Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto
Tampilkan postingan dengan label langka. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label langka. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 03 Januari 2009

Kelangkaan Premium Meluas

KELANGKAAN bahan bakar minyak (BBM) premium di stasiun pompa bensiun umum (SPBU) juga terjadi di kawasan Cibubur, Ciracas, Kelapa Dua Wetan, dan Cipayung. Wilayah-wilayah tersebut di terletak di Jakarta Timur.
Pantauan penulis di sejumlah SPBU, sepanjang Sabtu (3/1) siang menunjukkan fakta konsumen terpaksa beralih ke BBM jenis pertamax. “Terpaksa mas, soalnya premium tidak ada,” ujar Seto, seorang pengendara sepeda motor yang antre di SPBU, Kelapa Dua Wetan.
Seorang petugas di SPBU bernomor 34.13709 itu menuturkan bahwa premium sudah habis sejak Jumat (2/1). “Hari ini tidak ada premium, mungkin sore nanti,” ujar pria itu.
Sementara itu, pelayan wanita di SPBU 34.13808, Cipayung menuturkan, “Premium habis. Lagi dipesan, gak tahu datang kapan,” tutur dia.
Saat tanya kemungkinan terkait rencana pemerintah akan menurunkan harga premium pada 15 Januari, ia enggan menjawab rinci. “Mungkin aja,” paparnya singkat. Pastinya, di SPBU itu konsumen premium dari segmen pengendara sepeda motor terpaksa beralih ke pertamax. Padahal, selisih harga premium dan pertamax mencapai Rp 1.000 per liter. Harga premium saat ini Rp 5.000 per liter, sedangkan pertamax Rp 6.000.
Pemandangan serupa terjadi di SPBU bernomor 34.13708. Bedanya, ”Sudah tiga hari mas, premium dan pertamax habis, tinggal solar aja,” tutur seorang pria penjaga SPBU. Di SPBU yang cukup luas itu tertera tulisan ’premium dan pertamax habis’. Tampak hanya satu truk sedang mengisi BBM solar. Banyak calon konsumen sepeda motor kecewa.
Situasi agak berbeda terjadi di SPBU Ceger bernomor 34.13803 yang masih memiliki persediaan premium dan SPBU 34.13709 Cibubur. Sementara itu, di SPBU 34.13703, Ciracas, menurut penjaga SPBU, “Premium baru datang Sabtu jam 10 pagi, Jumat kami kehabisan,” kata dia. (edo)

Premium Langka (Lagi)

Konsumen bahan bakar minyak (BBM) premium terpaksa kecewa. Sepanjang Jumat (2/1), pasokan premium di sejumlah stasiun pompa bensin umum (SPBU) di Jabodetabek tersendat-sendat. Premium menghilang.
Pantauan penulis di SPBU sepanjang Jl Raya Bogor beberapa pompa bensin menggantungkan tulisan ’premium habis’. Salah satunya adalah SPBU di dekat Pool Mayasari Bhakti. ”Gawat nih premium habis, padahal punya saya sudah tiris,” tutur Wawan, seorang pengendara sepeda motor yang berniat membeli premium di SPBU itu.
Ada apa gerangan? ”Mereka (pengusaha SPBU) ragu untuk menebus dan tidak mau mengambil BBM,” tutur Achmad Faisal, direktur pemasaran dan niaga Pertamina, di Jakarta, Jumat (2/1), seperti dikutip Investor Daily, Sabtu/Minggu (3-4 Januari 2009).
Pengusaha SPBU was-was jika membeli BBM dalam jumlah banyak, tiba-tiba pemerintah jadi menurunkan harga BBM pada 15 Januari 2009. ”Kalau pesannya banyak, tiba-tiba harga BBM turun, kami akan rugi besar seperti yang terjadi beberapa waktu lalu,” ujar seorang pegawai SPBU di Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Pada 15 Desember 2008, pemerintah menurunkan harga BBM dan saat itu para pengusaha SPBU mengaku rugi Rp 20 miliar per hari.
Benarkah kelangkaan premium akibat pengusaha SPBU dengan sengaja menunda penyerahan permintaan pasokan BBM terkait kompensasi margin keuntungan penjualan jika BM jadi diturunkan pemerintah dalam waktu dekat ini? ”Isu itu tidak benar,” tukas Ketua Himpunan Wiraswasta nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) M Nur Adib, Jumat.
Ia menuding bahwa kelangkaan terjadi akibat pengubahan sistem komputerisasi di Pertamina yakni dari pola system, applications, and productions in data processing (SAP) menjadi MySAP. SAP adalah sistem perangkat lunak jenis enterprise resource planning (ERP) yang akan mencatat secara terintegrasi sebagai proses transaksi perusahaan, dari bagaimana proses produksi, penjualan dan seberapa banyak transaksi yang terjadi, hingga data berapa suplai yang diperlukan. ”Karena sistem online ini (MySAP) baru digunakan mulai 1 Januari maka wajar jika ada sedikit gangguan,” kata Faisal. (edo)

Rabu, 03 Desember 2008

Kok Premium Langka?

Premium langka? Ada permainan oleh pengusaha stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU)? Dari pemantauan penulis di beberapa titik SPBU di Jakarta, terlihat beberapa papan pengumuman yang menyatakan persediaan premium telah habis. "Sejak semalam premium sudah habis. Gak tahu kapan dikirim lagi," ujar seorang penjaga SPBU di Jl Poltangan, Jakarta Selatan.
Sementara itu, kejadian serupa terlihat di SPBU Jl Raya Gedong, Jakarta Timur.
Juru Bicara Pertamina Anang Rizkani Noor mengungkapkan, kelangkaan BBM yang terjadi di beberapa SPBU disebabkan pengusaha pompa bensin menunda permintaan pasokan BBM jelang pengumuman penurunan harga premium. Pengusaha pompa bensin tidak mau merugi dengan menambah pasokan BBM pada saat harga premium masih di kisaran Rp 6.000 per liter, karena stok tersebut akan dijual Rp 5.500 per liter pada hari berikutnya.
"Stok BBM Pertamina aman di kisaran 20 hari, sedangkan kelangkaan terjadi di stok BBM SPBU," ujarnya, seperti dikutip Investor Daily, Rabu (3/12).
Bagaimana komentar pengusaha SPBU? Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Nur Adib mengatakan, penundaan permintaan pasokan BBM oleh pengusaha pompa bensin merupakan upaya meminimalisasi kerugian dari penjualan BBM tersebut.
Namun, di sisi lain konsumsi BBM jelang penurunan harga premium tersebut pun menurun drastis. Pengusaha pompa bensin merugi sekitar Rp 20 miliar, karena penurunan pembelian dan selisih harga dari stok BBM yang belum habis terjual tersebut.
Anang menambahkan, Pertamina memastikan kelangkaan tersebut tidak berlangsung lama atau pulih dengan cepat. Hampir semua pengusaha SPBU yang tidak membeli BBM pada saat harga premium diturunkan sudah meminta Pertamina memasok BBM. Stok yang menipis akan segera teratasi dengan suplai tersebut, sehingga kondisi kembali normal.
Anggota Komite Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) Ibrahim Hasyim mengatakan, pihaknya sudah mengantisipasi kelangkaan tersebut dengan memberlakukan harga baru premium itu pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun, upaya tersebut tidak mengurangi aksi spekulasi pengelola SPBU dan pembeli. Namun, Pertamina sudah bersedia memasok BBM sehingga kelangkaan bisa segera teratasi.
Kelangkaan premium di Jabodetabek terasa sejak premium diturunkan harganya sebesar Rp 500 per liter mulai Senin (1/12). Duh nasib bikers, BBM naik repot, BBM juga kerepotan. (edo/sumber investor daily)
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian