Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto

Minggu, 05 Juli 2009

Berbagi SR Dengan HBC Jakarta



foto:istimewa/hbc jakarta


Rumah bercat hijau di bilangan Ceger, Cipayung, Jakarta Timur, cukup asri. Rumah itu memiliki dua bagian utama. Satu di bagian bawah, satunya lagi bagian atas. Sebuah tangga menghubungkan kedua ruang itu.
Di pelataran parkir, terlihat beberapa sepeda motor skuter otomatis (skutik) besutan PT Astra Honda Motor (AHM) yakni Honda Beat. Di luar area halaman rumah, jumlah Honda Beat yang parkir lebih banyak lagi. Mencapai belasan.
Minggu (5/7) sekitar pukul 13.00 WIB, para anggota Honda Beat Club (HBC) Jakarta sedang menggelar hajat. ”Sharing soal safety riding,” ujar Imel, sekretaris jenderal HBC Jakarta.
Saat menjejakan kaki di lantai atas rumah itu, terlihat belasan anggota HBC Jakarta sedang asyik menyimak penjelasan Bro Doni soal group riding dan safety riding. ”Kita wajib memakai sepatu yang melindungi mata kaki,” ujar Bro Doni. Sesekali ada tawa canda dan sebagian menghebuskan asap rokok di ruang yang berventilasi cukup baik itu. Diskusi sambil lesehan membuat suasana informal. Komunikasi menjadi cair. Termasuk saat Bro Doni mempersilakan saya ke bagian depan ruangan berdiskusi. Siang itu, saya memaparkan soal pentingnya kepedulian untuk mengimplementasikan safety riding. ”Muaranya, berkendara yang santun dan bersahabat,” papar saya.
Suasana menjadi lebih hidup saat saya putar beberapa video mengenai kecelakaan sepeda motor. Hampir seluruh mata tertuju ke laptop Acer wide yang saya bawa. Sesekali terdengar desis kengerian melihat adegan tabrakan.
Perbincangan mengalir seputar fakta-fakta kecelakaan di jalan seputar Jakarta. ”Tahun lalu, di Jakarta setiap hari tiga orang tewas akibat kecelakaan. Saat ini, hingga akhir Juni sedikitnya 83 nyawa melayang sia-sia,” tutur saya.
Sontak, angka-angka itu membelalakan mata para peserta diskusi yang umumnya berusia muda di bawah tiga puluh tahun. Pentingnya berkendara yang santun diamini oleh para anggota HBC Jakarta. ”Kita jangan terpancing emosi saat ada bikers lain yang menyalip,” tutur Bro Hendra.
Emosi dan keteledoran saat berkendara menjadi pembuka peluang kecelakaan bagi bikers. Karena itu, selain mengurangi emosi, tiap bikers juga mesti mampu menganalisis situasi saat berkendara. Termasuk saat mendahului kendaraan yang ada di depan.
Suasana berbagi pengalaman soal safety riding juga dihiasi dengan saling bertukar pengalaman. ”Saya pernah tabrakan, kaki saya patah. Tapi diobati dengan diurut di kawasan Cibubur,” ujar seorang ladybikers, saat saya bertanya siapa yang pernah terlibat kecelakaan.
Hampir seluruh peserta diskusi setuju soal perlunya berkendara yang saling menghargai pengguna jalan lain. Sekitar pukul 14.30 WIB, saya pamit karena harus berangkat ke kantor. Rasanya diskusi masih kurang. Wakut sekitar 90 menit terasa belum cukup. Terimakasih untuk rekan-rekan HBC Jakarta. (edo rusyanto)

2 komentar:

Donny Richard mengatakan...

terima kasih dan apresiasi saya yg setinggi-tingginya untuk om edo yang dengan rela tanpa pamrih menggaungkan tentang keselamatan berkendara kepada masyarakat umum serta klub dan komunitas khususnya..informasi kemarin benar-benar memotivasi saya (mudah-mudahan juga bro n' sist' di HBC) untuk berkendara secara aman dan nyaman, juga menularkan rasa antusias untuk menyebarkan "virus road safety" ini kepada khalayak umun..
-salam BeATkers dari HBC, n' let's share the road-

Edo Rusyanto mengatakan...

sama2 bro donny, snang skali jika bermanfaat. jgn pernah lelah untuk suarakan keselamatan berkendara. ada keluarga yg slalu menanti kita pulang dgn selamat ke rumah. oh ya, salam untuk teman2 HBC yah.

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan sahabat ke blog ini, Silahkan tinggalkan komentar,kritik dan saran dibawah ini. Untuk menghindari SPAM mohon isi kata verifikasi sebelumnya,trims.

Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian