Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto
Tampilkan postingan dengan label suzuki. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label suzuki. Tampilkan semua postingan

Jumat, 08 Januari 2010

Honda Masih Rajanya Bisnis Motor


foto:david

HONDA memang luar biasa. Sepanjang lima tahun terakhir tak tergoyahkan memimpin pangsa pasar sepeda motor domestik. Pada 2009, Honda menguasai 46,18% pangsa pasar dengan total penjualan sebanyak 2,7 juta unit dan tahun ini menargetkan penjualan sekitar tiga juta unit, jika prediksi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) terwujud yakni penjualan sekitar 5,8 juta unit, itu berarti market share Honda sekitar 51,7%. Dahsyat!!!

Pada 2005, Honda yang di Indonesia diageni oleh PT Astra Honda Motor (AHM) sempat menguasai 52% pangsa pasar dengan total penjualan 2,6 juta unit. Besaran penguasaan pangsa pasar terus melorot walau tetap berada di posisi puncak.

Namun, kewaspadaan AHM semestinya terus ditingkatkan jika melihat rival mereka, yakni PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), agen tunggal pemegang merek (ATPM) Yamaha, yang terus merangsek. Bagaimana tidak, jika pada 2005, YMKI baru menguasai 24% market share, pada 2009 melambung menjadi 45,32%. Suatu pergerakan yang fantastis. Yamaha pun nyaris tak goyah di posisi kedua di gurihnya bisnis sepeda motor. Sekadar ilustrasi, jika memakai harga Rp 10 juta per unit, omzet sepeda motor pada 2009 mencapai sekitar Rp 58 triliun, turun sedikit dibandingkan 2008 yang mencapai sektiar Rp 62 triliun.

Ironisnya, perseteruan Honda dan Yamaha di pasar domestik merontokkan pemain asal Jepang lainnya yakni Suzuki. Penguasaan pangsa pasar Suzuki juga melorot terus. Pada 2005, Suzuki sempat menguasai 21% pangsa pasar alias beda tipis dengan Yamaha yang 24%, namun pada tahun lalu, pangsa pasar Suzuki tersisa 7,48%. Dari segi volume, Suzuki yang di Indonesia diageni oleh kelompok usaha Indomobil, hanya mampu melego sekitar 438.135 unit pada 2009, padahal, pada puncaknya Suzuki mampu menjual 1.092.051 (2005).
Pada 2009, penurunan penjualan yang dialami Honda dan Suzuki justeru tidak dirasakan oleh Yamaha dan Kawasaki. Tahun lalu, total penjualan pasar domestik turun 6% menjadi 5.851.749 unit dibanding 2008 sebanyak 6.215.865 unit. (edo rusyanto)

Rabu, 11 November 2009

Suzuki Tambah Investasi US$ 50 Juta




JAKARTA— PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Suzuki, berniat menambah investasi US$ 50 juta pada 2010. Investasi tersebut untuk menambah kapasitas produksi sekitar 40% menjadi 720 ribu unit.
“Pada 2010, produksi sepeda motor ditargetkan menjadi 720 ribu unit, naik dari tahun ini 600 ribu unit,” ujar Presiden Direktur SIM Yoshiji Terada, di Jakarta, Rabu (11/11).
Menurut dia, pihaknya akan mempusatkan produksi motor Suzuki di Indonesia, setelah sebelumnya diproduksi di Thailand. Menurut dia, rencana tersebut akan direalisasikan pada 2010. “Kami melihat potensi pasar Indonesia yang besar, sumber daya migas dan nonmigas yang memadai, serta kebutuhan transportasi yang masih besar,” tutur Terada.
Sementara itu, penjualan Suzuki melalui PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sepanjang Oktober 2009 mencapai sekitar 39.935 unit, naik dari sebelumnya sekitar 35 ribu unit.
Menurut Manajer Pemasaran 2 Wheel SIS Edi Darmawan, peningkatan penjualan tersebut terjadi seiring berakhirnya pemilihan presiden dan penurunan nilai dolar AS terhadap rupiah. “Selain itu, kami juga menggenjot penjualan bulan lalu dengan berbagai promosi di dealer Suzuki dan perusahaan leasing,” ujar Edi kepada wartawan di sela konferensi pers Geber Suzuki 2009 di Jakarta, Rabu.
Dia menambahkan, tahun ini pihaknya menargetkan penjualan motor Suzuki mencapai 600 ribu unit, dengan pangsa pasar 10-11% terhadap total penjualan nasional sebesar 5,5 juta unit. Target ini turun dari penjualan tahun lalu yang mencapai 793.741 unit. “kondisi ekonomi baik makro maupun mikro yang lesu dan kenaikan suku bunga kredit, menjadi penyebab menurunnya daya beli masyarakat tahun ini,” kata Edi.

Penjualan Skydrive
Sementara itu, khusus untuk varian skutik terbaru Skydrive, Edi menjelaskan, sejak diluncurkan pada 1 Mei 2009, rata-rata penjualan per bulan berkisar 6-7 ribu. “Hingga Oktober, penjualan Skydrive sudah berada di kisaran 50-60 ribu unit,” ujar dia. SIS menargetkan, dalam setahun atau hingga akhir April 2010, varian Skydrive mampu terjual hingga 100 ribu unit. Untuk itu, ke depannya SIS akan mengintensifkan promosi varian Skydrive melalui berbagai kegiatan di kota-kota besar Indonesia.
“Selain itu, kerjasama promosi dengan perusahaan leasing dan dealer juga akan tetap kami lakukan,” tutur Edi Darmawan.
Dia juga optimistis pasar skutik di Indonesia akan terus bertumbuh, seiring perubahan tren penggunaan sepeda motor. “Saat ini, sepeda motor, khususnya skutik, selain sebagai alat transportasi juga sebagai sarana kaum muda untuk bergaya,” tutur dia.
Ketika disinggung mengenai rencana peluncuran produk baru skutik Suzuki pada tahun depan, Edi masih belum mau berkomentar. “Produk baru pasti ada, tapi masih rahasia lah,” kata dia. Edi optimistis penjualan motor, khususnya Suzuki pada tahun depan akan lebih bergairah, seiring dengan membaiknya kondisi perkonomian.(c130)


sumber; investor daily

Jumat, 10 Juli 2009

Urusan Skutik, Yamaha Jagonya




YAMAHA masih merajai segmen scooter automatic (skutik) di Indonesia. Sepanjang Januari-Juni 2009, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (Yamaha) menguasai 54,4% pangsa pasar atau setara dengan 505.645 unit. Walau masih menjadi king of skutik, pangsa pasar Yamaha sesungguhnya turun dibandingkan enam bulan pertama 2008 yang mencapai 56%. Saat itu, Yamaha menjual 416.486 unit.
Di pasar domestik, Yamaha yang mengusung Mio dan Soul, berhadapan dengan PT Astra Honda Motor (Honda). Penguasaan pangsa pasar Honda pada Januari-Juni mencapai 36,9% atau setara dengan 343.249 unit, jauh meninggalkan PT Suzuki Indomobil Sales (Suzuki) yang bertengger di 8,7% (80.518 unit).
Honda mengobrak-abrik segmen skutik. Market share-nya menyedot milik Yamaha dan Suzuki. Pada semester pertama 2008, market share Honda baru 28,3%, itu berarti mengambil 1,6% pangsa pasar Yamaha dan edannya, mengambil 5,66% pangsa pasar Suzuki.
Honda melenggang di skutik lewat Vario dan Beat, sedangkan Suzuki mengusung Spin, SkyDrive, dan SkyWave.
Honda cukup piawai menguasai pasar skutik layaknya mereka menguasai pasar sepeda motor bebek. Pada enam bulan pertama 2009, Honda menguasai 63% pasar bebek.
Kembali soal skutik. Pada Januari-Juni 2009, total segmen ini mencapai 929.412 unit atau sekitar 36,49% dari total pasar yang mencapai 2.546.929 unit. Penjualan skutik terus bertumbuh, pada periode sama 2008, penjualan skutik mencapai 725.268 unit dengan pangsa pasar 23,73%. Pertumbuhan yang luar biasa. ”Saya beli skutik karena praktis dipakai dan tidak capek saat di kemacetan jalan,” ujar Herri, seorang pemakai skutik.
Segmen ini terus menggeliat melibas segmen sport yang pada enam bulan tahun ini 227.124 unit dengan pangsa pasar 8,9%, jauh di bawah bebek yang mencapai 1.390.393 unit (54,6%).
Secara nasional, total penjualan sepeda motor terus meningkat dalam dua bulan terakhir dan bakal terus meningkat hingga akhir tahun. ”Banyak sentimen positif pada semester kedua seperti pemangkasan bunga kredit,” tutur Gunadi Sindhuwinata, ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Sepanjang tahun ini, total penjualan sepeda motor bakal mencapai sekitar lima juta unit. Naik, dari prediksi awal tahun ini yang ditaksir 4,4 juta unit. Namun, berkurang sekitar 15% jika dibandingkan akumulasi 2008 yang mencapai sekitar 6,2 juta unit. (edo rusyanto)

Rabu, 22 April 2009

Sebulan, Penjualan Suzuki Skydrive 12 Ribu Unit



PENJUALAN Suzuki Skydrive, skuter otomatik (skutik) terbaru keluaran Suzuki, langsung menembus 12 ribu unit per bulan. Angka ini melewati penjualan dua senior Skydrive yakni Skywave dan Spin.

“Respons masyarakat cukup bagus. Dari 12 ribu unit yang kami produksi, hampir semua terserap pasar. Semua sudah berjalan sesuai dengan target kami,” ujar Manajer Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor Suzuki, di Jakarta, baru-baru ini.
Berdasarkan data yang dihimpun SIS, rata-rata penjualan Skywawe dan Spin masing-masing hanya 5.000 unit dan 3.000 unit. Edi menilai, lonjakan penjualan Skydrive dipicu kebiasaan konsumen motor Indonesia yang kerap memburu motor-motor yang baru diluncurkan. Skydrive diluncurkan pada 30 Maret 2009.
Selain itu, papar Edi, turunnya bunga cicilan juga memompa penjualan Skydrive. Edi mencatat, posisi bunga cicilan efektif saat ini mencapai 25%, turun dibanding posisi sebelumnya sebesar 27%. Penurunan ini membantu penjualan karena 80% pembelian motor digunakan dengan cara kredit dengan bantuan perusahaan pembiayaan (leasing).
“Pemilu yang berjalan dengan lancar juga cukup positif bagi perkembangan pasar,” paparnya.
Edi menambahkan, SIS akan mencoba menggenjot produksi dari 12 ribu unit menjadi 15 ribu unit dalam beberapa bulan ke depan. “Yang pasti kisaran penjualan akan berada di kisaran 12-15 ribu unit per bulan. Kami optmistis target ini dapat dicapai,” tandas Edy.
Hingga kuartal pertama tahun ini, penjualan skutik Suzuki mencapai 27.859 unit, merosot 48% dibanding periode sama tahun lalu sebesar 54.097 unit. Pangsa pasar Suzuki di segmen skutik tercatat mencapai 6,4%.
Total penjualan Suzuki per Maret 2009 anjlok 59% menjadi 82.716 unit dengan pangsa pasar 6,8%. 2W Marketing Department Head SIS Morio Omanyuda sebelumnya menyatakan, tahun ini Suzuki mengincar 15% pasar motor nasional, naik dibanding posisi tahun lalu sebesar 12,7%. “Dengan adanya tambahan model baru, kami yakin pangsa pasar kami dapat naik,” ujar Morio.
Tahun ini, ujar Morio, Suzuki menargetkan penjualan mencapai 700 ribu unit dengan asumsi pasar motor mencapai 4,7 juta unit. Dari jumlah itu, sekitar 350 ribu unit penjualan Suzuki akan diisi oleh skutik sedangkan sisanya oleh bebek dan sport.
Morio menuturkan, di segmen skutik, Suzuki menargetkan pangsa pasar mencapai 15% dari sebelumnya 13,4% pada 2008. Saat ini, kata Morio, hanya Suzuki yang memiliki tiga portofolio di segmen skutik yakni Spin, Skywave dan Skydrive. Sedangkan kompetitor seperti Yamaha dan Honda hanya memiliki dua portofolio di segmen skutik. (coy)







Senin, 30 Maret 2009

Suzuki Incar 15% Pasar Motor

foto: detikcom

Agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor Suzuki, PT Indomobil Niaga International (IMNI), mengincar 15% pasar motor nasional menyusul dilepasnya motor skuter otomatik (skutik) Skydrive Dynamatic. IMNI menargetkan Skydrive dapat terjual sebanyak 12 ribu unit per bulan.

“Dengan adanya tambahan model baru, kami yakin pangsa pasar kami dapat naik,” ujar 2W Marketing Department Head IMNI Morio Omanyuda di Jakarta, Senin (30/3).

Pangsa pasar Suzuki per Desember 2008 tercatat mencapai 12,7%, anjlok dibandingkan dengan posisi akhir 2007 sebesar 13,5% dengan angka penjualan 793.758 unit. Pangsa pasar terus merosot hingga mencapai 6,6% pada Februari 2009.

Tahun ini, ujar Morio, Suzuki menargetkan penjualan mencapai 700 ribu unit dengan asumsi pasar motor mencapai 4,7 juta unit. Dari jumlah itu, sekitar 350 ribu unit penjualan Suzuki akan diisi oleh skutik sedangkan sisanya oleh bebek dan sport.

Morio berkilah, turunnya pangsa pasar disebabkan manuver IMNI yang mengurangi iklan di televisi sejak November 2008 seiring adanya resesi ekonomi global. Namun memasuki April 2009, ujar Morio, Suzuki akan kembali agresif beriklan di media massa guna mempromosikan Skydrive.

Morio melanjutkan, di segmen skutik, Suzuki menargetkan pangsa pasar mencapai 15% dari sebelumnya 13,4% pada 2008. Saat ini, kata Morio, hanya Suzuki yang memiliki tiga portofolio di segmen skutik yakni Spin, Skywave dan Skydrive. Sedangkan kompetitor seperti Yamaha dan Honda hanya memiliki dua portofolio di segmen skutik.

Spin, ujar dia, ditujukan bagi segmen low end, Skydrive segmen menengah dan Skywave untuk konsumen high end. Skydrive dilepas di harga Rp 13 jutaan. “Rencananya kami akan melepas beberapa model lagi tahun ini,” tukas dia.

Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata mengatakan, seiring perkembangan jaman, konsumen cenderung menginginkan motor yang praktis dalam aktivitasnya. Dalam dua tahun belakangan, pangsa pasar skutik terhadap pasar motor nasional terus menunjukan peningkatan.

”Tahun ini, peningkatan pangsa skutik akan terus berlanjut. Untuk itu akan banyak merek yang lebih konsentrasi menggarap segmen ini,” jelasnya.

Ekspor

Di sisi lain, Gunadi menyatakan, ekspor motor pada 2008 tercatat sebanyak 60.000 unit atau sekitar 1% dari total pasar sebesar 6,2juta unit. Sementara untuk mobil, lanjut dia, ekspor tahun lalu hampir 100.000 unit dibandingkan pasar mobil 607.000 unit.

”Bahkan ekspor mobil seluruh merek saat ini sudah mencapi total 77 negara di seluruh dunia, jauh meninggalkan ekspor motor. Kami tidak mengandalkan ekspor untuk menggenjot produksi,” kata dia yang juga Presiden Direktur PT Indomobil Sukses Interasional Tbk, induk perusahaan IMNI. (coy)

Senin, 16 Februari 2009

Pangsa Pasar Suzuki Merosot 52%


Penguasaan pasar sepeda motor Suzuki anjlok 52% dari 12,7% per Desember 2008 menjadi hanya 6,1% pada Januari 2009. Penjualan Suzuki sepanjang 2008 tercatat sebesar 793.758 unit sedangkan total pasar motor mencapai 6.215.865 unit. Adapun penjualan Suzuki pada bulan lalu mencapai 22.369 unit dari total pasar sebanyak 368.302 unit.

Di saat yang sama, Honda dan Yamaha justru mampu memperbesar pangsa pasar mereka. Pangsa pasar Honda naik dari 46% per Desember menjadi 48,8%, sedangkan Yamaha naik dari 39,6% menjadi 44,2% pada Januari tahun ini. Honda merupakan pemimpin pasar di bisnis motor diikuti Yamaha di posisi kedua dan Suzuki di posisi ketiga.

Pada 2006, pangsa pasar Suzuki dan Yamaha nyaris sama di kisaran 20%. Namun memasuki 2007, Yamaha sukses memompa pangsa pasar hingga mencapai 39% pada 2008. Di sisi lain, pangsa pasar Suzuki justru terus tergerus hingga 6,1% pada Januari 2009.

Presiden Direktur PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (ISI) Gunadi Sindhuwinata menerangkan, penurunan harga komoditas primer seperti kelapa sawit dan karet memukul kinerja Suzuki. Sebab, daya beli masyarakat di sentra utama pemasaran Suzuki seperti di Lampung melemah. “Selain itu, perusahaan pembiayaan juga masih dililit krisis likuiditas,” paparnya ketika dikonfirmasi di Jakarta, Senin (16/2).

Gunadi menolak menjelaskan lebih rinci mengenai rencana bisnis Suzuki pada tahun ini. ISI adalah induk usaha PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil dan motor Suzuki.

Sementara itu, pengamat otomotif Suhari Sargo menilai, pasar sepeda motor sangat dinamis ditandai dengan naik turunnya pangsa pasar masing-masing produsen. Dia menilai, turunnya pangsa pasar Suzuki tak lepas dari krisis di tubuh perusahaan pembiayaan (leasing). “Ada problem kredit. Ini sangat berpengaruh karena 90% pembelian motor dibeli dengan cara kredit,” paparnya.

Di samping itu, kata Suhari, jaringan dealer yang dimiliki Suzuki tidak seluas Yamaha dan Honda. Suhari menilai, produk yang dihasilkan Suzuki setara dengan Yamaha dan Honda. Sebab, pada dasarnya, kata dia, secara teknologi dan fungsi, Suzuki tidak kalah dibanding dua merek tersebut. “Yang penting motor itu kan fungsinya dan suku cadangnya murah,” jelasnya.

Suzuki, kata Suhari, hingga kini belum merilis satu model baru pun. Sedangkan kompetitor seperti AHM, kata dia, telah melepas satu model baru. Pada akhir bulan lalu, AHM melepas Absolute Revo 110. Sebelumnya AHM melepas model baru lainnya bernama Blade 110 pada Desember.

Sementara itu, General Manager Motorcycle Marketing Division AHM Sigit Kumala menyatakan, dirilisnya Absolute Revo dan makin kuatnya penetrasi Blade 110 mampu mengangkat pangsa pasar Honda pada Januari. Dua model ini dijadikan Honda sebagai tumpuan untuk memenangkan persaingan di kelas bebek. “Kami memang sudah mempersiapkan launch model baru sehingga pangsa pasar naik,” jelasnya.

Meski begitu, penjualan Honda pada bulan lalu terpangkas 15% menjadi 176.685 unit dibanding Januari 2008 sebesar 208.130 unit. Tahun ini AHM mengincar 46-48% pasar motor nasional. (coy)

Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian