Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto

Selasa, 28 April 2009

Pasar Motor Sport Hanya di Bawah 1%


Minerva Luncurkan Megelli 250



Pasar sepeda motor sport 250 cc ditaksir hanya 12 ribu unit sepanjang 2009 atau setara 0,24% dari total penjualan nasional.

"Prediksi saya mengacu pada kondisi Januari 2009," ujar Manajer Pemasaran dan Riset Pengembangan Produk PT Kawasaki Motor Indonesia (Kawasaki) Freddyanto Basuki, kepada Investor Daily, Selasa (28/4), di Jakarta.

Kawasaki adalah pemimpin pasar motor sport kelas 250 cc dengan andalan Ninja 250 RR. Agen tunggal pemegang merek (ATPM) asal Jepang itu mulai memasarkan Ninja 250 pada Mei 2008. "Sejak diluncurkan hingga Desember 2008, kami menjual enam ribuan unit," papar Freddy.

Ia menambahkan, untuk 2009, pihaknya menargetkan penjualan 10 ribu unit.

Menurut dia, konsumen segmen ini cukup kritis. "Sedikit yang membeli secara kredit," tukas dia. Maklum, untuk sekelas Ninja 250 RR dibanderol Rp 46,5 juta per unit.

Selain itu, kata dia, konsumen juga memprioritaskan fungsi, model, tren, dan kemampuan daya beli.

Sepanjang triwulan I-2009, Kawasaki mampu menjual 1.560 unit Ninja 250 RR, sedangkan untuk jenis Kawasaki KLX 250 cc, ATPM tersebut baru menjual 70 unit.

Megelli Diluncurkan

PT Minerva Motor Indonesia (Minerva) meluncurkan motor sport Megelli 250 cc, Selasa, di Jakarta. "Kami menargetkan penjualan sekitar tiga ribu unit per bulan," pakar President Director Minerva Kristianto Goenadi, kepada Investor Daily, di sela peluncuran.

Motor sport yang didesain Megelli Inggris dan bermesin Sachs Jerman itu, kata Kristianto, dibanderol Rp 28,9 juta per unit.

Berbarengan dengan itu, Minerva juga meluncurkan tipe naked dan supermoto. "Masing-masing kami jual Rp 25,9 juta dan Rp 26,9 juta," papar dia.

Menurut Kristianto, pihaknya mengimpor sekitar 80% komponen Megelli dari Thailand. "Hanya sekitar 15% dari lokal," katanya. Ia menambahkan, secara perlahan kandungan lokal bakal terus ditingkatkan.

Dia menuturkan, kehadiran Megelli tidak menggerus produk Minerva 150 R yang kini menjadi primadona penjualan perusahaan tersebut. ”Setiap bulan kami bisa memasarkan empat ribu unit 150 R,” papar dia.

Menurut Kristianto, sepanjang 2009 terjadi penurunan sedikit yakni menjadi hanya 3.500 unit per bulan. Minerva mengandalkan sekitar 500 jaringan distribusi dan bengkel di seluruh Indonesia, sedangkan Kawasaki mengandalkan 400 jaringan distribusi dan 100 jaringan bengkel.(ed)

Korban Tewas Bikers Naik 81,8%

20 Tewas Sepanjang Tiga Bulan

NASIB pengendara sepeda motor (bikers) masih miris. Sepanjang tiga bulan 2009, 20 jiwa melayang sia-sia akibat kecelakaan sepeda motor. Sedangkan mereka yang terpaksa menderita luka-luka mencapai 66 orang. Total korban kecelakaan sepeda motor di Jakarta dan sekitarnya mencapai 86 jiwa. Menyedihkan.
Bagaimana jika dibandingkan tiga bulan 2008? Jangan kaget. Korban jiwa naik 81,8%, sedangkan yang luka-luka berkurang 8,3%. Secara keseluruhan, korban kecelakaan naik 2,4%. Pada 2008 total korban kecelakaan sepeda motor mencapai 84 orang, sebanyak 72 luka-luka dan 11 meninggal.
Jalan raya di Jakarta dan sekitarnya sepanjang Januari-Maret 2009 masih menyerupai monster. Korban jiwa dari bikers lebih banyak akibat ditabrak kendaraan roda empat dan lebih. Data yang penulis kumpulkan dari situs http://www.lantas.metro.polri.go.id/ menampilkan fakta bahwa angkanya mencapai 33,33%. Bagaimana dengan kecerobohan bikers yang menimbulkan lepas kontrol? Ternyata lebih kecil yakni 16,67%.
Melihat populasi sepeda motor yang lebih besar, jumlah kecelakaan akibat motor menabrak motor ternyata jumlahnya mencapai 15,15%. Peluang motor menabrak mobil ternyata lebih kecil jika melihat data motor yang menabrak mobil yakni 10,61%. Kondisi jalan yang rusak dan banyak lubang memicu kecelakaan sekitar 6,06%.
Ironisnya, mayoritas korban kecelakaan adalah para pria yang mencapai 85,37%, sedangkan wanita sebanyak 14,63%.

Usia Produktif
Dari sisi usia, kecelakaan yang melibatkan sepeda motor lebih banyak merenggut para usia produktif yakni 20-39 tahun. Jumlah dari kelompok ini mencapai 78,26%. Sebuah peringatan kepada kita semua para bikers, laju pemiskinan masyarakat akibat kecelakaan di jalan raya masih cukup tinggi. Usia remaja yang menjadi korban kecelakaan sekitar 13,04% , demikian pula dengan usia di atas 40 tahun yang hanya 8,7%.
Situasi petang hingga dinihari yakni pukul 18.00-00.00 merupakan rentang waktu paling banyak terjadi kecelakaan yakni 31,82%, kemungkinan para bikers dalam kondisi lelah setelah beraktifitas seharian. Rentang waktu pagi hari hingga tengah hari, ketika mayoritas bikers memulai aktifitas, baik sekolah, kuliah, kerja, dan sebagainya, berkontribusi 25,76%. Sedikit di bawahnya pada area pukul 12.00-18.00 yakni 24,24%.
Wilayah Jakarta yang paling banyak terjadi kecelakaan sepeda motor terletak di Jakarta Selatan (54,55%), Jakarta Pusat (15,15%), Jakarta Barat (9,09%), Jakarta Timur (9,09%), Jakarta Utara (6,06%). Sedangkan kawasan sekitar Jakarta berkontribusi 6,06%.
Bayangkan, angka-angka di atas merupakan secuil catatan dari kecelakaan yang terekam. Penulis juga mempersempit data kepada kecelakaan yang menimbulkan korban luka dan korban jiwa. Jumlah kecelakaan yang menelan korban tentu masih lebih besar dari sebatas catatan ini. Haruskah kita menambah jumlah korban? (edo)

Senin, 27 April 2009

Harga Motor Perlahan Stabil



HARGA jual sepeda motor di dalam negeri mulai stabil seiring menguatnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Sepanjang tahun ini beberapa produsen motor papan atas telah menaikkan harga jual guna merespons pelemahan rupiah dan kenaikan tarif bea balik nama (BBN).
“Kalau masih bisa tahan kenaikan harga jual, tentunya kami akan tahan. Harapan kami, rupiah dapat terus stabil,” ujar General Manager Marketing PT Astra Honda Motor (AHM) Sigit Kumala di Jakarta, akhir pekan lalu.
Sigit menjelaskan, AHM telah menaikkan harga jual sebanyak dua kali, yakni pada Januari dan April 2009 dengan akumulasi sekitar 4%. Harga Honda Beat, misalnya, naik dari posisi Rp 12 juta menjadi Rp 12,35 juta per unit. Menurut Sigit, meski komponen lokal motor sudah mencapai 95%, harga jual terpaksa dinaikkan begitu rupiah melemah terhadap dolar AS. Apalagi, kata Sigit, kurs rupiah sempat melemah 30% dari Rp 9.200/US$ menjadi Rp 11.500/US$. Hal ini membuat ongkos produksi yang dipikul AHM membengkak, sehingga harga harus dinaikkan. Pada perdagangan di pasar spot antar bank, Jumat (24/4), rupiah ditransaksikan di level Rp 10.780/US$. Angka ini sudah membaik dibanding posisi awal tahun di kisaran Rp 12 ribu/US$. “Selain karena faktor kurs, komponen harga motor ditentukan oleh harga bahan baku dan BBN. Intinya, kami akan terus monitor pergerakan rupiah,” ungkapnya. Sigit mengakui, kenaikan harga motor Honda pada tahun ini lebih besar ketimbang kompetitor utama, Yamaha. Sebab, hingga kini Yamaha baru sekali menaikkan harga jual. Namun, kata Sigit, besaran kenaikan harga antara Honda dan Yamaha sebenarnya relatif sama. Sebab, Yamaha menaikkan harga jual lebih banyak ketimbang Honda pada tahun lalu. “Jadi kurang lebih kenaikan harga jual sama. Persaingan ditentukan oleh kekuatan masing-masing brand,” ungkapnya. Honda merupakan pemimpin pasar motor nasional dengan pangsa pasar 48%, sedangkan Yamaha berada di posisi kedua dengan pangsa pasar 44%. Volume penjualan Honda per Maret 2009 tercatat turun 9% menjadi 584 ribu unit. Adapun total pasar motor sepanjang kuartal pertama tahun ini anjlok 15% menjadi 1,218 juta unit. Sigit meyakini, kenaikan harga jual tidak akan menggerus penjualan Honda. Sebab, dalam beberapa pekan mendatang, perusahaan pembiayaan (leasin) akan memangkas bunga kredit cicilan motor sekitar 2-3% dari posisi saat ini 30-31%. Setiap penurunan 1% bunga, beban cicilan akan berkurang sekitar Rp 7.500. “Jadi kalau 2-3%, pengurangan cicilan bisa mencapai Rp 15.000-21.000. Ini sangat bermanfaat sekali,” paparnya. Presiden Direktur AHM Miki Yamamoto sebelumnya menyatakan, penjualan motor tahun ini akan mencapai 5 juta unit, turun 19% dibanding 2008 sebesar 6,2 juta unit. Sedangkan penjualan Honda diprediksi melorot 17% menjadi 2,3 juta unit dibanding 2008 sebanyak 2,8 juta unit.(coy)

Sabtu, 25 April 2009

Kebersamaan di Dalam Perbedaan



HUT MRC Pertama




RATUSAN bikers tumpah ruah di area Pekan Raya Jakarta (PRJ) Kemayoran, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4), mengikuti syukuran Hari Ulang Tahun (HUT) Pertama Minerva Riders Community (MRC). Komunitas yang didirikan pada 20 April 2008 itu, mengusung tema Kebersamaan di Dalam Perbedaan.
MRC melihat, perbedaan jangan menjadi hambatan dalam kehidupan para bikers. Baik perbedaan jenis sepeda motor maupun perbedaan wilayah. ”Kebersamaan baru didapat jika kita dapat membuka diri dan selalu saling menghargai. Kita harus mampu menyatukan perbedaan,” tutur bro Ery Firman, ketua MRC periode 2008-2009, saat memberikan sambutan.
Sebagai komunitas penunggang sepeda motor sport R150 besutan PT Minerva Motor Indonesia (MMI), MRC terus berkiprah diberbagai bidang. Mulai dari touring, baksos, hingga penyebarluasan berkendara yang aman dan selamat. ”Kita para bikers harus mampu menekan angka kecelakaan di jalan raya, dengan berkendara yang santun dan menghargai pengguna jalan lainnya,” tutur bro Edo Rusyanto, penasihat MRC, saat memberikan materi safety riding di tengah para pengunjung HUT MRC.





Syukuran HUT MRC kali ini juga dihadiri jajaran manajemen PT MMI. ” Komunitas tidak bisa dipisahkan dengan agen tunggal pemegang merek (ATPM). Kami butuh masukan dari MRC,” ujar Kristianto, managing director PT MMI, yang disambut tepuk tangan riuh anggota MRC.
Sementara itu, bro Irsan, ketua umum MRC periode 2009-2011, berharap PT MMI tetap menjalin kerja sama dengan komunitas yang dipimpinnya. ” Saya berharap dukungan MMI tetap berlanjut,” tutur dia.
MRC yang berbasis di Jakarta itu, kini telah memiliki 450 anggota yang tersebar mulai dari Jakarta, Bogor, Depok, Serang, Sukabumi, Bandung, Kuningan, Surabaya, Lampung, hingga Medan.
Selain syukuran hari jadi, dalam kesempatan perayaan, juga dilakukan serah terima kepengurusan MRC dari bro Ery kepada bro Irsan.
HUT MRC yang dihadiri klub atau komunitas sepeda motor seperti Blackaholic, Independent Bikers Club (IBC), Yamaha Mio Club (YMC), Yahama Jupiter Owners Club (YJOC), Milys, MX Riders Community, dan NSR itu, juga diramaikan oleh aksi freestyle kelompok The Doctors. (edo)


foto: wisnu

Rabu, 22 April 2009

PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI)


MENGENAL ATPM SEPEDA MOTOR (2)


Agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Yamaha, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) beroperasi di Indonesia mulai 6 Juli 1974. Dengan dukungan sekitar 6.000 tenaga kerja, YMKI mampu memproduksi sekitar 3.500 sepeda motor per hari.
Hingga April 2009, produk motor YMKI terdiri atas skuter otomatis (skutic) Mio yang memiliki tiga varian yakni Mio, Mio Sporty, dan Mio Soul.
Kemudian sepeda motor bebek Vega R DB, Vega ZR DB, Jupiter Z, Jupiter Z CW, Jupiter MX135LC CW, dan Jupiter MX 135LC. Sementara itu, untuk jenis motor sport meliputi, Scorpio Z, Scorpio Z CW, dan V-Xion.
YMKI yang memiliki 800 dealer di Indonesia, mengekspor sepeda motor ke 26 negara di antaranya dalam bentuk utuh (completey built up/CBU) ke Asean seperti ke Filipina dan Malaysia, sedangkan sepeda motor completely knock down (CKD) ke kawasan Amerika Selatan. Nilai ekspor terus bertumbuh, pada 2008 ditaksir naik 10% menjadi sekitar US$ 220 juta, terdiri atas 70 ribu sepeda motor, 120 ribu mesin, dan komponen dalam bentuk terurai 500 ribu set.
Bahkan, mulai 2009, YMKI bersama PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) berencana merangsek pasar ekspor Amerika Serikat (AS) dan Eropa.
YMKI berhasil mencapai produksi ke-10 juta unit pada akhir 2007. Prestasi tersebut tidak terlepas dari strategi YMKI menyasar pangsa pasar skutic. Di segmen tersebut, YMKI memimpin dengan dua produk andalan yakni Yamaha Nouvo, yang diluncurkan pada 2002 dan Yamaha Mio. Padahal, pasar skutic lebih dulu dimasuki oleh Kymco. Empat produk pesaing Yamaha, yakni Honda Vario dan Honda Beat, serta Suzuki Spin dan Suzuki Skywave, belum mampu menandingi laju YMKI.
Strategi menyodok pasar dengan produk skutic membuahkan hasil spektakuler. Sepanjang 33 tahun sejarah persaingan sepeda motor di Tanah Air yang didominasi Honda, pada Maret dan Juli 2007, YMKI mampu menyalip AHM. Secara kumulatif sepanjang 2007, YMKI mampu menjual 1.833.506 unit, atau naik 25,7% dibandingkan tahun 2006 sebesar 1.458.561 unit. Pada 2008, penjualan Yamaha mencapai 2,47 juta unit, naik 35% dibanding 2007 sebesar 1,83 juta unit.
Data Asosiasi Industri Sepeda motor Indonesia (Aisi) menyodorkan fakta, sepanjang 2007, penjualan sepeda motor naik 5,8% menjadi 4.685.078 unit dibandingkan 2006 sebesar 4.428.287 unit. Secara nasional, pada 2008, penjualan sepeda motor mencapai sekitar 6,2 juta unit.

Komitmen
YMKI mengusung “Tujuh Komitmen Yamaha” untuk menuju kesempurnaan dalam memenangi persaingan. Jurus mereka sesungguhnya tidak jauh berbeda dengan ATPM lainnya yakni dengan terus berinovasi sehingga melahirkan produk berkualitas dengan standar dunia. Selain itu, meningkatkan pelayanan pascajual, dan beberapa fasilitas kemudahan yang lain demi kepuasan konsumen.
Sama dengan kompetitornya, yakni PT AHM, YMKI juga mengantongi The Best in Achieving Total Customer Satisfaction dari lembaga riset pemasaran Frontier dan Majalah Swa (2004,2005, dan 2006). Selain itu, YMKI yang memiliki kapasitas produksi sekitar 1,5 juta unit per tahun itu mengoleksi sertifikat ISO 9001 (Agustus 2001), Marketing Award 2006, dan TV Ad Monitor 2006.
Selain memproduksi untuk pasar domestik, YMKI juga mengekspor produknya ke lebih dari 30 negara di empat benua. Di pasar domestik sepanjang tiga tahun terakhir market share Yamaha terus menunjukkan tren naik dan menempati posisi kedua di belakang Honda. Pada 2005, market share Yamaha sebesar 21% dan menjadi 35% setahun kemudian. Pada 2007, sekaligus puncak prestasi YMKI, penguasaan pangsa pasar Yamaha mencapai 39,1%, prestasi tersebut buah dari kreatifitas meluncurkan skuter matic (skutic) Mio pada awal 2003.
YMKI pada 2008 menambah kapasitas produksi dari 2,4 juta unit menjadi 3 juta per tahun dengan tambahan investasi US$ 50 juta. Setiap hari, YMKI yang memiliki pabrik di Jakarta, mampu memproduksi sekitar 3 ribu motor.
Sebagian saham YMKI dikuasai oleh PT Yamaha Motor Company Limited dan Mitsui Company Limited. (edo)

Sebulan, Penjualan Suzuki Skydrive 12 Ribu Unit



PENJUALAN Suzuki Skydrive, skuter otomatik (skutik) terbaru keluaran Suzuki, langsung menembus 12 ribu unit per bulan. Angka ini melewati penjualan dua senior Skydrive yakni Skywave dan Spin.

“Respons masyarakat cukup bagus. Dari 12 ribu unit yang kami produksi, hampir semua terserap pasar. Semua sudah berjalan sesuai dengan target kami,” ujar Manajer Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales (SIS), agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor Suzuki, di Jakarta, baru-baru ini.
Berdasarkan data yang dihimpun SIS, rata-rata penjualan Skywawe dan Spin masing-masing hanya 5.000 unit dan 3.000 unit. Edi menilai, lonjakan penjualan Skydrive dipicu kebiasaan konsumen motor Indonesia yang kerap memburu motor-motor yang baru diluncurkan. Skydrive diluncurkan pada 30 Maret 2009.
Selain itu, papar Edi, turunnya bunga cicilan juga memompa penjualan Skydrive. Edi mencatat, posisi bunga cicilan efektif saat ini mencapai 25%, turun dibanding posisi sebelumnya sebesar 27%. Penurunan ini membantu penjualan karena 80% pembelian motor digunakan dengan cara kredit dengan bantuan perusahaan pembiayaan (leasing).
“Pemilu yang berjalan dengan lancar juga cukup positif bagi perkembangan pasar,” paparnya.
Edi menambahkan, SIS akan mencoba menggenjot produksi dari 12 ribu unit menjadi 15 ribu unit dalam beberapa bulan ke depan. “Yang pasti kisaran penjualan akan berada di kisaran 12-15 ribu unit per bulan. Kami optmistis target ini dapat dicapai,” tandas Edy.
Hingga kuartal pertama tahun ini, penjualan skutik Suzuki mencapai 27.859 unit, merosot 48% dibanding periode sama tahun lalu sebesar 54.097 unit. Pangsa pasar Suzuki di segmen skutik tercatat mencapai 6,4%.
Total penjualan Suzuki per Maret 2009 anjlok 59% menjadi 82.716 unit dengan pangsa pasar 6,8%. 2W Marketing Department Head SIS Morio Omanyuda sebelumnya menyatakan, tahun ini Suzuki mengincar 15% pasar motor nasional, naik dibanding posisi tahun lalu sebesar 12,7%. “Dengan adanya tambahan model baru, kami yakin pangsa pasar kami dapat naik,” ujar Morio.
Tahun ini, ujar Morio, Suzuki menargetkan penjualan mencapai 700 ribu unit dengan asumsi pasar motor mencapai 4,7 juta unit. Dari jumlah itu, sekitar 350 ribu unit penjualan Suzuki akan diisi oleh skutik sedangkan sisanya oleh bebek dan sport.
Morio menuturkan, di segmen skutik, Suzuki menargetkan pangsa pasar mencapai 15% dari sebelumnya 13,4% pada 2008. Saat ini, kata Morio, hanya Suzuki yang memiliki tiga portofolio di segmen skutik yakni Spin, Skywave dan Skydrive. Sedangkan kompetitor seperti Yamaha dan Honda hanya memiliki dua portofolio di segmen skutik. (coy)







Selasa, 21 April 2009

Beli Motor Dapat Laptop


foto:edo

BELI sepeda motor dapat hadiah jaket dan helm sudah biasa. Tapi, beli motor dapat laptop dan dapat akses internet gratis, tergolong langka. Bahkan, nyaris tidak ada.

Peluang itulah yang dimanfaatkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom) Divisi Regional V Jawa Timur (Jatim) dan distributor sepeda motor Yamaha di Jatim.


Para pengendara sepeda motor (bikers) saat ini memang banyak yang sudah melek teknologi informasi. Terlebih mereka yang berdomisili di kota-kota besar. Tengok saja komunitas atau klub motor yang memanfaatkan jaringan itnernet sebagai alat komunikasi dan informasi. Umumnya, dari sekitar enam ribuan kelompok motor di Tanah Air, memiliki jaringan surat elektronik (mailing list/milist). Belum lagi pemanfaatan fasilitas blog dan yang termutakhir dan sedang populer adalah fasilitas jejaring facebook.


Jurus para pedagang sepeda motor merengkuh konsumen memang beragam. Potensi pasar Indonesia masih cukup menggiurkan. Populasi sepeda motor saat ini ditaksir sekitar 40-an juta unit. Dibandingkan jumlah penduduk yang mencapai sekitar 250-an juta jiwa, potensi pasar sepeda motor masih cukup seksi. Pada 2008, para agen tunggal pemegang merek (ATPM), melego sekitar enam juta unit, naik signifikan dibandingkan setahun sebelumnya yang berkisar empat jutaan unit. Tahun ini, ditaksir melorot menjadi sekitar empat jutaan unit. Tetap saja, suatu angka yang menggiurkan bagi para pabrikan.


Kembali soal iming-iming dalam strategi marketing, jurus yang dilontarkan Telkom dan distributor Yamaha cukup menarik.


Dirut PT Surya Timur Sakti Jatim (main dealer Yamaha) Robert Tansil mengaku, jika paket bundling MX-Speedy Edition tersebut merupakan pilot project. Jika respons pasarnya bagus, program ini menjadi program nasional. ''Program ini saling menguntungkan. Semua show room Yamaha di Jatim yang jumlahnya 163 akan diberi hot spot. Pemilik Yamaha yang datang ke show room bisa menunggu sambil menggunakan internet,'' ujarnya, seperti dikutip Investor Daily, edisi Selasa (21/4).


Menurut Robert, sepeda motor MX yang dipilih untuk bundling sesuai dengan tema teknologi yang diusung Yamaha. Dia optimistis dalam waktu tiga bulan, target penjualan Yamaha MX akan mencapai 1.000 unit. Bagi pembeli pertama akan mendapat helm racing dan jaket berdesain bundling.


“Kami optimistis untuk seluruhnya bisa naik 15%. Dari kenaikan itu paket bundling ini kontribusinya bisa sekitar 10%,'' katanya.


Secara nasional, Yamaha berada di posisi kedua, setelah Honda dalam penguasaan pangsa pasar sepeda motor.


Sementara itu, Telkom Divre V Jatim menjelaskan, paket bundling mereka bagian dari upaya mengembangkan penetrasi pasar internet. Paket bundling itu berupa sepeda motor Yamaha dan notebook Acer. Paket bundling seharga Rp 20 juta itu ditargetkan bisa terjual sedikitnya 7.500 unit selama setahun.


''Kalau beli Yamaha MX normalnya Rp 15 juta per unit. Dengan paket Rp 20 juta, dapat motor, laptop Acer dan akses internet Speedy. Kami optimistis paket bundling ini akan diminati masyarakat,” kata Executive General Manager (EGM) Telkom Jatim Triana Mulyatsa di Surabaya.


Telkom mengharapkan, penetrasi pasar Speedy di Jatim ke depan, sekitar 15% akan disumbang lewat paket bundling ini. Paket ini akan melengkapi sejumlah program Telkom yang mengajak masyarakat melek internet, seperti Kampoeng Speedy. (edo)


Redzone Ganti Ketum

Siang ini saat membuka mailing list (milist) Road Safety Association (RSA) menemui sebuah pemberitahuan yang menarik. Email yang dikirim bro Haryo Widodo itu mengabarkan bahwa telah terjadi pergantian ketua di tubuh kelompok pengguna sepeda motor berwarna merah itu.

Selengkapnya email itu seperti dikutip berikut ini.

Sehubungan dengan adanya perkembangan internal, maka bersama surat ini kami beritahukan bahwa REDZONE: Red Moto Society telah memiliki kepengurusan baru yang secara sah diresmikan dalam forum kopdar 20 April 2009 yang dihadiri oleh sejumlah anggota dan 8 orang pendiri / founder.

Kepengurusan REDZONE yang baru dipimpin oleh bro Haryo Widodo #Redzer 011, menggantikan bro Agung Welaksono #Redzer 030 (terpilih saat Mubes 8 Maret 2009) yang dianggap telah mengundurkan diri secara tidak langsung, karena pasca terpilih hingga kopdar 20 April 2009 lalu yang bersangkutan tidak pernah ada kejelasan kabar, interaksi, dan informasi dalam bentuk apapun terkait dengan keberadaan diri dan tanggungjawabnya secara organisasi.

Maka terhitung sejak dikeluarkannya pemberitahuan resmi ini, segala urusan yang terkait dengan institusi REDZONE berada di bawah kendali dan tanggungjawab bro Haryo selaku Ketua Umum periode 2009/2010. Dan segala urusan yang terkait dengan nama dan eksistensi bro Agung, kini menjadi urusan pribadi dari yang bersangkutan, bukan dan tidak pernah menjadi urusan REDZONE secara institusi.

Demikian kami sampaikan pemberitahuan ini, agar dapat dipahami dan dimaklumi oleh semua pihak. Tetap jaga silaturahmi dan persaudaraan antar kita semua.

Atas perhatiannya kami ucapkan terimakasih. Wassalam..

-Haryo Widodo-
Ketum REDZONE
2009/2010

Senin, 13 April 2009

Spare Part dan Safety Riding

foto:edo

KECELAKAAN sesuatu yang tak bisa diduga. Siapapun, di antara jutaan pengendara sepeda motor (bikers) di Indonesia, tidak ada yang ingin terlibat kecelakaan. Pasalnya, kecelakaan tidak hanya merugikan yang terlibat. Musibah itu bakal mendera orang di sekelilingnya, terlebih keluarga sang korban.

Di Jakarta dan sekitarnya, dua tahun terakhir, tiap hari rata-rata tiga bikers meninggal dunia karena kecelakaan di jalan raya. Belum lagi yang terluka.


Pemicu

Ada dua pemicu utama kecelakaan yakni faktor internal dan eksternal.

Unsur yang bisa dikategorikan faktor internal mencakup kondisi pengendara, perilaku, dan sepeda motornya. Kondisi pengendara terkait dengan keahlian mengendarai dan kondisi fisik sang bikers, termasuk pemahaman dan ketaatan terhadap rambu lalulintas dan marka jalan. Hal penting pada unsur ini adalah terkait dengan perilaku sang pengendara. Semakin memiliki rasa menghargai, sang bikers tak akan berperilaku arogan. Tabiat mencari jalan pintas hendaknya dihilangkan mengingat hal ini bisa mendorong kebiasaan menerabas lampu merah, melintas di trotoar, dan melawan arus kendaraan. Sedangkan yang dimaksud dengan kondisi motor adalah kelaikan beroperasinya alat transportasi tersebut. Sudah berfungsi dengan baikkah seluruh komponen motor? Mulai dari mesin, rem, lampu, kondisi ban, hingga kaca spion.

Faktor eksternal yang bisa diidentifikasi di antaranya adalah kondisi jalan dan cuaca. Kondisi jalan yang licin, berlubang, dan cuaca buruk merupakan tantangan yang harus diatasi para bikers.

Di sisi lain, faktor bikers bisa menjadi faktor eksternal bagi pengendara lainnya.

Spare part

Kerap kita mendengar bahwa berkendara yang aman dan selamat (safety riding) melulu terkait keahlian berkendara dan atribut perlindungan diri seperti helm, jaket, sepatu, sarung tangan, pelindung dada, siku, dan lutut.

Skill dan atribut menjadi isu utama penyebarluasan safety riding. Terlebih di kalangan komunitas atau kelompok pengguna sepeda motor.

Belakangan juga mulai dirintis penyebarluasan pemahaman mengenai kemampuan memberi pertolongan pertama pada kecelakaan (P3K). Melengkapi kampanye soal aturan ketertiban lalulintas.

Kembali soal spare part alias sukucadang kendaraan, sudah saatnya digembar-gemborkan di kalangan bikers bahwa dengan spare part yang berkualitas baik, angka kecelakaan berpeluang untuk dikurangi. Dengan sistem kerja sepeda motor yang baik, misalnya sistem pengereman yang baik, potensi bertubrukan bisa dikurangi. Apalagi terkait penggunaan ban. Semakin bagus kualitasnya, potensi selip di atas aspal bisa direduksi.

Di sisi lain memang ada persoalan daya beli. Umumnya suku cadang yang asli dijual dengan harga yang lebih tinggi dibandingkan yang kualitasnya lebih rendah. Namun, untuk persoalan keselamatan, rasanya harga tidak perlu dipermasalahkan. (edo)

Salim Rambah Bisnis Sepeda Motor

Grup Salim merambah bisnis sepeda motor di India setelah mendukung Mahabharat Motors untuk merilis sepeda motor terbaru pada Juli hingga Agustus 2009. Pabrik Mahabharat memiliki kapasitas produksi sebesar 7.000 unit per bulan.

Situs berita otomotif India, www.wheelsunplugged.com melaporkan TVS Motor Company (TVS) telah menandatangani nota kesepahaman dengan Mahabharat Motors Manufacturing Company Private Limited. Mahabharat nantinya akan merakit produk TVS di pabrik mereka seluas 64 akre di Uluberia.

TVS akan mengontrol seluruh standar dalam proses perakitan. Begitu produk baru ini diluncurkan, eksistensi TVS di wilayah India Timur akan semakin kuat.

Menurut sumber di Grup Salim, konstruksi pabrik selesai pada Desember 2008 dan pemasangan mesin-mesin produksi akan dilakukan secepatnya. Dia menambahkan, setelah menjalani masa percobaan, produk itu akan dilepas dari pabrik sekitar Juni 2009.

Di Indonesia TVS melalui TVS Motor Company Indonesia telah menanam modal US$ US$ 50 juta untuk membangun pabrik seluas 20 hektare (ha) di Karawang berkapasitas 300 ribu unit setahun. TVS menjamah pasar motor nasional lewat dua produk yakni Neo dan Apache.

Presiden Direktur TVS Indonesia BLP Simha menambahkan, TVS akan mulai mengucurkan investasi tambahan senilai US$ 50 juta mulai awal 2009. Dana ini nantinya akan digunakan untuk memperluas pabrik TVS.

“Sesuai komitmen kami, kita akan menambah US$ 50juta untuk memperluas kapasitas pabrik kita di Tanggerang dan akan dimulai bertahap tahun depan,” tandasnya. (coy)

Minggu, 12 April 2009

Industri Motor Kelebihan Stok


Industri sepeda motor nasional sepanjang triwulan pertama tahun ini kelebihan stok menyusul rendahnya penyerapan pasar. Beberapa produsen motor diduga sengaja memasok motor dalam jumlah banyak ke dealer demi gengsi semata.

Presiden Direktur PT Astra Honda Motor (AHM) Miki Yamamoto menerangkan, tingginya stok di pasar membuat para dealer terdorong untuk melakukan praktik banting harga (diskon). Efeknya, nilai jual kembali (resale value) motor dapat anjlok.

“Kami tidak ingin hal ini terjadi pada Honda. Yang terpenting bagi kami adalah menjalankan bisnis dengan sehat bukan semata mengejar market share,” ujar Miki di Jakarta, akhir pekan lalu.

Ia mengklaim stok motor Honda di pasar cukup sehat di kisaran 350 ribu unit. Stok sebesar ini dapat dihabiskan dalam waktu 22-25 hari.

Executive Vice President Director AHM Johannes Loman menambahkan, stok motor di level dealer masih tinggi meski tingkat suku bunga acuan (BI Rate) sudah turun menjadi 7,5%. Sebab faktanya, kata Loman, bunga cicilan kredit motor di pasar masih tinggi.

“Ini membuat tidak semua stok yang ada di pasar berubah menjadi penjualan ritel. Untuk itu kami merasa perlu menurunkan produksi untuk mengoreksi jumlah stok,” paparnya.

Berdasarkan catatan Investor Daily, selisih penjualan wholesales (pengiriman motor dari pabrik ke dealer) antara Honda dan Yamaha kian dekat. Pada Maret 2009, wholesales Honda mencapai 204.532 unit sedangkan Yamaha mencapai 196.695 unit.

Pangsa pasar Honda pada Maret mencapai 46,9%, sedangkan Yamaha mencapai 45,1%. Padahal pada bulan sebelumnya, selisih pangsa pasar antara Honda dan Yamaha mencapai 5% di mana Honda meraih 48%, sedangkan Yamaha hanya 43,5%.

Namun secara kumulatif (Januari-Maret 2009), pangsa pasar Honda mencapai 48% sedangkan Yamaha 44%. “Bagi kami market share bukan tujuan utama,” kilah dia.

Miki menerangkan, penjualan Honda sampai triwulan pertama 2009 terpangkas 9% menjadi 584 ribu unit dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 642 ribu unit. Penurunan penjualan Honda ini lebih kecil dibanding dengan performa pasar motor yang turun 14% menjadi 1,2 juta unit per Maret 2009.

Miki menilai, krisis finansial global tidak terlalu memukul perekonomian nasional. Ini membuat permintaan sepeda motor akan tetap ada meski tidak sebesar tahun lalu. Miki memprediksi penjualan motor tahun ini akan mencapai 5 juta unit, turun 19% dibanding 2008 sebesar 6,2 juta unit. Sedangkan penjualan Honda diprediksi melorot 17% menjadi 2,3 juta unit dibanding 2008 2,8 juta unit.

Potensi Naik

Di sisi lain, General Manager Motorcycle Marketing Division AHM Sigit Kumala menilai, pasar motor pada triwulan II berpotensi meningkat 12% dibanding triwulan I dengan rata-rata angka penjualan bulanan 450 ribu unit dari sebelumnya 400 ribu unit.

Peningkatan pasar, kata Sigit, didorong oleh dimulainya masa panen yang dapat mengangkat daya beli petani.

Sebelumnya, Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) memperkirakan, pasar motor bakal mengalami kontraksi 30% pada tahun ini menjadi sekitar 4 juta unit dibanding tahun lalu 6,2 juta unit. Pasar motor pada 2008 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah otomotif di negeri ini dengan lonjakan pertumbuhan sebesar 32% dibanding 2007 sebanyak 4,7 juta unit. (coy)

Sabtu, 11 April 2009

Tiga Orang Meninggal Setiap Hari

foto:istimewa

TIAP hari tiga nyawa melayang sia-sia di jalan raya. Mereka adalah korban kecelakaan yang melibatkan pengendara sepeda motor (bikers). Angka tersebut baru untuk wilayah kepolisian Polda Metro Jaya. Belum data tingkat nasional.
Data yang penulis himpun, sekitar 3,2 orang meninggal dunia setiap hari pada 2008 akibat kecelakaan sepeda motor di Jakarta. Kecelakaan lalulintas yang melibatkan sepeda motor di wilayah hukum Kepolisian Daerah Metro Jaya (Polda Metro Jaya) sepanjang 2008 mencapai 5.898 kasus yang mengakibatkan korban meninggal dunia sebanyak 1.169 orang. Kemudian yang menderita luka berat sebanyak 2.597 orang serta yang luka ringan 4.317 orang.
Jumlah hari pada tahun lalu sebanyak 366. Dengan demikian setiap hari terdapat 7 orang luka berat dan 11,7 orang luka ringan akibat kecelakaan sepeda motor.
Pada 2007, di Jakarta terjadi sekitar 3.099 kasus kecelakaan sepeda motor dengan korban meninggal dunia 719 jiwa. Artinya, sekitar 2 orang meninggal setiap hari karena kecelakaan sepeda motor.
Sedangkan yang menderita luka berat 1.703 dan luka ringan 2.454 orang, atau setara dengan 5 orang luka berat per hari dan 7 orang luka ringan per hari.
Angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor sekitar 88% dari total kecelakaan yakni 3.522 kasus.
Total kerugian, menurut data Polda Metor Jaya, ditaksir sekitar Rp 4,27 miliar.

Safety Riding
Melongok angka-angka itu, sudah tak bisa dibendung lagi penyebarluasan berkendara yang aman dan selamat (safety riding).
Beberapa aspek yang menjadi fokus adalah, pertama, penggunaan atribut pelindung seperti helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu. Kedua, peningkatan kemampuan berkendara (skill). Ketiga, memahami aturan lalulintas. Keempat, senantiasa menggunakan komponen yang berkualitas bagus bagi sepeda motor.
Penyebarluasan safety riding harus masuk ke seluruh elemen masyarakat. Tanpa itu, jalan raya menjadi belantara yang ganas. Mesin pembunuh paling sadis di metropolitan. Sekaligus pemicu kemiskinan di tengah masyarakat kita. (edo)

Bikers dan Pemilu Legislatif




"BUAT apa nyontreng? Nanti kalo sang caleg terpilih dan dia korupsi, kita ikut bertanggungjawab moral dong?"
"Mau nyontreng nama caleg gak ada yang kenal. Mau nyontreng partainya, nanti suara yang masuk dijadikan ajang KKN, ya udah contreng aja semua..."

DUA kalimat di atas dicukil dari puluhan, bahkan ratusan kalimat yang beredar jelang pemilu legislatif, Kamis (9/4). Ungkapan pesimistis terhadap kualitas caleg untuk duduk di kursi DPR/DPRD/DPD bak bola salju. Termasuk di milist-milist yang ramai dikunjungi bikers.
Para pengguna sepeda motor (bikers) sedari awal hajatan pemilu yakni kampanye terbuka, sudah menyemarakkan pesta lima tahunan itu. Tengok aja peserta konvoy di jalan-jalan. Banyak pengendara motor yang ikut terlibat. Bahkan, tidak sedikit yang berboncengan tanpa menggunakan helm di kepalanya.
Ya. Bikers memang peduli kampanye. Walau kemungkinan sekadar berharap uang pengganti bensin atau nonton artis yang muncul di panggung kampanye. Ironis.
Hingga kini, bikers yang diidentikkan dengan masyarakat ekonomi kelas dua, justru dijadikan instrumen unjuk kekuatan. Makin ramai konvoy, makin senang partai atau calegnya. Mereka terlihat memiliki konstituen yang membludak.
Ironisnya, masih saja ditemui pelanggaran lalulintas oleh peserta kampanye yang berkonvoy di jalan raya. Bahkan, tidak sedikit yang mengabaikan unsur keselamatan berkendara (safety riding). Berboncengan lebih dari dua orang dan tanpa memakai helm.
Meski di wilayah Kepolisian Daerah Polda Metro Jaya, menurut Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya AKBP Chryshnanda, jumlah kendaraan yang terlibat kecelakaan, yang dikena tilang, dan yang mendapatkan teguran pada 2009 menurun dibandingkan tahun 2004.
Pada kanpanye 2009, kata dia, seperti dilansir Antara, jumlah kendaraan peserta kampanye yang melanggar lalu lintas sebanyak 8.421 unit.
Dari jumlah itu, sebanyak 4.642 kendaraan dikenai tilang sedangkan 3.779 kendaraan diberikan teguran.
Sebagian besar yang kena tilang adalah para bikers.
Data yang penulis peroleh, populasi sepeda motor hingga tahun 2009, mencapai sekitar 40 jutaan unit. Artinya, paling sedikit ada 20 juta orang dewasa yang notabene punya hak suara. Soal apakah mereka menggunakan hak suaranya atau tidak, tidak ada data yang valid. Namun, dari ilustrasi di atas, bikers memang potensial bagi pencari suara. (edo)

Jumat, 10 April 2009

Minerva Masuk Bikers Magz


KOMUNITAS pengguna sepeda motor (bikers) Minerva juga mendapat perhatian awak redaksi Majalah Bikers Magz. Pada edisi April 2009, Minerva Riders Community (MRC) mendapat porsi dua halaman. Sepak terjang pengguna sepeda motor sport Minerva R 150 diulas panjang lebar. (edo)

(Lagi) IBC di Bikers Magz



Kiprah Indepent Bikers Club (IBC) mendapat perhatian dari majalah para bikers yang terbit di Jakarta. Bikers Magz, edisi April 2009 menilai, kegiatan IBC memiliki nilai positif. (edo)

Honda Pangkas Produksi CS-1


Rombak Jajaran Direksi


MELAMBATNYA penjualan sepeda motor Honda CS-1, membuat PT Astra Honda Motor (AHM), memangkas produksi motor CS-1 sekitar 90% dari rata-rata 10 ribu unit pada 2008 menjadi hanya 500-1.000 unit per bulan dari Januari-Maret tahun ini. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi stok CS-1 di dealer menyusul melemahnya penjualan.
“Sebenarnya penjualan ritel CS-1 cukup lumayan di kisaran 4.000 unit per bulan. Tapi karena stok di pasar tinggi, kami putuskan untuk menurunkan produksi,” ujar Executive Vice President Director AHM Johannes Loman di Jakarta, Rabu (8/9).
Berdasarkan penulusuran, AHM hanya mengirim 1.157 unit CS-1 pada Maret 2009 (wholesales). Jumlah ini jauh berkurang dibandingkan dengan penjualan pada September 2008 sebesar 12.923 unit seperti yang direkap Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Meski begitu, penjualan CS-1 pada Maret melonjak 35% dibanding Februari yang hanya 750 unit.
Loman menilai, penurunan penjualan CS-1 terbilang wajar. Sebab, CS-1 bermain di segmen motor yang sempit (niche market). Ini membuat penjualan CS-1 tidak sebesar motor berjenis bebek. “Sulit menawarkan CS-1 kepada pengguna bebek. Jadi saya rasa pasarnya memang tidak terlalu besar,” katanya.
AHM melepas CS-1 sejak April 2008. CS-1 merupakan motor jenis bebek sport yang merupakan persilangan antara bebek (cub) dengan motor sport
Loman menegaskan, AHM akan tetap memproduksi CS-1 meski permintaan tengah melemah. Produksi CS-1, kata Loman, akan digenjot 50% menjadi 1.500 unit pada April. Kemudian produksi akan terus ditingkatkan menuju kisaran 4.000-5.000 unit memasuki semester kedua tahun ini.

Rombak Direksi
Sementara itu, AHM memutuskan untuk merombak jajaran direksi setelah melakukan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 6 April 2009. Johannes Loman yang sebelumnya menjabat sebagai direktur pemasaran menggantikan posisi Siswanto Prawiroatmodjo di pos executive vice president.
Pos yang ditinggalkan Loman diisi oleh Julius Aslan yang sebelumnya menjabat sebagai Direktur IT, GA dan HR. Posisi yang ditinggalkan Julius kini ditempati oleh Kurniadi.
Jabatan Presiden Direktur masih dipegang Miki Yamamoto. Demikian dengan pos direktur yang lain seperti direktur keuangan dan direktur produksi. “Pergantian Direktur Pemasaran di AHM itu merupakan sebuah rutinitas yang biasa,” ujar Miki Yamamoto.
Tahun ini AHM, kata Miki, memprediksi penjualan turun 17% menjadi 2,3 juta unit dibanding tahun lalu sebesar 2,8 juta unit. Hasil ini akan membawa Honda tetap menjadi pemimpin pasar motor nasional dengan pangsa pasar sekitar 46-48%. Tahun lalu, AHM menguasai sekitar 46% pangsa pasar domestik. (coy)
foto:eko hilman

Kamis, 09 April 2009

Bolehkah orang asing memiliki SIM?

JIKA Anda memiliki kerabat warga negara asing (WNA) dan menetap di Indonesia, tidak perlu pusing-pusing membuat surat izin mengemudi (SIM). Berikut ini panduan mengenai SIM bagi orang asing.

1.Terbatas pada SIM A dan C
2.Tidak diberikan SIM Umum kecuali ada surat izin dari Depnaker.
3.Harus ada :-KIMS (Kartu Izin Menetap Sementara)-STMD (Surat tanda melapor diri)-Paspor / Visa-Surat keterangan kependudukan
4.Bagi WNA yang menetap di Indonesia masa berlaku SIM 5 tahun.
5.Bagi staf Kedutaan / keluarga berlaku 5 tahun.
6.Bagi WNA yang bekerja di Indonesia sebagai tenaga ahli berlaku 1 tahun.
7.Bagi Turis maksimal 1 bulan dan khusus SIM (hanya berlaku di Bali)
8.Apabila pemegang kembali ke negaranya harus melapor pada Satlantasyang mengeluarkan SIM. (edo)

Sumber: www.lantas.metro.polri.go.id

Rabu, 08 April 2009

Menelusuri Jalan Darat Kalimantan Selatan



JALAN berlubang, hujan, licin, banyak kubangan, dan tanpa penerangan jalan, menemani perjalanan darat dari Batulicin, Tanah Tumbu ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Perjalanan, Selasa (7/4), dari kota penghasil bijih besi dan batubara itu, cukup menantang. Sedikit saja ceroboh, bakal terperosok. Jika sedang bernasib buruk, bisa-bisa masuk ke sungai.

Sesungguhnya perjalanan darat yang penulis tempuh kali ini bukan pilihan utama saat bertugas ke bumi penghasil tambang tersebut. Gara-gara pesawat carter milik Pelita Air tak bisa mendarat di bandara perintis Tanah Baru karena cuaca buruk. Selain itu, pesawat tak bisa mendarat di bandara yang ditangani dinas perhubungan Pemprov Kalsel itu, karena ada pesawat carteran Wapres Jusuf Kalla. Pesawat warna putih Das 7 Pelita Air yang bermesin 4 itu, parkir di landasan yang panjangnya 1.800 meter. Menurut sumber, jika ada pesawat presiden atau wapres, maka tidak boleh ada pesawat lain mendarat selama dua jam sebelum dan sesudah pesawat presiden/wapres tinggal landas.

Padahal, di saku kami tersimpan tiket penerbangan ke Banjarmasin-Jakarta untuk jadwal Selasa, pukul 18.40 waktu Indonesia tengah (WITA). Siang itu, jarum jam sudah menunjukkan pukul 13.03 WITA. Pilihannya hanya satu, jalan darat. Berharap masih bisa mengejar penerbangan sore itu, walau secara teori, mustahil.

Untuk berjaga-jaga, Fauzi, corporate communication PT Krakatau Steel yang mengundang kami, menjadwal ulang tiket Lion Air untuk penerbangan Rabu (8/4), pukul 09.45 WITA.

Rusak

Saya, Fauzi, dan serta rekan dari Metro TV, Hari Mukti dan Hafi, berangkat dari Batulicin pukul 13.50 WITA.

Agus (23), sang sopir yang disewa PT Meratus, anak usaha PT Krakatau Steel, mulai menelusuri liuk-liuk Jl Provinsi Kalsel. Jarak tempuh ditaksir sekitar 200 km melalui Batulicin-Pagatan-Sai Loban-Angsana-Satui-Kintap-Jorong-Banjarbaru.

Pemandangan tepi pantai dengan nyiur melambai membuat perjalanan selepas Batulicin menjadi mengasyikan. Perahu nelayan terlihat mengarungi lautan, sedangkan lainnya bersandar di muara sungai. Cuaca cukup cerah.

Jalan rusak ditemui sepanjang Pagatan-Sai Loban-Angsana-Satui. Kecepatan Toyota Avanza menyusut menjadi hanya 10/kilometer per jam (kpj) saat melintas di jalan rusak. Drastis dibandingkan jalan mulus yang bisa dipacu 80-110/kpj.

Agus yang tinggal di Banjarmasin semula menaksir perjalanan bisa ditempuh sekitar enam jam. Namun, ketika hujan turun, prediksi bisa berubah. Waktu tempuh bertambah.

Sesekali kami berpapasan dengan truk besar yang mengangkut alat ditemui alat berat. Selain itu ada truk pengangkut hasil hutan, mobil pribadi, mobil dinas instansi pemerintah, militer, polisi, bus angkutan umum, dan sepeda motor.

Pengendara sepeda motor dituntut ekstra hati-hati ketika melintasi jalan rusak berlubang. Maklum, roda dua lebih mudah tergelincir. Beruntung kesadaran menggunakan helm lumayan tinggi. Mayoritas yang ditemui di jalan menggunakan helm. Motor dimanfaatkan untuk beragam kepentingan. Mulai dari membawa sayuran hingga membawa kayu olahan.

Selain pantai, pemandangan kanan kiri jalan terlihat hutan karet dan sawit. Sempat juga menyaksikan hamparan hijaunya pesawahan.

Turunnya hujan membuat jalan licin. Kami sempat melihat insiden mobil multipurpose vehicle (MPV) yang terperosok di kanan jalan. Pemandangan serupa sempat terjadi ketika malam menjelang di kawasan Bati-Bati arah ke Jorong. Sebuah truk terjerambab ke kiri jalan. "Sopirnya dibawa ke rumah sakit karena luka terjepit setir," ujar seorang pemuda sambil mengatur antrean kendaraan. Di sekitar lokasi insiden truk, laju kendaraan tersendat. Terlebih, alat derek untuk mengevakuasi truk sempat memakan bahu jalan.

Jalan yang rusak, selain karena aspalnya mengelupas, juga ditambah genangan air. Untuk ukuran roda truk sedang dan besar, genangan di tengah jalan masih belum terlalu mengganggu. Namun untuk kendaraan yang lebih kecil, apalagi sepeda motor, praktis kondisi jalan menuntut kehati-hatian yang tinggi.

Pisang Gratis

Selang sekitar tiga jam berkendara, kami memutuskan untuk istirahat. Jarum jam menunjukkan 17.05 WITA saat kami menepi dan istirahat di warung di kawasan Kintap.

Istirahat sambil minum kopi dan menghisap sebatang rokok. Sebagian sholat Ashar. Ada juga yang menumpang ke kamar kecil. Yang paling dicari adalah setop kontak listrik untuk mengisi batere handphone.

Fauzi tiba-tiba memesan mie instan. Semula kami pikir seperti lazimnya di Jawa, mie instan bakal direbus. "Di sini, air panasnya dimasukkan ke plastik kemasan, bumbunya silakan diatur sendiri," ujar ibu, sang penjual warung. Jadilah kami menikmati mie instan ala Kintap.

Hari yang usai menyantap mie, memilih pisang mungil berkulit hijau kekuning-kuningan. "Pisang apa ini bu," tanya pria lajang itu. Sontak sang ibu menjawab bahwa itu adalah pisang uli.

Rasanya cukup manis dan renyah. "Kalau pisang gratis," ujar si ibu lagi.

Hujan masih turun saat kami meninggalkan warung dan jarum jam menunjukkan pukul 17.34 WITA.

Drama perjalanan di tengah gelap, hujan, dan jalan rusak pun berlanjut. Sesekali Agus harus bermanuver ketika menemui jalan berlubang. Praktis kami berempat terguncang. Terlebih lebar jalan hanya cukup untuk dua mobil saat berpapasan.

Memasuki Jorong dan Banjarbaru jalan relatif bagus. Aspal licin. Saat memasuki Banjarbaru kecepatan avanza bisa 80-90/kpj. Tiba di Banjarbaru dekat Bandara Syamsudin Noor, kami memasuki Villa Bungas, Jl Vanili. Waktu menunjukkan pukul 21.02 WITA. Jalan di Banjarbaru lebar, ada separator jalan. Lebar jalan bisa menampung 4 mobil di masing-masing lajur. Kami akhirnya memilih iIstirahat untuk melanjutkan penerbangan Rabu pagi. (edo)

Minggu, 05 April 2009

Segores Catatan Dari Situ Gintung



CUACA Jakarta, Minggu (5/4) pagi, mendung. Jalanan cukup ramai oleh lalulalang kendaraan. Mulai mobil pribadi, angkutan umum, hingga pengendara sepeda motor. Hari ini, tim Independent Bikers Club (IBC) berniat meninjau korban bencana bobolnya tanggul Situ Gintung, Tangerang, Banten. Musibah yang terjadi Jumat (27/3), sekitar 04.30 WIB itu, merenggut sedikitnya 100 korban jiwa. Ironisnya, separuh dari korban itu adalah anak-anak dan perempuan. Ratusan korban luka dan puluhan lainnya masih hilang. Kerugian material belum bisa ditaksir mengingat luasnya wilayah yang tersapu derasnya air bah.
Perjalanan dari Cibubur, Jakarta Timur menuju Jl Juanda, Cireunde, Tangerang, ramai lancar. Gerimis menemani laju Yamaha V-ixion dan Suzuki Tornado yang ditunggangi Edo dan Bani. Sekitar satu jam, persisnya pukul 11.30 WIB, Ketua IBC Edo dan Sekretaris IBC Bani, memarkirkan sepeda motor di halaman Masjid Fathullah, di tepi Jl Juanda, depan Kampus Universitas Islam Negara (UIN). Arus lalulintas di Jl Juanda, khususnya setelah gerbang selamat datang milik Pemprov Banten, mulai tersendat cenderung stagnan. Banyaknya kendaraan warga yang ingin menyerahkan sumbangan maupun yang sekadar melihat lokasi bencana, menimbulkan kemacetan berkepanjangan.
Dari lokasi parkir, kami memilih berjalan kaki menuju lokasi posko bencana. Sekitar 500 meter, kami singgah di kawasan relokasi para pengungsi di Jl Kertamukti, Ciputat, Tangerang. Lokasi tersebut berjarak sekitar 1 kilometer dari Situ Gintung.
Gerimis yang masih mengguyur, membasahi aspal Jl Kertamukti yang baru saja dilapis ulang. Masih nampak alat berat dan kendaraan untuk pelapis dan pelebaran jalan menjadi 6 meter. Buntutnya, arus mobil menjadi tersendat. Tidak bisa dua kendaraan berpapasan. Masing-masing harus sabar antre.
Pelataran Kantor Penghubung Wisma Kerta Mukti milik Pemprov Banten, Jl Kerta Mukti, Ciputat, Tangerang, Banten, disulap menjadi warna putih oleh 60 tenda yang dilengkapi kasur dan selimut. Di sisi lain halaman wisma, sedang dibangun 24 rumah semi permanen untuk hunian sementara (huntara) oleh Perum Perumnas untuk menampung para pengungsi. Wisma tersebut dinamai Kerta Mukti I karena sekitar 400 meter dari situ sedang dibangun Kerta Mukti II oleh PT Cipta Karya.
”Rencananya hari ini para pengungsi yang ditampung di Universita Muhammadiyah Jakarta (UMJ) bakal direlokasi ke sini,” ujar Untung, direktur Perbaikan Darurat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), saat menjelaskan proses pembangunan di Kerta Mukti I.
Hingga Minggu siang belum ada pengungsi yang menempati tenda-tenda tersebut. Belakangan, menjelang malam hari dari sebanyak 1.408 jiwa atau 295 kepala keluarga (kk), sekitar 29 KK sudah menempati Wisma Kerta Mukti yang berjarak sekitar 1 km dari UMJ. Pengungsi tidak menghuni tenda yang disediakan. Sebagian pengungsi malah diberi fasilitas mengontrak rumah oleh Walikota Tangerang Selatan, selama satu tahun. Gratis.

Sumbangan IBC
Melihat kegigihan relawan dan institusi pemerintah untuk menangani korban bencana, bisa disimpulkan warga agak terobati dari bencana yang membuat trauma itu. ”Kalau saya, pilih tinggal di rumah keluarga yang tidak terkena bencana di sekitar Gintung juga,” tutur Hasanudin (54 thn). Ia yang ditemui di warung miliknya di tepi Situ Gintung, siang itu dengan lancar menjelaskan bahwa dirinya telah menerima bantuan sandang dan pangan. ”Kalau soal ganti tanah dan rumah saya yang rusak, saya belum menerima. Denger-denger akan diganti,” kata pria yang telah bermukim sejak 1984 di tepi Situ Gintung.
Hasanudin selamat karena ia terbangun pada sekitar pukul 02.00 WIB dan mendengar tanda-tanda bakal jebolnya tanggul yang membawa air bah. Namun, rumah serta harta bendanya raib. Tinggal warung kecil yang tersisa karena letaknya sekitar 50 meter dari tanggul.
”Warga yang selamat kami coba berdayakan. Selama 3 bulan kami melakukan pendampingan untuk membangun usaha, misalnya berjualan bakso dan sejenisnya untuk selanjutnya menjadi lebih mandiri,” tutur Agung, relawan dari Dompet Dhuafa Republika (DDR), saat ditemui di huntara DDR.
Di areal itu dihuni 30 KK dan dilakukan rehabilitasi anak-anak korban bencana. Seperti siang itu, sejumlah relawan sedang mengaja bermain belasan anak-anak balita.
”Ayo kita berbaris dan melingkar sambil siap-siap nanti kita nonton kartun bersama,” ujar seorang relawan wanita. Anak-anak yang duduk di atas alas terpal plastik di tanah areal huntara tampak senang. Celoteh dan sendagurau di antara mereka mengalir spontan. Sedangkan para orangtua mereka menyaksikan dari sisi lapangan yang persis di depan 30 bedeng semi permanen dari triplek yang dijadikan huntara.
Tim IBC yang siang itu menjadi tiga orang karena hadir bro Irfan meninggalkan lokasi bencana sekitar pukul 14.40 WIB. Sebelumnya, Tim IBC menyerahkan bantuan sumbangan uang tunai Rp 3.050.000 kepada DDR. ”Kami akan manfaatkan untuk memberdayakan para pengungsi,” kata Agung.
Uang tersebut berasal dari kas IBC sebesar Rp 1 juta dan sisanya merupakan iuran sukarela dari anggota dan simpatisan IBC di koran Investor Daily. Terimakasih untuk simpatisan atas donasinya. (edo)


foto-foto: bani

Sabtu, 04 April 2009

Bingung Bikin BPKB Duplikat?

MUSIBAH bencana seperti jebolnnya tanggul Situ Gintung yang merenggut 100 nyawa dan merusak ratusan rumah. Tak terkecuali, harta benda dan surat-surat penting. Di antara berkas tersebut, boleh jadi termasuk buku pemilikan kendaraan bermotor (BPKB), entah mobil atau motor.
Hilang atau rusaknya BPKB memang tidak diinginkan oleh para bikers. Lantas, bagaimana cara mengurus untuk mendapatkan BPKB duplikat?
Berikut ini beberapa langkah yang bisa ditempuh oleh bikers.
1. Pendaftaran BPKB hilang
Persyaratan :
a. Mengisi Formulir Permohonan

b. Surat Keterangan kehilangan dari Kepolisian Negara Republik Indonesia + Berita Acara Pemeriksaan (BAP)

c. Identitas :
1) Untuk perorangan : Jatidiri yang sah + satu lembar foto copy, bagi yang berhalangan melampirkan surat kuasa bermaterai cukup.
2) Untuk Badan Hukum : Salinan Akte pendirian + satu lembar foto copy, Keterangan domisili, Surat Kuasa bermaterai cukup dan ditanda tangani oleh pimpinan serta dibubuhi cap badan hukum yang bersangkutan
3) Untuk Instansi Pemerintah : Surat Keterangan Kepemilikan BPKB Instansi yang ditandatangani oleh Pimpinan dan distempel/cap Instansi.

d.Surat Pernyataan BPKB hilang yang bubuhi materai dan ditandatangani pemilik.

e.Bukti penyiaran pada media massa cetak sebanyak 2(dua) kali setiap bulannya dengan tenggang waktu penyiaran selama 2(dua) bulan melalui media massa cetak lokal, Regional dan Nasional.

f. Surat Keterangan dari pihak Bank bahwa BPKB tidak dalam status Jaminan Bank / Anggunan, jika di wilayah tersebut terdapat tidak lebih dari 2 (dua) Bank.

g. STNK Asli.

h. Cek Fisik kendaraan bermotor.

Mudahkan? Selamat mencoba. (edo)

Sumber; www.lantas.metro.polri.go.id

Sepekan, 4 Nyawa Bikers Melayang!

foto: edo

EMPAT nyawa melayang akibat kecelakaan di jalan raya. Belum cukup, tiga pengendara sepeda motor (bikers) lainnya harus menderita luka-luka. Jalan raya di Jakarta tidak ramah?
Korban yang berjatuhan tersebut bak tak bisa mengelak dari beringasnya belantara Ibukota. Kecelakaan yang terekam oleh Traffict Management Control (TMC) Polda Metro Jaya sepanjang 29 Maret-4 April 2009 itu, menambah deretan kengiluan para bikers di Jakarta.
Situs http://www.lantas.metro.polri.go.id/ membeberkan, bikers yang luka maupun yang meregang nyawa di jalan raya harus menanggung nasib karena beragam sebab. Seperti kejadian yang menimpa dua bikers di Plumpang, Jakarta Utara pada Selasa (31/3). Keduanya berpulang dengan tragis. Polisi menduga, gara-gara melaju dengan kecepatan tinggi, pengendara yang tidak membawa identitas apapun itu, tidak mampu mengendalikannya dan terjerembab ke dalam selokan pada pukul 03.30 WIB. Sedangkan yang dibonceng diketahui bernama Ahmad Rafiki Panuli (19), warga Boyolali, Jawa Tengah.
Nasib kelam juga menimpa Hermansyah (32 thn) yang berboncengan dengan Rohanda (24 thn). Keduanya tertabrak bus Trans Jakarta, di TL Kwitang Jl. Prapatan, Senen Jakarta Pusat, Sabtu (4/4), sekitar pukul 12.20 WIB. Dari informasi yang dihimpun, Sepeda motor Hermansyah B 6268 KHM menabrak separator busway, terjatuh, lalu tertabrak bus.
Walau sama menderita, nasib Randy Maruli Sibuea masih lebih bagus. Ketika Honda Tiger B 6225 UGK terjatuh dan terbakar di sekitar Patung Bundaran Kuda, Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, ia hanya luka ringan. Lukanya bisa diatasi tim medis RS Tarakan, Jakarta Barat. Kejadian Selasa (31/3), sekitar pukul 23.45 WIB itu, memang tergolong langka. Motor Randy yang terjatuh terseret hingga belasan meter dan menimbulkan percikan api yang akhirnya membakar sang motor.
Dua kejadian lain yang menimbulkan korban bikers luka adalah akibat ditabrak Kijang Innova dan truk TNI AD. (edo)

Jumat, 03 April 2009

Penjualan Motor Turun 14%


KUARTAL I 2009

REALISASI penjualan sepeda motor domestik sepanjang kuartal pertama tahun ini turun 14,5% menjadi 1.218.407 unit dibanding periode sama tahun lalu sebanyak 1.426.590 unit. Sejauh ini pasar motor masih belum dapat melepaskan diri dari tekanan krisis likuiditas dan pelemahan daya beli masyarakat akibat kejatuhan harga komoditas primer, seperti kelapa sawit dan karet.

Berdasarkan data yang dihimpun sejumlah agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor papan atas di Jakarta, Jumat (3/4), pasar motor pada Maret 2009 terpangkas 11% menjadi 436.084 dibanding bulan yang sama 2008 sebanyak 488.746 unit. Itu merupakan penurunan penjualan bulanan ketiga sepanjang tahun ini.

Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata menerangkan, perusahaan pembiayaan (leasing) hingga kini masih kesulitan likuiditas akibat seretnya pinjaman dari pihak perbankan. Dia menilai, perbankan nasional lebih memilih menempatkan dana di Sertifikat Bank Indonesia (SBI) ketimbang mengucurkan kredit.

“Sayang dengan total dana yang diparkir mencapai Rp 200 triliun. Kalau ini disalurkan untuk pembiayaan otomotif akan sangat produktif sekali. Sektor otomotif memerlukan dana sekitar Rp 70-80 triliun untuk pembiayaan selama setahun,” ujarnya belum lama ini.

Menurut Gunadi, saat ini sekitar 70-80% pembelian otomotif menggunakan skema kredit dengan bantuan perusahaan leasing. Likuiditas yang mengetat otomatis menekan kinerja penjualan otomotif karena mendorong kenaikan uang muka (down payment/DP) dan bunga kredit.

Gelaran pemilihan umum (pemilu) juga tidak dapat menimbulkan kegairahan di bisnis motor. “Dari pengalaman beberapa pemilu sebelumnya, tidak ada pengaruh pada penjualan motor atau mobil,” papar dia.

Manajer Pemasaran PT Suzuki Indomobil Sales, agen penjualan motor Suzuki, Edi Darmawan menyatakan, proses pengucuran kredit motor saat ini sangat ketat. Sebelumnya dengan uang Rp 500 ribu, kata Edi, konsumen dapat membeli motor. Namun saat ini, tambah dia, konsumen harus menyediakan Rp 1-1,5 juta sebagai uang muka. “Kondisi ini juga ikut menurunkan daya beli masyarakat, khususnya kelas menengah dan bawah,” jelas Edy.

General Manager Motorcycle Marketing Division PT Astra Honda Motor (AHM) Sigit Kumala menambahkan, bunga kredit di perusahaan leasing saat ini masih tinggi di level 32% per tahun. Kondisi ini diperparah dengan ambruknya harga komoditas yang melemahkan daya beli penduduk di luar Jawa.

Honda masih menjadi pemimpin pasar pada bulan lalu dengan volume penjualan 204.352 unit (47%), disusul Yamaha 196.695 unit (45,1%), Suzuki 30.772 unit (7,1%), dan Kawasaki 3.661 unit (0,8%).

AISI memperkirakan, pasar motor bakal mengalami kontraksi 30% pada tahun ini menjadi sekitar 4 juta unit dibanding tahun lalu 6,2 juta unit. Pasar motor pada 2008 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah otomotif di negeri ini dengan lonjakan pertumbuhan sebesar 32% dibanding 2007 sebanyak 4,7 juta unit.(coy)

Rabu, 01 April 2009

Hari Ini Polda Gelar Tertib Lalin

foto:edo

POLISI tampaknya sudah gemas dengan perilaku pengguna jalan raya yang cenderung tidak mematuhi ketertiban lalulintas (lalin). Mulai hari ini (Kamis, 1/4), Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya meluncurkan program Pengaturan Bersama tertib lalin yang fokus pada kepatuhan sepeda motor dan angkutan umum.
Sebagaimana dilansir situs http://www.lantas.metro.polri.go.id/, gerakan bakal menyorot mengenai ketertiban penggunaan lajur kiri bagi sepeda motor, marka lajur kiri, traffict light, dan penggunaan helm standar.
"Pelanggaran lalu lintas di Jakarta sudah mencapai pada tingkat yang mengkhawatirkan," ungkap Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Wahyono saat meresmikan 'Geber Lalin' di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Rabu (1/4), seperti dikutip Detik.com.Perilaku berkendara yang mengabaikan aturan lalin memang memprihatinkan. Tengok saja berapa banyak yang melanggar garis putih saat berhenti di lampu merah (lamer). Lalu, berapa banyak yang menerabas lamer, naik ke trotoar, angkutan umum yang berhenti sembarangan, dan saling kebut yang berisiko menimbulkan kecelakaan.
Tahun lalu, menurut data Polda Metro Jaya dari sebanyak 272 ribu lebih kendaraan yang melanggar aturan, sekitar 5.898 kasus kecelakaan melibatkan sepeda motor.Kapolda mengatakan, sedikitnya 1.169 orang meninggal dunia pada kecelakaan tersebut. Sebanyak 2.567 orang mengalami luka berat dan 4.917 luka ringan. Sedangkan angkutan umum mencapai 111 ribu pelanggaran. Persoalan utama adalah bagaimana segala macam program maupun operasi kepolisian mampu menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran berkendara yang santun. Karena itu, “Harus dilakukan secara sungguh-sungguh dan konsisten," tukas Kapolda.
Terkait sepeda motor, masyarakat memilih kendaraan tersebut karena sistem transportasi massal yang belum memadai. Angkutan umum masih kurang nyaman dan tidak sedikit yang ugal-ugalan. Hal itu diakui Kapolda Metro Jaya. Menurut dia, seperti dikutip Pos Kota, (Rabu, 31/3), gerakan bersama tersebut dilatarbelakangi persoalan infrastruktur dan angkutan umum yang kurang memberikan keamanan, kenyamanan dan ketepatan waktu. "Dari angkutan umum, program ini diarahkan bagaimana mendorong masyarakat memilih moda alternatif yang sesuai dengan kemampuan ekonomi," ujar Wahyono. (edo)
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian