Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto

Kamis, 19 November 2009

FK3O Bersiap Deklarasi


foto:edo

SUASANA lantai 6, gedung FX di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, lumayan ramai. Ada sejumlah outlet yang menjajakan makanan dan minuman. Di pojok lantai pusat perbelanjaan mewah itu bahkan tersedia mushola, khusus karyawan.
Rabu (18/11), sekitar pukul 19.00 WIB, saya, bro Rio (Ketua RSA), dan isteri bro Rio, melangkah menyusuri koridor lantai enam tersebut. Malam itu, ada syukuran hari jadi pertama Forum Komunikasi Klub Komunitas Otomotif (FK3O). Sebuah organisasi yang kini memiki 73 anggota. Woww...
”Kita diminta bahas soal niat mereka menggelar deklarasi seputar berkendara yang aman dan selamat di jalan,” bisik bro Rio, sebelum kami melangkah ke lantai 6.
Di sudut lantai itu, sudah hadir para anggota FK3O. Sebagian duduk di kursi plastik yang disusun bak ruang seminar. Sebagian asyik berbincang sambil diselingi canda serta kepulan asap rokok. Di bagian depan, terdapat meja dengan dua mike serta sebuah tumpeng nasi kuning. Komplet dengan lauk pauknya.
Saya diperkenalkan dengan bro Amroe, sang ketua FK3O. Kami pun sempat berbincang soal niatan organisasi tersebut menggelar Deklarasi. Seruan tersebut bakal membalut event yang mereka gelar pada 20-22 November 2009 di Jakarta Fair, Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka menyebutnya event Jakarta Automotive Fair (JAF).
Sang MC mulai menghidupkan suasana. Usai bro Amroe memberi sambutan yang kemudian disambung potong tumpeng yang dibagikan kepada tamu dari sponsor serta bro Mulyadi, sang perintis FK3O, seluruh peserta yang hadir mulai mencicipi nasi kuning. Puluhan hadirin pun mulai antre di meja lain yang sudah menghidangkan makan malam. Banyak yang antre. Termasuk saya.
Makan malam rampung. Bro Amroe kembali memandu acara. Ia mempersilakan saya dan bro Rio tampil ke depan ruangan. ”Kami ingin mengubah paradigma baru yakni dari citra kelompok yang suka hura-hura menjadi lebih berperan ke masyarakat dan membantu pemerintah soal kemacetan dan keselamatan jalan,” papar bro Amroe.

Bro Rio menimpali bahwa sudah saatnya kita concern terhadap masalah safety. ”Klub komunitas jadi tools efektif untuk sosialisasi keselamatan jalan,” katanya.

Saya pun memaparkan tentang pentingnya perilaku yang santun dan bersahabat serta taat pada regulasi ketika berkendara di jalan. Seruan keselamatan jalan menjadi salah satu pengingat kepada masyarakat dan pemerintah, serta aparat polantas agar bisa mewujudkan lalu lintas darat yang aman dan nyaman.
”Terpenting adalah pemahaman individu untuk berkendara yang selamat,” ujar bro Didit dari Atoz Indonesia.
Bagi pengendara mobil, saya juga menyerukan perlunya untuk saling menghargai dengan tidak mendahului dari kiri bahu jalan. Selain itu, menghilangkan penggunaan sirene dan strobo.
”Soal tidak perlunya menggunakan bahu jalan, kami akan sosialisasikan keanggota X-Rules. Sedangkan soal konvoy, aku akan terapkan sistem klotur sehingga tidak menimbulkan antrean panjang,” papar bro Irsan, dari X-Rules.
Malam syukuran FK3O pun terus berlanjut dengan paparan dari bro Amroe dan para sponsor. Memasuki pukul 21.00 WIB, kami pamitan. Suasana masih ramai di sekitar perbelanjaan FX, Senayan. Seperti biasa, Jakarta tak pernah tidur. (edo rusyanto)

1 komentar:

Benny The Great mengatakan...

semoga lebih banyak lagi klub/komunitas roda empat yang mau aktif dalam road safety campaign

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan sahabat ke blog ini, Silahkan tinggalkan komentar,kritik dan saran dibawah ini. Untuk menghindari SPAM mohon isi kata verifikasi sebelumnya,trims.

Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian