Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto

Rabu, 25 Februari 2009

Kanzen Lansir Roadwin 200

Produsen sepeda motor merek nasional, PT Inti Kanzen Motor (IKM), akan merilis varian motor baru bernama Roadwin 200 pada semester pertama tahun ini. Adanya varian baru ini diharapkan mampu memperkuat basis pasar sekaligus mencegah kejatuhan penjualan yang mendalam.

“Waktu persis peluncurannya belum dapat kami ungkap. Yang pasti akan dirilis pada semester pertama tahun ini,” ujar Presiden Direktur IKM Ari H Soeroso di Jakarta, belum lama ini.

Menurut Ari, sebelumnya Kanzen sempat melepas Roadwin 125 cc pada 2004. Namun pihak Kanzen memutuskan untuk menghentikan produksi motor berjenis sport ini pada 2006. Roadwin 200 sempat dipamerkan IKM pada Jakarta Motor Show (JMS), Desember 2008.

Dia mengaku, komponen lokal motor ini mencapai 50%. Dia memastikan harga jual roadwin akan di bawah Rp 20 juta. Saat ini motor 200 cc ke atas dijual di harga Rp 19-46,5 juta. PT Astra Honda Motor (AHM), misalnya, membanderol Tiger Revo Rp 24 juta, sedangkan PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI) melepas Nina 250R Rp 46,5 juta.

Tahun ini, kata Ari, penjualan Kanzen diprediksi turun 6,6% menjadi sekitar 30 ribu unit dibanding 2008 sebanyak 32.128 unit. Penurunan penjualan dipicu anjloknya harga komoditas seperti kelapa sawit dan karet yang dapat memukul daya beli petani. Selama ini Kanzen dikenal sebagai motor yang banyak digunakan oleh para petani di Sumatera.

”Makanya kami akan melepas beberapa model baru guna merangsang pasar,” paparnya.

Selain melepas Roadwin 2008, Kanzen juga akan merilis Kanzen Multi Purpose Motorcycle (MPM) pada semester kedua 2009. Ari menjelaskan, konsep MPM mirip dengan motor jenis skuter otomatik (skutik) dengan sistem transmisi semi manual dan otomatis (triptronik).

Ari mengaku IKM menghabiskan waktu setahun untuk mengembangkan MPM. Desain motor ini 100% dikerjakan oleh warga Indonesia. IKM, lanjut dia, menjadikan motor ini sebagai motor niaga yang memiliki kapasitas angkut besar.

IKM, papar Ari, juga tengah menyiapkan satu motor hibrida yang menggunakan bahan bakar bensin dan gas. Sama seperti Roadwin, motor ini telah dipamerkan di JMS 2008. Saat ini, ujar Ari, IKM tengah mendisain tabung gas LPG yang aman untuk motor ini. (coy)

Kamis, 19 Februari 2009

Menara Bersama Perlu Diatur PP atau Perpres


BERITAJAKARTA.COM — 19-02-2009 14:36

Tarik ulur kewenangan penataan menara telekomunikasi antara Peraturan Menteri (Permen) dan Peraturan Daerah (Perda) merupakan permasalahan yang harus segera diselesaikan. Jika tidak ini akan merugikan para konsumen atau pelanggan. Untuk mengatasi hal ini, perlu campur tangan presiden dengan mengeluarkan produk hukum seperti peraturan pemerintah (PP) atau peraturan presiden (Perpres) agar tidak terjadi tumpang tindih kewenangan.

Hal ini diungkapkan oleh Pakar Otonomi Daerah, Ryas Rasyid, dalam acara Diskusi tentang Hak Otonomi versus Kepentingan Investor, di Jakarta Pusat, Kamis (19/2). Untuk menyelesaikan permasalahan ini, sebaiknya presiden sendiri yang harus turun ke lapangan. Atau setidaknya konflik ini harus segera diakhiri dengan pembentukan PP atau Perpres yang mengatur tentang pembangunan dan pengawasan menara. "Kesimpulannya kita tidak menyalahkan pemerintah daerah, terlepas ada atau tidak ada peraturan menteri. secara yuridis, Perda lebih kuat dibandingkan dengan Permen. Karena kewenangan Permen hanya berlaku secara internal," kata Ryas.

Diakuinya, bisnis telekomunikasi yang banyak diburu para pemilik modal besar harus berhadapan dengan pemerintah daerah untuk penataan kota dan wilayah melalui penertiban atau perubahan menara liar yang ada di daerah. "Kalau kita mengacu pada semangat otonomi daerah, dimana pemerintah daerah memiliki kewenangan mengatur penertiban dan pendirian menara telekomunikasi di daerah. Jadi Permen No 2/PER/M.KOMINFO/3/2008 tentang Pedoman Pembangunan dan Penggunaan Menara Bersama Telekomunikasi itu hanya bersifat teknis," tegasnya.

Karena itu, Ryas berharap, beberapa daerah di seluruh Indonesia sebaiknya segera membuat Perda yang mengatur untuk pembangunan tower bersama. "Banyak sekali memang keluhan dari berbagai daerah. Dan itu wajar karena mereka takut akan terancam oleh hutan menara, terlebih ada beberapa kasus tower yang roboh," jelasnya. Terlebih, dampaknya sangat besar seperti, tata ruang yang tidak sesuai dengan peruntukan, dampak lingkungan, dan estetika kota. "Kita juga perlu mengkritik pemerintah daerah, karena banyak juga uang pelicin dalam pemberian izin. Dan perlu kita akui di negara kita memang banyak penyakit demokrasi selalu cenderung manipulasi, tidak ada proses tender terbuka," sesalnya.

Pengamat Sosial Politik dari Universitas Pelita Harapan, Audy W.M.R Wuisang, juga sependapat dengan Ryas Rasyid. Menurutnya, Menkominfo dan stafnya tersebut keliru. "Dalam kasus menara ini, Menkominfo jelas keliru sehingga apa yang harus dia kerjakan menjadi kekeliruan sehingga tidak ada sinkronisasi," katanya. Tidak hanya operator, pelanggan pun ikut dirugikan. Selain pelanggan sudah bayar, pelayanan yang diberikan operator pun tidak maksimal. "Di Singapura saja, hanya ada tiga menara," tegasnya.

Mengenai Permen dan Perda yang saling tumpang tindih, disikapi Wuisang dengan sinis. Ia mencontohkan, tindakan Pemda Badung, Bali, yang menertibkan sekitar 64 menara ilegal dari 148 menara yang IMB-nya tidak diperpanjang. Namun penertiban ini direspon dengan isu-isu negatif yang menyebutkan Perda menjadi sasaran tembak dengan alasan Perda bertentangan dengan Permen. Penjelasan paling akhir, sambung Wuisang, jika kemudian menempatkan pemda yang paling berhadapan dengan masyarakat, maka pemda lah yang memiliki kewenangan untuk menata wilayahnya.

"Memang solusinya sangat susah, soalnya berawal dari konsep yang tidak jelas," terangnya. Oleh karena itu, perlu dibuat disain yang lebih jelas dan sinkronisasi, koordinasi, dan kerja sama yang baik dari berbagai pihak untuk menggunakan menara bersama disesuaikan dengan kondisi nyata di daerah.
"Menara bersama tentunya sebagai solusi untuk menara bermasalah," pungkasnya.

Reporter: ahmad

Rabu, 18 Februari 2009

Penjualan Bridgestone Diprediksi Turun 20%

Penjualan perusahaan ban, PT Bridgestone Tire Indonesia, diperkirakan anjlok 20% pada 2009 menjadi sekitar 9,6 juta unit dibanding tahun lalu sebanyak 12 juta unit. Penurunan penjualan baik domestik maupun ekspor itu dipicu kejatuhan pasar mobil global serta nasional.
Seiring dengan itu, prinsipal yang berbasis di Jepang, Bridgestone Corp, memutuskan untuk melimpahkan order produksi ke BTI karena dekat dengan akses bahan baku. Selain itu, tenaga kerja di Indonesia termasuk murah sehingga perusahaan dapat melakukan efisiensi.
Department Manager Sales BTI John M Arsyad menerangkan, pasar ekspor menyerap sekitar 50% produksi dari rata-rata 1 juta unit per bulan. Sedangkan sisanya dipasok ke pasar domestik. Negara tujuan ekspor Bridgestone antara lain Amerika Serikat dan Timur Tengah.
Untuk pasar domestik, kata dia, mayoritas diserap pemanufaktur mobil (original equipment manufacturer/OEM) sedangkan sisanya untuk pasar bebas (after market). John memperkirakan penjualan ban ke OEM tahun ini bakal terpangkas 15-20% seiring penurunan pasar mobil nasional.
“Angka ini memang lebih kecil dari perkiraan penurunan pasar mobil yang disusun Gaikindo (Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia). Tapi kami rasa masih ada peluang untuk memacu penjualan,” katanya di Jakarta, Rabu (18/2).
Gaikindo memprediksi penjualan mobil domestik pada tahun ini anjlok 30% menjadi 424 ribu unit dibanding 2008 sebanyak 607 ribu unit. Pasar mobil tahun lalu merupakan yang tertitinggi sepanjang sejarah. Akibatnya, kata John, permintaan ban Bridgestone untuk OEM meningkat 45%.
Namun, di sisi lain hal itu membuat ekspor Bridgestone terpangkas 5% pada 2008. Adapun pasar after market naik 2%. John mengaku, Bridgestone menguasai 50% pasar ban OEM di Indonesia. “Tidak ada yang menduga pasar akan menembus 607 ribu unit. Jadi saya kira pasar mobil masih dapat bergerak asalkan pemerintah mau mempercepat realisasi stimulus ekonomi,” paparnya.
Untuk pasar ekspor, John melanjutkan, penjualan diperkirakan akan anjlok 20%. Untuk menyiasati penurunan yang lebih dalam, kata dia, prinsipal memutuskan untuk merelokasi order ke Indonesia.
Prinsipal menganggap karet alam Indonesia berkualitas tinggi dan kuat.
Order yang direlokasi, kata dia, kebanyakan berasal dari AS. Saat ini Bridgestone Corp memiliki 46 pabrik yang tersebar di seluruh dunia. Order yang dikerjakan di Indonesia, kata dia, nantinya akan diekspor kembali ke AS. “Namun sampai sekarang hanya order yang dipindahkan. Sedangkan mesin belum direlokasi,” jelasnya.

Ekspansi Ditunda

Sementara itu, rencana meningkatkan kapasitas produksi hingga 38 ribu unit ban per hari pada 2010 kemungkinan bakal ditunda. Saat ini kapasitas produksi Bridgestone mencapai 33 ribu unit per hari yang dipasok dari pabrik Bekasi sebesar 13 ribu unit dan Karawang 22 ribu unit. Padahal, pada dua tahun lalu prinsipal sudah mengumumkan rencana penambahan investasi US$ 135 juta untuk memacu produksi di pabrik Karawang.
“Gedungnnya sudah jadi. Namun produksinya sejauh ini belum jalan. Kami masih mengamati perkembangan pasar pada kuartal pertama tahun ini,” papar John.(coy)

Asuransi untuk Mobil Hilang di Tempat Parkir Diragukan

Jakarta - Rencana Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk memberikan asuransi terhadap kendaraan bermotor yang hilang di tempat parkir disambut pesimistis oleh para pengguna kendaraan di Jakarta.

"Idenya memang bagus, namun, implementasinya di lapangan sangat meragukan," ucap Edo Rusyanto kepada detikOto, Rabu (18/02/2009).
Keraguan pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Independent Bikers Club (IBC) ini didasarkan pada pengalaman sulitnya melakukan proses klaim dari perusahaan asuransi.
"Kedua asuransi itu saja sangat sulit mengklaimnya, eh mau ditambah asuransi lain, percuma," tutur Edo pesimistis.
Hal yang sama juga diungkapkan oleh pengguna kendaraan lainnya yakni Jimmy Indra. Jimmy mengatakan bahwa karakteristik perusahaan asuransi yang hanya menarik uang premi dari nasabah namun sulit mencairkan klaim.
"Mereka cuma mau menarik uang premi saja dari kita tapi nantinya pasti tidak mau bertanggung jawab," ucapnya.
Menurut Jimmy bila pemerintah memang serius mau melindungi para pengguna parkir,
kenapa tidak menertibkan pengelola parkir swasta yang resmi namun sampai sekarang tidak mau bertanggung jawab terhadap pengguna lahan parkir yang mereka pungut bayaran. "Itu saja dulu baru yang lain," tukasnya.
Namun ternyata tidak semua pengguna jasa parkir merasa pesimis terhadap hal tersebut. Ada juga yang merasa senang dengan rencana itu.
"Saya sangat menyambut baik rencana asuransi tersebut, sebab, itu merupakan hak dasar penguna kendaraan," ujar Chandra G Suryana.
Tapi Chandra sangat tidak setuju bila sampai hal tersebut nantinya malah membebani para penguna jasa parkir.
Karena menurutnya kemungkinan besar pembayaran premi asuransi tersebut nantinya akan dibebankan ke pengguna melalui tarif parkir yang dinaikkan.
"Jadi takutnya malah menjadi beban kita lagi," tukas pria yang juga menjabat sebagai President W124 Mercedes-Benz Boxer Club Indonesia ini.
Asuransi tersebut nantinya meliputi ganti rugi kehilangan bagi mobil sebesar Rp 40 juta dan motor Rp 2,5 juta.
Sedangkan bila kendaraan tersebut 'hanya' mengalami kerusakan, Dishub DKI Jakarta akan membayar maksimal Rp 2 juta untuk mobil dan maksimal Rp 500 ribu untuk motor. Itupun tergantung dari kondisi kendaraan tersebut.
Syarat klaim asuransi itu memang seolah mudah. Karena hanya dengan memperlihatkan karcis parkir asli, STNK asli, bukti pelaporan dari polisi, dan cap atau stempel tanda kendaraan diasuransikan dari tempat parkir.
Asuransi tersebut hanya berlaku di 5 lokasi parkir yakni gedung parkir Pasar Baru, lingkungan parkir Blok M, Jl Mayestik, Lapangan IRTI Monas, dan Jl Boulevard Barat Kelapa Gading.(syu/ddn )

Rabu, 18/02/2009 16:18 WIB

Syubhan Akib – detikOto

AHM Investasi US$ 30 Juta Bikin Pabrik Velg

PT Astra Honda Motor (AHM), agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor Honda, akan membangun pabrik velg casting wheel (CW) berkapasitas 500 ribu unit per tahun. Pembangunan pabrik velg ini ditaksir bakal menelan dana sekitar US$ 30 juta.

Direktur Industri Alat Transportasi Darat dan Kedirgantaraan Ditjen Alat Transportasi dan Telematika Departemen Perindustrian (Depperin) Panggah Susanto mengatakan, kegiatan produksi velg diperkirakan akan dimulai pada semester II tahun ini. “Sebagai awal kira-kira membutuhkan dana sekitar US$ 30juta,” ujar Panggah di Jakarta, Selasa (17/2).

Panggah menerangkan,lokasi pabrik akan berada di pabrik AHM yang berlokasi di Cikarang, Jawa Barat. Sejauh ini AHM telah mulai membeli mesin-mesin untuk keperluan produksi.

Menurut Panggah, kapasitas produksi nantinya akan terus ditingkatkan menjadi 1 juta unit setahun. Namun Panggah tidak mengetahui kapan rencana ini akan direalisasikan.

Wakil Presiden Direktur AHM Siswanto Prawiroatmodjo membenarkan AHM akan membangun pabrik velg CW. Tujuannya, kata dia, untuk mendukung kegiatan produksi sepeda motor. Saat ini, menurut Siswanto, penjualan sepeda motor Honda mulai didominasi oleh motor-motor bervelg CW.

Selama ini, kata dia, AHM kekurangan pasokan velg CW dari vendor seiring melonjaknya permintaan. Untuk itu AHM tergerak untuk membuat pabrik velg sendiri.
”Semua dilakukan agar kesempatan yang ada tidak hilang karena kekurangan pasokan,” kata dia.

Berdasarkan penelusuran, seluruh model Honda dipasarkan dalam dua jenis velg, yakni CW dan jari-jari (spoke). Hanya Honda Beat yang ditawarkan dalam velg CW.

Siswanto memastikan produksi pabrik CW AHM tidak akan meraup pasar para pemasok lokal yang selama ini memasok ke AHM. Dia menambahkan, produk velg yang di produksi nantinya hanya akan memasok kebutuhan untuk segmen original equipmet manufacturer (OEM).

Saat ini AHM memiliki kapasitas produksi terpasang sebanyak 3 juta unit per tahun. Tahun lalu penjualan AHM melejit 33% menjadi 2,8 juta unit. Honda merupakan pemimpin pasar motor nasional dengan pangsa pasar 46% per Desember 2008.

Direktur Pemasaran AHM Johannes Loman AHM menargetkan menguasai 48% pasar motor pada tahun ini dari total pasar sebanyak 4-5 juta unit. Namun tidak tertutup kemungkinan pasar motor akan sama seperti tahun lalu sebesar 6,2 juta unit jika kondisi makro ekonomi membaik. (coy)

Selasa, 17 Februari 2009

Kenapa Kita Harus Santun Dalam Berkendara?


Wabah berkendara yang aman dan Selamat (safety riding) terus meluas. Tapi, kenapa angka kecelakaan di jalan raya yang melibatkan sepeda motor masih tinggi? Sebagaimana kita ketahui, jumlah korban jiwa dan luka akibat kecelakaan sepeda motor grafiknya tak pernah menurun. Dalam satu tahun, angka kematian akibat kecelakaan di jalan raya di Indonesia mencapai sekitar 30 ribu jiwa.

Bagi para pengendara sepeda motor (bikers) ada beberapa hal yang bisa dilakukan guna mengurangi risiko kecelakaan. Salah satunya adalah mengimplementasikan safety riding dalam berkendara.

Beberapa tips di bawah ini barangkali bisa diimplementasikan para bikers saat berkendara guna mengurangi risiko dari kecelakaan.

  1. Berdoa sebelum berkendara.
  2. Persiapkan kondisi fisik. Berkendara dalam kondisi sakit bakal mengganggu konsentrasi pengendara baik saat berbelok, memacu kendaraan, hingga dalam menganalisis medan jalan.
  3. Atribut perlindungan diri. Helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu merupakan atribut wajib bagi bikers. Selain membuat pengendara nyaman, atribut kelengkapan berkendara tadi meminimalisir risiko benturan atau gesekan jika terjadi kecelakaan. Khusus penggunaan helm, setidaknya gunakanlah helm half face yakni helm yang melindungi separuh wajah kita. Dalam penggunaannya, jangan lupa mengaitkan tali helm secara pas hingga berbunyi klik.
  4. Periksa kondisi kendaraan. Biasakan memeriksa kondisi kendaraan sebelum berkendara. Beberapa bagian penting adalah kondisi rem, kondisi ban, spion, bahan bakar, lampu depan, hingga lampu sign. Jika salah satu dari item tadi dalam tidak bagus, misalnya, rem blong atau ban kempes, niscaya ancaman menghadapi kecelakaan lebih besar lagi.
  5. Ketika berkendara, perhatikan isyarat-isyarat penting. Ketika berbelok, baik ke kanan maupun ke kiri, upayakan memberi isyarat lampu sign. Berbelok secara tiba-tiba tanpa isyarat membuka peluang tabrak belakang.
  6. Patuhi rambu lalulintas (lalin). Aturan lalin bukan untuk dilanggar. Hal sepele, ketika berhenti di lampu merah, usahakan tetap di belakang garis putih sebelum zebra cross. Selain itu, hindari perilaku menerabas lampu merah.
  7. Terkait kepatuhan pada rambu dan marka jalan, upayakan agar tidak memaksakan diri menaiki trotoar ketika kondisi lalulintas sedang macet total.
  8. Dari keseluruhan tips tersebut, bikers harus menanggalkan sikap egois dan temperamental dalam berkendara. Tidak perlu terpancing untuk berperilaku ugal-ugalan atau memacu kendaraan di atas kecepatan rata-rata, misalnya hingga 90 kilometer per jam (kpj). Emosi yang tidak terkendali berbahaya terhadap kemampuan menganalisis medan jalan.

Tips di atas berporos pada satu prinsip berkendara yakni bersahabat, santun di jalan. Dengan kunci disiplin. Alangkah indahnya jika setiap pengguna jalan saling menghargai hak dan kewajiban masing-masing pengguna jalan. Kalau tidak dimulai dari saat ini, kapan lagi kita mau tertib. Salam (edo)

TVS Siapkan 1.000 Mekanik

TVS Motor Company Indonesia menyiapkan sekitar 1.000 mekanik untuk melayani para pengguna motor TVS di seluruh Indonesia, setelah para montir ini menjalani pelatihan khusus di bidang mekanik.

Direktur Utama (Dirut) TVS Motor Company Indonesia BLP Simha menyatakan, di Jakarta, Selasa (17/2), selain mendapat pelajaran mekanik maka para montir ini juga dididik mengenai cara melayani konsumen, cara mengelola suku cadang, dan menjalani pelatihan manajemen.
Menurut dia, dengan memberikan pengetahuan mengenai masalah mekanis, TVS Motor Company Indonesia mengharapkan para montir ini bisa memberikan pelayanan semaksimal mungkin kepada para pengguna motor-motor TVS.
Pelatihan bagi 1.000 mekanik tersebut digelar di pabrik TVS yang terletak di Karawang, Jawa Barat serta daerah-daerah lain seperti Bandung, Semarang, Surabaya, Pekanbaru dan Medan .
Untuk wilayah Surabaya, Jawa Timur dan sekitarnya hingga Oktober 2008, TVS Motor telah melatih lebih dari 250 mekanik dengan dukungan dealer dan bengkel kemitraan.

Sejak masuk ke Indonesia setahun silam, TVS Motor Indonesia telah membuka 100 dealer di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi serta didukung lebih dari 300 bengkel kemitraan yang tersebar mulai dari ibukota provinsi hingga ke tingkat kelurahan.

“Tahun depan, kami tentunya akan menghadirkan lebih banyak sepeda motor yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia selain yang ada sekarang, TVS Neo 110 cc, motor bebek revolusioner kaya fitur, serta TVS Apache RTR 160 yang banyak mendapat penghargaan karena keandalan performanya,” ujar K Vijaya Kumar, Direktur Penjualan dan Pemasaran PT TVS Motor Company Indonesia. (ed)

Bajaj Bangun 35 Dealer Baru


PT Bajaj Auto Indonesia (BAI), agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor Bajaj, akan membuka sedikitnya 35 dealer (sales, service, spare part) baru pada tahun ini dengan investasi Rp 6 miliar. Saat ini Bajaj memiliki 60 dealer yang tersebar di 43 kota di seluruh Indonesia.

“Kami akan mencoba menjamah pasar Papua dan Kalimantan dengan cara membangun dealer. Kami juga akan menambah satu dealer baru di Jakarta, yakni di Pondok Labu,” ujar Regional Sales Manager BAI Lim Sang Hong di sela acara Bajaj XCD 125 Mileage Challenge di sirkuit Sentul, Bogor, Jawa Barat, Selasa (17/2).

Sam Hong menjelaskan, tambahan dealer diperlukan guna menggenjot penjualan pada tahun ini. Namun Sam Hong enggan menyebutkan berapa target penjualan pada 2009.

Pada 2008, penjualan Bajaj meroket 120% menjadi 18.600 unit dibanding 2007 sebesar 8.416 unit. Sekitar 35-40% penjualan disumbangkan oleh Pulsar 180 dan 200 sedangkan sisanya oleh XCD.

“Dengan 65 dealer pada tahun lalu kami mampu membukukan pertumbuhan penjualan yang tinggi. Kami harap penjualan dapat naik seiring adanya tambahan dealer,” paparnya.

Marketing Manager BAI Cahyono Anwar menambahkan, lonjakan penjualan Bajaj membuat pangsa pasar membengkak dari 2% menjadi 4%. Dia menilai, naiknya pangsa pasar menunjukkan masyarakat mulai percaya terhadap kemampuan motor Bajaj.

Sementara itu, Cahyono menerangkan, Bajaj akan konsisten menggempur segmen motor sport tahun ini. Sejauh ini tiga portofolio Bajaj yakni XCD, Pulsar 180, dan Pulsar 200 merupakan motor berjenis sport. Pihak BAI meyakini pasar motor sport akan terus tumbuh dari tahun ke tahun.

Dia menjelaskan, pada 2008, pertumbuhan penjualan motor sport melonjak 39% menjadi 525.681 unit. Adapun pasar motor hanya mampu meningkat 32% menjadi 6,2 juta unit. “Ini merupakan salah satu bukti nyata mengapa kami fokus pada segmen sport,” paparnya.

Cahyono bungkam ketika ditanya model baru apa yang akan dirilis Bajaj pada 2009. Saat ini beredar rumor yang menyebutkan BAI akan melepas XCD 135 cc. “Kami tidak gegabah untuk memasukkan suatu produk, sampai saat ini kami belum mempunyai rencana untuk mendatangkan Bajaj XCD 135. Tetapi apabila pasar memang meminta, maka ada kemungkinan akan kami hadirkan,” jelasnya.

Sejauh ini, kata Lim, BAI masih fokus dalam membangun citra XCD 125 yang diklaim sebagai motor sport teririt. Berdasarkan hasil tes Investor Daily, konsumsi bahan bakar motor ini mencapai 1/80 per liter.

Untuk mempertahankan penjualan XCD, Lim menegaskan, BAI memutuskan untuk tidak menaikkan harga jual model ini di Rp 13,5 juta. Dia mengaku pihak prinsipal memberikan semacam subsidi untuk menahan kenaikan harga. Namun dia menolak menyebut besarannya.

BAI, kata Lim, hanya menaikkan harga jual Pulsar 180 dan 200 masing-masing sebesar Rp 500 ribu. Harga Pulsar 200 saat ini mencapai Rp 20,7 juta, sedangkan Pulsar 180 Rp 18 juta. Seluruh produk Bajaj didatangkan dalam bentuk langsung dari India.

Hingga kini pihak BAI belum bersedia mengungkapkan rencana membangun basis perakitan di Indonesia. “Ke depannya kami memang mempunyai rencana untuk membangun pabrik, namun untuk saat ini belum,” katanya. (coy)

Senin, 16 Februari 2009

Pangsa Pasar Suzuki Merosot 52%


Penguasaan pasar sepeda motor Suzuki anjlok 52% dari 12,7% per Desember 2008 menjadi hanya 6,1% pada Januari 2009. Penjualan Suzuki sepanjang 2008 tercatat sebesar 793.758 unit sedangkan total pasar motor mencapai 6.215.865 unit. Adapun penjualan Suzuki pada bulan lalu mencapai 22.369 unit dari total pasar sebanyak 368.302 unit.

Di saat yang sama, Honda dan Yamaha justru mampu memperbesar pangsa pasar mereka. Pangsa pasar Honda naik dari 46% per Desember menjadi 48,8%, sedangkan Yamaha naik dari 39,6% menjadi 44,2% pada Januari tahun ini. Honda merupakan pemimpin pasar di bisnis motor diikuti Yamaha di posisi kedua dan Suzuki di posisi ketiga.

Pada 2006, pangsa pasar Suzuki dan Yamaha nyaris sama di kisaran 20%. Namun memasuki 2007, Yamaha sukses memompa pangsa pasar hingga mencapai 39% pada 2008. Di sisi lain, pangsa pasar Suzuki justru terus tergerus hingga 6,1% pada Januari 2009.

Presiden Direktur PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (ISI) Gunadi Sindhuwinata menerangkan, penurunan harga komoditas primer seperti kelapa sawit dan karet memukul kinerja Suzuki. Sebab, daya beli masyarakat di sentra utama pemasaran Suzuki seperti di Lampung melemah. “Selain itu, perusahaan pembiayaan juga masih dililit krisis likuiditas,” paparnya ketika dikonfirmasi di Jakarta, Senin (16/2).

Gunadi menolak menjelaskan lebih rinci mengenai rencana bisnis Suzuki pada tahun ini. ISI adalah induk usaha PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), agen tunggal pemegang merek (ATPM) mobil dan motor Suzuki.

Sementara itu, pengamat otomotif Suhari Sargo menilai, pasar sepeda motor sangat dinamis ditandai dengan naik turunnya pangsa pasar masing-masing produsen. Dia menilai, turunnya pangsa pasar Suzuki tak lepas dari krisis di tubuh perusahaan pembiayaan (leasing). “Ada problem kredit. Ini sangat berpengaruh karena 90% pembelian motor dibeli dengan cara kredit,” paparnya.

Di samping itu, kata Suhari, jaringan dealer yang dimiliki Suzuki tidak seluas Yamaha dan Honda. Suhari menilai, produk yang dihasilkan Suzuki setara dengan Yamaha dan Honda. Sebab, pada dasarnya, kata dia, secara teknologi dan fungsi, Suzuki tidak kalah dibanding dua merek tersebut. “Yang penting motor itu kan fungsinya dan suku cadangnya murah,” jelasnya.

Suzuki, kata Suhari, hingga kini belum merilis satu model baru pun. Sedangkan kompetitor seperti AHM, kata dia, telah melepas satu model baru. Pada akhir bulan lalu, AHM melepas Absolute Revo 110. Sebelumnya AHM melepas model baru lainnya bernama Blade 110 pada Desember.

Sementara itu, General Manager Motorcycle Marketing Division AHM Sigit Kumala menyatakan, dirilisnya Absolute Revo dan makin kuatnya penetrasi Blade 110 mampu mengangkat pangsa pasar Honda pada Januari. Dua model ini dijadikan Honda sebagai tumpuan untuk memenangkan persaingan di kelas bebek. “Kami memang sudah mempersiapkan launch model baru sehingga pangsa pasar naik,” jelasnya.

Meski begitu, penjualan Honda pada bulan lalu terpangkas 15% menjadi 176.685 unit dibanding Januari 2008 sebesar 208.130 unit. Tahun ini AHM mengincar 46-48% pasar motor nasional. (coy)

Demokrasi 3,5 Jam






ANGIN berhembus kencang. Kertas yang berada di atas lantai beterbangan. Bahkan gelas plastik bekas air minum dalam kemasan (AMDK) juga tidak luput. Sejumlah anggota Minerva Riders Community (MRC) yang duduk lesehan di lantai anjungan Nusa Tenggara Barat (NTB), TMII, Jakarta Timur, menimpali hembusan angin dengan celoteh beragam. ”AC nya kenceng banget,” cetus seorang anggota. Sedang apa di TMII? Piknik keluarga?
Hari itu, Sabtu (14/2), sekitar pukul 11.40 WIB, sebanyak 40 anggota komunitas sepeda motor buatan Cina itu, sedang menanti pelaksanaan pemilihan ketua umum MRC periode 2009-2011. ”Sejak dipilih secara aklamasi pada 13 April 2008, saya berkomitmen hanya menjadi ketua umum selama satu tahun. Hari ini merupakan sejarah bagi MRC untuk memilih ketua baru,” tutur bro Ery Firman, ketua umum (ketum) MRC, saat memberi sambutan pembukaan pemilihan ketua umum (pilketum) pertama MRC. Ery juga sekaligus menyatakan demisioner kepengurusan yang ia pimpin.
Bro Edo Rusyanto selaku ketua panitia pelakana pilketum 2009 selanjutnya memimpin jalannya sidang. Dibantu oleh bro Ana selaku notulensi dan belakangan oleh bro Hamasi selaku juru tulis penghitungan suara. Dua anggota panpel pilketum lainnya tidak bisa hadir karena kesibukan bekerja yang tidak bisa ditinggalkan yakni bro Ian dan bro Rembang.
Kegiatan hari itu bukan sekonyong-konyong. Sekitar dua bulan sebelumnya sudah disosialisasikan ke seluruh anggota via milis internal MRC. Bahkan, senantiasa diingatkan pada saat kopi darat (kopdar) termasuk kopdar keliling (kopdarling) MRC seperti ke region Depok dan Sukabumi.
Tiga kandidat ketum yang tersaring melalui mekanisme pengajuan bakal calon (balon) via SMS dan email terdiri atas bro Billy MRC#001, bro Irsan MRC#011, dan bro Makmur MRC#051. Proses pemilihan balon melibatkan 100 suara dari 285 anggota per awal Desember 2008.
Dari tiga kandidat ketum yang hadir di anjungan NTB, TMII hanya dua yakni Irsan dan Makmur, sedangkan Billy tidak bisa hadir karena ada pekerjaan yang tidak bisa ditinggalkan. Surat kuasa yang diberikan kepada bro Edo dibacakan di hadapan peserta forum pilketum.
Sebelum memasuki pemungutan suara, pembacaan rancangan tata tertib (tatib) forum pemilihan pilketum sempat diinterupsi bro Makmur. Ia yang juga ketua region Depok berpendapat bahwa pilketum kali ini seharusnya dihadiri oleh seluruh anggota MRC yang per awal Februari mencapai 344 anggota. Dalam rancangan tatib yang akhirnya disetujui forum, pilketum sah jika diikuti dan disetujui oleh ¾ anggota yang hadir.
Sudah menjadi fenomena komunitas sepeda motor. Sangat sulit mengumpulkan seluruh anggotanya dalam suatu kegiatan. Sekalipun sudah dijadwalkan satu atau dua bulan sebelumnya. Maklum, layaknya komunitas yang tidak memiliki aturan sanksi atas ketidakhadiran, membuat setiap individu di kelompok bisa berbuat ’suka-suka’. ”Ya namanya komunitas, tidak ada kata harus,” ujar bro Irsan. Memang butuh motivasi yang besar dan pengurus komunitas sulit memaksakan kehendak kepada anggotanya. Apalagi di MRC yang sedang proses menuju demokratisasi.
Kegiatan pilketum pun akhirnya terus bergulir. Visi dan misi kandidat pertama, bro Billy dibacakan oleh bro Edo. Sedangkan visi misi bro Irsan dilontarkan secara gamblang di hadapan peserta forum. Sedangkan visi misi bro Makmur juga dibacakan bro Edo karena yang bersangkutan enggan maju ke depan ruang pertemuan. Tanya jawab hanya berlangsung terhadap kandidat bro Irsan. Tidak ada yang terlalu istimewa. Pertanyaan bergulir seputar apa yang akan dilakukan oleh kandidat ketum jika terpilih. Mulai dari program kerja jangka pendek hingga jangka panjang. Mulai dari urusan internal MRC seperti memperkuat silaturahmi hingga bagaimana menggalang dana untuk kegiatan. Nyaris tidak ada program yang menyinggung soal safety riding.

Irsan Ketum Baru
Setelah diselingi dengan istirahat makan siang dan sholat dzuhur, pelakanaan pemungutan suarapun digelar. Hasil akhir pilketum MRC 2009 terdiri atas bro Billy (4 suara), bro Irsan (28 suara), dan bro Makmur (4 suara), sedangkan suara tidak sah mencapai 10 suara. Pemungutan suara dilakukan melalui penulisan nama dan nomor data base kandidat di kertas putih secara tertutup lalu dimasukkan ke dalam kotak kardus. Sementara itu, suara yang disampaikan melalui SMS mencapai 10 suara, sehingga total suara yang terlibat sebanyak 46 suara. Satu suara tidak digunakan, karena bro Makmur pulang sesaat jelang pemungutan suara.
Bro Irsan selaku ketum terpilih mengaku bahwa tantangan ke depan bagi MRC cukup besar. Baik dalam penataan internal MRC maupun pengembangan kegiatan-kegiatan MRC.
Pilketum ditutup dengan pesan penutup dari bro Ery sebelum akhirnya berdoa bersama dipimpin bro Edo. Sekitar pukul 15.24 WIB satu persatu anggota MRC meninggalkan TMII. Tidak lupa foto bersama di pelataran anjungan NTB.
Irsan diberi waktu sekitar 1 bulan untuk menyusun kabinetnya. Serah terima jabatan pengurus lama dan pengurus baru bakal digelar pada perayaan hari jadi MRC yang dijadwalkan pada 25 April 2009 di Kampung Artis, Cipayung, Jakarta Timur.
Pembelajaran demokrasi yang berlangsung sekitar 3,5 jam bagi MRC diharapkan kian mendewasakan komunitas sepeda motor Cina itu. Demokratis dalam memilih ketua, perbedaan pendapat sangat wajar, namun perdebatan yang berlebihan berpotensi pada perpecahan. Demokratisasi harus menjadi roh dalam menjalankan roda organisasi. Selamat. (edo rusyanto)

Jumat, 13 Februari 2009

Surat Terbuka Buat Pengendara Carry Pick Up Putih

KEJADIAN memilukan menimpa adik dan sahabat kami pada Rabu (11/2) sekitar pukul 17.00 WIB. Sore itu, adik dan sahabat kami, Hadi Windra (31), warga Pondok Cabe Ilir, Ciputat, harus berpulang dengan cara yang tragis. Tewas karena kecelakaan.

Kejadian bermula ketika almarhum yang mengendarai skutik Yamaha Mio Kuning dari arah selatan menuju arah utara di sekitar Jl Raya Cirendeu, Ciputat. Di lokasi kejadian, Indra mencoba mendahului mobil Honda Jazz dengan perkiraan kecepatan sekitar 60 km/jam. Namun, dari arah berlawanan muncul mobil Suzuki Carry Pick Up warna putih yang berniat mendahului sepeda motor. Terjadilah benturan. Pick up membentur Yamaha Mio milik korban. Bisa ditebak, korban terpelanting dan meninggal di tempat. Saat kejadian korban menggunakan helm half face. Telunjuk dan jari tengah kaki kanan patah. Lecet di bagian pipi. Kemungkinan luka berat di dalam. Karena bagian belakang badan terlihat warna hitam lebam. Keluarga memang tidak ingin korban divisum.

Korban sempat dibawa ke rumah sakit di kawasan Gaplek, Ciputat oleh pengendara Honda Jazz yang merasa simpati terhadap korban. Ironisnya, pengendara Carry Pick Up putih melarikan diri. Entah karena alasan apa. Kami berharap pengendara tersebut terketuk hati nuraninya. Bagaimana jika yang menjadi korban adalah keluarga sang pengendara tadi. Semoga Tuhan memberi pengampunan atas kesalahan yang terjadi.

Atas nama keluarga

Friadi

Hp 08128895527

ach_friadi@yahoo.co.id

Kamis, 12 Februari 2009

2009, YMC Diperkirakan Merugi




Penurunan penjualan sepeda motor dan penguatan yen diperkirakan akan mendorong Yamaha Motor Corporation (YMC), Jepang, merugi untuk pertama kalinya dalam 26 tahun terakhir pada 2009.
Hal itu diungkapkan perusahaan Jepang tersebut, di Tokyo, Kamis (12/2).
Sebagaimana dilansir Antara, Kamis, YMC telah menikmati rekor penjualan tinggi hingga krisis ekonomi mulai menahan permintaan untuk produk-produknya, yang juga termasuk mesin perahu dan mesin pembajak tanah. Laba bersih turun 97,4% pada 2008 menjadi 1,85 miliar yen atau sekitar US 20,5 juta Setelah mencapai rekor tertinggi pada 2007, pendapatannya jatuh 8,7% menjadi 1,60 triliun yen dalam 12 bulan yang berakhir Desember 2008. YMC menyatakan lebih sedikit orang yang diperkirakan membeli sepeda motor tahun ini, sekalipun di pasar-pasar yang ulet seperti di Asia dan Amerika Latin. Pada waktu yang sama, yen menguat menggerogoti pendapatan luar negerinya. Kelompok usaha itu memperkirakan kerugian bersih 42 miliar yen untuk 2009. Pendapatannya diperkirakan turun 22,1% menjadi 1,25 triliun yen. "Penjualan telah memburuk dengan cepat sejak November, akibat menurunnya permintaan dan menguatnya yen," kata manajemen Grup itu. Produsen sepeda motor itu mengatakan, pihaknya akan mengurangi produksi di seluruh pabriknya, untuk memangkas biaya dan investasi dalam upaya menahan kerugian.
Namun, manajemen PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), belum lama ini saat disinggung soal pengurangan produksi justeru mengaku tidak mengurangi produksi. Dengan kapasitas sekitar 3 juta unit per tahun, YMKI justeru menaksir volume penjualan bakal naik sedikitnya 5% pada 2009. “Kami tetap bisa tumbuh ya setidaknya 5%,” tutur Wakil Presdir YMKI Dyonisius Beti, kepada saya, usai jumpa pers kedatangan Valentino Rossi, di Jakarta, Senin (9/2). Pada 2008, YMKI menjual sekitar 2,4 juta unit sepeda motor atau naik sekitar 35% dibandingkan 2007 sebesar 1,83 juta unit. (edo rusyanto)

Rossi ke Jakarta, Sebuah Catatan Kecil (bagian 1)






PAGI itu, Jakarta benar-benar basah. Hujan mendera sepanjang Cipayung, Jakarta Timur hingga kawasan Senayan, Jakarta Pusat. Berangkat dari rumah sekitar pukul 07.30 WIB. Sebuah kebiasaan yang sudah lama tertinggal. Maklum, jadwal masuk kantor pukul 14.00 WIB, sehingga berangkat dari istana paling cepat sekitar pukul 12.00 WIB. Artinya, bangun tidur kadang sekitar pukul 07.00 WIB.
Tidak heran, mata terasa masih berat. Meski memakai jas hujan Cartenz, buatan Bandung, rasa dingin tetap menusuk-nusuk tulang. Karena kaca helm Snail tidak memiliki anti fog, terpaksa sesekali dibuka. Kontan air hujan menampar wajah. Dingin.
Jadwal jumpa pers Valentino Rossi, juara dunia MotoGP, Senin (9/2), di Hotel Mulia, Jakarta, tertera dalam undangan pukul 08.30 WIB. Meski sebagian tubuh basah air hujan, usai memarkir si Yamaha V-ixion merah di tempat parkir, bergegas menuju ballroom 1, hotel megah di kawasan Senayan. Sengaja tidak memakai lift. Dari lokasi parkir di basement, keluar bangunan hotel, masuk lewat pintu samping persis disamping ballroom. Jarum jam 08.55 WIB. ”Wah telat nih,” bisik dalam hati. Tiba di depan ballroom, tampak berjejer petugas dari event organizer di meja registrasi. Sejumlah wartawan tampak antre registrasi. Petugas meminta bukti undangan resmi. Halahh kayak meliput konferensi internasional aja. Selama lebih dari 12 tahun jadi wartawan dan sudah meliput berbagai event internasional, acara kali ini tergolong cukup ketat. Lolos meja registrasi pertama dan diberi dua pin bergambar Rossi, harus melewati meja registrasi kedua. Di situ, wartawan diberi siaran pers, majalah internal Yamaha Motodream, dan kaos bertuliskan I Love Rossi bernomor 46 warna biru.
Ruangan ballroom 1 tergolong luas. Dengan sekitar 9 lampu gantung raksasa dan karpet beludru coklat, ruang tersebut terasa mewah. Ruang ini juga kerap dipakai acara seminar, perkawinan, hingga konser musik menyambut tahun baru. Hemmm...megah betul PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) menyambut pembalap kelahiran Urbino, Italia itu.
Ternyata Rossi belum masuk ruangan. Beberapa petinggi YMKI sedang memberikan keterangan pers seputar acara yang bakal digelar YMKI selama mendatangkan Rossi. Tampak Dyonisius Beti, wakil presdir YMKI dan sejumlah jajarannya. Ada juga ketua Ikatan Motor Indonesia (IMI) Ari Batubara dan Doni Tata, pembalap kelas 250 cc yang dibiayai Yamaha. Ratusan wartawan tampak berdiri dan duduk dilantai karpet. Sebagian duduk di kursi yang tersedia. Kursi hanya terisi sekitar ¼ nya.
Tanya jawab wartawan dengan sejumlah petinggi YMKI berlangsung seru. Mulai dari jadwal acara hingga imbas kehadiran Rossi terhadap penjualan YMKI di Indonesia. Maklum, agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor Yamaha di Indonesia itu, hingga kini belum mampu menggeser market leader yakni PT Astra Honda Motor (AHM), ATPM motor Honda. YMKI berada di nomor dua. Tahun 2008, YMKI menjual 2,4 juta unit, sedangkan AHM sekitar 2,8 juta unit.
Sekitar pukul 09.52 WIB, Rossi masuk ruangan. Selain dikawal petugas keamanan berseragam kemeja biru bertuliskan Yamaha, tim Rossi juga terlihat mengapit pria kelahiran 16 Februari 1979 itu.


Dengan anting yang menempel di telinga kiri, Rossi melemparkan senyum. Luka di jari telunjuk dan jari manis tangan kiri pria yang telah menjuarai MotoGP sebanyak 6 kali itu, tampak tidak mengganggu. Termasuk dalam acara temu penggemar di Istora Senayan, pada siang harinya. Rossi memakai topi kuning bertuliskan Kerakoll dan berkemeja warna biru putih yang pada bagian depan bertuliskan Yamaha, Fiat, dan Packard Bell. Di lengan bagian kanan tertulis Yamalube, Bridgestone, Yamaha, dan Fiat. Pria yang jadi model iklan Yamaha Jupiter MX itu masih memakai penopang kaki.
Ratusan lampu blizt langsung menyambar ke arah sosok pria muda yang memperoleh gelar doktor kehormatan dari Fakultas Ilmu KomunikasiUniversitas Urbino, Italia. Rossi tidak menamatkan sekolah menengah atasnya.
Wartawan meminta ia berpose di samping motor Yamaha Jupiter MX yang dipajang di depan meja untuk jumpa pers. Seperti sudah ditebak, acara dilanjutkan dengan tanya jawab. Sekitar setengah jam prosesi tanya jawab, Rossi bergegas meninggalkan ruangan. Menuju Istora Senayan. Sebagian wartawan bergegas juga menguntit. Ada yang ikut dua bus yang disediakan panitia. Sebagian dengan kendaraan sendiri. Termasuk saya. Hanya saja saya memilih langsung ke kantor. Maklum, pukul 14.30 WIB harus mengikuti rapat sidang redaksi. Sekitar pukul 10.27 WIB, bergegas meluncur ke Aryadutta Suites, di Kawasan Semanggi, Jakarta Pusat. Gerimis mengiringi perjalanan. (edo rusyanto)

Selasa, 10 Februari 2009

Notulensi RSA-HM Sampoerna

Agenda : Sharing Mengenai Kegiatan Safety Riding
Hari/Tanggal : Senin/9 Februari 2009
Tempat : Bakul Koffie, Jl Senopati No 92, Jaksel
Waktu : 19.50-21.30 WIB
Peserta : Tim RSA (Rio, Edo, dan Dito)
Tim HMSP (Jojo, Jessica, Bowo, dan Edwin)

===============================================================

Pertemuan Tim Road Safety Association (RSA) dan Tim PT HM Sampoerna Tbk pada kali ini merupakan yang pertamakali di sepanjang 2009.
Nuansa pertemuan bersifat semi formal. Pertemuan dibuka dengan saling memperkenalkan diri.

Jessica menerangkan bahwa dalam pertemuan kali ini, pihaknya ingin sharing dan mencari input mengenai kegiatan yang selama ini telah digelar oleh mereka yakni U Mild Bikers.
Jojo menambahkan, sebagai pertemuan anjangsana, diharapkan pihak mereka memperoleh input mengenai apa sih kebutuhan bikers mengenai keselamatan berkendara?
Sebelum masuk lebih jauh, Rio selaku Koordinator RSA membuka dialog dengan memperkenalkan aktifitas RSA. Mencuatlah berbagai program yang sudah digelar RSA seperti kopdarling ke anggota, terlibat dalam penyuluhan ke sekolah, hingga menyebarluaskan semangat berkendara yang aman dan selamat bagi para pemudik.
Selain itu, Rio juga memaparkan bahwa RSA tidak sekadar pada tataran wacana dalam mengkritisi perilaku pengendara di jalan raya yang tidak peduli keselamatan. RSA tak segan mengutarakan langsung kritik dan saran kepada lembaga terkait seperti Kepolisian, Dinas Perhubungan, hingga Departemen Perhubungan.
Rio menekankan bahwa sepak terjang RSA tidak semata soal keselamatan berkendara (safety riding) yang mengedepankan penguasaan teknik berkendara. LSM ini focus kepada road safety yakni penyebarluasan aturan atau perundangan yang menaungi keselamatan berkendara.
Edo menambahkan bahwa konsep yang bakal dikampanyekan RSA kedepan adalah bagaimana mengubah perilaku berkendara yang ugal-ugalan dan tidak menghiraukan keselamatan, menjadi perilaku yang santun dan bersahabat terhadap sesama pengguna jalan raya.
Rio juga menuturkan bahwa pihaknya bakal menggelar program SR dalam kerangka memperluas road safety, hingga ke pelosok akar rumput. Sasarannya adalah pengguna sepeda motor di tingkat RT/RW, karang taruna, hingga ormas dan orsospol.

Tim HMSP menegaskan bahwa konsep U Mild Bikers yang sudah digelar sepanjang tiga tahun terakhir, membutuhkan inovasi. Konsep yang sudah ada yakni safety riding course (SRC) yang diikuti 50 bikers per kegiatan, kemudian basic life support, games, atraksi freestyle sepeda motor, serta pembagian stiker sudah selaras dengan target marketing mereka yakni diikuti oleh peserta dalam jumlah besar. Bisa mencapai ribuan peserta di berbagai kota.
Mereka mengaku terbatasi oleh aturan yang menyebutkan bahwa kegiatan tidak boleh melibatkan usia di bawah 18 tahun, karena itu yang terlibat kegiatan U Mild Bikers harus menunjukkan KTP. Lalu, audiens adalah para perokok. Mereka tidak masuk jajaran ormas dan orsospol.
Pihak HMSP mengaku belum bisa menselaraskan kegiatan U Mild Bikers dengan program kerja RSA. Mereka mengakui idelisme yang diusung RSA belum sinkron dengan konsep marketing yang diemban produsen rokok itu.
Namun mereka mengisyaratkan, program yang dirancang RSA bisa saja dikawinkan dengan produsen rokok itu, namun di luar acara U Mild Bikers.
Namun Jojo dan Bowo mengisyaratkan, dalam konsep U Mild Bikers yang eksisting bisa saja memasukan materi yang sesuai dengan idealisme RSA.
Dalam konsep SR, program U Mild Bikers menerapkan strategi 80% soal teknis berkendara, sedangkan 20% nya adalah soal aturan dan perilaku.

Tim RSA menyatakan, konsep atau idealisme RSA tidak senantiasa dilakukan oleh RSA. Artinya, jika penyebarluasan pesan keselamatan berkendara gerakannya makin cepat, hal itu sudah cukup memuaskan. Sikap RSA dalam SR adalah 80% soal aturan dan perilaku, sisanya 20% soal teknis berkendara. (edo rusyanto)

Unjuk Kekuatan di Lini Sepeda Motor Bebek


SEPEDA motor jenis bebek masih jadi primadona. Dari total volume penjualan sebanyak 6, 2 juta unit pada 2008, sekitar 63% nya disumbang oleh jenis sepeda motor yang kerap juga disebut underbone itu.
Sepeda motor bebek memiliki ciri bertransmisi otomatis tanpa kopling. Karena itu, lebih mudah dioperasikan oleh keluarga pemilik sepeda motor.
Mulai dari ayah, ibu, anak remaja putera maupun remaja puteri.
Di sisi lain, harga jualnya relatif terjangkau oleh calon konsumen. Maklum, untuk urusan bayar membayar, konsumen dimanjakan oleh lembaga pembiayaan (leasing). Cukup dengan uang muka Rp 1 juta sudah bisa membawa pulang satu unit sepeda motor.
Sekadar catatan, nyaris 90% pola penjualan sepeda motor di Tanah Air memanfaatkan leasing.
Jenis sepeda motor bebek kian populer ketika Indonesia dihantam badai krisis ekonomi tahun 1998. Konsumen melirik jenis tersebut karena beberapa faktor di atas. Para agen tunggal pemegang merek (ATPM) motor pun membanjiri pasar dengan aneka motor bebek ketimbang jenis sport.
Memang ada jenis sepeda motor baru yang menunjukkan tren peningkatan yakni scooter matic (skutik) alias scooter bebek. Pangsa pasar skutik sekitar 26% pada 2008. Penjualan skutik melibas penjualan jenis sport yang tinggal 11% pada tahun lalu.
Salah satu indikator seriusnya ATPM mengguyur pasar dengan varian bebek terlihat dari upaya PT Astra Honda Motor (AHM) meluncurkan beberapa produk baru. "Salah satunya adalah Honda Revo 110 Absolute.
Jenis ini memiliki konsep lebih memuaskan pelanggan," papar Johannes Loman, direktur pemasaran AHM, di Jakarta, beberapa waktu.

Persaingan ketat

Di pasar saat ini beredar belasan merek sepeda motor jenis bebek. ATPM asal Jepang mendominasi penjualan. Dari total penjualan sepeda motor nasional pada 2008 sebanyak 6,2 juta unit, jenis bebek mengkontribusi sekitar 63%. Tiga ATPM Jepang, yakni AHM, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) dan PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) menguasai sedikitnya 95% pangsa pasar.

”Persaingan di segmen ini cukup ketat. Karena itu, kami merilis produk yang diharapkan mengikuti selera konsumen,” tegas Loman. Selain strategi produk, para ATPM juga bersaing ketat distrategi pemasaran dan layanan konsumen.

Terkait produk, jika AHM meluncurkan Revo Absolute 110, YMKI meluncurkan Jupiter Z 115 cc. Bahkan, menurut Wakil Presiden Direktur YMKI Dyonisius Beti, pihaknya berancang-ancang meluncurkan berapa produk lagi. “Bisa saja kami luncurkan Jupiter ‘versi’ Rossi,” ujar Dyonisius, kepada Investor Daily, di Jakarta, baru-baru ini. Rossi yang dimaksud adalah Juara MotoGP yang menjadi model iklan Yamaha Jupiter MX.

Ia juga mengakui, jenis bebek dan skutik masih menjadi kontributor penjualan terbesar bagi YMKI.

AHM gencar menyasar segmen bebek. Anak usaha PT Astra International Tbk itu bahkan mematok target kenaikkan penguasaan pangsa pasar bebek pasca-meluncurkan Revo Absolute. Selain mengandalkan Revo, AHM memiliki Blade 110 dan Supra 125 di segmen bebek. AHM menetapkan harga Revo 110 spoke Rp 11,6 juta, Revo 110 CW Rp 12,9 juta, dan Revo 110 Deluxe Rp 13,5 juta.

Loman menyatakan, Revo 110 memiliki patform yang sama dengan Blade. Penjualan Revo 110, kata Loman, ditargetkan mencapai 70 ribu unit per bulan, naik 12% dibanding model lawas sebanyak 60 ribu unit per bulan. Sedangkan penjualan Blade ditargetkan mencapai 30 ribu unit per bulan. Dengan demikian, total penjualan Revo dan Blade mencapai 1,2 juta unit setahun. “Kami menargekan dua model ini dapat menguasai sekitar 52% pasar bebek di bawah 125 cc. Di kelas bebek di atas 125 cc, kami menguasai sekitar 60% pasar lewat Supra 125,” tegas Loman, beberapa waktu lalu.

Secara nasional, penjualan sepeda motor ditaksir melemah pada 2009. Ketua Aisi Gunadi Sindhuwinata bahkan menaksir penurunan bisa mencapai 27% dari 6,2 juta unit menjadi sekitar 4,5 juta hingga 5 juta unit. (edo rusyanto)


Senin, 09 Februari 2009

Yamaha Optimistis Tumbuh 5%


Agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Yamaha, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), optimistis volume penjualan mereka bisa bertumbuh sekitar 5% pada 2009 menjadi sekitar 2,59 juta unit. Pada 2008, penjualan Yamaha mencapai 2,47 juta unit, naik 35% dibanding 2007 sebesar 1,83 juta unit.

”Permintaan memang sedang turun, namun kami berharap bisa bertumbuh sekitar 5%, didorong oleh penjualan segmen motor bebek dan skutik,” ujar Wakil Presiden Direktur YMKI Dyonisius Beti, kepada Investor Daily, usai keterangan pers mengenai kehadiran pembalap dunia Valentino Rossi, di Jakarta, Senin (9/2).

Menurut dia, andalan YMKI adalah produk bebek dan skutik Yamaha Mio. ”Harganya cukup bersaing yakni di Rp 12 jutaan per unit,” tukas dia. Salah satu upaya YMKI mengatrol penjualan, jelas Dyonisius, adalah dengan mengeluarkan beberapa produk baru dan memberikan kepuasan kepada konsumen.

Sedangkan, pemimpin pasar motor nasional, PT Astra Honda Motor (AHM) juga mengaku berancang-ancang meluncurkan beberapa produk baru. ”Salah satunya adalah Honda Revo 110 Absolute,” jelas Direktur Pemasaran AHM Johannes Loman, beberapa waktu lalu.

Terkait pasar secara nasional, menurut Dyonisius, kondisinya tidak lebih bagus dibandingkan 2008. Justeru, kata dia, volume penjualan nasional bakal menurun. ”Penyebabnya karena likuiditas perbankan masih terbatas,” papar dia.

Sebelumnya, Ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Gunadi Sindhuwinata memperkirakan pasar motor akan merosot 27% menjadi 4,5-5 juta unit pada 2009 akibat krisis ekonomi global yang memangkas daya beli konsumen.

Krisis finansial global, jelas Dyonisius, mempengaruhi kondisi perbankan nasional. Ia menuturkan, perusahaan besar di dalam negeri yang berorientasi ekspor, khususnya ke Amerika Serikat, juga terkena imbas. Akibatnya, non performing loan (NPL) perbankan bakal meningkat. Karena itu, likuiditas masih ketat.

YMKI pada 2008 menempati urutan kedua penjual motor terbanyak di Indonesia. Menempel ketat pemimpin pasar, PT Astra Honda Motor (AHM), ATPM motor Honda. Dengan kapasitas sebanyak tiga juta unit per tahun, jelas Dyonisius, pihaknya belum bisa memaksimalkan kapasitas pada semester pertama 2009. ”Kapasitas baru bisa maksimal memasuki semester kedua,” tambah dia.

Ia mengaku, pihaknya tidak berniat menambah kapasitas dalam waktu dekat.

Kehadiran Rossi

Dyonisius menuturkan, kehadiran Juara Dunia MotoGP Valentino Rossi ke Jakarta terkait dengan upaya YMKI dan Yamaha Motor Corporation (YMC), Jepang untuk memuaskan pelanggan di Indonesia. ”Jika konsumen dan masyarakat puas, kami harapkan penjualan ikut terdongkrak,” tutur dia, saat jumpa pers.

Ia mengaku, citra produk Yamaha sudah melekat di benak masyarakat Indonesia. Untuk itu, pihaknya perlu memberi kepuasan tambahan bagi konsumen yakni dengan mendatangkan juara dunia.

Rossi yang tergabung dengan Yamaha sejak 2004 sudah lima jali menjuara MotoGP, tiga kali di antaranya saat bergabung dengan Yamaha. ”Kerja sama dengan Yamaha amat baik, saya senang,” tutur Rossi, saat menjawab pertanyaan wartawan, kemarin.

Pria berusia 26 tahun kelahiran Italia itu, menemui wartawan menggunakan kemeja biru putih dan topi kuning hitam putih, di Indonesia dikenal menjadi model iklan Yamaha Jupiter MX 135 LC. YMKI menjadwalkan Rossi menemui berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, komunitas sepeda motor Yamaha, hingga kalangan ibu-ibu dan remaja puteri. (edo rusyanto)

Minggu, 08 Februari 2009

Perbincangan di Bawah Patung Panahan


UDARA Jakarta malam itu terasa dingin. Cuaca di sudut Gelora Bung Karno, persisnya di bawah Patung Panahan, Jakarta Pusat, dibayangi mendung. Suara knalpot mobil dan motor membelah perbincangan sejumlah bikers yang malam itu, Jumat (6/2), sekitar pukul 21.00 WIB, sedang kopi darat (kopdar). Area Patung Panahan, salah satu kawasan yang diminati para bikers di Jakarta. Selain area parkirnya yang tergolong luas, bisa menampung sekitar 500 motor, juga ramainya para penjaja makanan dan minuman. Termasuk pedagang asongan yang menjajakan rokok dan permen.
Salah satu kelompok sepeda motor yang memilih area Patung Panahan adalah Karisma Honda Cyber Community (KHCC). Komunitas pengguna sepeda motor jenis bebek keluaran PT Astra Honda Motor (AHM) itu, tergolong eksis. Walau sudah tidak diproduksi lagi oleh AHM, komunitas yang memasuki usia 6 tahun pada 2009 ini, telah menjaring sekitar 1.500-an anggota di jaringan mailing list (milis). ”Sedangkan anggota yang memiliki nomor registrasi dan kerap ikut kopdar tercatat 151 anggota,” papar M Peter, sang ketua KHCC. Itu berarti sekitar 10% dari bikers yang terlibat di milis.
Malam itu, saya selaku ketua Independent Bikers Club (IBC), sekaligus anggota KHCC, berniat ikut kopdar sekaligus janjian dengan bro Pampam, ketua Thunder Community Indonesia (TCI) Chapter Jakarta. Ya. Kami, Peter dan Pampam, termasuk Andry Berlianto, anggota Honda City Sport Team (HCST) yang juga anggota KHCC, berniat menggodok sebuah program. P3K for Bikers.
Rancangan program itu sesungguhnya sempat dibahas dalam komunikasi via internet sepekan sebelumnya. Agar lebih afdol, kami sepakat membahas dalam pertemuan tatap muka.
Bro Pampam yang memang juga mengagendakan sowan ke kelompok sepeda motor lain di Jakarta, tiba sekitar pukul 21.03 WIB bersama jajaran pengurus dan anggota. Rombongan 10 bikers TCI itu disambut hangat anggota KHCC.
Obrolan pun mengalir. ”Kami amat mendukung program P3K for Bikers. Kegiatan itu amat bermanfaat bagi kami,” papar Pampam.
Saya kembali memaparkan konsep program tersebut. Puluhan peserta kopdar gabungan itu asyik menyimak. Program tersebut bakal digelar pada Sabtu (21/2), pukul 10.00-12.00 WIB, di Cafe Pamor, Jakarta Selatan. Konsepnya adalah diskusi informal dengan pakar di bidang P3K. ”Namanya mbak Lita,” ujar Andry yang kebagian tugas mencari sang pakar.
Peserta forum diskusi itu akan menerima materi mengenai apa saja yang harus dilakukan seorang bikers ketika mengalami kecelakaan yang menimbulkan luka. Tentu saja luka ringan, meski mengeluarkan darah. Bagaimana mengantisipasi luka ringan tersebut sebelum ditangani oleh ahlinya di rumah sakit. Peserta dalam penyuluhan tahap awal ini akan dibatasi sekitar 40 bikers, mereka adalah perwakilan dari IBC, KHCC, dan TCI. Acara akan ditutup dengan makan siang. Sedangkan untuk akomodasi dan honor pembicara dari 4 Life Indonesia, akan dipikul bersama. Ketiga komunitas itu akan patungan.
Jarum jam menunjukkan pukul 21.45 WIB ketika perbincangan ditutup. Selanjutnya diagendakan untuk bertemu pada pekan depan guna membahas lebih detail. (edo rusyanto)

MRC Berkunjung ke Motorrev



MENDUNG masih menggelayuti langit Jakarta. Sesaat keluar dari Gedung Departemen Perindustrian (Depperin), Jl Gatot Subroto, Jakarta Selatan, jarum jam menunjukkan pukul 13.00 WIB.
Siang itu, asisten redaktur ku, Andryanto menikah dengan pujaan hatinya Uchi. Resepsi cukup meriah. Ratusan orang hadir. Mulai dari jurnalis kolega satu kantor hingga anggota Forum Wartawan Industri (Forwind) yang sehari-hari bermarkas di Gedung Depperin, hingga pejabat Depperin maupun kolega seperti dari PT Toyota Astra Motor, PT Astra International Tbk, dan PT Semen Gresik Tbk.
Di pelataran parkir, coba kontak bro Ery, ketum Minerva Riders Community (MRC). Gayung bersambut. Setelah menjelaskan ke bro Ery bahwa saya segera meluncur ke lokasi pertemuan MRC dengan redaksi majalah Motorrev di kawasan Pulogadung Trade Center (PTC), Pulogadung, Jakarta Timur, saya dan isteri bersiap-siap. Setelah mengenakan jaket kulit dan helm, saya berancang-ancang memacu si merah, Yamaha V-ixion. Jalan di Jakarta siang itu ramai lancar. Maklum, Sabtu (7/2), sebagian besar kantor swasta dan pemerintah libur. Imbasnya, lalulintas tidak terlalu padat. Ramai tapi lancar.
Sempat menemui banyak lubang dari Jl Gatot Subroto, Jl MT Haryono mengarah ke Cawang, hingga Jl By Pass menuju perempatan Jl Pemuda. Memasuki Jl Pemuda, masih juga terdapat lubang di tengah-tengah jalan. Hemmm...cukup berbahaya jika sepeda motor melaju dengan kecepatan 80 kilometer per jam (kpj) kemudian masuk lubang. Bisa-bisa terpelanting, jatuh, dan terlindas kendaraan lain.
Perjalanan menuju PTC agak tersendat. Bukan karena padatnya lalulintas. Karena lokasi persis kawasan perkulakan dan perkantoran itu masih belum akrab buat saya. Maklum, perjalanan menuju kawasan itu masih bisa dihitung jari. Setelah bertanya hingga tiga kali plus menelepon bro Ery, sampai juga di kawasan PTC.
Usai memarkir motor. Saya dan isteri naik ke lantai 3, lokasi pertemuan. Jarum jam persis di angka 13.28 WIB ketika memasuki ruang redaksi Motorrev. Terlihat bro Ery duduk lesehan beserta 11 anggota MRC lainnya. Tim redaksi Motorrev dipimpin Pak Rudi. Dua reporternya, Nandar dan Wisnu nampak berbaur. Demikian juga dengan awak redaksi lainnya.
Perbincangan mengalir seputar merawat sepeda motor, termasuk merawat rantai.
Ketum MRC juga asyik berbincang mengenai teknis mesin sepeda motor dan segala pernak perniknya. Bro Ery memperkenalkan saya sebagai penasihat MRC kepada Pak Rudi.
Memasuki sesi tanya jawab, saya sempat meminta penjelasan mengenai seluk beluk majalah Motorrev. Pak Rudi yang juga sesekali menunggangi Kawasaki Ninja 250 CC dengan lancar menjelaskan soal core business majalah yang dipimpinnya. ”Sebanyak 40% isi majalah kami adalah seputar kehidupan komunitas sepeda motor,” papar dia. Sedangkan bro Nandar menjelaskan kepada saya bahwa majalahnya melakukan pengujian produk sebelum menyajikannya dalam tulisan dalam setiap penerbitan.
Majalah yang memiliki tiras 25-30 ribu itu, tutur Rudi, ingin menyajikan tulisan yang bermanfaat bagi bikers. Karena itu, jelasnya, ia menerapkan konsep kunjungan redaksi bagi para kelompok sepeda motor. ”Rencananya satu bulan satu kali,” ujarnya, seraya mempersilakan tim MRC mencicipi cemilan dan segelas kopi dan teh manis hangat.
Saya sempat melontarkan gagasan agar Motorrev juga memiliki rubrik yang mengulas soal safety riding. Pasalnya, materi tersebut bakal bermanfaat bagi bikers untuk lebih hati-hati saat berkendara. Selain, tentunya mendorong agar lebih santun lagi saat di jalan raya. Pak Rudi dengan antusias menimpali usulan itu. ”Saya siap membuat 2 halaman untuk safety riding, apakah Anda siap membantu,” paparnya. Kontan saya iyakan. Hitung-hitung bagi ilmu dengan sesama bikers.
Bro Tomtim bahkan mengusulkan agar ada info mengenai kondisi jalan dan situasi lalulintas termutakhir.
Perbincangan dilanjutkan di pelataran parkir Motorrev. Maklum, siang jelang sore itu, Pak Rudi membawa tim Chain Wax, untuk peragaan membersihkan rante dengan produk chain wax. Jadilah pertemuan hari itu dengan aksi bersih
Rantai. Lumayan, kebetulan sudah hampir dua minggu rantai si merah belum diberi pelumas. Sebelum turun ke pelataran tim Motorrev membagikan souvenir berupa chain wax. Dan satu doorprize helm.
Jarum jam menunjukkan sekitar pukul 15.31 WIB sesaat 11 motor tim MRC meninggalkan pelataran parkir Motorrev yang berada di ruko kawasan PTC. Sebelumnya, tuan rumah dan tamu berfoto bersama. Buat kenang-kenangan. Tim MRC selanjutnya meluncur ke Mega Kuningan Timur 4, untuk kopdar MRC Region Jakarta. (edo rusyanto)

Berganti Jubah di TK Cempaka (bagian 2, habis)


Menurut Syamsul, RSA kehilangan kepercayaan dari pengurusnya sendiri, RSA berjalan tertatih-tatih dan hanya bertumpu pada energi dan semangat individu tertentu bukan sebagai organisasi. Ia menilai, semakin lama kondisi ini semakin parah sehingga akhirnya komunikasi, tindakan manajerial, ikatan di antara pengurus semakin hilang, yang jika hal ini tidak diatasi akan mengancam keberadaan RSA itu sendiri.
Dalam kacamata Reza, struktur Dewan Presidium mengakibatkan tiap anggota Depresi saling menggantungkan diri.
Argumentasi demi argumentasi meluncur dalam rapat, yang meminjam istilah Syamsul, rapat luar biasa. Mengenai figur pemimpin akhirnya disepakati Rio Octaviano. Sebelumnya, Edo sempat melontarkan nama Syamsul, namun buru-buru disanggah yang bersangkutan karena ingin lebih terlibat di belakang layar. ”Saya tetap hadir di RSA dalam aktifitas-aktifitasnya,” papar pria yang juga aktif di LSM Trotoar.
Cak Sontul, yang juga pendiri Honda Riders on Internet (Hornet) buka suara bahwa Syamsul lebih tepat di belakang layar. Jadilah, Syamsul yang sempat dicalonkan menjadi anggota Dewan Transportasi Kota Jakarta (DTKJ) pada 2007 itu, menjadi the man behind the scene.
Rapat yang dipandu Cak Sontul akhirnya memunculkan nama Eko Cahyo Wibowo sebagai wakil koordinator, mendampingi Rio. Eko yang juga Humas Internal dan External Bikers Aston Rasuna Community (Barac) tergolong getol dalam mengikuti kegiatan-kegiatan RSA. Pria pengguna Yamaha RX King itu bahkan rela untuk ‘membolos’ kerja demi aktifitasnya di RSA.
Setelah figur pemimpin terpilih, Syamsul yang membantu Cak Sontul memimpin rapat mengajak peserta rapat untuk menyusun divisi-divisi untuk RSA versi baru sekaligus menentukan figur kepala divisi (kadiv) nya. Muncullah Kadiv Litbang Edo di-backup Syamsul, kemudian Kadiv, Kadiv Kegiatan Dito dengan timnya Ridwan dan Rocky. Selain itu, Kadiv Administrasi dan Sekretariat yakni Fordy dibantu Bewok. Terakhir, Kadiv Humas Reza.
Malam kian larut, pertemuan yang dimeriahkan oleh cemilan kacang rebus, pisang goreng, dan minuman ringan fanta merah 200 ml itu, melaju mulus. Komitmen membara untuk terus mengibarkan bendera RSA di belantara dunia otomotif dan penyebarluasan keselamatan di jalan, terlihat menyala-nyala. Meski di luar ruangan, cuaca kian gelap karena Jakarta dirundung mendung. Kontras dengan pembentuk pengurus setahun sebelumnya yang berlangsung di SMPN 58 Jakarta. Pertemuan di sekolah lanjutan itu berlangsung pada siang hari.
Dalam pesan emailnya, Rio menulis, ”Terus terang, gue tadi malam itu speachless. Selain lagi gak enak badan, juga karena jumlah peserta yang hadir.
Gue kagum...karena ternyata jumlah jari di tangan ini tidak lagi merepresentasikan jumlah pengurus RSA. Terharu? Iya...karena ternyata masih banyak yang concern.”
Syamsul menuturkan, kepengurusan RSA akan berakhir pada 31 Desember 2009, jika struktur baru yang dirumuskan malam itu dianggap tetap valid untuk digunakan dalam menjalankan roda organisasi RSA dimasa datang, maka akan diteruskan untuk selanjutnya. ”Tapi jika diperlukan perubahan yang lebih signifikan maka akan ditentukan oleh mubes RSA tahun 2010,” ujar dia.
Waktu terus bergulir, sedangkan sayup-sayup terdengar suara halilintar di langit Jakarta. Cak Sontul menutup pertemuan sekitar pukul 23.00 WIB. Tepat pukul 23.22 WIB, 10 peserta rapat, kecuali Fordi yang memang pemilik rumah, meluncur ke kediaman masing-masing. Beruntunglah Rio dan Dito yang malam itu menggunakan angkutan umum. Pasalnya, sepanjang jalan hujan deras menerpa sekujur tubuh. Dalam perjalanan pulang terlintas harapan, semoga jubah baru dari TK Cempaka membawa RSA lebih menggeliat dan dirasakan manfaatnya oleh anggota. Selamat bekerja. (edo rusyanto)

Sabtu, 07 Februari 2009

Berganti Jubah di TK Cempaka (bagian 1 dari 2 tulisan)


EVOLUSI tak pernah bisa dibendung. Sebagai mekanisme siklus alam, evolusi hanya bisa diimbangi dengan sikap legowo. Mau menerima perubahan.
Malam itu, Kamis (5/2), sekitar pukul 22.00 WIB, proses evolusi juga sedang berlangsung di ruang bermain sekaligus ruang belajar TK Cempaka, Jl Pancawarga II No. 2 RT. 012 / 003 Cipinang Besar Selatan, Jakarta Timur.
Di ruang yang penuh pernak-pernik mainan itu, bukan anak-anak balita yang sedang ngobrol di larut malam. Justeru para pria dewasa dengan segenap semangat, walau di luar sana cuaca mendung menggelayuti Jakarta. Asap rokok mengepul dari 11 pria yang mengklaim peduli kepada keselamatan pengguna jalan raya. Ya. Malam itu, 11 orang aktivis Road Safety Association (RSA), sibuk beradu argumentasi mengenai organisasi yang sesungguhnya baru seumur jagung. Ya. Malam itu hadir Agustinus Fordiyanto Rusdi Setiyono (Fordi), Rio Octaviano, Bewok, Cak Sontul, Riezha Agus Susanto (Reza), Eko Cahyo Wibowo, Roki, Mohamad Ridwan, Dito, Edo Rusyanto, dan Syamsul Ma’arif.
RSA adalah lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang lahir dari sekumpulan para pengurus kelompok sepeda motor di Jakarta. Awalnya, RSA bernama Forum Safety Riding Jakarta (FSRJ) yang dirintis sejak September 2005. Organisasi tersebut terus menggelinding. Sedikitnya tercatat 70 klub atau komunitas sepeda motor tercatat sebagai anggota. FSRJ tergolong eksklusif karena yang bisa menjadi anggota adalah hanya pengurus klub atau komunitas. Setiap kelompok sepeda motor dapat jatah wakil dua orang. Namun, belakangan terbuka bagi individu yang dianggap concern terhadap safety riding, beberapa perwakilan dari ATPM sepeda motor, dan jurnalis yang concern terhadap safety riding.
Secara resmi FSRJ membentuk kepengurusan pada 15 Desember 2007. Keputusan pertemuan yang dihadiri perwakilan lebih dari 30 klub dan komunitas itu menetapkan kepemimpinan FSRJ secara kolektif yakni dalam bentuk dewan presidium. Struktur dewan presidium terdiri atas dua orang masing-masing wakil dari jenis sepeda motor sport, underbone, scooter, komunitas heterogen, dan satu orang perwakilan dari dewan pengarah.
Seiring perjalanan waktu, sejak 5 Januari 2008, FSRJ berganti jubah menjadi Road Safety Association (RSA). Organisasi ini memiliki visi menciptakan budaya tertib ber-lalu lintas yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna jalan. Sementara itu, misi RSA mencakup; mengurangi angka kecelakaan lalu lintas, memberikan pemahaman dan keterampilan berkendara yang aman serta nyaman kepada seluruh pengguna jalan, serta menjadi mitra bagi pihak berwenang, instansi terkait, dan pihak lain dalam merealisasikan visi organisasi. Selain itu, sebagai penyedia informasi bagi masyarakat mengenai beberapa hal yakni data kecelakaan lalu lintas, jumlah pelanggaran berlalu lintas, sarana dan prasarana jalan, visualisasi perilaku berlalu lintas, dan peraturan berlalu lintas.

Butuh Figur
Malam itu, pertemuan yang dijadwalkan dimulai pukul 19.30 WIB dan dibuka dengan makan malam sayur sop, tempe bacem, dan semur daging itu, mencantumkan agenda; evaluasi kerja Dewan Presidium, event RSA yang terlaksana, rekonsolidasi Dewan Presidium, rekonstruksi Dewan Presidium, penentuan pemilihan kepala divisi, dan program kerja. Namun perbincangan lebih banyak menyoroti lambannya kinerja pengurus RSA saat ini. Sempat disinggung apa saja event yang telah dilaksanakan. Yang agak terlewat barangkali adalah tidak dibahasnya kinerja Dewan Pengarah. Padahal, menurut Syamsul, Dewan Pengarah yang merupakan kumpulan personil dari para penggagas ide mendirikan RSA, yang seharusnya bertugas mengawal perjalanan Dewan Presidium, justeru asyik dengan kegiatan masing-masing. Dewan Pengarah melepas Dewan Presidium dengan segala masalah yang ada. “Belum ada sekalipun langkah dari Dewan Pengarah selaku organisasi memberikan masukan terhadap masalah organisasi RSA yang ada,” tukas pria berkacamata itu.
Kini, setahun lebih satu bulan setelah RSA dibentuk, di ruang TK Cempaka, aroma ganti jubah terendus menyengat. Sistem kepemimpinan kolektif berupa presidium ternyata dipandang memperlamban pengambilan keputusan RSA. Aroma menginginkan adanya satu figur pemimpin yang mampu menata kelola aktifitas harian organisasi nirlaba itu, kian kental.
“RSA perlu satu orang yang bisa menjalankan dan mengatur organisasi,” papar
Yudi ’Bewok’ Dharma, mantan ketua Suzuki Two Wheels (S2W), yang malam itu hadir begitu menggebu melontarkan gagasan.
Edo Rusyanto, ketua Independent Bikers Club (IBC) yang juga aktif di RSA, malam itu melontarkan kritik soal lambannya pengambilan keputusan di RSA sehingga program kerja menjadi tersendat.
Hal itu tidak keliru, bahkan diamini Syamsul Ma'arif, anggota Dewan Pengarah sekaligus pendiri RSA yang menulis dalam pesan elektroniknya (email), ”Kelemahan organisasi RSA saat ini karena tidak ada figur tertinggi yang dapat segera pengambil keputusan diorganisasi.”
Selama ini, susunan organisasi RSA meliputi Dewan Pengarah yang terdiri atas Syamsul M, Rio Octaviano, Cak Sontul, Melanie Parmawatie, Lucky Junan Subiakto, dan Boykhe Kurniawan.
Sedangkan Dewan Presidium mencakup Agustinus Fordiyanto Rusdi Setiyono (Fordi), Satya Budi Hartono, Ade Saefudin, Riezha Agus Susanto, dan Eko Cahyo Wibowo. Presidium juga memiliki divisi yakni Hafdiyan Ridwan (Ozqy) dan Mohamad Ridwan. (edo rusyanto)

Kamis, 05 Februari 2009

Produsen Helm Pangkas Produksi 16%



Produsen helm nasional mulai memangkas produksi hingga 16,6% pada Januari tahun ini menjadi 1 juta unit per bulan dari sebelumnya sekitar 1,2 juta unit per bulan. Langkah ini terpaksa dilakukan untuk merespons melemahnya penjualan.

Merosotnya penjualan helm disebabkan anjloknya permintaan sepeda motor di Tanah Air. Krisis likuiditas di perusahaan pembiayaan (leasing) membuat uang muka pembelian dan bunga cicilan motor membengkak. Akibatnya, penjualan motor terpangkas cukup dalam mengingat sekitar 70-80% pembelian menggunakan skema kredit.

Staf Ahli Asosiasi Industri Helm Indonesia (AIHI) Lim Thomas mengatakan, krisis global yang berkecamuk hebat pada triwulan IV 2008 telah menyebabkan penurunan penjualan helm. Bahkan salah satu anggota AIHI hanya memproduksi 10% dari total kapasitasnya.

“Kami tengah mengalami masa keemasan sebelum terjadi krisis. Namun saat ini produksi kami mulai menurun,” ujar Lim saat dikonfirmasi di Jakarta, Kamis (5/2).

Berdasarkan data yang dihimpun Departemen Perindustrian, AIHI memiliki tujuh anggota dengan total kapasitas terpasang 1,4 juta unit per bulan. Rata-rata produksi anggota AIHI mencapai 1,06 juta unit per bulan.

Ketujuh anggota itu adalah, PT Mega Karya Mandiri dengan kapasitas 100 ribu unit per bulan, PT Dinaheti Motor Indonesia (550 ribu unit), PT Helmindo (200 ribu unit), PT Kiwi (22 ribu), Safety Motor (15 ribu unit), PT Dana Persada Raya (660 ribu unit), dan PT Tara Kusuma Indah.

Di luar anggota AIHI, terdapat beberapa perusahaan yang memproduksi helm. PT Yasunli AOP dikontrak oleh PT Astra Honda Motor untuk memproduksi helm dengan jumlah setara penjualan bulanan Honda yakni sekitar 250-300 ribu unit per bulan. Selain itu, industri rumahan tercatat memproduksi helm sebanyak 150-200 ribu per bulan.

Lim mencatat, helm produksi domestik masih menguasai pasar lokal dengan porsi sekitar 70%. Saat ini impor helm cenderung turun seiring pengetatan impor yang dilakukan pemerintah. Meski begitu, dia menilai potensi peningkatan pasar helm lokal masih cukup berat mengingat permintaan saat ini melemah.

“Total permintaan helm nasional bisa dikatakan sama dengan pasar motor,” kata dia.

Wajib SNI

Sementara itu, Departemen Perindustrian (Depperin) tertanggal 25 Januari tahun ini telah memberlakukan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib helm. Hal ini, mengacu pada Peraturan Menteri Perindustrian No.40/M-IND/PER/6/2008 tanggal 25 juni 2008 tentang SNI wajib helm pengendara bermotor roda dua. Peraturan ini mulai diterapkan 25 Maret tahun lalu dan berlaku efektif sembilan bulan setelah dikeuarkan.

“Dengan ini (SNI wajib) maka peredaran produk nonstandar akan berkurang signifikan,” kata Direktur Industri Kimia Hilir Depperin Tony Tanduk.

Tony menerangkan, kualitas helm produksi dalam negeri kita dapat meningkat seiring pemberlakuan SNI wajib. Ini membuat kemanan pengendara sepeda motor di Indonesia lebih terjamin.

Lim Thomas menyambut baik keputusan pemerintah memberlakukan SNI wajib helm. Namun, kata dia, pihak asosiasi meminta pemerintah berkomitmen penuh dalam menerapkan aturan ini. “Untuk itu pemerintah harus memperketat pengawasan helm impor agar sesuai dengan ketentuan SNI wajib,” kata dia.

Sementara itu, untuk produk helm yang sudah dipasarkan sebelum SNI wajib diterapkan, Lim menjelaskan, masih boleh diperjualbelikan. Tapi, untuk produksi selanjutnya pihak produsen wajib memenuhi ketentuan SNI wajib helm. (coy)

Selasa, 03 Februari 2009

Belanja Iklan Naik, Penjualan Motor Terdongkrak


BELANJA iklan terus membumbung. Termasuk belanja iklan agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor. Data Nielsen Advertising Information Services dari The Nielsen Company Indonesia, menyatakan, belanja iklan tahun 2008 naik 19% menjadi Rp 41,71 triliun dibandingkan 2007 senilai Rp 35,08 triliun. Prosentase kenaikkan 2008 lebih besar dibandingkan 2007 yang sebesar 17% yakni dari Rp 30 triliun pada 2006. Para ATPM sepeda motor pada 2008 juga meningkatkan sekitar 13% belanja iklan mereka yakni dari Rp 1,45 triliun menjadi Rp 1,65 triliun.
Belanja iklan produsen sepeda motor menempati posisi keempat terbesar setelah industri telekomunikasi (Rp 4,3 triliun), pemerintah dan politik (Rp 2,2 triliun), serta iklan pencitraan perusahaan dan layanan social (Rp 1,6 triliun).
Kenaikan belanja iklan ternyata pararel dengan kenaikkan volume penjualan sepeda motor. Pada 2008, penjualam sepeda motor mencapai 6,2 juta unit. Suatu angka penjualan yang fantastis. Rekor tertinggi sepanjang sejarah penjualan sepeda motor di Tanah Air. Penjualan 2008 naik sekitar 35% dibandingkan 2007 yang mencapai 4,6 juta unit.
Korelasi gencarnya iklan dengan naiknya volume penjualan, bisa dipastikan cukup erat. Pada 2007, ketika belanja iklan naik 17%, volume penjualan naik 5,8% menjadi dari 4,4 juta unit pada 2006.

Koran Dominan
Iklan para produsen sepeda motor terjadi lebih banyak memanfaatkan media cetak khususnya koran. Iklan mereka di televisi, dari sisi nominal menurun sekitar 7% yakni dari Rp 689 miliar (2007) menjadi Rp 644 miliar (2008). Belanja iklan di media cetak mencapai Rp 980 miliar, naik 30 % dibandingkan 2007 senilai Rp 751 miliar.
ATPM motor Honda, yakni PT Astra Honda Motor (AHM) termasuk yang getol membelanjakan iklannya di media cetak, khususnya koran. Pada 2008, penguasa pangsa pasar sepeda motor di Indonesia itu merogoh kocek Rp 146 miliar atau naik 36% dibandingkan 2007 senilai Rp 107 miliar. Sementara itu, pemain nomor tiga di industri sepeda motor, yakni PT Indomobil Niaga International (Imni) menggelontorkan belanja iklan Rp 112 miliar (2008) naik 107% dari Rp 54 miliar (2007). Pemain nomor dua di industri sepeda motor, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) hanya membelanjakan Rp 92 miliar (2008) alias naik 23% dibandingkan 2007 sebesar Rp 75 miliar.
Pada 2008, volume penjualan ATPM Honda naik sekitar 34,1% menjadi 2,8 juta unit dari juta unit (2007). Kemudian, penjualan ATPM Yamaha naik 33,3% dari 1,8 juta unit menjadi 2,4 juta unit (2008). Sementara itu, ATPM Suzuki membukukan kenaikan penjualan 24,4% dari 637 ribu unit menjadi 793 ribu unit pada 2008. (edo rusyanto)
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian