Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto
Tampilkan postingan dengan label yjoc. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label yjoc. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 November 2009

Buat yang Getol Pelatihan Safety Riding


foto:dok pulsarian

BERSEPEDA motor di jalan raya Jakarta harus super waspada. Tahun lalu, setiap hari terjadi 16 kasus kecelakaan. Mayoritas melibatkan pengendara sepeda motor (bikers). Hasilnya? Tiga orang tewas sia-sia per hari. Selebihnya, tujuh luka berat dan 11 orang luka ringan.

Tunggu, itu baru yang tercatat oleh Kepolisian. Bagaimana dengan yang tidak tercatat? Diduga angkanya jauh lebih besar.

Ya. Setiap bikers dituntut super waspada saat berkendara. Karena itu, tak heran jika para kelompok sepeda motor giat memberdayakan anggotanya dengan pelatihan-pelatihan safety riding. Baik itu yang terkait kemampuan teknis berkendara maupun peningkatan pemahaman aturan lalu lintas, serta memupuk perilaku bersepeda motor yang santun dan bersahabat.

Di antara komunitas atau kelompok sepeda motor yang gencar memberdayakan anggotanya adalah Pulsarian, yakni komunitas pengguna sepeda motor Bajaj Pulsar dan Yamaha Jupiter Owner Community (YJOC). Keduanya menggelar pelatihan keselamatan bersepeda motor, Sabtu (15/11), di Jakarta. Bedanya, Pulsarian memilih tempat di lahan Carrefour Ciputat, sedangkan YJOC bertempat di Pondok Pinang, Jln H Muhi, Jakarta Selatan.

”SR Course Pulsarian bertujuan memberi pengertian, kesadaran dan awareness mengenai pentingnya keamanan dan keselamatan dalam berkendara,” tulis pengumuman Pulsarian baru-baru ini di sebuah milis.
Selain itu, tujuan pelatihan itu mencakup pemberian informasi dan pengertian mengenai peraturan dan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sebagai dasar dari keselamatan berkendara agar dapat menjadi contoh dalam berkendara bagi sesama pengendara dan masyarakat pada umumnya. ”Sehingga dapat membantu terciptanya kondisi lalu-lintas yang lebih aman dan kondusif,” tegas Pulsarian.
Di sisi lain, jelas Pulsarian, pelatihan mereka juga mengajarkan keahlian-keahlian dasar bersepeda motor yang penting untuk dimiliki, sehingga bisa lebih baik dalam berkendara dan diharapkan peserta dapat lebih percaya diri dalam berkendara secara aman.
SRC Pulsarian yang terbuka untuk umum, termasuk pengguna motor non-Pulsar, mematok batas maksimal peserta 60 orang. Setiap peserta dikenai iuran Rp 70 ribu sebagai pengganti PIN, sertifikat, handout, dan makan siang.
Sementara itu, SRC YJOC kali ini tidak menitikberatkan praktek(skill), melainkan pengetahuan mengenai safety riding. ”Kuota untuk SRC sesi pertama ini yaitu 20 orang, jika melebihi akan di daftarkan pada sesi selanjutnya,” tulis Lucky J Subiakto, salah satu senior di YJOC.

Karena itu, jelasnya, untuk setiap peserta di perkenankan membawa alat tulis.

Bagi bikers yang berminat bisa menghubungi bro Iqbal di 021-96325310 (YJOC), sedangkan untuk Pulsarian bisa menghubungi bro Yudi Kristianto di 08158877540 mengingat pendaftaran ditutup pada 12 November 2009.

“Pelatihan nanti merupakan kali keempat,” jelas Yudi Kristianto. (edo rusyanto)

Kamis, 01 Oktober 2009

Selamat Jalan Bro Didi dan Bro Iyus


foto ilustrasi:edo

Duka menyelimuti bikers. Dua anggota kelompok sepeda motor telah berpulang ke sisi Nya tertimpa musibah kecelakaan di jalan. Sejenak kita menundukan kepala menghaturkan doa agar Bro Didi YJOC-230 dan Bro Iyus, anggota baru GMT yang akan dilantik Oktober ini.
”Bro Didi wafat Senin (17/9) sekitar jam 9 pagi saat menuju kantor didaerah Jl Fatmawati dekat pom bensin Petronas,” urai Iwan Surya, dalam surat elektroniknya baru-baru ini.
Ia menjelaskan, kecelakaan terjadi karena ada sepeda motor lain yang tiba-tiba keluar dari gang dan melawan arus.
Bro Didi sontak kaget. ”Korban bukan menghindar ke kanan tapi malah masuk kiri.
Terjadi lock roda depan,” tambah Bro Lucky, anggota YJOC yang juga pengurus Road Safety Association (RSA).
Almarhum terlontar dan membentur tiang plang. Pada plang itu terdapat baut sebesar jempol setinggi 5 cm yang menimbulkan luka di kepala. Korban meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit. ”Almarhum memakai helm full face merek MGV. Saat itu, kecepatan sepeda motor korban kurang lebih 60/70 km per jam,” tutur Lucky.
Sang penyebab kecelakaan, kata Iwan, sempat di tahan polisi selama tiga hari, namun akhirnya dibebaskan karena keluarga bro Didi mencabut tuduhannya.
Duka juga meliputi keluarga besar GMT. Bro Iyus yang berprofesi sebagai Surveyor Dealer Honda PT UCM Tangerang, Banten, menghembuskan nafas terakhir ketika dalam perjalanan pulang seusai Touring GMT to Jakarta - Bali – Jakarta. ”Kecelakaan terjadi di daerah Probolinggo tadi malam (Rabu, 30/9) sekitar 20.30 WIB. Peserta touring dari GMT sebanyak 12 orang,” tulis Bro Reza, anggota Honda Supra Jakarta (HSJ).
Dia menambahkan, rencananya jenazah akan dibawa dan dimakamkan di Cilacap, Kamis (1/10).
”Bagi teman-teman yang ingin mengucapkan belasungkawa bisa langsung hadir nanti malam (Kamis, 1/10) di Basecamp GMT, di Warung Sambas, Jakarta Selatan,” kata Bro Reza.
Semoga Bro Didi dan Bro Iyus mendapat tempat yang layak di sisi Nya. Amin. (edo rusyanto)

Rabu, 06 Mei 2009

Secuil Catatan Kopdarling RSA Mei 2009

BANYAK pengendara sepeda motor (bikers) lupa, kesabaran berpengaruh penting guna cegah kecelakaan. Kesabaran terbangun dari perilaku dan kesadaran diri kita. Mengejar waktu yang menyeret perilaku berkendara ceroboh membuka peluang kecelakaan di jalan raya. Padahal, ”Jumlah bikers yang tewas sia-sia akibat kecelakaan di jalan raya, sepanjang tiga bulan pertama 2009 jumlahnya naik sekitar 82% dibandingkan rentang waktu sama 2008,” tutur Edo, kepala divisi litbang Road Safety Association (RSA), di kawasan Mid Point, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (2/5).
Edo memaparkan data RSA seputar kecelakaan yang melibatkan sepeda motor di Jakarta dan sekitarnya di hadapan 30-an bikers yang hadir dalam kopi darat keliling (kopdarling) RSA. Pertemuan itu digelar sebulan sekali berkeliling di antara kelompok sepeda motor yang tergabung dalam RSA. Hingga kin ada 70-an kelompok yang bernaung di organisasi yang dibesut 15 Desember 2007 itu. RSA semula bernama Forum Safety Riding Jakarta (FSRJ).
Kembali soal perilaku sebagai kunci mencegah kecelakaan. Menurut Pak Yani, dari Direktorat Perhubungan Darat Departemen Perhubungan (Dephub), yang utama adalah kesadaran diri kita. ”Safety adalah kebutuhan, untuk diri sendiri, keluarga, dan negara,” papar dia, saat didaulat bicara dalam kopdarling yang kali ini digelar oleh Yamaha Jupiter Owners Community (YJOC).

Peserta kopdarling kali ini dari beragam kelompok sepeda motor yakni Barac, YVC Tangerang, YVC Indonesia, Tirec, HTML Yogyakarta, Hornet, Independent Bikers Club (IBC), Ever Community, HOC, KHCC, HCST, Detic, S2W, HSJ, SC 225, Milys, YJOC, dan YJOC Jogya
Selain membangun kesadaran tiap individu bikers, kepatuhan terhadap regulasi yang ada seperti undang-undang dan peraturan pemerintah terkait pengaturan lalulintas jalan raya, juga menjadi mutlak. ”Setiap orang punya hak dan kewajiban oleh karena itu diatur supaya nyaman dan tertib yang bermuara ke keselamatan,” papar Syamsul, pendiri RSA.
Ya. Tanpa kepatuhan terhadap peraturan lalulintas mustahil ketertiban bisa tercipta. Mulai dari berhenti di belakang garis setop, tidak naik ke trotoar, tidak menggunakan sirene dan strobo serta tidak menggunakan lampu jarak jauh yang terlalu terang. ”Kita mengacu kepada peraturan, bukan atas suatu kesepakatan belaka. Landasannya adalah aturan hukum,” ujar Rio, sang koordinator RSA.
Dalam situasi berkendara secara kelompok, bagi Syamsul, setiap bikers harus lebih waspada lagi. ”Group riding berpotensi lebih besar menimbulkan kecelakaan ketimbang solo riding,” tukas Agus, dari Depok Tiger Club (Detic).
Karena itu, pengaturan jarak dan penempatan bikers dalam suatu group riding menjadi amat penting. ”Pengendara yang memiliki skill lebih baik diposisikan pada barisan belakang, yang skill di bawahnya ditempatkan di barisan depan,” papar Syamsul.
Kopdarling yang digelar mulai 20.18 WIB itu ditutup 21.34 WIB. Jadwal yang semula ditetapkan 18.30 WIB molor karena permasalahan teknis kelistrikan. Belum lagi miss understanding antara satuan petugas keamanan (satpam) gedung KONI dengan gedung Mid Point. Kopdarling ditutup dengan penyerahan buku karya Edo kepada Pak Yani dan Master YJOC Shasya 249. Satu persatu peserta meninggalkan arena kopdarling. (edo)
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian