Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto

Rabu, 21 Oktober 2009

Bahayanya Jalan Gelap dan Posisi ke Tengah


foto:tino

GAK percaya ama judul di atas. Baca aja laporan wartawan Antara di bawah ini.

Seorang pengendara sepeda motor tewas seketika setelah bertabrakan dengan sebuah truk di jalan raya Kalipucang, Dusun Empangsari, Kecamatan Kalipucang, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.

Kabag Binamitra Kompol Yudi Saprudin, kepada wartawan, Minggu (18/10) membenarkan peristiwa tersebut terjadi Sabtu (17/10), sekitar pukul 23.00 WIB dengan korban Denis Berkam (16) seorang pelajar SMA di Ciamis warga Dusun Cimandeka Rt 02 Rw 03Desa Pamotan, Kecamatan Kalipucang Kabupaten Ciamis.

"Korban tewas setelah bis menabraknya hingga mengalami luka serius di kepala dan disekujur tubuhnya," katanya.

Dari saksi warga yang melihat peristiwa tersebut sepeda motor yang dikemudikan korban menuju arah timur atau Pangandaran dengan laju kendaraan berkecepatan tinggi.

Sepeda motor tersebut melaju terlalu ketengah badan jalan kemudian truk dari arah berlawanan dengan kecepatan tinggi menabrak sepeda motor hingga terpental sekitar 200 meter.

Peristiwa tabrakan tersebut dikarenakan penerangan kawasan jalan cukup gelap dan kedua pengguna jalan kurang berhati-hati.

"Dari saksi dan anggota kami menyebutkan pengemudi sepeda motor kurang hati-hati, sehingga terjadi kecelakaan," katanya.

Akibat peristiwa itu korban langsung dievakuasi ke puskesmas Pangandaran dengan kondisi tidak bernyawa dan keadaan tubuh mengenaskan.

Sementara itu Yudi mengimbau kepada pengguna jalan agar berhati-hati melintasi jalan yang menuju kawasan objek wisata di Kabupaten Ciamis.

Menurutnya kawasan tersebut jalannya banyak tikungan tajam dengan kondisi jalan cukup gelap karena disepanjang jalan belum terlalu banyak permukiman penduduk.

"Kami harap pengguna jalan agar selalu berhati-hati dengan kondisi jalan yang kurang penerangan," katanya.


Pentingnya Kewaspadaan

Tak ada pilihan bagi bikers ketika di jalan kecuali taat pada rambu dan marka jalan, serta senantiasa waspada. Sepeda motor yang secara fisik lebih kecil dibandingkan kendaraan roda empat atau lebih, kerap menjadi obyek yang ringkih terhadap benturan.
Berkendara dengan kecepatan di atas 80 kilometer per jam (kpj) rentan terhadap goyahnya konsentrasi sang bikers. Sekalipun pengendara profesional kadang tak luput dari bayang-bayang lepas kontrol. Selain butuh stamina yang memadai, bersepeda motor harus melengkapi diri dengan perlindungan yang maksimal. Mulai dari helm yang tahan benturan, jaket, sarung tangan, hingga sepatu. Tentu saja, jangan lupa senantiasa berdoa. Semoga kita selalu selamat saat di jalan. Amin. (edo rusyanto)

1 komentar:

Ian mengatakan...

wah emang paling ngeri bro klo jalan gelap, selain lubang2 maut yang menanti tapi juga memancing pembegalan kendaraan.

sedikit curhat tp beda topik nih bro tapi masih seputar marka jalan, bahwa dari sekian banyak pelanggaran nih bro, yang sering saya temukan dijalan adalah banyaknya pengendara yang memutar balik arah seenaknya. padahal jelas sekali ada rambu yang melarang untuk putar arah. akibatnya beberapa minggu lalu saya sempat menyaksikan adanya tabrakan dari kejadian tsb. si pelaku (mobil) kabur dan si korban (motor) terkapar tak bergerak. menurut saksi si bikers kaget karena mobil tsb. secara tiba2 memutar arah dan jalan sedang licin saat itu hingga si bikers ga sempet mengerem. Disini kita bisa lihat bahwa tingkat kesadaran masyarakat kita masih sangat minim bro. menyedihkan..

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan sahabat ke blog ini, Silahkan tinggalkan komentar,kritik dan saran dibawah ini. Untuk menghindari SPAM mohon isi kata verifikasi sebelumnya,trims.

Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian