Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto

Selasa, 07 Juli 2009

Pasar Motor Semester I Anjlok 17%



Realisasi penjualan motor nasional sepanjang semester pertama 2009 anjlok 17% menjadi 2.538.909 unit dibanding periode sama 2008 sebesar 3.055.327 unit menyusul tergerusnya daya beli masyarakat akibat krisis ekonomi dunia. Krisis membuat harga komoditas rontok tajam dan bunga cicilan kredit membengkak, sehingga penjualan motor turut terpangkas.
Meski begitu, pasar motor nasional terus mengalami tren penjualan positif dari bulan ke bulan. Berdasakan data yang dihimpun dari beberapa agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor papan atas, penjualan motor pada Mei meningkat 4% menjadi 477.224 unit dari Mei 457.650 unit.
General Manager Marketing & Product Development Division PT Astra Honda Motor (AHM) Sigit Kumala menyatakan, pasar motor kian membaik dalam tiga bulan terakhir. Salah satu pendorongnya, ujar dia, adalah pemangkasan suku bunga acuan (BI Rate) oleh Bank Indonesia. Pada awal bulan ini BI menurunkan BI Rate dari 7% menjadi 6,75%.
Dia menjelaskan, penurunan BI Rate otomatis akan memaksa perusahaan pembiayaan (leasing) menurunkan bunga kredit di level konsumen. Saat ini, kata dia, bunga cicilan turun dari 33-34% menjadi 27-28%. “Kondisi ini akan meringankan konsumen karena sekitar 80% pembelian motor menggunakan skema kredit,” ujarnya di Jakarta, Senin (6/7).
Presiden Direktur PT Adira Finance Tbk Stanley Setia Atmadja menyatakan, perusahaan leasing tidak dapat langsung memangkas bunga kredit guna merespons penurunan BI Rate. Sebab, biaya dana di perbankan juga tidak dapat langsung turun. “Kalau biaya dana turun, dalam dua bulan ini saya pikir bunga kredit bisa turun. Memang agak terlambat karena perlu penyesuaian,” jelasnya.
Manajer Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) 2W Edi Darmawan menambahkan, pasar motor dalam tren menguat hingga September dipicu sentimen Lebaran. “Kami harap ada kenaikan permintaan pada bulan puasa pada September tahun ini. Setelah itu pada Oktober baru sedikit turun,” katanya.
Senada dengan Sigit, Edi menilai tren penurunan suku bunga dapat mengangkat pasar motor pada semester kedua. Dia berharap suku bunga cicilan dapat terus turun sehingga dapat memompa penjualan.
Sebelumnya, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menyatakan, AISI akan merevisi target penjualan motor nasional dari turun 30% menjadi hanya turun 20% seiring makin membaiknya penjualan. Namun, kata Gunadi, revisi kemungkinan baru keluar pada awal semester kedua.
“Pada semester kedua pasar kemungkinan bakal bergerak karena ada sentimen pameran seperti arena Pekan Raya Jakarta yang biasanya dijadikan ajang promosi bagi ATPM,” jelas Gunadi.

Honda Kuasai Pasar
Di sisi lain, Honda masih menjadi pemimpin pasar motor nasional dengan volume penjualan 216.876 unit (45,4%) pada Juni disusul Yamaha 210.614 unit (44,1%). Suzuki menguntit di posisi ketiga dengan volume penjualan 42.425 unit (8,9%) dan Kawasaki 7.009 unit (1,5%). Pangsa pasar kumulatif (year to date) Honda mencapai 45,9% dan Yamaha 45,1%. (coy)

sumber; invetor daily, selasa (7/7)

2 komentar:

Angga Pradityo Wibowo mengatakan...

pak edo...
koq minerva gk ada hahaha... :D

Edo Rusyanto mengatakan...

minerva tidak masuk asosiasi industri sepeda motor (aisi) sehingga tidak aku masukkan. minerva, bajaj, tvs, mocin, harley, dan motor malaysia, ditaksir total sekitar 500 ribu unit per tahun. nanti kalau dah masuk aisi, aku bisa mendapat data yg pasti. trims dah mau komentar yah.

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan sahabat ke blog ini, Silahkan tinggalkan komentar,kritik dan saran dibawah ini. Untuk menghindari SPAM mohon isi kata verifikasi sebelumnya,trims.

Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian