foto:edo
PT Minerva Motor Indonesia (Minerva), menargetkan penjualan 2010 sebanyak 66 ribu unit atau naik sekitar 32,5% dibandingkan 2009.
“Target kami pada 2010 sebanyak 66 ribu unit, sedangkan pada 2009 sebanyak 49.800 unit atau naik 48% dibandingkan 2008,” tutur Kristianto Gunadi, presdir PT Minerva Motor Indonesia, saat dihubungi di Bangkok, Senin (4/1).
Menurut dia, target penjualan tersebut disesuaikan dengan adanya penjualan sport 150 cc dan penjualan model Minerva Sachs - Megelli 250 cc. “Untuk Jabodetabek, market share sepeda motor sport Minerva sudah mencapai 7,6 %,” tutur Kristianto.
Minerva yang dikenal sebagai salah satu pemain sepeda motor Tiongkok, meski belakangan mayoritas produk mereka didatangkan dari Thailand dan Taiwan. Di luar anggota Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi), Minerva merupakan salah satu produsen yang bertumbuh cukup signifikan.
Sementara itu, terkait rencana Kementerian Perindustrian (Kemenprin) membebaskan bea masuk (BM) sepeda motor asal Tiongkok pada 2012, Kristianto mengaku pengaruhnya tidak signifikan terhadap Minerva. “Hal itu karena main parts Minerva masih dari Thailand danTaiwan , import duty dari Thailand sendiri sudah 0-5%,” tukasnya.
Ia menambahkan, pengaruh bagi pasar domestik, khususnya suku cadang otomotif, akan sangat signifikan, karena industri suku cadang otomotif di Indonesia masih terbatas dan sebagian besar untuk memenuhi kebutuhan agen tunggal pemegang merek (ATPM). “Sedangkan untuk pasar after market kurang kompetitif . Tapi hal ini akan positif, mendorong industri suku cadang lokal untuk bisa bersaing dan menjadi lebih kompetitif,” paparnya.
Sebelumnya, Kemenprin berniat mengusulkan sepeda motor Tiongkok bebas BM pada 2012. Saat ini BM motor dalam bentuk utuh (completely built up/CBU) mencapai 35% sedangkan dalam bentuk terurai (completely knock down/CKD) 25% untuk negara most favored nations (MFN).
Penghapusan BM motor Tiongkok merupakan salah satu kompensasi yang ditawarkan pemerintah dalam perjanjian kerja sama perdagangan bebas Asean-Tiongkok (AC-FTA). 27 pos tarif sepeda motor yang tadinya dimasukkan dalam high sensitive list (HSL) atau 0-5% pada 2012 dimajukan ke dalam normal track 2 (NT 2) atau 0% 2012.
Sebanyak 27 pos tarif motor yang ditawarkan meliputi motor CBU dengan kapasitas silinder hingga 250 cc ke atas.
Direktur Jenderal Industri Alat Transportasi dan Telematika (IATT) Budi Darmadi menilai, daya saing sepeda motor lokal siap berhadapan dengan produk Tiongkok. Sepeda motor produksi lokal, kata Budi, terbukti memiliki daya tahan yang baik didukung dengan luasnya jaringan.
"Ada sekitar 3.000 bengkel resmi ATPM (agen tunggal pemegang merek) yang melayani 3S (sales service spare part). Jadi kita berani untuk head to head dengan Tiongkok," ujarnya, baru-baru ini.
Ia tidak melihat adanya ancaman serbuan motor Tiongkok saat BM dihapuskan pada 2012. Budi menilai, produsen motor Tiongkok saat ini lebih fokus menggarap pasar lokal, ketimbang ekspor. (ed)
