, lanjut Julius, AHM akan menggencarkan iklan di beberapa media massa.
”Kami masih akan fokus pada model-model andalan seperti bebek yang porsinya mencapai 60% dari total penjualan, disusul skutik 30%, dan sport 10%,” terangnya.
Di sisi lain, Managing Director Asia and Oceania Honda Motor Co Fumihiko Ike menyatakan, Indonesia merupakan basis produksi nomor dua Honda di dunia setelah India. Pada 2008, kata dia, penjualan Honda Indonesia menyumbangkan 20% dari total penjualan global Honda sebesar 15 juta unit. Adapun India mengontribusi penjualan lima juta unit.
”Memang tahun ini pasar diprediksi turun, tapi berpeluang bangkit kembali pada tahun depan seiring membaiknya perekonomian nasionl,” tuturnya.
Untuk merespons peningkatan pasar di Indonesia, Honda Motor Co kini tengah mengkaji peningkatan kapasitas lini produksi skutik. Dia menilai, pasokan motor skutik Honda di pasar saat ini sangat ketat sehingga konsumen terpaksa menunggu.
Ike memprediksi, total penjualan Honda pada tahun ini turun 15%. Sedangkan penjualan Honda di Indonesia ditaksir turun dibanding 2008 menjadi 2,7 juta unit. Honda merupakan pemimpin pasar di bisnis motor di Tanah Air dengan pangsa pasar 45%. (coy)

sumber; Investor Daily

Honda Rayakan Produksi ke 25 Juta



foto:eko

HARI ini, Kamis (15/10), di Cikarang, Jawa Barat, PT Astra Honda Motor (AHM) merayakan produksi sepeda motor ke-25 juta. Sebuah angka produksi yang belum tertandingi oleh para agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor lainnya yang beroperasi di Indonesia.
Lokasi perayaan kali ini, sama dengan perayaan produksi ke-20 juta pada 30 November 2007. Artinya, selama dua tahun AHM mampu memproduksi lima juta unit, atau setara dengan sekitar 285 unit sepeda motor per jam. Luarrr biasa.
AHM saat ini memiliki kapasitas produksi sekitar tiga juta unit per tahun, berarti, selama dua tahun utilisasi yang dipakai produsen yang didirikan pada 11 Juni 1971 itu, baru mencapai sekitar 83,3%, lebih tinggi dari rata-rata utilisasi industri yang tahun ini saja hanya ditargetkan 54%.
AHM yang semula bernama PT Federal Motor itu, saat pertamakali berproduksi pada 1971 hanya 1.500 unit. Sebuah pertumbuhan yang drastis dibandingkan hingga September 2009 mampu menjual sekitar 1,8 juta unit.
Perusahaan yang 50% sahamnya dimiliki PT Astra International Tbk dan 50% dimiliki Honda Motor Co., Ltd itu, kini memiliki 10 jenis sepeda motor. Produk tersebut meliputi tipe cub alias bebek yakni Honda Absolute Revo 110, Honda Blade, Honda Supra X 125 R, dan Honda Supra X 125 PGM-FI. Lalu, tipe sport yakni Honda City Sport 1, Honda Mega Pro, dan Honda Tiger. Terakhir, tipe skutik yakni Honda Beat, Honda Vario, dan Honda Vario Techno.
Penguasa pangsa pasar sepeda motor di Tanah Air ini, merupakan produsen terbesar di Asean, bahkan produksi mereka yang ke-20 juta merupakan yang ketiga setelah Cina dan India.
Dengan didukung sekitar 13 ribu karyawan, AHM pantas merangsek pasar domestic. Maklum, jaringan mereka merupakan yang terluas, setidaknya saat ini AHM memiliki 1.600 showroom dealer penjualan yang diberi kode H1, lalu 3.800 layanan service atau bengkel AHASS (Astra Honda Authorized Service Station) dengan kode H2, serta 6.500 gerai suku cadang atau H.
Produksi AHM yang memiliki tiga pabrik itu, terus berkembang pesat. Selain karena pasar domestik yang memang terus bertumbuh, juga karena dukungan sistem pembiayaan yang relatif terjangkau konsumen. Bahkan, pada perayaan produksi ke-20 juta pada November 2007, Direktur Pemasaran AHM saat itu yakni Johannes Loman, memprediksi, pada 2010, AHM bakal memproduksi sepeda motor yang ke-30 juta. Namun, apakah perkiraan itu bakal tercapai? Kita lihat saja, karena itu berarti dalam satu tahun ke depan, AHM harus memproduksi lima juta unit sepeda motor. (edo rusyanto)

Minggu, 13 September 2009

Saat ATPM ‘Merangkul’ Koboi


foto:stephen

APA hubungannya Shusi Tei dengan Soichiro Honda? Lalu, apa pentingnya pabrikan sepeda motor merangkul Koboi?
Semua pertanyaan itu ternyata mudah dijawab. Tidak harus ke Tokyo, Jepang atau ke Texas, Amerika Serikat. Cukup nongol di pusat perbelanjaan elite, Plaza Senayan, Jakarta, semua pertanyaan itu terjawab.
Soichiro Honda sukses mendirikan perusahaan otomotif Honda yang kini malang melintang di seluruh jagat, termasuk di bumi Pertiwi. Semasa hidupnya, boleh jadi Soichiro Honda menyukai shusi yang notabene adalah masakan dari negeri asalnya, Jepang. Lalu, apa hubungannya dengan Shushi Tei? Jawabannya singkat: tidak ada. He he he.
Shusi Tei adalah restoran kelas atas yang menyajikan masakan menu asal Jepang. Salah satu gerainya berdiri di lantai 3, Plaza Senayan. Di restoran itulah, agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Honda di Indonesia, PT Astra Honda Motor (AHM) merangkul pertemuan dengan para penulis blog otomotif. ”Ini adalah pertemuan kedua setelah 14 Februari lalu di pabrik kami di Cikarang, Jawa Barat,” ujar Istiyani Susriyati Kepala HC3 PT AHM, saat membuka pertemuan dengan para penulis blog, Jumat (11/9). Pertemuan yang dikemas dalam acara buka puasa bersama itu, dihadiri belasan penulis blog. Fenomena menulis informasi di jaringan internet kian meluas di Tanah Air. ”Saat ini ada sekitar satu juta blog di Indonesia,” kata Wicaksana ’ndoro kakung’, yang kerap dijuluki Bapak Blogger Indonesia, di sela pertemuan tersebut.
Sontak, hal itu ditimpali Julius Aslan, direktur pemasaran PT AHM sebagai suatu fenomena yang harus diantisipasi perusahaannya. ”Blog memiliki peranan penting untuk menyebarluaskan informasi mengenai produk-produk kami kepada masyarakat,” tutur Julius Aslan.
Di tengah meluasnya penggunaan internet di Indonesia yang saat ini ditaksir ada sekitar 30 juta pengguna, kehadiran blogger (julukan bagi penulis dengan medium website di jaringan internet), boleh jadi dilirik para pabrikan sepeda motor sebagai tambahan fitur saluran informasi. ”Kami membuka diri bagi para blogger untuk bertanya tentang produk kami,” tutur Julius lagi.
Ia mengaku, pihaknya berharap hubungan dengan blogger bersifat profesional. ”Kami tidak ingin para blogger kehilangan independensinya,” tegas pria berkacamata itu.
Rudy Trihatmoko, salah seorang blogger senior mengingatkan PT AHM agar tidak peka kritik. ”Jangan tersinggung jika dikritik,” paparnya.
Para blogger juga mengajukan pertanyaan apakah PT AHM bakal mengajukan gugatan hukum jika ternyata ada tulisan blogger yang kuran berkenan. ”Jika berupa fitnah sehingga konsumen enggan membeli produk Honda, kami akan lakukan tuntutan,” ujar Julius. Namun, ia buru-buru mewanti-wanti, para blogger tidak perlu khawatir mengekspresikan diri dalam karya tulisnya. Terpenting, kata dia, buka fitnah. Maklum, di PT AHM saat ini bernaung sekita 13 ribu karyawan.
Mengingat sekitar 10 hari lagi memasuki Idul Fitri, manajemen PT AHM yang hadir saat itu juga membeberkan program Mudik Bareng Honda yang digelar pada Jumat (18/9), dari pabrik mereka di Sunter, Jakarta Utara.
Setelah berbincang sekitar dua jam, para blogger yang bernaung dalam Komunitas Blogger Otomotif Indonesia (Koboi) menuntaskan silaturahmi dengan foto bersama di depan restoran Shusi Tei. Masih ada aroma iklan salmon, ketika kaki melangkah meninggalkan restoran tersebut pada pukul 20.49 WIB. (edo rusyanto)

Rabu, 09 September 2009

AISI Naikkan Target Penjualan Motor



foto:edo


Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menaikkan target penjualan motor nasional dari 5,4 juta unit menjadi 5,8 juta unit menyusul tingginya angka penjualan motor pada Agustus 2009. Angka ini melemah 6,4% dibanding 2008 sebesar 6,2 juta unit.

Pada Agustus lalu, penjualan motor mencetak rekor tertinggi sepanjang sejarah sebesar 627.770 unit, meningkat 1,4% dibanding Agustus 2008 sebesar 618.965 unit. Ini merupakan peningkatan penjualan pertama sepanjang tahun ini setelah sebelumnya terpuruk selama tujuh bulan berturut-turut.
“Target 5,8 juta unit merupakan optimisme meski terjadi krisis. Bahkan, jika tidak ada gejolak signifikan hingga akhir tahun, bisa mencapai 6 juta unit. Kalau memang itu bisa, luar biasa sekali,” tutur Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata di Jakarta, Selasa (8/9).

Gunadi menerangkan, pasar pada Agustus terbantu oleh naiknya harga komoditas primer sehingga mengangkat daya beli masyarakat luar Jawa. Di sisi lain, penjualan di wilayah Jabodetabek dan Jawa Barat yang selama ini menjadi motor penjualan justru menurum. Saat ini porsi dua wilayah ini turun dari 25% menjadi 21-22%.

Ia menjelaskan, aliran kredit yang mulai lancar dengan tingkat suku bunga yang berangsur turun menjadi pemicu utama optimisme tersebut. Artinya, kata dia, likuiditas bank mulai membaik. “Suku bunga kredit berangsur turun, menjadi sekitar 23% saat ini,” ujar dia. Faktor lain, ujar dia, momen Hari Raya Lebaran.

Selain itu, Gunadi menuturkan, kredit pembelian motor jelang Lebaran 2009 diperkirakan naik sekitar 10% dibandingkan penjualan reguler. “Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya tidak jauh berbeda. Kenaikan kredit motor disumbang dengan penurunan bunga dan persyaratan kredit yang mudah” kata Gunadi.
Gunadi menambahkan, investasi yang mendorong infrastruktur semakin memadai mendukung peningkatan pasar motor.

Honda Berjaya
Pada Agustus 2009, Honda berhasil merebut posisi pertama pada bulan lalu menggeser Yamaha dengan penjualan 292.268 unit. Sedangkan Yamaha menorehkan penjualan 280.454 unit diikuti Suzuki 48.437 unit, dan Kawasaki 6.611 unit.

Hingga Agustus 2009, penjualan motor mencapai 3,6 juta unit, turun 14,2% dibanding periode sama 2008 sebesar 4,244 juta unit. Menurut Gunadi, pasar motor terus tumbuh dalam dua tahun terakhir. Bahkan jika tidak ada krisis, pasar berpeluang menembus 7 juta unit pada 2009 dibanding 2008 sebesar 6,2 juta unit.

Sementara itu, Chief Executive PT Astra International Tbk Honda Ronny Ramli menyatakan, penjualan motor Honda sepanjang Agustus dan awal September melambung 25% dipicu sentimen Lebaran. Sekitar 80% pembelian dilakukan dengan cara kredit di mana sebagaian besar merupakan kenis motor skuter otomatik (skutik).
Ia menilai penurunan BI Rate ke 6,5% kian menekan bunga kredit sehingga mendorong penjualan motor. Ia memperkirakan penjualan akan menurun pada September karena panjangnya hari libur.

“Hari kerja pada September paling hanya 20 hari jadi akan pengaruh terhadap produksi dan distribusi motor,” ujarnya. (eme/coy)

sumber; investor daily

Sabtu, 15 Agustus 2009

Yamaha Unggul Lagi


foto:edo

KABAR baru berhembus. Penjualan sepeda motor Yamaha ungguli Honda. Sepanjang Januari-Juli 2009, total penjualan Yamaha ditaksir mencapai 1.407.924 unit, sedangkan Honda terpaut tipis yakni 1.406.428 unit.
Manajemen Yamaha di Indonesia berbunga-bunga. Sebuah rekor baru setelah 35 tahun beroperasi di Indonesia. Manajemen Honda menimpali kalem dan fokus menggenjot produk skutik mereka yang selama ini memang tertinggal dari Yamaha.
Itu dari penjualan secara kumulatif. Pada penjualan bulanan, Yamaha juga unggul pada Juli 2009 yakni sebanyak 253.683 unit, sedangkan Honda sebanyak 241.028 unit.
Prestasi gemilang diraih Yamaha dalam penjualan bulan lalu jika dibandingkan Juli 2008. Yamaha membukukan kenaikan penjualan hingga 18,5%, kondisi terbalik justru terjadi pada Honda yang merosot 13,6%.
Keunggulan Yamaha dalam penjualan bulanan pada 2009 sudah terjadi tiga kali yakni pada April, Juni, dan Juli. Tahun lalu, Yamaha sempat unggul pada penjualan bulanan yakni pada Desember 2008. Hingga kini, posisi ketiga penguasa pangsa pasar masih digenggam Suzuki. ATPM sepeda motor Jepang masih merajai penjualan sepeda motor di pasar Indonesia. Selain ketiga merek tersebut, Kawasaki ikut memperkuat dominasi motor Negeri Matahari Terbit itu.
Agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Yamaha, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) hingga kini menguasai segmen skutik dan motor sport, sedangkan ATPM Honda yakni PT Astra Honda Motor (AHM) gemilang di segmen sepeda motor bebek. Keduanya bersaing ketat memperebutkan pasar domestik yang pada 2009 masih bisa menggeliat meski pada 2008 mencetak penjualan tertinggi sepanjang sejarah yakni sekitar 6,2 juta unit. “Tahun ini bisa mencapai sekitar lima juta unit, lebih bagus dari ekspektasi awal tahun yang memperkirakan penurunan 30% dibandingkan 2008,” ujar Gunadi Sindhuwinata, ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Kita lihat saja, bagaimana persaingan hingga akhir tahun nanti. Sanggupkah Honda menahan gempuran Yamaha? (edo rusyanto)

Jumat, 17 Juli 2009

Beli Honda, Dapat Asuransi Gratis Rp 10 Juta




BIKERS penuh dengan risiko kecelakaan di jalan. Tak heran jika perusahaan asuransi membidik segmen penjualan sepeda motor. PT Asuransi Jaya Proteksi termasuk jeli melihat peluang itu. Jaya Proteksi menggandeng PT Wahana Makmur Sejati, dealer utama sepeda motor Honda untuk wilayah Jakarta dan Tangerang.
Menurut Direktur PT Asuransi Jaya Proteksi Nicolaus Prawiro, setiap pembeli sepeda motor Honda mulai Juli 2009 bakal mendapat perlindungan asuransi kecelakaan diri yakni Rp 10 juta untuk korban meninggal dunia dan Rp 10 juta untuk korban cacat tetap. Besaran santunan cacat tergantung pada jenis cacat yang sudah diatur dalam tabel perlindungan perusahaan tersebut. ”Dengan program asuransi gratis ini diharapkan pengguna sepeda motor Honda dapat merasa aman dan nyaman dalam berkendara,” ujar Nicolaus dalam siaran pers, Kamis (16/7).
Sekitar 53,5% pendapatan perusahaan tersebut diperoleh dari asuransi kendaraan bermotor.
Konsep asuransi bagi sepeda motor juga diberikan oleh PT Asuransi Takaful Umum lewat produknya, Takaful Ansor. Takaful Ansor memberikan manfaat plus, selain melindungi risiko kehilangan atau kecelakaan (total loss only), juga memberikan manfaat asuransi jiwa bagi pemiliknya. Santunan yang diberikan Rp10 juta untuk meninggal dunia karena kecelakaan dan Rp 5 juta untuk meninggal dunia bukan karena kecelakaan.
Kembali lagi soal asuransi gratis bagi pembeli sepeda motor baru Honda, dinilai menjadi salah satu daya tarik bagi konsumen. ”Wah asyik tuh, bisa-bisa beli motor baru nih gue,” ujar Ryan, seorang karyawan swasta di Jakarta. Ia merasa asuransi gratis itu memberi perlindungan jika terjadi kecelakaan. ”Cuma bagaimana ngurusnya yah? Rumit gak?,” kata dia.
Program asuransi gratis merupakan salah satu dari aneka daya pikat pemasaran perusahaan yang memiliki jaringan 109 dealer dan 362 bengkel AHASS itu. Wahana juga memiliki aneka daya pikat di antaranya program cash back untuk pembelian CS-1 sebesar Rp 500 ribu dan cash back Rp 400 ribu untuk pembelian Honda Supra X 125 Standar. Cash back berlaku untuk pembelian secara tunai atau kredit, meski hanya berlaku pada 1-30 Juni 2009.
Wahana yang berdiri sejak 1972 itu merupakan dealer utama Honda itu, memiliki prestasi penjualan cukup tinggi. Pada 2008, perusahaan tersebut ditargetkan menjual 260 ribu unit motor, naik dibandingkan 2007 yang sebanyak 180 ribu unit. Pada 2006, Wahana sempat menjual 218 ribu unit, meski prestasi terbaik sepanjang lima tahun terakhir adalah pada 2005 yakni sebanyak 260 ribu unit. (edo rusyanto)

Senin, 13 Juli 2009

Yamaha Libas Honda




PERISTIWA itu terulang kembali. Yamaha melibas Honda dari segi volume penjualan. Tahun ini, Yamaha meninggalkan Honda pada April dan Juni 2009. Pada April, Yamaha mampu menjual 189.695 unit, sedangkan pada Juni sebesar 218.614 unit. Pada periode itu, Honda masing-masing 155.789 unit dan 216.876 unit.
Selisih penjualan pada April cukup menganga yakni hampir 34 ribu unit, namun pada Juni 2009 selisihnya hanya dua ribu unit. Tahun lalu, Yamaha yang di Indonesia diwakili oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) juga sempat melampaui Honda yang diwakili PT Astra Honda Motor (AHM). Pada Desember 2008, Yamaha terjual 108.991 unit, sedangkan Honda terjual 101.657 unit. Tipis memang.
Memasuki 2009, selisihnya cukup besar. Ada gejala apa? YMKI punya jurus ampuh?
Wakil Presiden Direktur YMKI Dyonisius Beti menjelaskan, kesuksesan Yamaha tak lepas dari peluncuran bebek baru Vega ZR 115 yang diklaim tangguh dengan harga terjangkau. “Vega bukan produk dengan standar biasa karena punya mesin 115 cc dan harganya terjangkau Rp 11,5 juta, irit dan tangguh. Cocok untuk kondisi krisis” ujar Beti, seperti dikutip Investor Daily.
Otot Yamaha ada pada produk skutik dan motor sport. Sementara itu, Honda mengandalkan produk bebek.
Secara kumulatif, sepanjang Januari-Juni 2009, Honda masih unggul tipis yakni mampu menjual sekitar 1,165 juta unit, sedangkan Yamaha sekitar 1,154 juta unit. Di posisi ketiga masih ditempati Suzuki dengan penjualan 198.116 unit.
Direktur Pemasaran AHM Julius Aslan menilai, Yamaha mampu mempersempit jarak dengan Honda karena menjadi pemimpin di pasar skutik. Di segmen ini Honda hanya menguasai 33% pasar. Padahal pasar skutik terus berkembang menggerus porsi bebek. Di segmen skutik, Yamaha 505.645 unit atau setara dengan menguasai 54,4% pangsa pasar, sedangkan Honda hanya 343.249 unit atau setara dengan 36,9%. Tak heran jika berembus kabar, dalam waktu dekat Honda bakal meluncurkan varian skutik baru untuk memperkuat penguasaan pangsa pasar. ”Kita memilih waktu yang tepat untuk meluncurkan produk baru itu,” ujar Kristanto, head of public relation AHM. (edo rusyanto)

Jumat, 10 Juli 2009

Urusan Skutik, Yamaha Jagonya




YAMAHA masih merajai segmen scooter automatic (skutik) di Indonesia. Sepanjang Januari-Juni 2009, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (Yamaha) menguasai 54,4% pangsa pasar atau setara dengan 505.645 unit. Walau masih menjadi king of skutik, pangsa pasar Yamaha sesungguhnya turun dibandingkan enam bulan pertama 2008 yang mencapai 56%. Saat itu, Yamaha menjual 416.486 unit.
Di pasar domestik, Yamaha yang mengusung Mio dan Soul, berhadapan dengan PT Astra Honda Motor (Honda). Penguasaan pangsa pasar Honda pada Januari-Juni mencapai 36,9% atau setara dengan 343.249 unit, jauh meninggalkan PT Suzuki Indomobil Sales (Suzuki) yang bertengger di 8,7% (80.518 unit).
Honda mengobrak-abrik segmen skutik. Market share-nya menyedot milik Yamaha dan Suzuki. Pada semester pertama 2008, market share Honda baru 28,3%, itu berarti mengambil 1,6% pangsa pasar Yamaha dan edannya, mengambil 5,66% pangsa pasar Suzuki.
Honda melenggang di skutik lewat Vario dan Beat, sedangkan Suzuki mengusung Spin, SkyDrive, dan SkyWave.
Honda cukup piawai menguasai pasar skutik layaknya mereka menguasai pasar sepeda motor bebek. Pada enam bulan pertama 2009, Honda menguasai 63% pasar bebek.
Kembali soal skutik. Pada Januari-Juni 2009, total segmen ini mencapai 929.412 unit atau sekitar 36,49% dari total pasar yang mencapai 2.546.929 unit. Penjualan skutik terus bertumbuh, pada periode sama 2008, penjualan skutik mencapai 725.268 unit dengan pangsa pasar 23,73%. Pertumbuhan yang luar biasa. ”Saya beli skutik karena praktis dipakai dan tidak capek saat di kemacetan jalan,” ujar Herri, seorang pemakai skutik.
Segmen ini terus menggeliat melibas segmen sport yang pada enam bulan tahun ini 227.124 unit dengan pangsa pasar 8,9%, jauh di bawah bebek yang mencapai 1.390.393 unit (54,6%).
Secara nasional, total penjualan sepeda motor terus meningkat dalam dua bulan terakhir dan bakal terus meningkat hingga akhir tahun. ”Banyak sentimen positif pada semester kedua seperti pemangkasan bunga kredit,” tutur Gunadi Sindhuwinata, ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Sepanjang tahun ini, total penjualan sepeda motor bakal mencapai sekitar lima juta unit. Naik, dari prediksi awal tahun ini yang ditaksir 4,4 juta unit. Namun, berkurang sekitar 15% jika dibandingkan akumulasi 2008 yang mencapai sekitar 6,2 juta unit. (edo rusyanto)

Selasa, 07 Juli 2009

Produsen Motor Wajib Bagikan Dua Helm SNI



Produsen sepeda motor Indonesia nantinya diwajibkan membagikan dua helm Standar Nasional Indonesia (SNI) kepada konsumen pembeli sepeda motor baru.

"Secepatnya ketentuan (wajib bagikan dua helm SNI, red) itu akan diterapkan," kata Dirjen Perhubungan Darat, Departemen Perhubungan, Suroyo Alimoeso kepada pers di sela Honda Goes to Campus di Kampus Sekolah Tinggi Transportasi Darat, Bekasi, Senin.

Acara itu tersendiri terselenggara dalam rangkaian Pekan Nasional Keselamatan Jalan.

Menurut Suroyo, kewajiban itu adalah wujud tanggung jawab bersama dalam hal ini produsen sepeda motor terhadap keselamatan di jalan, khususnya pengguna sepeda motor.

"Sepeda motor yang kini komposisinya 70 persen di jalan adalah penyumbang terbesar kecelakaan di jalan," katanya.

Suroyo menjelaskan, pengguna sepeda motor sesuai regulasi adalah dua orang.

Pemberian helm ini, kata Suroyo, selain untuk mendidik masyarakat pentingnya menggunakan helm SNI, juga untuk mengurangi dampak kecelakaan sepeda motor di jalan.

Menanggapi hal itu, Direktur IT, HR dan GA Astra Honda Motor, Kurniadi mengaku siap memberikan dua helm SNI kepada konsumen pembeli sepeda motor Honda.

Kurniadi mengaku, selama ini setiap pembelian sepeda motor baru, pihaknya telah memberikan satu helm gratis non-SNI.

"Tidak SNI karena aturannya memang tidak ada. Ke depan, kalau aturannya ada, kami siap saja," katanya.

Dia juga belum memastikan, jika aturan tersebut ada, berpengaruh terhadap harga jual motor baru atau tidak. (Saptono)


Sumber; Antara, Senin, 6 Juli 2009 15:58 WIB

Pasar Motor Semester I Anjlok 17%



Realisasi penjualan motor nasional sepanjang semester pertama 2009 anjlok 17% menjadi 2.538.909 unit dibanding periode sama 2008 sebesar 3.055.327 unit menyusul tergerusnya daya beli masyarakat akibat krisis ekonomi dunia. Krisis membuat harga komoditas rontok tajam dan bunga cicilan kredit membengkak, sehingga penjualan motor turut terpangkas.
Meski begitu, pasar motor nasional terus mengalami tren penjualan positif dari bulan ke bulan. Berdasakan data yang dihimpun dari beberapa agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor papan atas, penjualan motor pada Mei meningkat 4% menjadi 477.224 unit dari Mei 457.650 unit.
General Manager Marketing & Product Development Division PT Astra Honda Motor (AHM) Sigit Kumala menyatakan, pasar motor kian membaik dalam tiga bulan terakhir. Salah satu pendorongnya, ujar dia, adalah pemangkasan suku bunga acuan (BI Rate) oleh Bank Indonesia. Pada awal bulan ini BI menurunkan BI Rate dari 7% menjadi 6,75%.
Dia menjelaskan, penurunan BI Rate otomatis akan memaksa perusahaan pembiayaan (leasing) menurunkan bunga kredit di level konsumen. Saat ini, kata dia, bunga cicilan turun dari 33-34% menjadi 27-28%. “Kondisi ini akan meringankan konsumen karena sekitar 80% pembelian motor menggunakan skema kredit,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/7).
Presiden Direktur PT Adira Finance Tbk Stanley Setia Atmadja menyatakan, perusahaan leasing tidak dapat langsung memangkas bunga kredit guna merespons penurunan BI Rate. Sebab, biaya dana di perbankan juga tidak dapat langsung turun. “Kalau biaya dana turun, dalam dua bulan ini saya pikir bunga kredit bisa turun. Memang agak terlambat karena perlu penyesuaian,” jelasnya.
Manajer Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 2W Edi Darmawan menambahkan, pasar motor dalam tren menguat hingga September dipicu sentimen Lebaran. “Kami harap ada kenaikan permintaan pada bulan puasa pada September tahun ini. Setelah itu pada Oktober baru sedikit turun,” katanya.
Senada dengan Sigit, Edi menilai tren penurunan suku bunga dapat mengangkat pasar motor pada semester kedua. Dia berharap suku bunga cicilan dapat terus turun sehingga dapat memompa penjualan.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menyatakan, AISI akan merevisi target penjualan motor nasional dari turun 30% menjadi hanya turun 20% seiring makin membaiknya penjualan. Namun, kata Gunadi, revisi kemungkinan baru keluar pada awal semester kedua.
“Pada semester kedua pasar kemungkinan bakal bergerak karena ada sentimen pameran seperti arena Pekan Raya Jakarta yang biasanya dijadikan ajang promosi bagi ATPM,” jelas Gunadi.

Honda Kuasai Pasar
Di sisi lain, Honda masih menjadi pemimpin pasar motor nasional dengan volume penjualan 216.876 unit (45,4%) pada Juni disusul Yamaha 210.614 unit (44,1%). Suzuki menguntit di posisi ketiga dengan volume penjualan 42.425 unit (8,9%) dan Kawasaki 7.009 unit (1,5%). Pangsa pasar kumulatif (year to date) Honda mencapai 45,9% dan Yamaha 45,1%. (coy)

sumber; invetor daily, selasa (7/7)

Senin, 04 Mei 2009

Penjualan Motor Merosot 29%


Penjualan motor domestik secara wholesales (pengiriman motor dari pabrik ke dealer) sepanjang April 2009 merosot 29% dibanding bulan sama tahun lalu menjadi 385.606 unit dari sebelumnya 542.750 unit. Kontraksi pasar pada bulan lalu merupakan yang tertinggi sepanjang tahun ini.

Direktur Pemasaran PT Astra Honda Motor (AHM), agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor Honda, menilai, penurunan pasar yang tajam ini dipicu aksi Honda selaku pemimpin pasar motor nasional mengurangi posisi stok di dealer. Hal ini terbaca dari rendahnya penjualan wholesales Honda yang hanya 155.789 unit, turun 24% dibanding bulan sebelumnya 204.352 unit.

Pemangkasan stok, ujar Julius, demi menyehatkan posisi stok di dealer. Dia mencatat, stok Honda berada di atas satu bulan pada April, sehingga harus diturunkan. “BI Rate memang sudah turun 200 basis poin menjadi 7,5% namun perusahaan leasing belum menurunkan bunga sehingga penjualan belum membaik,” ujarnya, ketika dihubungi di Jakarta, Senin (4/5).

Berdasarkan data yang dihimpun dari beberapa agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor, Yamaha berhasil membukukan penjualan tertinggi sebesar 189.082 unit disusul Honda 155.789 unit, Suzuki 36.901 unit dan Kawasaki sebesar 3.834 unit. Kesuksesan Yamaha menggusur Honda di posisi pertama merupakan yang pertama dalam tahun ini.

Tahun 2008, Yamaha menyalip Honda pada Desember. Hal serupa pernah dilakukan Yamaha pada Maret dan Juli 2007.

Wakil Presiden Direktur PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Dyonisius Beti mengibaratkan persaingan antara Honda dan Yamaha sperti aksi balap Valentino Rossi (Fiat Yamaha) dan Dani Pedrosa (Repsol Honda) di sirkuit Jerez, Spanyol, akhir pekan lalu. Pedrosa yang pada awal pertandingan sempat memimpin akhirnya disalip Rossi di sisa 10 lap balapan.

“Perlahan-lahan Rossi menyusul Pedrosa. Rossi menang dan Yamaha juga ikut menang. Mungkin ini bukan sekedar kebetulan,” paparnya.

Julius Aslan menyatakan, AHM akan menambah pasokan motor ke dealer mulai bulan ini. Namun dia menolak menyebutkan berapa target wholesales Honda bulan ini. “Kemungkinan akan mendekati level Maret,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Direktur PT Astra Honda Motor (AHM), produsen motor Honda, Miki Yamamoto menerangkan, industri motor nasional mengalami kelebihan stok sepanjang kuartal pertama tahun ini. Beberapa produsen motor diduga sengaja memasok motor dalam jumlah banyak ke dealer hanya untuk gengsi semata.

Tingginya stok di pasar membuat para dealer terdorong untuk melakukan praktik banting harga (diskon). Efeknya, nilai jual kembali (resale value) motor dapat anjlok. “Kami tidak ingin hal ini terjadi pada Honda. Yang terpenting bagi kami adalah menjalankan bisnis dengan sehat bukan semata mengejar market share,” ujar Miki.

Pasar motor hingga April 2009 tercatat anjlok 18,5% menjadi 1.603.810 unit dibanding periode sama tahun lalu sebesar 1.969.340 unit. Miki Yamamoto memprediksi penjualan motor tahun ini akan mencapai 5 juta unit, turun 19% dibanding 2008 sebesar 6,2 juta unit. Sedangkan penjualan Honda diprediksi melorot 17% menjadi 2,3 juta unit dibanding 2008 sebanyak 2,8 juta unit.

Per April 2009, penjualan Honda tercatat turun 17% menjadi 740.312 unit dengan pangsa pasar 46,2%. Sedangkan penjualan Yamaha terpangkas 7% menjadi 728.635 unit dengan pangsa pasar 45,4%. Sedangkan pangsa pasar Suzuki tercatat mencapai 7,5% disusul Kawasaki sebesar 0,8%. (coy)

Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian