Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto

Sabtu, 22 November 2008

Bergerak dengan nurani


INDUSTRI sepeda motor bak tak terpisahkan dengan kehidupan masyarakat kota-kota besar di Indonesia. Pabrikan yang mulai hadir pada awal tahun 1970-an terus memacu produksi mereka. Populasi sepeda motor pada 2008 diperkirakan telah mencapai sekitar 42 juta unit. Suatu angka fantastis dibandingkan jenis kendaraan lain di Tanah Air.
Pemain di industri sepeda motor pun terus bertambah. Pabrikan asal Jepang hingga kini menguasai lebih dari 90% penjualan sepeda motor di Indonesia. Selebihnya diperebutkan oleh pabrikan asal Taiwan, India, Cina, Eropa, dan Amerika Serikat. Para pabrikan juga terus menggelontorkan investasi untuk meningkatkan kapasitas produksi.
Di tengah itu semua, memasuki tahun 2000-an, bermunculan kelompok-kelompok sepeda motor. Mereka menamai kelompok dengan sebutan komunitas (community) atau klub (club). Sepanjang awal 2008, kelompok sepeda motor yang memanfaatkan dunia maya (internet) sebagai sarana komunikasi sedikitnya mencapai 900-an kelompok.
Tren kelompok sepeda motor terus bergulir. Awalnya, kelompok sepeda motor lahir dari sekadar ajang saling bertukar informasi, menyalurkan hobby, dan berwisata bersama. Belakangan kelompok sepeda motor yang didirikan dan dikelola secara serius berkembang menjadi komunitas yang tidak hanya sebagai tempat berkumpul semata. Mereka berkembang menjadi kelompok konsumen yang pada akhirnya bisa menjadi mitra bagi para agent tunggal pemegang merek (ATPM).
BUKU Industri Sepeda Motor di Tengah Maraknya Klub dan Komunitas Sepeda Motor, merupakan hasil penelusuran terhadap kehadiran kelompok sepeda motor di tengah masyarakat. Hasil penelusuran yang dilengkapi dengan riset dan wawancara dengan sejumlah pelaku industri menyiratkan fakta yang luar biasa. Kelompok sepeda motor mampu menjadi mitra yang kuat bagi penetrasi ATPM di pasar otomotif. Hal itu terlihat dengan maraknya kegiatan kelompok sepeda motor yang memasyarakatkan kesadaran untuk berkendara secara aman (safety riding). Substansi kegiatan ini mengingatkan pengendara agar memacu kendaraannya dengan hati nurani. Ingat bahwa kendaraan yang dipacu secara ugal-ugalan bakal merugikan orang lain, dan sudah pasti dirinya dan keluarga tercinta. Nurani yang demikian menempatkan sepeda motor sebagai alat transportasi yang aman. Pada akhirnya, konsumen tidak sungkan membeli sepeda motor sebagai kendaraan yang mendukung mobilitas sehari-hari. Mulai dari keperluan sekolah, bekerja, hingga berwisata.
Akhirnya, semoga kehadiran buku ini mampu menjadi potret bagi kehidupan masyarakat kita, khususnya para pengendara sepeda motor, dan tentunya bagaimana sepak terjang ATPM di pasar otomotif nasional.

Penulis menyadari masih terdapat kelemahan di dalam buku ini. Semoga hal itu bisa mendorong karya jurnalistik yang dilahirkan penulis di masa mendatang, menjadi lebih baik. Terimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung terbitnya buku ini. Terlebih bagi isteri dan tiga anak saya yang tercinta di rumah.

Cipayung, November 2008

Edo Rusyanto

29 komentar:

Benny Novianugroho mengatakan...

bukunya kapan terbit dan bisa dibeli dimana bro Edo?

Edo Rusyanto mengatakan...

jika tidak ada halangan, sebelum 10 desember 2008. dapat dijumpai di gramedia dan gunung agung. buat pulsarian, ada beberapa eks yg free kok, nanti datang pas launching yah.

Andry mengatakan...

We Support You bro ...

Edo Rusyanto mengatakan...

trims bro.

irwan mengatakan...

selamat bro...semoga ada sponsor yang mo dukung kegiatan tuk promote buku ini

Nick Wardi mengatakan...

bikin buku lagi neh..? wah, hebat pak E kira-kira kapan saya dapat bukunya? btw saya masih terdaftar sebagai anggota IBC ga? hehehehe..

rizagana mengatakan...

Selamat bro edo atas bukunya. Mudah-2an 10 orang pertamayg kasih komentar, dapet gratisan... he...xx

sofyan hadi mengatakan...

Harapan saya dengan buku ini sepeda motor tidak dipandang sebelah mata lagi, tapi kembali lagi ke pengendaranya. semoga all bikers dapat mengerti setelah membaca buku ini, saya tunggu kehadiran buku ini. Sukses!!

ian MRC#061

sofyan hadi mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Edo Rusyanto mengatakan...

buat bro nick, tetep dong anggota IBC, tapi registrasi ulang ke bro bani yah. buat bro riza, usulannya ditampung. buat bocoran, komentar paling yahud bakal dapat buku gratis. salam

indra mengatakan...

Selamat dan sukses slalu atas buku na...
dan atas existna para2 bikers yg bergerak dengan nurani...
Smoga jalanan dan aspal2 selalu bersahabat dengan kita...dan meniadakan aspal2 yg berlubang...
jadi alusss euyyy jalanannya....

Freedom Style...
046 IBC

reza mengatakan...

wwahhh buku nya sudah terbit ya?
sepintas sichh ini buku merupakan panduan bgt buat bikers tapi berhubung ane blm baca total semuanya jadi perlu tau juga sichhh...
Sejauh ini masih jarang banget ada seorang bikers yan mampu menciptakan dan menerbitkan buku tentang bikers diindonesia dengan rasa prihatin yang cukup dari dirinya sendiri.
To Bro Edo...
Tetap lanjutkan dan berkarya terus yaa, tulisanmu culup ditunggu lagi bagi para bikers.

OK,
thanks & Regards,

Reza

zulux mengatakan...

Teruntuk Pak Edo, saya salut dengan kegigihan Pak Edo dalam melihat perkembangan dunia permotoran, semoga buku bapak ini menjadi bacaan yang berguna kelak sampai ke anak cucu kita. Amien.... Sukses selalu sobat

Bangketop mengatakan...

Semakin banyak Pengendara Khususnya roda 2 juga semakin banyaknya CLub atau Komunitas yang ada tapi hal yang terpenting dalam mengendarai kadang terlupakan yaitu "Safety riding" semoga dengan adanya buku ini kita sebagai pengendara bisa lebih memahami arti dari safety riding itu sendiri. Good Job bro

bani mengatakan...

Dunia per-bikers-an, bagi Bro Edo, dapat dilihat dari sejumlah sisi. BIKERs- adalah penikmat produk otomotif, khususnya roda dua.
BIKERs, adalah klub atau komunitas bersepeda motor.
BIKERs, juiga bisa jadi 'setan' yang sok berkuasa di jalanan, tidak hanya terhadap jenis kendaraan lain, tapi juga terhadap sesama bikers (Bro Edo memakai istilah Unggas).
Keberadaan Bro Edo bersama Independent Bikers Club (IBC), tidak ingin BIKERs menjadi unggas, tapi istilah Bro Edo, PUNGGAWA. YANG BERGERAK DENGAN NURANI, BERSAHABAT, SANTUN DI JALAN (motto IBC).
Itu sebabnya, apapun mereknya, yang penting SAFETY RIDING.
Semoga buku ini mampu mewarnai pentingnya posisi BIKERs sebagai yang menggunakan alat transoprtasi alternatif yang murah, lincah, hemat energi, waktu,dan biaya, tapi juga mengutamakan keselamatan diri dan orang lain.
Sukses.....

ririn mengatakan...

Komunitas sepeda motor adalah organisasi nonpolitik, jadi mereka bukan milik parpol tertentu. Namun, komunitas sepeda motor seharusnya juga punya kegiatan sosial.
Komunitas yang kini sudah mencapai sekitar 900-an kelompok dengan ribuan anggota merupakan potensi yang sangat besar, mereka adalah generasi muda dengan latar belakang pendidikan dan lingkungan yang berbeda-beda, mereka tergabung karena adanya kesamaan sebagai pecinta kendaraan beroda dua. Untuk bisa memberdayakannya, seharusnya mereka bisa ‘dirangkul’ dan bukannya ‘dicibir’. Semoga niat baik mereka bisa terwujud, setidaknya mulai dari yang sederhana yaitu untuk mewujudkan tertib berlalulintas.
Dan menurut saya, buku bro Edo bisa sedikit mencerminkan kondisi di lapangan mengenai dinamika kehidupan kelompok sepeda motor dan kaitannya dengan industri sepeda motor.

ahmad mengatakan...

wah harus gw baca nih buku... Do jangan lupa ye kirim2 tuh buku ke alamat gw, hehehehe...
gw tunggu do...
bravo bro Edo

melanie mengatakan...

Pakdebrow Edo...
Salut dengan review bukunya mengenai semarak tumbuh berkembangnya komunitas & klubnya para bikers di Indonesia. Semoga dengan lahirnya buku ini, para mobilers gag memandang bikers sebelah mata. La wong yg nerbitin buku ini 1 of bikers kok...hehehehe ;)
Once again, Gut Lak for da Book PakdeBro.. Semoga laris manis yaaak...
Jangan lupa eke diundang loncingnya yaaa... +_+

melanie mengatakan...

duuuhh, ada yg klupaan...
Buku ini jadi "MUST HAVE" itemnya 1 of bikers di Indonesia.
Keknya seru neh baca buku ini... ^_^

M.Peter mengatakan...

Dgn membaca buku hasil tulisan Bro Edo Rusia Insya Allah pembaca bisa lebih tau lg dunia bikers di Indonesia , hubungan ATPM dgn Communitas Bikers...sukses dan salute gw sama lo bro... ;)

Wassalam,

M.Peter
KHCC 059

GAP mengatakan...

hidup di jakarta, dengan mobilitas yang tinggi, sepeda motor menjadi pilihan yg tepat bagi semua kalangan dari tinggkat atas sampai kalangan bawah, selain effesien juga lebih terjangkau, bila di lihat dari penggunaan badan jalan sepeda motor lebih layak dibanding kendaraan roda empat yang notabene lebih boros dari segi memakan badan jalan, konsumsi bahan bakar, juga jumlah penumpangnya. saya sepakat dengan mendukung bro edo semoga pemerintah dapat melihat lebih positif tentang perkembangan sepeda motor di jakarta ini.

ningsih mengatakan...

sebenarnya siy..komen nya pasti lebih ok kalo buku gratisnya dah dibagi, pak edo...(hehehhehe)...
hmm..komen apa yah...cuma bisa bilang

"selamat n sukses untuk bukunya, pak edo..jejak ke dua je...jadi iri n ketularan mimpi punya buku dewe...kapan yah bisa nyontek...(dreamin' mode on)"

btw..kalo launchingnya tgl 11 berarti dah H-3 dunk...berarti berbarengan dengan penentuan status c118.. berarti lagi... buku gratis plus makan-makan dunk...hahahhaha...

sukses selalu, pak edo

Etis mengatakan...

Pak Edo, sebenarnya saya sangat penasaran untuk membaca dulu bukunya sebelum berkomentar.

Pertimbangannya, dari sedikit ulasan mengenai buku itu, ada rasa penasaran untuk memahami keberadaan dan perkembangan komunitas biker di tengah-tengah polemik yang saat ini sedang berkembang. Yaitu, antara regulator (Departemen Perhubungan), produsen motor, masyarakat sebagai pengguna jasa dan Departemen Pekerjaan Umum yang selalu pusing dengan tuntutan
menyediakan kapasitas jalan yang semakin tidak mungkin terus dipenuhi.

Sekitar musim Lebaran lalu, saya pernah berbicara dengan Direktur Direktorat Keselamatan Transportasi Darat Ditjen Hubdat Dephub Soeripno terkait semakin banyaknya jumlah sepeda motor dan juga tingginya korban yang terjadi
akibat penggunaannya.

Dari penjelasannya, selain karena masalah kesadaran pengguna
sepeda motor yang dinilai masih rendah, juga karena belum
tersedianya solusi kapasitas jalan yang memadai.

Singkatnya, seharusnya penggunaan sepeda motor semakin
dikurangi karena dinilai tingkat safety-nya sangat rendah.
Dan, itu akan terus digalakkan. Salah satunya, cara yang positif,
dengan program pengembangan sistem angkutan umum terintegrasi
(entah kapan realisasinya, he...he...).

Saat itu, beliau mengatakan, salah satu usul untuk mencegah
penggunaan sepeda motor untuk angkutan jarak jauh
(maklum konteksnya Lebaran) adalah meregulasi pembatasan wilayah
operasional sepeda motor berdasarkan kode Nopolnya.
Katanya, hal itu akan diusulkan pada pembahasan RUU Lalu Lintas
dan Angkutan Jalan Raya setelah selesainya RUU Penerbangan
akhir tahun ini.

Saya ingin memahami perkembangan populasi sepeda motor dan komunitasnya tersebut dalam konteks polemik tadi. Karena suatu hal yang mustahil menghapuskan sepeda motor dari jalanan Indonesia, maka, saya semakin penasaran apakah buku itu mengakomodasi rasa penasaran saya tadi.

Itu dulu komentar saya.
Selamat ya atas suksesnya kembali memroduksi buku baru.

Terima kasih
GBU

Edo Rusyanto mengatakan...

trims atas masukannya bro etis. dalam buku saya terselip soal fenomena RI sbg basis pemasaran industri sepeda motor. RI adalah pasar yg menggiurkan. makanya, prinsipal jepang membangun kapasitas produksi hingga 7 juta unit per tahun.
soal bukunya, sgera mampir ke meja bro etis deh. salam juga

arief mengatakan...

Sebuah sisi lain dari semakin marak dan menjamurnya club dan komunitas 'bikers'di Indonesia(dah gk punya utang ya bang)sampe maksa2 bikin account di google nih.sukses!

tomtim mengatakan...

wah, salut buat pak Edo....
Ditengah2 kesibukannya sebagai jurnalis dan pengurus di berbagai komunitas, masih sempat untuk menuliskan pengetahuannya dibidang otomotive roda dua....
Semoga pak Edo terus berkarya dalam menulis perkembangan otomotive roda dua di tanah air tercinta kita INDONESIA dan menuliskannya dalam sebuah buku melalui cara pandang beliau sebagai jurnalis dan Bikers yang merangkul kita semua dalam tali persaudaraan tanpa memandang merek kendaraan kita.


Bravo Pak Edo, tetap berkarya!!

Salam, tomtim
MRC#007

coy mengatakan...

salut buat pak edo
curahin segala pikiran buat industri motor kita
selain itu, pak edo juga dah ngajarin orang-orang cara berkendara yang baik lewat berbagai macam kegiatan

gas abis baanggg

ekoadit82 mengatakan...

mau komentar yang laen ah.

buku yang pertama kan dijual secara self publishing, gimana dengan buku yang ini pak edo. jadi pengen tuk bikin buku nih. tapi bukunya bukan tentang motor. hehehehe.

jadi terinsipirasi nih......

scoci mengatakan...

Wah, bagus ini om Edo. Setuju sekali.

Posting Komentar

Terimakasih atas kunjungan sahabat ke blog ini, Silahkan tinggalkan komentar,kritik dan saran dibawah ini. Untuk menghindari SPAM mohon isi kata verifikasi sebelumnya,trims.

Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian