Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto

Senin, 30 November 2009

Waspada Berkendara di Gelap Malam


foto:istimewa


SATU lagi kisah memilukan. Saat asyik memejamkan mata, enam warga Nganjuk, Jawa Timur, justeru tergilas sepeda motor.

Kisah bermula ketika keenam orang tersebut usai memancing di Waduk Kalibening, Kecamatan Saradan, Kabupaten Madiun. "Kami memancing semalaman karena capek, kami istirahat," kata Suminto yang tinggal di Desa Manggerejo, Kecamatan Wilangan, Kabupaten Nganjuk, Senin (30/11), seperti dilansir Antara.

Suminto menuturkan, kejadiannya demikian cepat. Saat mereka asyik terlelap, sepeda motor yang ditunggangi Maji, warga Desa Balongan, Kecamatan Berbek, Nganjuk, Jawa Timur, melindas mereka. Buntutnya, Suminto dan rekannya Supriono, menderita luka serius di bagian kepala dan tangan. Meski keempat rekan lainnya luka ringan, kesemuanya harus dirawat di Rumah Sakit Umum Bhayangkara, Nganjuk.

Kenapa Maji melindas warga yang sedang tidur? "Saat itu, cuaca masih gelap, sehingga saya tidak tahu persis jika ada orang yang tidur di tepi jalan," kata Maji.

Meski demikian, Maji belum ditahan oleh kepolisian. "Kami masih melakukan penyelidikan kasus tersebut," jelas Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Kepolisian Resor Nganjuk AKP M Puji.

Mata Lelah
Bersepeda motor di gelap malam membutuhkan konsentrasi yang amat tinggi. Sekalipun cahaya lampu utama sepeda motor sudah cukup terang, indera mata kita harus bekerja ekstra keras. Maklum, ketika bersepeda motor, kita senantiasa dituntut melakukan analisis medan secara akurat.

Praktis, dalam kasus Maji yang melindas enam warga, rasa lelah mata sang bikers mempengaruhi keputusan untuk memacu pedal gas atau sebaliknya melakukan pengereman.

Walau demikian, rasanya baik Maji maupun Suminto cs, kedua pihak sama-sama berkontribusi atas insiden kecelakaan di jalan itu. Masak sih tidur di pinggir jalan raya, sedangkan yang satunya lagi masa nggak melihat ada tubuh manusia yang berjejer. Atau, jangan-jangan lampu sepeda motor Maji tidak berfungsi? (edo rusyanto)

Lorenzo Bakal Dongkrak Penjualan Yamaha?


foto:edo



Konsumen di negara kita terkenal cukup loyal pada suatu merek. Kegandrungan pada
sebuah merek terbentuk karena persepsi. Karena itu, para produsen berlomba-lomba meningkatkan citra.

Bagi para produsen sepeda motor, pencitraan juga amat vital. Mulai dari dipersepsikan sebagai pembuat produk yang irit bahan bakar, memiliki teknologi yang terdepan, model yang tak lekang oleh zaman, hingga pembuat produk yang memiliki kecepatan paling terdepan. Buntut dari itu semua adalah agar memicu calon konsumen memilih produk
mereka, atau konsumen yang sudah ada kian loyal.

PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Yamaha, tahu persis hal ini. Kiprah mereka selama 34 tahun di Indonesia sudah menunjukkan hal itu. Jurus membangun persepsi adalah dengan membuat iklan yang mudah dicerna calon konsumen. Tagline mereka ‘Yamaha Semakin di Depan’ terus membordir pemirsa televisi.

Dua tahun belakangan ini, Yamaha kian terdongkrak karena yang mereka kontrak yakni Valentino Rossi (30), menjuarai MotoGP 2009. Di Indonesia, Rossi juga dipasang sebagai model iklan Yamaha Jupiter MX. Wajahnya disandingkan dengan Komeng, sang comedian.

Kini Rossi tak sendiri. Teman satu kubu, Lorenzo (22) bakal menghiasi iklan di Yamaha. Maklum, Lorenzo kian moncer di ajang MotoGP. “Saya akan tetap fight di MotoGP 2010. Dalam perlombaan, menang kalah adalah hal biasa,” tegasnya.


foto:edo

Banyak yang memperkerikan, ketika pemuda yang pernah merajai seri 250 cc dan 500 cc itu, dikontrak sebagai brand ambassador Yamaha Jupiter Z, YMKI bakal siap-siap meraup peningkatan penjualan. Yamaha Jupiter Z bakal diluncurkan YMKI dan Lorenzo, Senin (30/11), di Jakarta.

“Mungkin lebih positif lagi, optimistis target tercapai,” ujar Dyonisius Beti, wakil direktur utama PT YMKI, Minggu (29/11) sore, di Sentul, Bogor.

Sepanjang 2008, YMKI mampu melego 2,4 juta sepeda motor di Indonesia. Tahun ini, ditargetkan mencapai 2,7 juta unit. Sangat masuk akal mengingat hingga Oktober 2009, YMKI sudah mengantongi penjualan 2,1 juta unit. Posisi Yamaha masih nomor dua, sedangkan Honda diperingkat pertama. (edo rusyanto)

Minggu, 29 November 2009

Lorenzo: Kecelakaan Tanggungjawab Bersama


foto:dok edo



TERJATUH atau kecelakaan saat balapan di sirkuit hal biasa bagi para pembalap. Terlebih bagi para pembalap profesional di ajang internasional seperti MotoGP.

Salah satu pembalap yang mengalami kecelakaan adalah Jorge Lorenzo (22). Anak muda asal Spanyol itu, terakhir apes benturan dengan Hayden di sirkuit Australia, 18 Oktober 2009.

Bahkan, saat bertemu dengan para blogger di Sentul, Bogor, Minggu (29/11) sore. Kelima blogger itu adalah Rudy Triatmono, Stephen Langitan, Adhi Nugroho, Taufik Hidayat, dan Edo Rusyanto. Saat itu, luka bekas kecelakaan itu masih membuat si The Rookie Year 2008 itu masih belum lincah benar. Panitia dari PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) bahkan mengingatkan 5 blogger agar saat foto bersama tidak merangkul Lorenzo.

"Balapan adalah pertarungan meraih juara, jatuh adalah bagian dari risiko," tukas Lorenzo, saat bertanya jawab dengan para blogger, di Sentul.

Ketika disinggung tentang kecelakaan yang menimpa warga dunia, termasuk Indonesia, sang "Rocky of The Year 2008" itu mengaku, prihatin. “I am so sorry,” tukasnya.

Maklum, korban kecelakaan di dunia hampir menelan 1,3 juta jiwa pada 2008. artinya, setiap jam ada dua orang korban kecelakaan. Di Indonesia? Hampir sekitar 50 korban meninggal setiap hari.

“Soal kecelakaan menjadi tanggung jawab moral para pengendara. Artinya, berkendara di jalan tidak mencelakakan orang lain,” seru Lorenzo yang sempat mengalami kecelakaan saat latihan di seri GP Shanghai China Mei 2008. Ia terlempar dari motor dan mengakibatkan cedera di ankle kaki kiri. Namun, ia tetap melanjutkan pertandingan di seri Cina itu.

Salah satu hal untuk mengurangi kecelakaan, kata dia, harus ada standar yang bagus untuk memperoleh surat izin mengemudi (SIM). “Kecelakaan merupakan tanggungjawab bersama,” kata Lorenzo.

Ya. Kecelakaan bisa dikurangi risikonya dengan lebih saling menghargai serta santun dalam berkendara di jalan. (edo rusyanto)

Yamaha Byson Nongol Lagi....


foto:kaskus

PERSIAPAN PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menggelontorkan motor sport Byson kian membuncah. Sabtu (28/11) malam, penampakan Byson kian kentara. "Byson muncul di tengah acara pertemuan para main dealer Yamaha," ujar seorang penggemar motor Yamaha, Minggu (29/11), di sela Asean Race Cup, di Sentul, Bogor. Seorang sumber yang dekat dengan kalangan pemanufaktur otomotif menyebutkan, sekitar Februari 2010, Byson bakal merambah pasar motor sport. "Harganya kemungkinan sekitar Rp 19 jutaan," katanya.
Maklum, spesifikasi Byson, di bawah Yamaha Vixion yang kini merajai pasar motor sport di Tanah Air dengan penjualan rata-rata sekitar 15 ribu unit per bulan. Bahkan, pada Oktober 2009, sempat menembus sekitar 19 ribu unit.
Byson memakai karburator, sedangkan Vixion yang 150 cc memakai sistem injeksi. Byson kabarnya memakai mesin 153 cc.
Sementara itu, kehadiran pembalap asal Spanyol, Jorge Lorenzo membuat suasana di sirkuit Sentul menjadi lebih hangat. Cerahnya cuaca di kawasan Sentul, Minggu siang tak menggoyahkan para pengunjung yang ingin melihat dari dekat pembalap nomor dua dunia tersebut.
"Saya datang pingin melihat Lorenzo," kata Budi, seorang penonton yang datang dari Jakarta.
Yamaha cukup cerdik menempatkan dua ikon pembalap MotoGP dalam penetrasi pasar di Indonesia. Sebelumnya, Valentino Rossi, sang kampiun MotoGP 2009, dipasang sebagai brand ambbasador Jupiter MX, kini Lorenzo bakal menjadi brand ambbasador Jupiter Z 115 cc yang bakal diluncurkan Senin (30/11), di Jakarta. (edo)

Jakarta Punye Kite


foto:edo



JAKARTA punya siapa? Ada yang nyeletuk...”Ya, punya semua penduduk Indonesia.”

Gak salah, kalau kemudian stasiun televisi ANTV mengulik rubrik Jakarta Punye Kite, setiap Senin-Jumat, pukul 21.30-22.30 WIB. Lalu, apa kaitannya dengan keselamatan berkendara di jalan?

Ceritanya begini. Pada edisi, Jumat (27/11), topik yang dibahas adalah seputar transportasi. Duduk sebagai pembicara Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Lulung AL, Wakil Kepala Dishub DKI Jakarta Riza Hasyim, dan Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta Selamat Nurdin. Talkshow yang dipandu Ronal dan Anya Dwinov itu juga menampilkan sosok Ahmad Dhani, sang penyanyi kondang. Tak lupa disisipi Lena, sang presenter ayu sebagai wakil warga Jakarta. Walah...serius amat yah obrolan jelang tengah malam.

“Untuk mengurai kemacetan di Jakarta akan diterapkan sistem ganjil genap,” seloroh Riza Hasyim. Maksudnya, ada hari-hari tertentu kendaraan yang boleh beroperasi di Jakarta adalah yang memiliki pelat nomor ganjil atau sebaliknya.

Namun, ia juga buru-buru menyebutkan bahwa faktor mentalitas juga berpengaruh terhadap penciptaan keruwetan di jalan. “Karena itu, kami lakukan penyuluhan ke sopir angkutan umum termasuk bekerja sama dengan kepolisian untuk lakukan penindakan,” katanya. Hemmm....

Sang presenter, Anya Dwinov, tak henti menyinggung soal pentingnya implementasi dari aturan yang ada. “Kalau peraturannya sudah bagus, implementasinya juga harus bagus,” papar sang dara ayu itu.

Sontak, Lulung menyatakan, yang dibutuhkan oleh Jakarta saat ini adalah transportasi publik yang aman dan nyaman. “Tapi harus ada aturan yg memaksa untuk pemanfaatan transportasi publik itu,” tutur dia.

Peliknya transportasi Jakarta juga dibayangi oleh tingginya angka kecelakaan di jalan. Tahun 2008, kasus kecelakaan yang tercatat oleh Polda Metro Jaya sebanyak 16 kasus per hari dengan korban jiwa mencapai rata-rata 3 orang per hari.

Riza mengaku, untuk mewujudkan sistem transportasi yang nyaman harus ada sinergi semua pihak terkait. “Pemerintah pusat juga mesti ikut. Dan, tahun 2010, insyaallah MRT akan dibangun,” tambahnya.

Bagi, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Jakarta, Tri Tjahjono, “Pemerintah harus berani memberi subsidi untuk transportasi yang saat ini tidak memadai. Selain itu,
fasilitas pejalan kaki dan pesepeda juga harus disediakan,” urai Tri yang disisipkan dalam liputan di tengah talkshow tersebut.

Sayangnya, talkshow yang mengulas fasilitas publik itu ‘gagal’ memberi ruang interaksi dengan pemirsa. No telepon yang disedikan sulit dihubungi. Semoga ke depan lebih baik. (edo rusyanto)

Sabtu, 28 November 2009

Tak Sabar Bersua Lorenzo



foto:istimewa


WAJAH-wajah ceria terpancar dari 12 orang di sudut Gumati Cafe, Bogor, Sabtu (28/11) sekira pukul 14.00 WIB. Mereka adalah orang-orang terpilih untuk bertemu pembalap MotoGP, Jorge Lorenzo.

Siapa yang memilih? Ini dia, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). "Tadinya kita berniat mengundang 25 orang," kata Radityo, staf YMKI.

Lalu, siapa saja yang dipilih? Dari 12 orang itu, empat di antaranya adalah blogger otomotif dengan jam terbang tinggi seperti Triatmono, Stephen, Taufik, dan Adhi si Alone Rider. Loh, satu lagi siapa? Saya sendiri. Blogger pemula. He..he...he...

Empat lainnya adalah para pemenang kuis testimoni seputar Lorenzo dari berbagai kota yakni Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang, dan Denpasar. Sedangkan, tiga peserta berasal dari Yamaha Riders Club (YRC).

Usai makan siang, tim 12 kembali ke Hotel Mirah di Jl Pangrango, Bogor. "Jam 17.00 WIB kita kumpul lagi di lobby untuk makan malam di Hard Rock, Jakarta," ujar Reza, liasion officer Yamaha.

Semua bergegas istirahat. Saya sekamar dengan Triatmono. Blogger yang cukup kondang ini khusus datang ke Bogor dengan menunggang Aprilia RS 250 cc.

Kami sempat menengok blog masing-masing melalui notebook Acer yang selalu setia menemani kemana-mana.

Tepat pukul 17.00 WIB, Tim 12 meluncur ke Hard Rock Cafe, Jakarta. Keceriaan masih menghiasi wajah-wajah penggemar Lorenzo itu. Ada rasa tak sabar untuk segera masuk ke hari Minggu (29/11).

"Pingin cepat-cepat ketemu Lorenzo. Saya pingin kaos saya ditandatngani Lorenzo," papar Rizal, yang asal Surabaya, di EX Plaza, Jakarta.

Sedangkan Anshori, salah satu peserta asal Palembang mengaku, "Seperti mimpi bisa ketemu Lorenzo. Deg-degan, sudah gak sabar. Biasanya hanya lihat di tv."

Ya. Lorenzo bak magnet bagi penyuka balap MotoGP. Waktu bak merangkak lambat untuk menuju Minggu. (edo rusyanto)

Jumat, 27 November 2009

Setop!!! Menelepon Saat Berkendara


foto:istimewa


Endang Muryanti, sopir bus Transjakarta yang menabrak penyeberang jalan diduga tak waspada karena mengemudi sambil menelepon. Ia menabrak Tuliana, 31 tahun, penyeberang jalan di jalur khusus kawasan Jalan Otto Iskandardinata, Jakarta Timur. Kamis (14/8) pagi.

Penggalan berita itu termuat di situs TEMPO Interaktif, edisi Kamis, 14 Agustus 2008 jam 15:42 WIB.

Kasus itu bukan satu-satunya. Tengok saja peristiwa Rabu, 26 Agustus 2009, seperti dilansir situs yang sama pukul 17:06 WIB. Keasyikan bicara di telpon seluler membuat Sumarna tak bisa membawa truk yang dibawanya dan oleng hingga menerjang pohon dan bangunan kios di dekat tikungan Jalan Raya Cipatat, Desa Citatah, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (26/8). Akibatnya, kernet truk bernama Wawan, 22 tahun, warga Bojong Honje Desa Citatah tewas seketika karena kepalanya terluka berat.
Sumarna sendiri terluka berat. Juga kernet lainnya, Wawan Anda, 20 tahun, meski luka ringan. "Peristiwanya subuh tadi" kata Kepala Kepolisian Resor Kota Cimahi Ajun Komisaris Besar Purwolelono saat dihubungi Tempo, Rabu (26/8) sore.


Aktifitas berponsel terhadap pengemudi mobil berbuntut fatal. Apalagi bagi pengendara sepeda motor, seperti yang dialami Akhmad Widianto (27) warga Desa Anggaswangi Kecamatan Sukodono Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. www.surabayapagi.com menyebutkan, peristiwa pada 25 Juni 2009 itu, mengakibatkan korban luka parah di kepala. Salah satu saksi mata Basori (41) Warga Kelurahan Wates Kecamatan Magersari Kota Mojokerto kepada Mojokerto Pagi mengatakan, ’’Korban pada saat itu mengendarai sepeda motor seorang diri, korban sedang asik menerima telepon, korban tidak konsentrasi pada saat mengendarai motor,” terangnya.

Ganggu Konsentrasi

Berkendara di jalan butuh konsentrasi penuh. Lengah sedikit, bisa fatal akibatnya. Bukan hanya kerugian material, korban jiwa pun bisa melanda. Siapa yang mau menjadi korban kecelakaan lalu lintas jalan?

Salah satu faktor yang bisa mengganggu konsentrasi saat berkendara mobil maupun sepeda motor, adalah aktifitas menelepon dan membaca atau mengirim pesan singkat (short message service alias SMS).

Konsentrasi pandangan mata praktis terbagi. Demikian juga konsentrasi otak sang pengendara. Penelitian Carnegie Mellon University, Pittsburgh, Pennsylvania, Amerika Serikat menyebutkan, menelpon dapat menurunkan aktifitas otak saat mengemudi sebesar 37%. ”Mengemudi di bawah pengaruh alkohol dan berbicara dengan telepon genggam sama-sama memicu kecelakaan,” tulis FreshNews yang melansir penelitian tersebut, pertengahan 2008.

Bahkan, penggunaan hands-free atau loud speaker tidak cukup untuk mengurangi bahaya.
Isyarat itu tak berlebihan mengingat hasil survey Nationwide Insurance, AS terhadap 1.500 responden mengungkapkan, sebanyak 80% orang Amerika menggunakan ponsel saat mengemudikan kendaraan.

Tak heran, jika pada 2008, menurut Sekretaris Transportasi Gedung Putih Ray LaHood, korban kecelakaan lalu lintas jalan yang tewas akibat aktifitas ber-SMS mencapai enam ribu jiwa. Korbannya adalah pengemudi dan pejalan kaki. Karena itu, pada Oktober 2009, Presiden AS Barrack Obama mengeluarkan larangan berponsel saat berkendara. Larangan dalam executive order itu ditujukan bagi semua pegawai pemerintah yang menggunakan mobil dinas, maupun yang akan melakukan tugas dinas dengan menggunakan mobil pribadi.
Namun, ujar Ray LaHood, nantinya aturan ini akan diperluas ke supir-supir truk, pengemudi bus angkutan umum maupun bus sekolah, dengan memberikan sanksi berupa pencabutan izin mengemudi yang mereka miliki.

Korban akibat kecelakaan di dunia sudah memprihatinkan. Tahun ini ditaksir sekitar 1,3 juta jiwa bakal menjadi korban, tahun lalu ditaksir sekitar 1,2 juta jiwa. Biaya yang dikeluarkan akibat kecelakaan mencapai sekitar Rp 650 triliun per tahun.

Tak heran, jika lebih dari 50 negara melarang penggunaan ponsel saat berkendara. Termasuk Indonesia. Negara lain yang menerapkan aturan serupa di antaranya adalah Cina, Mesir, Finlandia, Prancis, Jerman, Yunani, Hunggaria, India, Irlandia, Israel, Italia, Jepang, Yordania, Kenya, Meksiko, Belanda, Norwegia, Pakistan, Polandia, Portugis, Rumania, Rusia, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swiss, Inggris, dan Zimbabwe.

Sanksi di Indonesia

Sanksi bagi pelanggar aturan berponsel saat berkendara di tiap negara berbeda-beda, ada yang mencabut surat izin mengemudi (SIM), sanksi penjara, dan sanksi denda dengan jumlah bervariasi.

Di negara kita, setelah Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meneken Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pada 22 Juni 2009, memberi sanksi denda Rp 750 ribu atau kurungan badan tiga bulan (pasal 283).

Ganjaran itu diberikan bagi pengendara yang melanggar pasal 106 ayat (1) yang berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Dimana kalimat yang secara tegas menyebutkan larangan berponsel? Silakan tengok keterangan tentang pasal 106 ayat (1) bahwa yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di Kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Rasanya, kita semua sepakat. Mencegah lebih baik daripada mengobati. Apalagi, di negara kita, sepanjang 2008 rata-rata korban tewas akibat kecelakaan jalan mencapai sekitar 50 jiwa setiap harinya. (edo rusyanto)

Kamis, 26 November 2009

Pentingnya Komunitas Bagi Produsen





KOMUNITAS menjadi mitra bagi produsen. Bagi anggota komunitas, tempat kumpul menjadi ajang saling berbagi dan menyalurkan hobi.

Rabu, 25 November 2009

Deklarasi Jakarta-Moskow


foto:supri


KECELAKAAN lalu lintas jalan kian menjadi problem global. Tahun ini, ditaksir 1,3 juta jiwa menjadi korban kecelakaan dan bakal menjadi sekitar 1,9 juta jiwa pada 2020. Dari segi materi, dana yang dikeluarkan terkait korban kecelakaan diperkirakan sekitar Rp 650 triliun per tahun. Artinya, setiap jam ada dua orang yang menjadi korban kecelakaan di jalan.

Hal yang membuat miris juga adalah kecelakaan lalu lintas jalan menjadi penyebab utama kematian bagi anak-anak dan orang muda berusia 5-29 tahun.

Menurut Lord Robertson of Port Ellen, chairman Commission for Global Road Safety, korban kecelakaan bisa dikurangi hampir 50% pada 2020 dengan catatan seluruh dunia secara agresif melakukan program pencegahan. Pernyataan tersebut mencuat saat Konferensi Menteri Global Road Safety Pertama: Time for Action, yang digelar di
Moskow, Rusia, pada 19-20 November 2009. konferensi ditutup dengan Deklarasi Moskow yang merangkum 11 point. Dua di antaranya adalah pertama, mempromosikan harmonisasi peraturan keselamatan jalan dan keselamatan kendaraan dan praktik-praktik yang baik melalui penerapan resolusi PBB yang relevan dengan instrumen dan serangkaian manual yang dikeluarkan oleh United Nations Road Safety Collaboration. Kedua, memperkuat atau mempertahankan kesadaran penegakan hukum dan peraturan yang ada dengan melakukan perbaikan undang-undang yang dibutuhkan pengemudi kendaraan dan sistem registrasi yang menggunakan standar internasional yang sesuai.

Bagaimana di Indonesia? Catatan menunjukkan bahwa kasus kecelakaan lalu lintas jalan dalam empat tahun terakhir rata-rata naik 81,5%. Pertumbuhan tertinggi pada 2006 yakni mencapai 321,9% dan pada 2007 sempat turun 44,25%. Sementara itu, korban tewas akibat kecelakaan di jalan empat tahun terakhir rata-rata naik 13,25% per tahun. Kenaikan korban tewas mencakup 3,6% (2005), 35,7% (2006), 4,9% (2007), dan 8,8% (2008).

Kita tahu, bahwa sejak 2007 pemerintah mulai serius memperhatikan masalah kecelakaan di jalan melalui program yang disebut Pekan Nasional Keselamatan Jalan (PNKJ). Tahun ini, tema yang diusung adalah Dengan Sedikit Empati Bisa Menyelamatkan Orang Lain. Akankah korban kecelakaan akan berkurang lewat program-program tersebut? Tentu masih membutuhkan kerja keras lainnya.

Ketika di Moskow 70-an orang dari berbagai negara kumpul dalam Konferensi Kecelakaan Jalan, di Jakarta, Indonesia, ratusan anggota lintas komunitas, menyerukan pentingnya keselamatan jalan dalam Deklarasi Keselamatan Jalan, Minggu (22/11).

Tiga point penting disuarakan dengan lantang yakni pertama, mengajak para pengguna jalan di seluruh Indonesia untuk lebih bertanggung jawab dengan saling menghargai serta bersahabat dan santun di jalan. Kedua, mendorong peningkatan ketaatan pada aturan lalu lintas serta mendesak polisi lebih tegas dan konsisten menegakkan peraturan lalu lintas. Ketiga, mendesak pemerintah menyediakan moda transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau masyarakat luas.


Deklarasi Moskow
Konferensi di Moskow memutuskan untuk mengundang Majelis Umum PBB menyatakan dekade 2011-2020 sebagai "Dekade Aksi Road Safety" dengan tujuan untuk menstabilkan dan kemudian mengurangi perkiraan tingkat kematian global di jalan pada 2020.

Beberapa rencana program aksi termuat dalam Deklarasi Moskow yang memuat 11 butir. Point Deklarasi itu mencakup;

1. Mendorong pelaksanaan rekomendasi laporan Dunia pada pencegahan kecelakaan lalu lintas jalan,

2. Memperkuat kepemimpinan pemerintah dan bimbingan dalam keselamatan di jalan, termasuk dengan menunjuk atau memimpin lembaga penguatan dan koordinasi mekanisme yang terkait di tingkat nasional atau sub-nasional;

3. Menentukan target ambisius pengurangan kecelakaan lalu lintas yang berkaitan erat dengan investasi yang direncanakan dan inisiatif kebijakan dan memobilisasi sumber daya yang diperlukan untuk memungkinkan implementasi yang efektif dan berkelanjutan untuk mencapai target dalam rangka pendekatan sistem keamanan;

4. Melakukan upaya khusus untuk mengembangkan dan melaksanakan kebijakan dan prasarana solusi untuk melindungi semua pengguna jalan khususnya mereka yang paling rentan seperti pejalan kaki, pengendara sepeda, pengendara sepeda motor dan pengguna angkutan umum yang tidak aman, serta anak-anak, orang tua, dan orang cacat;

5. Mulai menerapkan transportasi yang lebih aman dan berkelanjutan, termasuk melalui perencanaan penggunaan lahan dengan mendorong inisiatif dan alternatif bentuk-bentuk transportasi

6. Mempromosikan harmonisasi peraturan keselamatan jalan dan keselamatan kendaraan dan praktik-praktik yang baik melalui penerapan resolusi PBB yang relevan dengan instrumen dan serangkaian manual yang dikeluarkan oleh United Nations Road Safety Collaboration.

7. Memperkuat atau mempertahankan kesadaran penegakan hukum dan peraturan yang ada dengan melakukan perbaikan undang-undang yang dibutuhkan pengemudi kendaraan dan sistem registrasi yang menggunakan standar internasional yang sesuai;

8. Mendorong organisasi untuk berkontribusi secara aktif bekerja dalam meningkatkan keselamatan di jalan raya terkait dengan mengadopsi penggunaan praktik terbaik dalam pengelolaan armada;

9. Mendorong tindakan kolaboratif dengan meningkatkan kerjasama antara entitas administrasi publik yang relevan, organisasi dalam sistem PBB, swasta dan sektor publik, dan dengan masyarakat sipil;

10. Memperbaiki pengumpulan data nasional dan perbandingan pada tingkat internasional, termasuk dengan mengadopsi definisi standar dari data kematian akibat kecelakaan dimana setiap orang yang mengalami kecelakaan langsung terbunuh atau tewas dalam waktu 30 hari sebagai akibat dari kecelakaan lalu lintas jalan dan definisi standar cedera dan memfasilitasi kerjasama internasional untuk mengembangkan data yang andal dan diselaraskan dengan sistem;

11. Memperkuat penyediaan pra-rumah sakit dan rumah sakit perawatan trauma, pelayanan rehabilitasi dan reintegrasi sosial melalui pelaksanaan undang-undang yang sesuai, pengembangan kapasitas manusia dan peningkatan akses pelayanan kesehatan sehingga dapat menjamin pengiriman tepat waktu dan efektif untuk mereka yang membutuhkan. (edo rusyanto)

Senin, 23 November 2009

Omzet Bisnis Sepeda Motor Rp 65 Triliun



foto:edo


OMZET bisnis sepeda motor pada 2010 diperkirakan meningkat 10% menjadi Rp 65,27 triliun. Angka sebesar itu diperoleh dari penjualan domestik sebesar 6,3 juta unit dan ekspor sebesar 64 ribu unit.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menerangkan, jika harga sepeda motor dipukul rata Rp 10 juta, omzet sepeda motor tahun depan mencapai Rp 63 triliun. Namun saat ini, kata dia, ada beberapa sepeda motor yang harganya di atas Rp 15 juta, namun porsinya tidak terlalu besar.

“Kalau melihat tren pada kuartal IV, pasar tahun depan dapat menembus 6 juta unit atau naik minimal 10% dibanding 2008 sebesar 5,6-5,8 juta unit,” paparnya di Jakarta, Senin (23/11).

Menurut Gunadi, pasar otomotif (motor dan mobil) biasanya meningkat dua kali lipat dibanding pertumbuhan ekonomi. Jika pemerintah menetapkan pertumbuhan ekonomi 2010 sebesar 6%, pasar berpeluang tumbuh dua kali lipat sebesar 12%. Selain karena faktor pertumbuhan ekonomi, Gunadi menerangkan, permintaan dari kalangan distributor motor juga terus membaik dalam dua bulan terakhir.

Indikasi peningkatan permintaan terlihat dari realisasi penjualan Oktober 2009 yang mampu mencapai 613.979 unit, meningkat 19% dibanding bulan sama 2008 sebesar 515.123 unit. Ini merupakan pertumbuhan positif pertama sepanjang tahun ini setelah sebelumnya pasar anjlok dalam sembilan bulan berturut-turut.

Berdasarkan data AISI, pasar motor domestik per Oktober 2009 turun 11,4% menjadi 4,75 juta unit dibanding periode sama 2008 sebesar 5,31 juta unit. Penurunan pasar dipicu krisis finansial global yang mengeringkan likuiditas di perusahaan pembiayaan (leasing) pada awal tahun ini. Seretnya dana di perusahaan leasing memukul pasar motor karena 80% pembelian menggunakan skema kredit.

Ekspansi Pasar Ekspor

Sementara itu, tren pemulihan ekonomi dunia mendorong beberapa produsen motor nasional menggenjot ekspor ke beberapa negara Asean mulai tahun ini. PT Minerva Motor Indonesia (MMI) berencana mengekspor Minerva Megelli ke Thailand mulai tahun depan.

“Jumlahnya tidak terlalu banyak. Paling hanya sekitar 200 unit per bulan,” ujar Direktur Utama MMI Kristianto Goenadi.

Dia menerangkan, MMI akan berupaya meningkatkan muatan lokal dari saat ini 20% menjadi di kisaran 30-40%. Hal ini dilakukan untuk memperoleh fasilitas pembebasan bea masuk (BM) antar sesama negara Asean dalam kerangkan Asean Free Trade Area (AFTA). Dalam aturan ini, suatu motor disebut buatan Asean jika memiliki muatan lokal 40%.

Sebelumnya, PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) mulai mengekspor KLX dalam bentuk terurai ke Malaysia dan Filipina pada Oktober lalu dengan volume 500 unit. Hingga akhir tahun ekspor KLX ditargetkan mencapai 1.500 unit.

Di sisi lain, PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) akan mengekspor motor ke Thailand dan Vietnam mulai 2010 setelah sebelumnya mengekspor motor ke Filipina. Volume ekspor SIM ke Filipina sekitar 10 ribu unit per bulan.

Gunadi Sindhuwinata menyatakan, ekspor motor tahun depan kemungkinan dapat kembali ke level 2008 sebesar 64 ribu unit seiring pemulihan ekonomi global. Tahun ini, ujar dia, ekspor motor kemungkinan turun 6% menjadi 60 ribu unit.

Menurut Gunadi, ekspor motor nasional kini mengarah ke beberapa negara-negara berkembang khususnya Asean. Namun, ujar dia, negara tujuan ekspor biasanya sudah memiliki basis produksi yang kuat untuk model-model tertentu.

“Yang dapat kita optimalkan saat ini adalah ekspor bagian-bagian motor seperti ban atau aki,” paparnya. (coy)

sumber; investor daily

Minggu, 22 November 2009

Ratusan Komunitas Ikrarkan Deklarasi Keselamatan Jalan


foto:bani

Ratusan komunitas yang tergabung dalam Indonesia Consummunity Expo (ICE) 2009 menyerukan gerakan moral pentingnya keselamatan lalu lintas jalan, Minggu (22/11), di Senayan, Jakarta.

Event yang diselenggarakan Prasetiya Mulya Business School (PMBS) tersebut, menurut Eka Ardianto, salah seorang dosen PMBS yang juga bertanggung jawab terhadap pelaksanaan event, ICE 2009 untuk ajang interaksi para peserta yang mencakup lintas komunitas. ”Kami harapkan dari event ini mencuat suatu aksi yang bermanfaat bagi sesama, semacam hasil konferensi kecil-kecilan,” papar dia.

Seruan yang dibungkus dalam Deklarasi Keselamatan Jalan itu dibacakan Edo Rusyanto, Ketua Independent Bikers Club (IBC) dan merangkum tiga aspek penting.

Pertama, mengajak para pengguna jalan di seluruh Indonesia untuk lebih bertanggung jawab dengan saling menghargai serta bersahabat dan santun di jalan.

Kedua, mendorong peningkatan ketaatan pada aturan lalu lintas serta mendesak polisi lebih tegas dan konsisten menegakkan peraturan lalu lintas.

Ketiga, mendesak pemerintah menyediakan moda transportasi publik yang aman, nyaman, dan terjangkau masyarakat luas.

foto:bani

Beberapa komunitas yang ikut menandatangani naskah Deklarasi adalah Independent Bikers Club (IBC), Pulsarian, Honda Tiger Mailing List (HTML), Yamaha Jupiter Owner Club (YJOC), Blackaholic Laboratoria, Karisma Honda Cyber Community (KHCC), Honda Supra Jakarta (HSJ), Mailinglist Yamaha Scorpio (Milys), TRC 125, Panther Mania, Indonesia Starlet Club, Bismania Community, Komunitas Onthel Batavia, Komunitas Transmania, Greenpeace Southeast Asia-Indonesia, dan Nebeng.com. Selain itu, Jiwa Nusantara Koesplus Community, Indonesian MU, Teruci, Suara Trans Jakarta, Wikimu.com, Masa Depan Basketball, dan Zafira Indonesia Community.

”Kita ingin mengedukasi pengguna jalan supaya disiplin dan bertanggung jawab,” papar Daniel, salah seorang koordinator event ICE 2009, Minggu, di sela kegiatan ICE 2009.

Menurut Edo Rusyanto yang juga penggiat keselamatan jalan (safety riding) Road Safety Association (RSA), dasar pemikiran Deklarasi adalah karena rasa keprihatinan akibat terhadap berjatuhannya korban akibat kecelakaan di jalan. Ia menuturkan, korban tewas akibat kecelakaan di jalan empat tahun terakhir rata-rata naik 13,25% per tahun. Kenaikan korban tewas mencakup 3,6% (2005), 35,7% (2006), 4,9% (2007), dan 8,8% (2008).
”Tahun lalu, di seluruh Indonesia rata-rata korban tewas mencapai 50 orang per hari,” papar dia, Minggu.

Mengutip data global, lanjutnya, dalam pertemuan tentang kecelakaan di jalan di Moskow, Rusia pekan ini, sepanjang 2009 diperkirakan korban jiwa akibat kecelakaan di jalan di seluruh dunia mencapai 1,3 juta jiwa. ”Ironisnya, sekitar 90% terjadi di poors countries,” katanya.

Edo menilai, kecelakaan bisa terjadi sewaktu-waktu. Namun, risiko kecelakaan bisa dikurangi dengan memperhatikan beberapa aspek terutama terkait kesabaran saat berkendara dan mentaati peraturan lalu lintas. ”Mayoritas kecelakaan karena perilaku pengguna jalan, karena itu, peningkatan perilaku yang santun menjadi penting,” ujar Edo.

Selain itu, tambah dia, tentu saja perlu konsistensi penegakkan hukum. Hal itu diamini Henry Parasian, sekretaris Karisma Honda Community Cyber (KHCC) yang ikut menandatangani Deklarasi.
”Deklarasi memang perlu. Keselamatan jalan adalah prioritas utama karena merupakan kepentingan semua. Tapi kalo bicara efektif, tergantung sejauh mana seruan itu dilakukan. Sebenarnya, UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan sudah mengatur semua itu. Simple kok, yang salah ya ditindak,” papar Henry baru-baru ini.

Sementara itu, Daniel, salah seorang koordinator event ICE 2009, menjelaskan bahwa peserta event ketiga yang digelar PMBS itu diikuti oleh 146 lintas komunitas mulai dari otomotif roda dua, roda empat, hobby, sport, lingkungan hidup, hingga budaya. ”Bahkan, ada komunitas Nebeng.com yakni komunitas yang saling berbagi tempat di kendaraan mereka saat berangkat atau pulang kerja,” paparnya.

Menurut Edo, Deklarasi tersebut juga akan dikirimkan kepada beberapa instansi terkait seperti Departemen Perhubungan, Departemen PU, Kepolisian RI, Pemprov DKI Jakarta, dan DPR RI. (er)

Sabtu, 21 November 2009

Perbincangan di Tengah Keramaian



foto:stephen



HINGAR bingar musik membahana. Riuh rendah tepuk tangan berbaur dengan tawa riang dan canda anak manusia. Ratusan bahkan mungkin ribuan warga Jakarta dan sekitarnya, berbaur dalam ajang Indonesia Consummunity Expo (ICE) 2009, Sabtu (21/11) dan Minggu (22/11), di Senayan, Jakarta.

Sabtu itu, di tengah ramainya ajang kumpul bareng komunitas yang diikuti sedikitnya 146 komunitas itu, terlihat sekelompok orang yang justru melakukan hal berbeda. Wajah-wajah serius justru terpampang jelas di bawah tenda putih. Sebuah tenda yang lebih besar sedikit dari tenda-tenda lainnya yang berukuran 3x3 meter. Keseriusan tak berlarut lama karena sesekali diselingi derai tawa dan celoteh canda menyegarkan.

Di tengah kelompok yang sebagian duduk di kursi dan lebih banyak yang berdiri, sebuah notebook yang menyajikan tayangan audio visual mengenai kecelakaan lalu lintas jalan. Ya. Mereka adalah para bikers yang berasal dari belasan komunitas yang mengikuti ajang ICE 2009. Dimotori Edo Rusyanto, penggiat safety riding Road Safety Association (RSA) dan Mario Wilson (Pulsarian), kelompok itu asyik berdiskusi mengenai pentingnya keselamatan di jalan.

Diskusi juga menyinggung tentang Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). Mulai dari larangan mengenai pemakaian sirene dan strobo oleh pengguna jalan yang tidak memiliki wewenang hingga larangan menghalangi (blocking) saat melakukan konvoy di jalan.

Ringkasan mengenai aturan baru yang tertuang dalam UU No 22/2009 itu disusun Edo untuk memudahkan diskusi. ”Kita ingin mensosialisasikan undang undang tersebut kepada masyarakat luas,” ujar bro Mario.

Walau hanya berlangsung tidak kurang dari satu jam, diskusi kecil di tengah hinggar bingarnya ajang ICE 2009 yang bertema intercommunity itu, tak pelak diskusi menyedot perhatian para bikers. Bahkan, ”Pak Polisi bisa sharing sedikit mengenai aturan lalu lintas?” ajak bro Mario kepada Ajun Komisaris Polisi (AKP) Mustakim, perwira yang bertanggungjawab terhadap keamanan di lokasi acara.

Sontak, sang perwira itu amat antusias. Sorot matanya yang tajam fokus mengamati tayangan audio visual mengenai kecelakaan yang diputar di notebook. ”Dari tayangan itu jelas bahwa para pengendara sepeda motor harus sangat hati-hati saat di jalan,” ujar AKP Mustakim.

Hal itu diamini, bro Rio, bikers asal Milys. “Dalam kondisi benar pun, bikers tak boleh lengah,” paparnya.

Kecelakaan di jalan memang tak memandang asal usul. Siapa saja bisa menjadi korban. “Kadang, lampu merah yang tidak berfungsi bisa menimbulan kecelakaan,” cetus bro Nurhadi dari Yamaholigan.

Menurut bro Fariz, mahasiswa Prasetya Mulya Business School (PMBS), Jakarta, di beberapa ruas jalan kadang ada lampu merah yang membingungkan dan berpotensi memicu kecelakaan. “Kadang lampunya menyala hijau secara bersamaan,” katanya.

Ya. Di Jakarta, sepanjang 2008 rata-rata setiap hari terjadi 16 kasus kecelakaan yang menelan korban jiwa rata-rata per hari sebanyak 3 orang. Belum lagi korban luka berat dan luka ringan yang masing-masing sebanyak 7 dan 11 orang.

”Karena itu, harus tetap hati-hati dan bersabar,” tegas AKP Mustakim. Ia memberi tips, jangan menghindar saat ada razia Polantas. Lebih baik ditilang dari pada menghindar kemudian lepas kontrol dan celaka di jalan.

Dalam ajang ICE 2009, para bikers dan komunitas lainnya berniat membacakan Deklarasi Keselamatan Jalan, Minggu (22/11). Sebuah seruan kepada pemerintah, masyarakat, dan aparat keamanan maupun seluruh pengguna jalan lainnya, untuk lebih santun dalam berkendara.

Diskusi yang diharapkan memberi pencerahan di antara sesama bikers itu ditutup dengan penyerahan satu unit helm untuk AKP Mustakim sebagai wujud rasa terimakasih para bikers.

Sementara itu, cuaca kian mendung hingga akhirnya rintik hujan tak bisa dibendung. (edo rusyanto)

Kamis, 19 November 2009

FK3O Bersiap Deklarasi


foto:edo

SUASANA lantai 6, gedung FX di bilangan Senayan, Jakarta Pusat, lumayan ramai. Ada sejumlah outlet yang menjajakan makanan dan minuman. Di pojok lantai pusat perbelanjaan mewah itu bahkan tersedia mushola, khusus karyawan.
Rabu (18/11), sekitar pukul 19.00 WIB, saya, bro Rio (Ketua RSA), dan isteri bro Rio, melangkah menyusuri koridor lantai enam tersebut. Malam itu, ada syukuran hari jadi pertama Forum Komunikasi Klub Komunitas Otomotif (FK3O). Sebuah organisasi yang kini memiki 73 anggota. Woww...
”Kita diminta bahas soal niat mereka menggelar deklarasi seputar berkendara yang aman dan selamat di jalan,” bisik bro Rio, sebelum kami melangkah ke lantai 6.
Di sudut lantai itu, sudah hadir para anggota FK3O. Sebagian duduk di kursi plastik yang disusun bak ruang seminar. Sebagian asyik berbincang sambil diselingi canda serta kepulan asap rokok. Di bagian depan, terdapat meja dengan dua mike serta sebuah tumpeng nasi kuning. Komplet dengan lauk pauknya.
Saya diperkenalkan dengan bro Amroe, sang ketua FK3O. Kami pun sempat berbincang soal niatan organisasi tersebut menggelar Deklarasi. Seruan tersebut bakal membalut event yang mereka gelar pada 20-22 November 2009 di Jakarta Fair, Kemayoran, Jakarta Pusat. Mereka menyebutnya event Jakarta Automotive Fair (JAF).
Sang MC mulai menghidupkan suasana. Usai bro Amroe memberi sambutan yang kemudian disambung potong tumpeng yang dibagikan kepada tamu dari sponsor serta bro Mulyadi, sang perintis FK3O, seluruh peserta yang hadir mulai mencicipi nasi kuning. Puluhan hadirin pun mulai antre di meja lain yang sudah menghidangkan makan malam. Banyak yang antre. Termasuk saya.
Makan malam rampung. Bro Amroe kembali memandu acara. Ia mempersilakan saya dan bro Rio tampil ke depan ruangan. ”Kami ingin mengubah paradigma baru yakni dari citra kelompok yang suka hura-hura menjadi lebih berperan ke masyarakat dan membantu pemerintah soal kemacetan dan keselamatan jalan,” papar bro Amroe.

Bro Rio menimpali bahwa sudah saatnya kita concern terhadap masalah safety. ”Klub komunitas jadi tools efektif untuk sosialisasi keselamatan jalan,” katanya.

Saya pun memaparkan tentang pentingnya perilaku yang santun dan bersahabat serta taat pada regulasi ketika berkendara di jalan. Seruan keselamatan jalan menjadi salah satu pengingat kepada masyarakat dan pemerintah, serta aparat polantas agar bisa mewujudkan lalu lintas darat yang aman dan nyaman.
”Terpenting adalah pemahaman individu untuk berkendara yang selamat,” ujar bro Didit dari Atoz Indonesia.
Bagi pengendara mobil, saya juga menyerukan perlunya untuk saling menghargai dengan tidak mendahului dari kiri bahu jalan. Selain itu, menghilangkan penggunaan sirene dan strobo.
”Soal tidak perlunya menggunakan bahu jalan, kami akan sosialisasikan keanggota X-Rules. Sedangkan soal konvoy, aku akan terapkan sistem klotur sehingga tidak menimbulkan antrean panjang,” papar bro Irsan, dari X-Rules.
Malam syukuran FK3O pun terus berlanjut dengan paparan dari bro Amroe dan para sponsor. Memasuki pukul 21.00 WIB, kami pamitan. Suasana masih ramai di sekitar perbelanjaan FX, Senayan. Seperti biasa, Jakarta tak pernah tidur. (edo rusyanto)

Rabu, 18 November 2009

Seluruh Kota Besar Wajib Busway


foto:edo


Oleh: Hari Gunarto

Sumber: Investor Daily

SURABAYA – Seluruh kota besar akan diwajibkan membangun sistem transportasi massal bus rapid transit (BRT). Peraturan pemerintah (PP) untuk itu sedang disusun dan ditargetkan bisa operasional pada 2011.

Hal itu diungkapkan Direktur Pengembangan Sistem Transportasi Perkotaan Dephub Elly Sinaga kepada Investor Daily dan Suara Pembaruan, di sela konferensi ke-8 Eastern Asia Society for Transportation Studies (EASTS), di Surabaya, Selasa (17/11).

Elly menjelaskan, UU No 22/2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan (UU LLAJ) yang diundangkan tahun ini merupakan amunisi dan terobosan signifikan bagi pembangunan angkutan umum. UU itu mengamanatkan pemerintah wajib menyediakan angkutan massal yang memiliki standar layaman minimal. Angkutan massal itu harus terjangkau, sehingga butuh subsidi.

Menurut Elly, tren di kota-kota besar dunia, solusi angkutan umum massal yang dikembangkan adalah BRT, seperti proyek busway di DKI Jakarta. Dephub pun akan mengembangkan sistem BRT ke kota-kota besar di Indonesia, yakni kota berpenduduk minimal 500.000 jiwa. "PP untuk itu sedang disusun dan diharapkan bisa operasional tahun 2011," ujar Elly.

Untuk itu, kata Elly, pemerintah atau pemda harus menyediakan jalan khusus untuk BRT. Karena dana pemda terbatas, Dephub akan memperjuangkan agar jalan khusus busway dibiayai oleh Departemen PU. "Itu bisa terwujud bila status jalan khusus BRT dijadikan jalan nasional. Kami dari Dephub tengah membahas masalah ini dengan Departemen PU," tutur Elly.

Khusus untuk Jakarta, kata dia, dana yang dibutuhkan untuk pembangunan jalan khusus BRT hanya Rp 3 triliun. Jumlah itu masih di bawah perolehan pajak kendaraan bermotor (PKB) DKI sebesar Rp 5 triliun lebih. Sebagian jalan akan menggunakan sistem double decker. "Kami juga sedang mencari grant (hibah) untuk pembangunan jalan khusus BRT. Banyak negara yang sudah berkomitmen," ungkapnya.

Selain itu, Dephub dan Pemda DKI akan memperluas jalur busway yang ada saat ini ke kota sekitar, yakni Bekasi, Bogor, dan Tangerang. Elly berharap upaya ini akan meningkatkan kapasitas angkut busway yang saat ini baru 240.000 penumpang per hari. Padahal di Bogota (Kolumbia) yang menjadi kiblat busway, sistem BRT-nya mampu mengangkut 2 juta penumpang per hari.

Elly optimistis, bila seluruh kota besar di Indonesia sudah memiliki BRT, penggunaan kendaraan pribadi yang selama ini menjadi biang keladi kemacetan bisa ditekan.

Dia menegaskan, pengembangan BRT tidak menghilangkan pengembangan kereta api komuter yang sedang dilakukan, termasuk MRT yang membentang dari Lebak Bulus ke Dukuh Atas di Jakarta.

Pembatasan Motor


Menhub Freddy Numbery dan Wakil Menhub Bambang Susantono menambahkan, penggunaan kendaraan pribadi terutama sepeda motor akan dibatasi. Hal itu bisa dilakukan bila pemerintah bisa menyediakan angkutan umum massal yang nyaman, aman, dan harga terjangkau.

Menurut Bambang, pembenahan sistem transportasi kota perlu pentahapan. Misalnya, tahun pertama membenahi sistem angkutan kereta api, tahun kedua memperbanyak BRT, dan tahun ketiga membatasi kendaraan pribadi, terutama motor.

Selasa, 17 November 2009

Pemerintah Bakal Kucurkan Dana Khusus Transportasi


foto:edo

SEBAGIAN besar masyarakat, termasuk saya, percaya bahwa sistem transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau masih merupakan mimpi. Di tengah itu semua, masyarakat kota dipaksa mencari celah moda transportasi yang dianggap paling memadai. Pilihan paling atas adalah bersepeda motor.

Asumsinya simpel, harga sepeda motor terjangkau karena sistem penjualannya disokong oleh lembaga pembiayaan (multi finance). Dengan modal sekitar Rp 1 juta saja, sudah bisa membawa sepeda motor ke rumah. Lalu, biaya operasionalnya pun terbilang ringan. Cukup membeli bahan bakar minyak (BBM) jenis premium sebanyak tiga liter Rp 16.500, bisa dipakai untuk tiga hari kerja. Bandingkan dengan menggunakan moda transportasi umum seperti bus, minibus, angkutan kota, atau ojek. Bisa dua hingga tiga kali lipatnya.

Aspek lain yang mendorong masyarakat kota akhirnya membeli sepeda motor untuk alat transportasi adalah kepraktisan moda transportasi ini bermanuver di tengah kemacetan, terlebih di jalan-jalan Jakarta.

Tak heran, jika penjualan sepeda motor di kota-kota besar terus bertumbuh. Surabaya misalnya, setiap tahun bisa bertumbuh hingga 20%. Bayangkan untuk di Jabodetabek. DSS Jakarta, sebagai main dealer Yamaha, menyatakan bahwa kontribusi penjualan mereka mencakup sekitar 26% dari total penjualan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI). Jika pada 2008 sekitar 2,4 juta unit, artinya penyerapan kawasan Jabodetabek sekitar 600-an ribu unit. Hingga awal November 2009, populasi sepeda motor di kawasan Jabodetabek ditaksir sekitar enam juta unit.

Dana Khusus
Guna membenahi karut marutnya sistem transportasi, menurut Wakil Menteri Perhubungan Bambang Susantono, seperti dikutip Investor Daily, Selasa (17/11), pemerintah akan mengalokasikan dana alokasi khusus (DAK) untuk pembenahan sistem transportasi di kota-kota besar. Upaya ini ditempuh untuk mengurai kemacetan yang memicu inefisiensi sekaligus menjadikan kota-kota besar sebagai mesin pertumbuhan ekonomi.

Dephub, kata dia, akan membahas DAK untuk sistem transportasi dengan Departemen Keuangan. Besaran DAK yang dikucurkan ke pemda akan menggunakan sistem reward. "Daerah yang berhasil dalam pembenahan transportasi kota akan memperoleh DAK lebih besar, seperti model stick and carrot lah," ujar Bambang yang juga ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) itu.

Di samping itu, Dephub tengah menyiapkan cetak biru (blue print) mengenai keterhubungan atau konektivitas guna menyatukan potensi transportasi antarmoda. Cetak biru ini mengintegrasikan angkutan penumpang dan barang, termasuk keterkaitannya dengan sistem logistik serta mengatasi sumbatan di setiap moda.

Menhub Freddy Numberi dalam sambutan di Konferensi Ke-8 Eastern Asia Society for Transportation Studies (EASTS), di Surabaya, Senin (16/11), mengatakan, dibutuhkan terobosan untuk mengatasi sistem transportasi di kota besar. Dia mencontohkan, di Jakarta terdaftar 9,5 juta kendaraan bermotor. Setiap hari ada tambahan 300 mobil dan ribuan motor baru. "Bila populasi kendaraan ini dibiarkan, tahun 2014 Jakarta macet total," kata dia.

Freddy menjelaskan, dalam membuat blue print tentang 'National Transportation Indonesia' secara terpadu, pihaknya akan mengintegritasi moda transportasi. Misalnya, busway di kota-kota besar, kereta api di pulau Jawa. Pemerintah juga akan membangun jalur kereta api menuju ke pelabuhan atau bandara. "Kalau di kota-kota besar, kendaraan atau truk besar dilewatkan di pinggiran kota. Kita juga membangun transportasi kereta api yang baik, kalau sudah baik, bisa juga jalur kereta api hingga ke pelabuhan atau bandara," kata dia. (edo rusyanto)

Senin, 16 November 2009

Kontraktor Harus Merawat Jalan



foto:edo

SEBUAH berita menarik mencuat di harian Investor Daily, edisi Senin (16/11). “Kontrak Berbasis Kinerja untuk Pembangunan Jalan Nasional.” Artinya, setiap perusahaan yang memenangi tender pembangunan jalan, mempunyai kewajiban merawat ruas jalan tersebut untuk kurun waktu tertentu.

Kenapa berita itu menarik?

Pertama, menurut Menteri Pekerjaan Umum (PU) Djoko Kirmanto, konsep ini adalah model atau sistem baru. Ya. Sistem kontrak berbasis kinerja (performance based contract/PBC) dalam pembangunan jalan nasional tersebut, belum pernah diterapkan di Indonesia. Sebelumnya, usai membangun jalan nasional, sang kontraktor bisa melenggang sambil menikmati keuntungan. Selebihnya, soal perawatan jalan menjadi beban pemerintah pusat.

Kedua, dengan kian terawatnya jalan nasional, diharapkan mampu menekan angka kecelakaan di jalan. Hingga kini, angka kecelakaan di jalan sudah amat memprihatinkan.

Direktur Bina Program Ditjen Bina Marga Departemen PU Taufik Widjoyono, seperti dikutip Investor Daily, mengatakan, untuk pertama kalinya, sistem kontrak PBC akan diujicoba pada dua ruas jalan nasional. Kedua ruas jalan itu adalah Demak-Trengguli sepanjang 12 kilometer (km) yang berlokasi di Jawa Tengah dan Ciasem-Pamanukuma sepanjang 21 km di Jawa Barat.

Kemungkinan pelaksanaan tender dengan sistem itu baru bisa ditentukan pemenangnya pada Februari 2010.

Semoga kondisi infrastruktur jalan nasional kian terawat sehingga tak perlu ada lagi kecelakaan akibat jalan berlubang atau jalan bergelombang.
Maklum, seperti dikutip www.komisikepolisianindonesia.com, menurut Kababinkam Polri Komjen Pol Drs Iman Haryatna, kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Indonesia pada 2008 sebanyak 48.921 kejadian. Salah satu penyebab kecelakaan adalah karena kondisi jalan yang rusak. Secara umum, faktor kecelakaan lainnya adalah kondisi lingkungan karena faktor cuaca, kondisi fisik kendaraan, dan kesalahan manusia. (edo rusyanto)

Honda (Tetap) Kokoh di Segmen Bebek


foto:doni


PERSAINGAN bisnis sepeda motor sangat ketat. Dua pemain utama, saling kejar memimpin pasar. Hingga Oktober 2009, pasar domestik menyerap sekitar 4,75 juta unit sepeda motor. Dengan asumsi rata-rata harga sepeda motor Rp 10 juta per unit, omzet di bisnis ini sedikitnya mencapai Rp 47,5 triliun.

Sepanjang Januari-Oktober 2009, PT Astra Honda Motor (AHM) kembali bercokol di papan atas dengan penguasaan pangsa pasar 46,1%. Persis di belakangnya adalah PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) dengan pangsa pasar 45,2%.

AHM yang mengageni sepeda motor merek Honda masih mengandalkan segmen underbone alias motor bebek. Sepanjang sepuluh bulan 2009, AHM yang membesut delapan varian bebek, mampu menjual 1,36 juta unit. Sedangkan kompetitornya, YMKI, melego satu juta unit. Khusus di segmen bebek, AHM menguasai 53%, sedangkan YMKI yang mengandalkan tujuh varian bebek, menguasai 38,9%. Di posisi ketiga, Suzuki hanya terjual sekitar 195.697 unit dengan pangsa pasar 7,6%.

”Model bebek (cub) dan skuter otomatik (skutik) masih menjadi favorit pengguna kendaraan roda dua di Tanah Air,” ujar Direktur Marketing PT AHM Julius Aslan, di Jakarta, baru-baru ini.

Walau masih tinggi, penguasaan pangsa bebek sesungguhnya terus tergerus oleh kehadiran skutik. Tengok saja data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi). Jika pada 2005 pangsa pasar bebek sebesar 92,38%, setahun kemudian menurun menjadi 84,53%. Hal serupa terjadi pada 2007 yakni menjadi 74,16% dan turun lagi pada tahun lalu menjadi 65,70%. Artinya, sepanjang empat tahun terakhir rata-rata penurunan segmen bebek mencapai 9,87%. Kemana peralihannya?

Ya. Konsumen beralih ke segmen skuter otomatis alias skutik. ”Penyebabnya karena skutik itu praktis digunakan oleh hampir oleh seluruh pengguna sepeda motor,” ujar Bambang Asmarabudi, general manager Marketing and Motorsport YMKI.

Tak pelak, sepanjang empat tahun terakhir penguasaan pangsa pasar skutik rata-rata bertambah 9,5% per tahun. Sekadar gambaran, jika pada 2005 pangsa pasar skutik baru sekitar 0,22% dari total penjualan domestik yang mencapai sekitar lima juta unit, pada 2008 mencapai 26% dari 6,2 juta unit.

Bahkan, hingga Januari-Oktober, market share skutik mencapai 37,7% dari total penjualan yang mencapai 4,75 juta unit.



Masih Kokoh

Manajemen AHM mengaku hingga akhir tahun bakal mampu meraih target 2,7 juta unit. Maklum, hingga akhir Oktober, AHM sudah membukukan 2,19 juta unit. ”Harapan kami tercapai karena daya beli masyarakat membaik,” tutur Julius.

Produsen sepeda motor berlogo sayap tunggal itu masih mengandalkan segmen bebek Honda Revo, Supra X 125 dan skutik.

Melihat performa 2009, AHM berani meningkatkan penjualan pada tahun depan. ”Target 2010 antara 2,8 juta hingga 2,9 juta unit,” papar Julius lagi.

Bisa jadi target itu terwujud, mengingat pada 2010, seperti dituturkan Managing Director Asia and Oceania Honda Motor Co (HMC), Fumihiko Ike mengakui, pihaknya berencana menambah kapasitas produksi di Indonesia, khususnya untuk lini produksi skuter otomatik (skutik). “Kami mengalami shortage untuk skuter, makanya kami berencana expand produksi skuter karena pasarnya akan berkembang,” jelas dia.
HMC dikabarkan bakal menambah investasi 10 miliar yen atau sekitar US$ 109 juta hingga 2011 untuk menambah kapasitas produksi 20% dari 3 juta unit menjadi 3,6 juta unit.

Terkait penjualan, Januari-Oktober 2009, penjualan motor bebek AHM turun 36,7% dari 1,86 juta unit menjadi 1,36 juta unit. Nasib serupa juga dialami YMKI yang merosot 22% dari 1,22 juta unit menjadi satu juta unit.

Meski demikian, hingga akhir 2009, YMKI mengaku bakal meraih peningkatan penjualan. ”Hingga akhir 2009 kami menargetkan mampu menjual sekitar 2,6 juta unit motor,” ujar Bambang.

Pada 2008, YMKI melego 2,46 juta unit motor, sedangkan hingga Oktober 2009 penjualan YMKI baru sekitar 2,15 juta unit.

Secara nasional, hingga akhir 2009, penjualan sepeda motor masih melenggang cukup baik, meski turun jika dibandingkan 2008. “Target 5,8 juta unit merupakan optimisme meski terjadi krisis. Bahkan, jika tidak ada gejolak signifikan hingga akhir tahun, bisa mencapai 6 juta unit. Kalau memang itu bisa, luar biasa sekali,” tutur Ketua Umum AISI Gunadi Sindhuwinata beberapa waktu lalu. Maklum, awal tahun, para produsen menaksir penjualan sepeda motor bisa turun signikan jika dibandingkan 2008 yang mencapai 6,2 juta unit. (edo rusyanto)

Minggu, 15 November 2009

Yamaha Pun ‘Gandeng’ Koboi



foto:didi




‘MAU tidak mau, digital marketing atau internet masuk dalam kehidupan’

PERNYATAAN di atas dilontarkan Bambang Asmarabudi, general manager Marketing and Motorsport PT Yamaha Kencana Motor Indonesia (YMKI), saat membuka pertemuan segilima, YMKI, DDS Jakarta, Komunitas Blogger Otomotif Indonesia (Koboi), Yamaha Riders Club (YRC), dan Yamaholigan.

Pertemuan digelar Minggu (15/11), di Gedung DDS Jakarta, Jl Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Tak pelak, gedung megah berlantai tiga milik main dealer Yamaha untuk kawasan Jabodetabek itu, dipenuhi ratusan orang. Mayoritas adalah bikers yang bernaung di bawah Yamaha.

Selain silaturahmi, pertemuan disisipi dengan bocoran produk baru YMKI yakni Yamaha Jupiter Z 115 cc. ”Rencananya bakal kami luncurkan pada 29 November 2009,” ujar Bambang sumringah.

Pentingnya blogger sebagai perpanjangan tangan informasi para pabrikan sepeda motor sudah tak bisa dipungkiri lagi. Minggu siang itu, muncul para dedengkot blogger otomotif, seperti Rudi Trihatmono, Stephen Langitan, dan Taufik. Kalau aku sih, masih baru belajar. He he he...

Bambang mengaku, ”Produsen harus berjalan bersama dengan blogger. Obama (Presiden AS) saja butuh. Yamaha juga butuh dukungan blogger.”

Para blogger jangan besar kepala nih.

Yamaha yang di Indonesia diageni oleh YMKI, hingga Oktober 2009 menguasai 45,2% pangsa pasar, berada di nomor dua. Sang pemimpin pasar, masih Honda yang diageni oleh PT Astra Honda Motor (AHM) dengan pangsa pasar 46,1%. Sepanjang Januari-Oktober 2009, total penjualan sepeda motor di pasar domestik mencapai 4,75 juta unit.


Jupiter Anyar dan Safety Riding

YMKI tergolong transparan. “Bocoran produk baru ini untuk menjawab kesimpangsiuran yang beredar saat ini,” papar Eko Prabowo, promotion manager YMKI.


foto:didi
Jupiter Z 115 c

Seperti apa motornya? “Mesinnya berkapasitas 113 cc dan memiliki air induction system (AIS) untuk ramah lingkungan. AIS untuk pensuplai udara bersih ke karburator,” jelas Slamet, service education DDS Jakarta.
.
Jupiter Z memang salah satu andalan YMKI untuk di segmen underbone alias motor bebek. Sepanjang sepuluh bulan 2009, YMKI melego sekitar satu juta unit motor bebek dengan pengusaan pangsa pasar 38,9%. Di segmen ini, YMKI punya tiga varian yakni Vega ZR, Jupiter Z, dan Jupiter MX. Kontribusi Vega ZR D pada Januari-Oktober sekitar 360 ribu unit dengan kontribusi terbesar terhadap total penjualan bebek Yamaha yakni 36,03%, sedangkan Jupiter Z cast wheel (CW) sebanyak 336 ribu unit atau berkontribusi sekitar 33,57%. Wajar saja, jika YMKI terus membenahi Jupiter Z.

Pemimpin pasar segmen bebek, AHM, mampu menjual 1,36 juta unit pada periode yang sama. Otot Honda ada di Revo Absolute yang mampu terjual sekitar 476 ribu unit.

Kembali soal motor baru Yamaha yang bakal diluncurkan akhir November ini. Menurut Slamet, bisa dipakai secara nyaman sekalipun dinaiki oleh tiga orang. Untuk pernyataan yang terakhir ini, Slamet buru-buru meralat karena sempat saya senggol bahwa bersepeda motor bertiga dilarang oleh UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), alias tidak safety riding.

Pertemuan juga diselingi dengan flash back mengenai iklan-iklan Jupiter yang ditayangkan di siaran televisi sejak 2003. Bintang iklan utama, Komeng, Didi Petet, dan Dedy Mizwar masih dipertahankan oleh YMKI. “Kami cukup happy dengan Komeng,” tutur Widhi, agency Yamaha yang mengurusi soal iklan.

Saat disenggol tentang tampilan iklan yang menonjolkan kecepatan hingga hiperbola, yakni merubuhkan jembatan dan tanki air serta baju sang bintang iklan sobek-sobek, Widhi mengaku, pihaknya ke depan akan memperhatikan aspek safety riding dalam iklan-iklan produk Yamaha. Maklum, saya sempat singgung bahwa iklan yang menonjolkan kecepatan motor seperti itu bisa mempengaruhi pengendara sepeda motor memacu kecepatan di jalan bahkan mungkin ugal-ugalan. Padahal, perilaku seperti itu bisa memicu kecelakaan di jalan.

“Terimakasih masukannya,” papar Widhi lagi.

Pertemuan pun diakhiri dengan menikmati hiburan musik di lantai dasar Gedung DDS Jakarta. Sebuah kongkow yang mengasyikan sekaligus menambah ilmu. (edo rusyanto)

Sabtu, 14 November 2009

Yamaha Masih Melenggang di Skutik


foto:edo

FENOMENA scooter automatic alias skutik terus bergulir. Jenis sepeda motor yang satu ini memang fenomenal. Di penghujung tahun 2000-an ini, penguasaan pangsa pasarnya terus menohok.

Pada Januari-Oktober 2009, penguasaan pangsa pasar skutik mencapai 37,7% atau sebanyak 1.789.810 unit dari total pasar sepeda motor domestik sebanyak 4.753.690 unit. Bandingkan dengan 2007 dan 2008 yang masing-masing baru mencapai 17,97% dan 26%. Fantastis!

Penguasa pangsa pasar segmen skutik masih Yamaha. Sepanjang 10 bulan 2009, Yamaha yang di Indonesia diageni oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), menguasai 54,5% pasar domestik dengan penjualan sebanyak 972.609 unit. Angka itu melesat 36,9% dibandingkan periode sama 2008 sebanyak 710.332 unit. Pada periode itu, penguasaan pangsa pasar Yamaha sebanyak 53,99% dari total pasar sebanyak 1.315.591 unit.

Lonjakan penguasaan pangsa pasar Yamaha yang mengusung produk Mio dan Mio Soul itu, boleh jadi juga dipengaruhi oleh nihilnya penjualan pelopor skutik, Kymco. Oktober ini, Yamaha membanderol Mio Rp 11,51 juta untuk jenis jari-jari dan Rp 12,28 juta untuk Mio cast wheel (CW) atau yang populer disebut velg racing. Sedangkan untuk Mio Soul dibanderol Rp 13,4 juta.


Honda Menguntit
Jurus Yamaha menguasai pasar bukan tak dimonitor pesaing. PT Astra Honda Motor (AHM), agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Honda, terus menguntit dengan membesut varian baru di lini skutik. Honda memiliki tiga peluru yakni Honda Vario CW, Honda Beat, dan yang paling anyar, Honda Vario Techno CBS.

Januari-Oktober 2009, AHM menjual 673.641 unit setara dengan penguasaan pangsa pasar 37,6%. Dibandingkan periode sama 2008, penjualan tersebut naik 61,89% mengingat pada saat itu penjualan Honda sebanyak 416.101 unit, dengan pangsa pasar 31,62%.

Sengitnya persaingan di posisi pertama dan kedua, tak terjadi untuk di posisi ketiga. Pada posisi ini, Suzuki masih anteng nyaris tanpa pesaing yang membayangi. Sepuluh bulan 2009, penjualan Suzuki sebanyak 143.560 unit dengan pangsa pasar 8%. Sementara itu, pada periode sama 2008 penjualan Suzuki sebanyak 184.702 unit, dengan meraih pangsa pasar 14,03%. Suzuki memiliki tiga produk andalan di segmen skutik, yakni Spin, Skywave, dan Skydrive.

Secara kumulatif, selama Januari-Oktober 2009 penjualan skutik domestik naik 36,04% menjadi 1.789.810 unit dibandingkan periode sama 2008 yang sebanyak 1.315.591 unit. (edo rusyanto)

Jumat, 13 November 2009

Motor Sport Yamaha Sulit Digoyah


foto:edo

PENJUALAN sepeda motor sport Yamaha terlalu tangguh digoyah pesaingnya. Sepanjang Januari-Oktober, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Yamaha, menjual 176.624 unit motor sport. Angka penjualan itu menguasai 45,7% pasar domestik segmen sport.

Honda sebagai rival terdekat Yamaha, sepanjang 10 bulan 2009 mampu menguasai 38,8% pangsa pasar dengan penjualan 150.037 unit.

Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) menyebutkan, di posisi ketiga Kawasaki yang hanya mampu menjual 37.201 unit dengan pangsa pasar 9,6%. Pada posisi buncit, Suzuki dengan penjualan 22.157 unit dan pangsa pasar 5,8%.


Sulit Goyah
Yamaha terbukti masih sulit digoyahkan di segmen sepeda motor sport. Seperti tag line-nya, Yamaha Selalu di Depan. Walau, hal itu bukan berarti tertutup kemungkinan para kompetitor menyalip bak di sirkuit MotoGP.

Penjualan Yamaha di lini motor sport, Januari-Oktober 2009 naik 37,9% dari 127.997 unit menjadi 176.624 unit. Bandingkan dengan Honda yang di Indonesia di ageni oleh PT Astra Honda Motor (AHM). Penjualan Honda justru merosot 19,3% dari 185.938 unit menjadi 150.037 unit.

Kenapa demikian? Salah satu pemicunya adalah akibat penurunan penjualan Tiger 200 cast wheel (CW) yakni dari 51.025 unit, menjadi 40.113 unit. Selain tentunya, karena AHM tak lagi melego Tiger 200, padahal pada Januari-Oktober 2008, penjualan tipe ini mencapai 8.765 unit.

Sementara itu, Yamaha kian menancapkan kukunya lewat produk Yamaha Vixion. Bayangkan, dari 84.963 unit pada Januari-Oktober 2008 menjadi 155.808 unit pada periode sama 2009, alias naik 83,3%. Luarrr biassaa.

Terlepas dari mengkilapnya prestasi pembalap MotoGP yang disponsori Yamaha, Valentino Rossi yang akhirnya menjuarai MotoGP 2009 setelah memenangi 7 putaran. Penjualan motor sport Yamaha, khususnya Vixion, diduga memikat konsumen karena tampilan dan teknologi injeksinya. Dari segi harga, Vixion lebih murah dibandingkan Honda Tiger yang mencapai Rp 24,7 juta per unit, sedangkan Vixion sekitar Rp 20,5 juta. memang, dari segi kapasitas mesin, Vixion lebih rendah yakni hanya 150 cc, sedangkan Tiger CW 200 cc.

Di segmen yang mendekati, yakni Honda Megapro 160 cc, penjualan Honda masih cukup tinggi meski menurun. Motor yang dibanderol Rp 20,5 juta itu, sepanjang Januari-Oktober 2009 terjual 109.924 unit, turun 12,8% dibandingkan periode sama 2008 sebanyak 126.148 unit.

Di tengah rumors bakal dikeluarkannya model baru motor sport Yamaha maupun Honda, persaingan di segmen sport nampaknya masih cukup sengit.

Pemain lain di bisnis ini, Kawasaki, tergolong cukup kokoh. Pada sepuluh bulan 2009, Kawasaki terjual 37.201 unit, sedangkan periode sama 2008 sebanyak 23.016 unit, alias naik 61,6%. Sementara itu, Suzuki membukukan 22.157 unit, terpangkas 78,1% dibandingkan sepuluh bulan 2008 sebanyak 101.441unit.

Segmen sport memang kue paling kecil dari total bisnis sepeda motor di pasar domestik, hingga Oktober 2009, total penjualan sport 396.379 unit atau hanya 8,1% dari total pasar yang mencapai 4.753.690 unit.

Akankah hingga akhir 2009 Yamaha masih memimpin pasar sepeda motor sport? Kita lihat saja. (edo rusyanto)

Kamis, 12 November 2009

Perilaku Buruk Bikers dan Sanksinya


foto:edo


PERILAKU pengendara sepeda motor (bikers) kerap dicibir menjadi biang kerok semrawutnya lalu lintas (lalin) di Jakarta. Bahkan, sepeda motor dianggap berkontribusi paling tinggi atas terjadinya kecelakaan di jalan.

Hal itu salah satunya tak terlepas akibat populasi sepeda motor memang paling banyak dibandingkan angkutan lain, seperti mobil pribadi dan angkutan umum. Saat ini, ada sekitar 9 juta unit kendaraan di Jakarta yang berpenduduk 8,5 juta jiwa.

Beberapa perilaku yang dianggap buruk saat di jalan tercatat seperti di bawah ini. Walau, tak tertutup kemungkinan perilaku tersebut juga dilakukan oleh pengguna jalan yang lain, seperti angkutan umum, pengendara mobil pribadi, hingga pesepeda.

Bagi kita bikers, hal-hal tersebut semestinya mulai dikikis. Apalagi, kini setelah UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) diteken Presiden pada 22 Juni 2009, ada sejumlah ancaman sanksi kurungan atau denda.

Berikut ini beberapa perilaku buruk bikers saat di jalan dan sejumlah sanksi.


1. Saat di lampu merah, menerabas garis putih dan zebra cross. (Pasal 287, kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)

2. Saat di lampu merah, menerabas, bergerak sebelum lampu hijau. (Pasal 287, kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)

3. Menggunakan trotoar sebagai jalan pintas di tengah kemacetan.

4. Menggunakan knalpot bersuara bising. (Pasal 285 ayat (1) kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)


5. Menyalip dari kiri jalan tanpa memperhatikan kendaraan lain. (Pasal 300, kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)

6. Berbelok tanpa menyalakan lampu sign. (pasal 294 menegaskan, ancaman pidana penjara satu bulan atau denda Rp 250 ribu)

7. Berboncengan lebih dari dua orang. (pasal 292, kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)

8. Membunyikan klakson yang memekakan telinga, terlebih di tengah kemacetan.

9. Saat hujan deras, berteduh di bawah kolong jembatan secara bergerombol yang memakan ruas jalan.

10. Berkendara dengan kecepatan tinggi di tengah keramaian lalulintas jalan raya. (pasal 287 ayat (5) kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)

11. Berkendara sambil merokok.

12. Berkendara sambil menelepon atau sms. (Pasal 283, kurungan paling lama tiga bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu)

13. Berkendara membawa anak kecil di bagian depan dan belakang. (pasal 292, kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)


14. Aksi balapan liar di jalan umum. (Pasal 297, kurungan paling lama satu tahun atau denda paling banyak Rp 3 juta)


15. Berkendara sambil menggunakan earphone untuk mendengarkan musik keras-keras.

16. Saat berkonvoy, menghalangi (blocking) ruas jalan milik pengguna lain.

17. Tidak di lajur kiri. (Pasal 300, kurungan paling lama satu bulan
atau denda paling banyak Rp 250 ribu)


18. Saat berkonvoy, membunyikan sirine dan menyalakan lampu strobo. (Pasal 287, ayat (4) kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)

19. Menggunakan lampu bercahaya terang pada bagian belakang dan depan. (Pasal 279 kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)

20. Tidak menyalakan lampu utama pada siang dan malam hari. (Pasal 293 ayat (1) kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)

21. Berkendara melambat atau bergerombol melihat insiden kecelakaan di jalan raya.

22. Melarikan diri dan tidak bertanggung jawab saat terlibat kecelakaan. (Pasal 310 ancaman kurungan minimal enam bulan dan maksimal enam tahun atau denda minimal Rp 1 juta dan maksimal Rp 12 juta)

23. Menerabas pintu halang perlintasan kereta api. (Pasal 287, ayat (2) kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)

24. Pengendara dan pembonceng tidak menggunakan helm saat bermotor. (Pasal 291 ayat (1) kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu, ayat (2) kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)

25. Berkendara dengan alas kaki sendal jepit.

26. Menggunakan jas hujan ponco yang lebar.

27. Motor tidak memiliki kaca spion. (Pasal 285 ayat (1) kurungan paling lama satu bulan atau denda paling banyak Rp 250 ribu)

28. Mengangkut barang berlebihan sehingga menganggu keseimbangan pengendara.

29. Saat keluar dari gang tidak menengok kanan kiri, langsung masuk badan jalan.

30. Melawan arus kendaraan. (Pasal 287 ayat (1) kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)


31. Berkendara tidak punya STNK. (Pasal 288 ayat (1) kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu)

32. Berkendara tidak punya SIM. (Pasal 281, tidak punya SIM kurungan paling lama empat bulan atau denda paling banyak Rp 1 juta)

Semoga jumlah tersebut tidak bertambah panjang. (edo rusyanto)

Rabu, 11 November 2009

Suzuki Tambah Investasi US$ 50 Juta




JAKARTA— PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Suzuki, berniat menambah investasi US$ 50 juta pada 2010. Investasi tersebut untuk menambah kapasitas produksi sekitar 40% menjadi 720 ribu unit.
“Pada 2010, produksi sepeda motor ditargetkan menjadi 720 ribu unit, naik dari tahun ini 600 ribu unit,” ujar Presiden Direktur SIM Yoshiji Terada, di Jakarta, Rabu (11/11).
Menurut dia, pihaknya akan mempusatkan produksi motor Suzuki di Indonesia, setelah sebelumnya diproduksi di Thailand. Menurut dia, rencana tersebut akan direalisasikan pada 2010. “Kami melihat potensi pasar Indonesia yang besar, sumber daya migas dan nonmigas yang memadai, serta kebutuhan transportasi yang masih besar,” tutur Terada.
Sementara itu, penjualan Suzuki melalui PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) sepanjang Oktober 2009 mencapai sekitar 39.935 unit, naik dari sebelumnya sekitar 35 ribu unit.
Menurut Manajer Pemasaran 2 Wheel SIS Edi Darmawan, peningkatan penjualan tersebut terjadi seiring berakhirnya pemilihan presiden dan penurunan nilai dolar AS terhadap rupiah. “Selain itu, kami juga menggenjot penjualan bulan lalu dengan berbagai promosi di dealer Suzuki dan perusahaan leasing,” ujar Edi kepada wartawan di sela konferensi pers Geber Suzuki 2009 di Jakarta, Rabu.
Dia menambahkan, tahun ini pihaknya menargetkan penjualan motor Suzuki mencapai 600 ribu unit, dengan pangsa pasar 10-11% terhadap total penjualan nasional sebesar 5,5 juta unit. Target ini turun dari penjualan tahun lalu yang mencapai 793.741 unit. “kondisi ekonomi baik makro maupun mikro yang lesu dan kenaikan suku bunga kredit, menjadi penyebab menurunnya daya beli masyarakat tahun ini,” kata Edi.

Penjualan Skydrive
Sementara itu, khusus untuk varian skutik terbaru Skydrive, Edi menjelaskan, sejak diluncurkan pada 1 Mei 2009, rata-rata penjualan per bulan berkisar 6-7 ribu. “Hingga Oktober, penjualan Skydrive sudah berada di kisaran 50-60 ribu unit,” ujar dia. SIS menargetkan, dalam setahun atau hingga akhir April 2010, varian Skydrive mampu terjual hingga 100 ribu unit. Untuk itu, ke depannya SIS akan mengintensifkan promosi varian Skydrive melalui berbagai kegiatan di kota-kota besar Indonesia.
“Selain itu, kerjasama promosi dengan perusahaan leasing dan dealer juga akan tetap kami lakukan,” tutur Edi Darmawan.
Dia juga optimistis pasar skutik di Indonesia akan terus bertumbuh, seiring perubahan tren penggunaan sepeda motor. “Saat ini, sepeda motor, khususnya skutik, selain sebagai alat transportasi juga sebagai sarana kaum muda untuk bergaya,” tutur dia.
Ketika disinggung mengenai rencana peluncuran produk baru skutik Suzuki pada tahun depan, Edi masih belum mau berkomentar. “Produk baru pasti ada, tapi masih rahasia lah,” kata dia. Edi optimistis penjualan motor, khususnya Suzuki pada tahun depan akan lebih bergairah, seiring dengan membaiknya kondisi perkonomian.(c130)


sumber; investor daily

Berharap di Sosok Wakil Menteri Perhubungan


foto:istimewa


SIANG itu di toko buku Gramedia suasana ramai. Toko buku yang didesain sangat nyaman di pusat perbelanjaan kelas atas itu, terdiri atas beberapa lantai.

Ramai oleh para pembeli buku? Keramaian yang berada di cafetaria di sudut toko buku itu, ternyata bukan diisi oleh orang biasa. Tampak wajah-wajah para profesional dan pejabat negara. Mulai dari Direktur Utama PT Jasa Marga Frans S Sunito, Direktur Utama PT Bakrieland Tbk Hiramsyah, Deputi Menko Perekonomian Bambang Susantono, staf ahli Menteri Perhubungan Abu Bakar Iskandar, kalangan LSM seperti Center for Safety Riding Study (Ceras) hingga Masyarakat Transportasi Nasional (MTI) Danang Parikesit, serta tak ketinggalan para jurnalis.

Peristiwa Kamis, 15 Oktober 2009 itu, memang bukan ajang biasa. Siang itu sedang ada perhelatan peluncuran buku ’1001 Wajah Transportasi Kita’. Penulisnya, Bambang Susantono.

Wajar saja, Bambang menelurkan buku tersebut. Latar belakang pendidikannya memang seputar transportasi. Ia meraih master of science in Civil Engineering, Transportation, tahun 1998 dari University of California Berkeley, Amerika Serikat. Dari universitas yang sama, ia menggondol gelar doctor of philosophy in Infrastructure Planning, pada 2000.

Saat meluncurkan buku ia menjabat Deputi Menko Perekonomian idang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah, Kementerian Koordinatorr Bidang Perekonomian. Sebuah jabatan yang sehari-hari lekat dengan soal transportasi. Tunggu dulu, ada lagi. Saat bersamaan, Bambang juga dipercaya menjadi Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia. Di regional, ia Wakil Presiden, East Asia Society of Transportation Studies (EASTS) yang bermarkas di Tokyo, Jepang. Lengkap sudah.

Belum sebulan dari peluncuran buku, Bambang kini ditunjuk Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menjadi Wakil Menteri di Departemen Perhubungan, mendampingi Fredy Numberi selaku Menhub.

"Saudara harus loyal kepada menteri dan tidak bersaing dengan menteri karena saudara wakil menteri, saudara sudah menandatangani fakta integritas," kata SBY saat melantik lima Wakil Menteri di Istana Negara, Jakarta, Rabu, 11 November 2009.

Presiden menegaskan, wakil menteri yang dipilih merupakan pejabat karir yang bisa langsung bekerja dan tidak perlu orientasi.

Dengan Keputusan Presiden Nomor 111/N/2009, Bambang dilantik bersama empat Wakil Menteri lainnya yakni Bayu Krisnamurthi(Dephut), Hermanto Dardak (PU), Mahendra Siregar (Depdag), dan Alex Retraubun (Depperin).


Harapan Publik

Banyak orang berharap Menhub dan wakilnya, bisa membawa departemen itu, menghasilkan karya yang konkret bagi penataan system transportasi nasional. Sudah semestinya ditekan biaya transportasi di kota besar yang kini bisa mencapai 30% dari pendapatan warga. “Jarak kantor saya ke rumah sekitar 12 km, tapi harus tiga kali ganti angkutan. Tidak efisien,” ujar Maslim, seorang karyawan di Jl Sudirman, Jakarta Pusat. Belum lagi terhadang oleh kemacetan yang memicu biaya sosial tinggi.

Saya termasuk yang berharap suatu ketika transportasi menjadi aman, nyaman, dan terjangkau masyarakat luas. Dengan kondisi seperti itu, tak pelak, angka kecelakaan di jalan bisa direduksi. Kini, kecelakaan sudah demikian memprihatinkan, sedikitnya 50 jiwa melayang sia-sia per hari. Selain soal perilaku pengguna jalan, masalah infrastruktur juga berkontribusi terhadap timbulnya kecelakaan di jalan.
“Krisis? No. Perbaikan infrastruktur transportasi, Yes!” tulis Bambang, dalam sebuah bukunya. Kita tunggu saja. (edo rusyanto)

Selasa, 10 November 2009

Waspada, Temui Kendaraan Putar Arah


foto:edo


PENGENDARA sepeda motor tak boleh lengah sedetik pun. Mengantuk saat bermotor bisa bawa petaka. Terlebih, bersepeda motor malam hari dan menemui kendaraan lain berputar arah. Terlebih jika yang berputar arah kendaraan jenis truk. Lengah sedikit, bisa fatal.

Tengok saja kejadian yang menimpa Sutrisno (51) dan anaknya, Cahyono (18). Sang bapak tewas di tempat kejadian, sedangkan sang anak luka-luka dibawa ke RSUD Dr Soewondo, Kendal.

”Diduga kaget ada ekor truk yang berbelok di depannya, korban tidak sempat menghindar, sehingga korban menabrak bagian belakang truk tersebut," kata Robani (50), seorang saksi mata kecelakaan sepeda motor di Kendal, Jawa Tengah, Sabtu (7//11), seperti dilansir Antara.

Sutrisno yang mengendarai sepeda motor H 6853 VD menabrak bagian belakang truk tronton yang sedang berbalik arah. Truk tersebut berada di jalur Pantura Tlahab Kendal, sekitar pukul 09.00 WIB.

Robani menduga, pengendara sepeda motor kurang berhati-hati saat berada di jalan raya. ”Kemungkinan sedang mengantuk, sehingga tidak mengetahui adanya truk tronton di depannya yang hendak berputar arah," katanya.

Kernet truk tronton yang ditabrak korban, Darno (31), warga Purwokerto Banyumas mengatakan, truk tronton yang ia tumpangi berasal dari arah timur usai menambal ban dan hendak berputar arah. "Truk kami sudah hampir berputar penuh, tiba-tiba terdengar suara benturan yang saya kira ban truk kami menabrak pembatas jalan, setelah saya keluar ternyata ada motor yang menabrak ekor truk kami," papar Darno.

Faktor konsentrasi menjadi vital saat bersepeda motor. Tak heran jika Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) memberi porsi khusus mengenai hal tersebut. Simak saja pasal 106 ayat (1) yang menyebutkan bahwa setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan wajib mengemudikan kendaraannya dengan wajar dan penuh konsentrasi.

Dalam penjelasan mengenai pasal tersebut dirinci bahwa yang dimaksud dengan ”penuh konsentrasi” adalah setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor dengan penuh perhatian dan tidak terganggu perhatiannya karena sakit, lelah, mengantuk, menggunakan telepon atau menonton televisi atau video yang terpasang di kendaraan, atau meminum minuman yang mengandung alkohol atau obat-obatan sehingga memengaruhi kemampuan dalam mengemudikan kendaraan.

Ternyata, ada sanksinya juga loh. Yuk kita simak pasal 283 yang berbunyi setiap orang yang mengemudikan kendaraan nermotor di jalan secara tidak wajar dan melakukan kegiatan lain atau dipengaruhi oleh suatu keadaan yang mengakibatkan gangguan konsentrasi dalam mengemudi di jalan sebagaimana dimaksud dalam pasal 106 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 3 (tiga) bulan atau denda paling banyak Rp 750 ribu.

Walah, sudah tertimpa risiko kecelakaan, bisa kena ancaman pidana atau denda juga. Ya sudah, yuk jangan mengantuk saat bersepeda motor. (edo rusyanto)
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian