Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto

Minggu, 12 April 2009

Industri Motor Kelebihan Stok


Industri sepeda motor nasional sepanjang triwulan pertama tahun ini kelebihan stok menyusul rendahnya penyerapan pasar. Beberapa produsen motor diduga sengaja memasok motor dalam jumlah banyak ke dealer demi gengsi semata.

Presiden Direktur PT Astra Honda Motor (AHM) Miki Yamamoto menerangkan, tingginya stok di pasar membuat para dealer terdorong untuk melakukan praktik banting harga (diskon). Efeknya, nilai jual kembali (resale value) motor dapat anjlok.

“Kami tidak ingin hal ini terjadi pada Honda. Yang terpenting bagi kami adalah menjalankan bisnis dengan sehat bukan semata mengejar market share,” ujar Miki di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia mengklaim stok motor Honda di pasar cukup sehat di kisaran 350 ribu unit. Stok sebesar ini dapat dihabiskan dalam waktu 22-25 hari.

Executive Vice President Director AHM Johannes Loman menambahkan, stok motor di level dealer masih tinggi meski tingkat suku bunga acuan (BI Rate) sudah turun menjadi 7,5%. Sebab faktanya, kata Loman, bunga cicilan kredit motor di pasar masih tinggi.

“Ini membuat tidak semua stok yang ada di pasar berubah menjadi penjualan ritel. Untuk itu kami merasa perlu menurunkan produksi untuk mengoreksi jumlah stok,” paparnya.

Berdasarkan catatan Investor Daily, selisih penjualan wholesales (pengiriman motor dari pabrik ke dealer) antara Honda dan Yamaha kian dekat. Pada Maret 2009, wholesales Honda mencapai 204.532 unit sedangkan Yamaha mencapai 196.695 unit.

Pangsa pasar Honda pada Maret mencapai 46,9%, sedangkan Yamaha mencapai 45,1%. Padahal pada bulan sebelumnya, selisih pangsa pasar antara Honda dan Yamaha mencapai 5% di mana Honda meraih 48%, sedangkan Yamaha hanya 43,5%.

Namun secara kumulatif (Januari-Maret 2009), pangsa pasar Honda mencapai 48% sedangkan Yamaha 44%. “Bagi kami market share bukan tujuan utama,” kilah dia.

Miki menerangkan, penjualan Honda sampai triwulan pertama 2009 terpangkas 9% menjadi 584 ribu unit dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 642 ribu unit. Penurunan penjualan Honda ini lebih kecil dibanding dengan performa pasar motor yang turun 14% menjadi 1,2 juta unit per Maret 2009.

Miki menilai, krisis finansial global tidak terlalu memukul perekonomian nasional. Ini membuat permintaan sepeda motor akan tetap ada meski tidak sebesar tahun lalu. Miki memprediksi penjualan motor tahun ini akan mencapai 5 juta unit, turun 19% dibanding 2008 sebesar 6,2 juta unit. Sedangkan penjualan Honda diprediksi melorot 17% menjadi 2,3 juta unit dibanding 2008 2,8 juta unit.

Potensi Naik

Di sisi lain, General Manager Motorcycle Marketing Division AHM Sigit Kumala menilai, pasar motor pada triwulan II berpotensi meningkat 12% dibanding triwulan I dengan rata-rata angka penjualan bulanan 450 ribu unit dari sebelumnya 400 ribu unit.

Peningkatan pasar, kata Sigit, didorong oleh dimulainya masa panen yang dapat mengangkat daya beli petani.

Sebelumnya, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan, pasar motor bakal mengalami kontraksi 30% pada tahun ini menjadi sekitar 4 juta unit dibanding tahun lalu 6,2 juta unit. Pasar motor pada 2008 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah otomotif di negeri ini dengan lonjakan pertumbuhan sebesar 32% dibanding 2007 sebanyak 4,7 juta unit. (coy)

0 komentar:

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan sahabat ke blog ini, Silahkan tinggalkan komentar,kritik dan saran dibawah ini. Untuk menghindari SPAM mohon isi kata verifikasi sebelumnya,trims.

Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian