Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto
Tampilkan postingan dengan label dephub. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label dephub. Tampilkan semua postingan

Rabu, 11 November 2009

Berharap di Sosok Wakil Menteri Perhubungan


foto:istimewa


SIANG itu di toko buku Gramedia suasana ramai. Toko buku yang didesain sangat nyaman di pusat perbelanjaan kelas atas itu, terdiri atas beberapa lantai.

Ramai oleh para pembeli buku? Keramaian yang berada di cafetaria di sudut toko buku itu, ternyata bukan diisi oleh orang biasa. Tampak wajah-wajah para profesional dan pejabat negara. Mulai dari Direktur Utama PT Jasa Marga Frans S Sunito, Direktur Utama PT Bakrieland Tbk Hiramsyah, Deputi Menko Perekonomian Bambang Susantono, staf ahli Menteri Perhubungan Abu Bakar Iskandar, kalangan LSM seperti Center for Safety Riding Study (Ceras) hingga Masyarakat Transportasi Nasional (MTI) Danang Parikesit, serta tak ketinggalan para jurnalis.

Peristiwa Kamis, 15 Oktober 2009 itu, memang bukan ajang biasa. Siang itu sedang ada perhelatan peluncuran buku ’1001 Wajah Transportasi Kita’. Penulisnya, Bambang Susantono.

Wajar saja, Bambang menelurkan buku tersebut. Latar belakang pendidikannya memang seputar transportasi. Ia meraih master of science in Civil Engineering, Transportation, tahun 1998 dari University of California Berkeley, Amerika Serikat. Dari universitas yang sama, ia menggondol gelar doctor of philosophy in Infrastructure Planning, pada 2000.

Saat meluncurkan buku ia menjabat Deputi Menko Perekonomian idang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kementerian Koordinatorr Bidang Perekonomian. Sebuah jabatan yang sehari-hari lekat dengan soal transportasi. Tunggu dulu, ada lagi. Saat bersamaan, Bambang juga dipercaya menjadi Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia. Di regional, ia Wakil Presiden, East Asia Society of Transportation Studies (EASTS) yang bermarkas di Tokyo, Jepang. Lengkap sudah.

Belum sebulan dari peluncuran buku, Bambang kini ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Wakil Menteri di Departemen Perhubungan, mendampingi Fredy Numberi selaku Menhub.

"Saudara harus loyal kepada menteri dan tidak bersaing dengan menteri karena saudara wakil menteri, saudara sudah menandatangani fakta integritas," kata SBY saat melantik lima Wakil Menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 11 November 2009.

Presiden menegaskan, wakil menteri yang dipilih merupakan pejabat karir yang bisa langsung bekerja dan tidak perlu orientasi.

Dengan Keputusan Presiden Nomor 111/N/2009, Bambang dilantik bersama empat Wakil Menteri lainnya yakni Bayu Krisnamurthi(Dephut), Hermanto Dardak (PU), Mahendra Siregar (Depdag), dan Alex Retraubun (Depperin).


Harapan Publik

Banyak orang berharap Menhub dan wakilnya, bisa membawa departemen itu, menghasilkan karya yang konkret bagi penataan system transportasi nasional. Sudah semestinya ditekan biaya transportasi di kota besar yang kini bisa mencapai 30% dari pendapatan warga. “Jarak kantor saya ke rumah sekitar 12 km, tapi harus tiga kali ganti angkutan. Tidak efisien,” ujar Maslim, seorang karyawan di Jl Sudirman, Jakarta Pusat. Belum lagi terhadang oleh kemacetan yang memicu biaya sosial tinggi.

Saya termasuk yang berharap suatu ketika transportasi menjadi aman, nyaman, dan terjangkau masyarakat luas. Dengan kondisi seperti itu, tak pelak, angka kecelakaan di jalan bisa direduksi. Kini, kecelakaan sudah demikian memprihatinkan, sedikitnya 50 jiwa melayang sia-sia per hari. Selain soal perilaku pengguna jalan, masalah infrastruktur juga berkontribusi terhadap timbulnya kecelakaan di jalan.
“Krisis? No. Perbaikan infrastruktur transportasi, Yes!” tulis Bambang, dalam sebuah bukunya. Kita tunggu saja. (edo rusyanto)

Senin, 13 Juli 2009

Honda, Yamaha, dan Bajaj Siap Bagikan Helm SNI

SEBELUM Lebaran tahun 2009, tiga agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor siap membagikan dua helm SNI gratis bagi pembelian motor baru. "Mereka adalah ATPM Honda, Yamaha dan Pulsar," kata Dirjen Perhubungan Darat, Dephub, Suroyo Alimoeso, akhir pekan lalu, di Kantor Dephub Jakarta.
Seperti dilansir Antara, penegasan itu terkait dengan penolakan Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) terhadap rencana pemerintah yang akan mewajibkan produsen memberikan dua helm gratis Standar Nasional Indonesia (SNI) bagi setiap pembelian sepeda motor baru.
Suroyo menduga, penolakan AISI tersebut karena memenuhi aspirasi dari ATPM lain yang belum siap.
"Padahal, maksud aturan ini adalah untuk sosialisasi UU Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang baru No 22/2009 yang didalamnya mengatur pengendara sepeda motor di jalan wajib ber-helm SNI," katanya.
Sebagaimana diberitakan, UU LLAJ tersebut mengancam pengendara sepeda motor yang tidak memakai helm dengan sanksi pidana kurungan satu bulan atau denda maksimal Rp 250 ribu.
"Oleh karena itu, melalui aturan ini juga mendidik kepada masyarakat agar menggunakan helm SNI ketika mengendarai sepeda motor," katanya.
Itu semua, tambahnya, berujung pada peningkatan keselamatan di jalan karena korban kecelakaan lalu lintas di jalan, sebagian besar melibatkan sepeda motor. Maklum, populasi sepeda motor terus bertambah, hingga akhir 2008, populasinya sekitar 39 juta, jika ditambah penjualan Januari-Juni 2009, ditaksir mencapai 42 juta unit. Hingga akhir 2009, ditaksir mencapai sekitar 44 juta unit.
Sebelumnya, pemerintah akan mewajibkan produsen sepeda motor Indonesia nantinya membagikan dua helm SNI kepada konsumen pembeli sepeda motor baru.
"Secepatnya ketentuan (wajib bagikan dua helm SNI) itu akan diterapkan," kata Suroyo.
Aturan yang segera diterapkan sebelum masa Angkutan Lebaran 2009 itu, kata Suroyo, sebagai bentuk sosialisasi dari rencana pemerintah mengeluarkan Peraturan Pemerintah (PP). "Dalam hitungan bulan dan sebelum akhir tahun salah satu PP dari UU LLAJ yang baru sudah keluar," kata Suroyo. (edo rusyanto)
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian