Info : Silahkan klik di SINI untuk membaca artikel versi wordpress dari Edo Rusyanto

Senin, 31 Agustus 2009

Tak Kenakan Helm, Barack Obama Diprotes



INILAH risiko sebagai pemimpin. Presiden AS Barack Obama menuai protes. Gara-garanya, orang nomor satu di Gedung Putih itu tidak mengenakan helm ketika bersepeda pekan lalu.

Saat itu Obama berlibur bersama ke¬luarga di Martha's Vineyard, Duke Coun¬ty, Massachusetts. Presiden AS per¬tama ber¬kulit hitam itu selanjutnya ber¬gabung ber¬sama First Lady Michelle Oba¬ma ser¬ta dua putrinya, Malia dan Sasha. Me¬reka bersepeda di Kota Aquinnah di pa¬ling ujung Pu¬lau Martha's Vineyard. Oba¬ma satu-sa¬tunya yang tidak berhelm.

''Banyak kecelakaan sepeda terjadi akhir-akhir ini. Jika terjatuh (saat bersepeda), cedera di bagian kepala mung¬kin terjadi. Selain risiko nyawa, cedera seperti itu bisa menghabiskan uang banyak,'' kritik David Mozer, director of the International Bicycle Fund, lembaga nonprofit di Seattle, kepada New York Daily News. ''Alangkah baiknya jika presiden memberikan contoh.''

Tahun lalu, saat kampanye pencalonan pre¬siden, Obama jadi sasaran olok-o¬lok di internet. Saat itu dia difoto naik sepeda dengan memakai helm di Chicago.

Juru Bicara Gedung Putih Bill Burton agak kaget mengetahui bosnya tidak ber¬helm. ''Yang saya tahu beliau biasa me¬makai helm saat bersepeda. Be¬liau ju¬ga selalu mendukung kebijakan ber¬helm,'' jawabnya meredam kritik. (AP/dwi)
Dikutip dari www.jawapos.com

Operasi Balap Liar, Polisi Tindak 599 Pelanggar


foto:istimewa

SEPANJANG sembilan hari Polda Metro Jaya (PMJ) menindak 599 pembalap liar di jalan Jakarta. Para pelanggar lalu lintas itu dijaring dalam Operasi Pengebutan yang digelar PMJ setiap malam selama Ramadhan.
Operasi tersebut menyasar para pengguna sepeda motor yang kerap kebut-kebutan atau balapan di jalan umum pada tengah malam hingga dinihari. Aksi mereka dianggap meresahkan masyarakat, khususnya para pengguna jalan.
Tim PMJ merupakan gabungan dari lima wilayah. ”Setiap tim dipimpin oleh satu perwira pertama, kegiatan operasi ini dilakukan secara mobile dimulai pukul 01.00 s/d 06.00 Wib,” ujar AKP Mujiana selaku Perwira Siaga Trafict Management Control (TMC), beberapa waktu lalu.
Para pembalap liar tersebut beroperasi sedikitnya di 23 titik di kawasan Jakarta. Paling banyak di kawasan Jakarta Selatan yang mencapai sembilan titik balapan.
Dari segi berkendara yang aman dan selamat (safety riding) para pembalap amatiran itu tampil dengan alat perlindungan diri yang minimalis. Mereka umumnya tidak memakai pelindung siku, pelindung lutut, helm, jaket, sepatu, dan sarung tangan. Bahkan, tidak sedikit yang tidak memasang lampu utama. Soal bisingnya knalpot mereka jangan ditanya lagi, mengusik telinga. Menurut kepolisian, aksi balap liar juga kerap menimbulkan korban jiwa akibat terjatuh atau bertabrakan dalam kecepatan tinggi.
Sepanjang 23-31 Agustus 2009, polisi juga menyita 15 unit sepeda motor. Jenis pelanggarannya mayoritas aalah tidak bisa menunjukan surat-surat seperti surat izin mengemudi (SIM) dan surat tanda nomor kendaraan (STNK).
Selama sembilan hari operasi, PMJ sedikitnya menurunkan sekitar 1.200 petugas. Mereka dilengkapi kendaraan roda empat dan sepeda motor, termasuk truk polisi. (edo rusyanto)

Minggu, 30 Agustus 2009

Mudik Bareng ATPM, Siapa Takut?


foto:fajar
AWAL Ramadhan saya mendapat email yang isinya bertanya soal jadwal mudik bareng para agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor. ”Kamu kan punya banyak kenalan di ATPM, sudah ada info soal mudik bareng?” Ujar teman saya.
Mudik merupakan tradisi yang sulit dipisahkan dari masyarakat kita. Saat Hari Raya Idul Fitri atau yang populer disebut Lebaran, tak pelak berbondong-bondong jutaan kaum muslim bergerak ke kampung halaman masing-masing setelah setahun lebih mencari nafkah. Ada rasa yang tak bisa diungkapkan kata-kata manakala bersilaturahmi di kampung halaman. Penatnya perjalanan bak tak terasa. Berjam-jam di tengah kemacetan dianggap sebagai rutinitas sebelum bersua sanak saudara. Termasuk bagi para pemudik yang menggunakan sepeda motor. Semangat pantang menyerah bergelora menuju nostalgia masa kanak-kanak di desa.
Walau maut mengintai akibat kecelakaan di jalan, jutaan pemudik tak pernah gentar. Pada 2008, sebanyak 2.732 orang menjadi korban kecelakaan sepanjang arus mudik dan arus balik. Dari jumlah itu, sebanyak 616 orang meninggal dunia, selebihnya luka berat dan luka ringan. Ironisnya, jumlah sepeda motor yang terlibat kecelakaan mencapai 836 kendaraan atau 66,4% dari total 1.320 kecelakaan.
Tahun ini pemerintah memprediksi ada sekitar 16,25 juta pemudik atau naik 15% dibandingkan 2008 sebanyak 15,3 juta. Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal, dari angka tersebut mayoritas pemudik menggunakan angkutan jalan.
Dari total pemudik 2009, sekitar 2,64 juta adalah pemudik yang menggunakan sepeda motor. Pemudik bikers naik 20% dibandingkan 2008. Maklum, tahun ini jumlah korporasi yang menggelar mudik bareng menggunakan bus jumlahnya ditaksir menurun. Alasannya, situasi ekonomi belum pulih seratus persen. Ujungnya, pemudik memilih naik sepeda motor.

Program ATPM
Setahu saya sudah tiga ATPM yang merancang program mudik bersama yakni PT Astra Honda Motor (AHM), PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), dan PT Minerva Motor Indonesia (MMI).
Dua ATPM sudah sejak beberapa tahun sebelumnya menggelar program mudik bersama. AHM misalnya, pada 2008 memberangkatkan sekitar 1.824 peserta, naik dari 1.504 peserta pada 2007, tahun ini produsen sepeda motor berlogo sayap satu itu berniat memberangkatkan 2.500 bikers. Sedangkan Yamaha memberangkatkan 2.000 peserta pada 2008 atau naik 25% dari 1.600 peserta pada 2007. Sementara itu, Minerva berniat memberangkatkan 500 bikers pada 2009.
Program mudik bersama tentu saja memiliki berbagai persyaratan. Ketiga ATPM tersebut memberangkatkan bikers secara serempak pada 18 September 2009. Hanya YMKI yang pemberangkatannya dilakukan dua gelombang yakni 17 dan 18 September.

Mudik Bareng Honda
AHM pada 2009 akan memberangkatkan bikers dari berbagai kota secara serempak dengan rute; Jakarta-Semarang, Jakarta-Yogyakarta, Semarang-Yogyakarta, Surabaya-Yogyakarta, Bandung-Banjar, dan Bandung-Cirebon-Semarang.
Tentu saja peserta program ini adalah pemilik sepeda motor produk Honda.
Setiap bikers harus membayar uang pendaftaran Rp 50 ribu. ”Biaya hanya untuk rute Jakarta-Semarang/Yogyakarta,” tulis pengumuman AHM pada Minggu (30/8). Konvoy bikers akan dikawal polantas dari Mabes Polri.
Fasilitas yang didapat bikers mencakup; gratis asuransi kecelakaan, bensin, jaket, konsumsi, atribut, dan suvenir.
Tidak hanya itu, Honda juga mengiming-imingi hadiah 4 motor honda, handphone, elektronik, dan helm dengan nilai total Rp 100 juta.
Bikers yang berminat bisa memperoleh informasi rinci sekaligus mendaftar setiap hari pukul 09.00-16.00 WIB. Program yang bekerjasama dengan Grup Kompas itu memiliki no hotline Honda 021-5000989 dan Kompas 021-25676000.
Aspek keselamatan berkendara menjadi fokus Honda. ATPM pemimpin pasar sepeda motor di Indonesia itu membatasi peserta per kendaraan maksimal dua orang dan jika penumpang anak-anak, usia minimal 7 tahun.
Sebelum pemberangkatan pada 18 September dinihari, peserta mudik bareng wajib mengikuti brifieng pada 12 September 2009 pukul 10.00 WIB di Ruang Kharisma Gd AHM, Sunter, Jakarta Utara.

Mudik Yamaha
Sama dengan Honda, peserta mudik bersama Yamaha juga harus menunjukkan SIM dan STNK sepeda motor yang masih berlaku. Setiap bikers yang ingin ikut harus membayar biaya pendaftaran Rp 35.000. Pendaftaran dibuka sepanjang 27 Agustus – 10 September 2009 di dealer resmi Yamaha.
Peserta mudik akan diberangkatkan pada 17 dan 18 September 2009, pukul 06.00
dari Pabrik Yamaha di Pulo Jahe Pulogadung, Jakarta Timur.
Uang pendaftaran Rp 35 ribu mendapat kompensasi yang cukup menggiurkan yakni jaket dan sarung tangan, oli Yamahalube, asuransi kecelakaan, uang bensin Rp 30 ribu, free service (jasa) sepanjang 10 – 16 September 2009, dan diskon 10% untuk produk Yamaha fashion. Selain itu, Yamaha menyediakan fasilitas bus untuk ibu dan anak (khusus balita, untuk rute jalur utara dan selatan usia, bagi anak lebih dari 3 tahun membayar penuh). Hal lain yang menarik adalah program tukar tambah helm lama dengan safety helmet Yamaha dengan harga spesial.

Minerva
Sementara itu, ATPM motor Minerva menggandeng komunitas Minerva Riders Community (MRC) untuk melancarkan program mudik bareng tahun ini. Menurut Presdir MMI Kristianto Goenadi, akan melepas para bikers yang ikut mudik bersama menggunakan sepeda motor pada 18 September 2009.
Ia menuturkan, sekitar 500 bikers Minerva akan mudik bareng ke beberapa kota di pulau Jawa.
Semoga peserta mudik bareng dapat lebih berhati-hati saat konvoy, selain mempersiapkan kendaraan sebaik mungkin, para bikers juga diharapkan menjaga staminanya. Maklum, perjalanan darat saat tubuh berpuasa bakal mengurangi konsentrasi saat berkendara. (edo rusyanto)

Sabtu, 29 Agustus 2009

Kesadaran Muncul Dari Daerah


foto:tino

JAKARTA dan sekitarnya tak selalu menjadi pionir. Termasuk soal kesadaran keselamatan bersepeda motor (safety riding). Terkait hal itu, setahun lalu, Polda Metro Jaya mensosialiasikan kepada pengguna sepeda motor (bikers) agar menyalakan lampu utama pada siang dan malam hari. Kini, ajakan itu meredup dan para bikers-pun lupa.
Menyalakan lampu utama di siang hari bertujuan agar sepeda motor terlihat oleh pengendara mobil. Tujuannya, meminimalisir angka kecelakaan akibat tak terlihatnya wujud sepeda motor yang lebih kecil dibandingkan mobil. Apalagi dibandingkan bus dan truk.
Semangat mewajibkan bikers menyalakan lampu utama justru mencuat lagi di Kendari, Sulawesi Utara (Sultra). Antara, Jumat (28/8), melaporkan bahwa Polda Sultra gencar mensosialisasikan Undang-Undang No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ), khususnya kewajiban sepeda motor menyalakan lampu di siang hari.
Kabid Humas Polda Sultra AKBP Muhammad Fachrurrozi mengatakan, sosialisasi itu dilaksanakan oleh Polda Sultra bekerjasama dengan sejumlah klub sepeda motor, tokoh masyarakat, dan Polres Kota Kendari.
"Ini merupakan penajaman dari sosialisasi kami sebelumnya. Sosialisasi mengenai kewajiban menyalakan lampu bagi sepeda motor pada siang hari telah dilakukan sejak 2008," ujarnya.
Sosialisasi tersebut dilakukan dengan menggelar konvoi keliling di sepanjang jalan utama di Kota Kendari. Sebuah mobil penerangan milik Polda Sultra yang dilengkapi alat pengeras suara menyampaikan penerapan UU Nomor 22 tahun 2009, khususnya pasal yang mengatur kewajiban menyalakan lampu bagi sepeda motor pada siang hari.
Setelah berkeliling dalam wilayah Kota Kendari, konvoi kendaraan bermotor itu mengakhiri kegiatannya di halaman parkir eks-MTQ, dan selanjutnya, peserta sosialisasi pun membubarkan diri dengan tertib.
Fachrurrozi mengatakan, pihak kepolisian terus melakukan sosialisasi secara intensif, baik melalui aksi di lapangan maupun melalui media massa.
Ia menyebutkan, aturan tentang menyalakan lampu bagi sepeda motor itu itu telah tertuang dalam Pasal 107 ayat (2) UU No. 22 tahun 2009, yakni pengemudi sepeda motor selain mematuhi ketentuan sebagaimana yang dimaksud pada ayat (1), wajib menyalakan lampu utama pada siang hari.
Adapun ayat (1) dalam pasal tersebut mengatur tentang kewajiban menggunakan lampu utama kendaraan di malam hari dan pada kondisi tertentu.
"Setelah sosialisasi ini dilakukan, maka aturan itu akan diberlakukan secara tegas. Jika ada yang melanggar, kami akan tindak sesuai aturan yang berlaku," ujar Fachrurrozi. (edo rusyanto)

Jumat, 28 Agustus 2009

Diskusi Mudik dan Safety Riding



Pemudik sepeda motor pada lebaran tahun 2009 diperkirakan bakal mencapai 2,6 juta unit. Kecelakaan lalu lintas meningkat dari tahun ke tahun seiring bertambahnya jumlah pemudik sepeda motor. Ini menjadi persoalan serius yang harus menjadi perhatian semua pihak. ATPM sepeda motor sebagai pihak yang telah menjual produk mereka kepada masyarakat, diharapkan tidak tinggal diam dan memberikan partisipasi aktif melayani kebutuhan para pemudik serta membangun kesadaran berkendara yang aman (safety riding awareness).

Di sisi lain regulasi tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang baru lahir melalui UU No. 22 Tahun 2009, perlu disosialisasikan kepada publik. Juga mencuatnya wacana mengenai perlu tidaknya ATPM memberikan komplimen helm sebanyak 2 unit untuk setiap pembelian satu unit sepeda motor, merupakan rangkaian tak terpisahkan dalam persoalan keselamatan lalu lintas.

CERAS (Center for Safety Riding Study) dan Bostonprice Asia memprakarsai diskusi panel yang bakal digelar di Planet Holywood, Jakarta, 16 September 2009, pukul 15.30 – 17.30.

Kamis, 27 Agustus 2009

Helm Selamatkan Terpaan Baliho


foto:tino
HUJAN disertai angin menggoyang Jakarta, Kamis (27/8) sore. Jelang maghrib, sekitar pukul 17.00 WIB, teman saya, Tino wartawan foto Investor Daily, baru saja hendak memarkirkan sepeda motornya di dekat pos polisi Bundaran HI, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta Pusat.

Area tersebut kerap dijadikan basecamp pewarta foto Jakarta. Maklum, tempatnya strategis di jantung Jakarta. Tino tak menduga jika sore itu sesuatu yang luar biasa bakal terjadi."Langit gelap dan angin bertiup kencang, tiba-tiba terdengar bunyi derit dari kawat pengikat baliho di dekat saya," ujar pria beranak satu itu.
Bunyi derit itu berasal dari tiang baliho raksasa bergambar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dengan hitungan detik tumbang diterpa angin. Sontak naluri Tino memerintahkan untuk beranjak dari lokasi tersebut. Ia mencoba mencari perlindungan di balik tembok yang ada di kawasan itu. Tak ayal, baliho tersebut menerpa tubuhnya. "Untung saya pakai helm, baliho itu menimpa kepala dan membuat lecet tangan kaki," cerita Tino.

Pengendara sepeda motor Yamaha Vixion itu, akhirnya luput dari cedera fatal di kepala. Terselamatkan oleh helm half face yang sehari-hari menemaninya berkendara. Tak habis-habisnya Tino bersyukur ia lolos dari cedera serius. "Ini goresan akibat tertimpa baliho," jelas dia sambil menunjukkan helm warna hitam miliknya. Helm berhasil melindungi kepalanya, tapi lensa kamera miliknya remuk. "Ada staf sekneg yang mau bertanggungjawab karena baliho tersebut tanggung jawab mereka," jelas Tino. (edo rusyanto)

Sebuah Perilaku Langka


foto:edo

PEJABAT mengundurkan diri karena gagal dalam menjalankan tugas, merupakan hal lumrah di Jepang. Di beberapa negara juga terjadi hal serupa. Tapi di negara berkembang, termasuk Indonesia, jangankan mundur, mengaku bertanggungjawab saja nyaris tidak ada alias masih langka.
Namun ada yang menarik dari seorang Kepala Dinas PU dan Perumahan Kota Banjarbaru, Jaya Kresna di Banjarbaru, Kalimantan Selatan. "Selama ini kami selalu bertanggung jawab atas kecelakaan yang terjadi karena kelalaian sebagai pembina jalan. Kalau memang ada aturan baru, tentu saja kami siap mengikutinya," ujar Jaya, seperti dilansir Antara, Rabu (26/8).
Kita sering menyaksikan, kecelakaan di jalan dipicu oleh kerusakan infrastruktur jalan. Seandainya sifat Jaya Kresna merasuk ke petinggi Departemen Pekerjaan Umum maupun para pejabat dinas pekerjaan umum di seluruh pemerintah daerah, niscaya bisa membantu pengurangan angka kecelakaan di jalan.
Perilaku pejabat yang berani memikul tanggung jawab atas kondisi jalan yang rusak memang harus terus digelorakan. Tujuan jangka pendeknya agar para pejabat kian respek terhadap infrastruktur jalan. Agar cepat bertindak ketika melihat kondisi jalan buruk. Kecuali jika memang anggaran pembangunannya cekak. Semoga Road Fund yang diamanatkan UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, dapat berfungsi dengan benar. Semoga UU Pendapatan Daerah dan Retribusi Daerah yang juga disahkan tahun ini, bisa mempraktikan pengalokasian 10% dari total pendapatan/retribusi daerah terkait otomotif, untuk perawatan infrastruktur jalan.
Maklum, sedikitnya 32 jiwa melayang setiap hari akibat kecelakaan lalu lintas di jalan pada 2008. Suatu angka yang fantastis. Bahkan, termasuk lebih tinggi dibandingkan korban flu burung maupun korban teroris di Bumi Pertiwi. (edo rusyanto)

Apa Artinya Dua Helm?


foto:edo

TEMAN-TEMAN saya para penggiat berkendara sepeda motor yang aman dan selamat (safety riding) tak pernah lelah. Mereka menyerukan agar pengendara dan penumpang sepeda motor selalu memakai helm saat bepergian. Sekalipun hanya beringsut sekitar 200 meter dari rumah menuju warung di sekitar kompleks rumah. Tapi, kalau cuma 200 meter kenapa harus naik motor? Jalan kaki justru bisa bikin sehat.
Saat ini, setiap konsumen membeli sepeda motor bakal memperoleh satu helm standar dari para agen tunggal pemegang merek (ATPM) melalui para dealer mereka. Dibilang standar karena kualitas dan tampilan helm tersebut tak lebih bagus dari helm yang dijual di toko helm.
Helm dianggap pelengkap dari penjualan sepeda motor. Karena itu, tak heran jika terkesan alakadarnya. Seorang teman saya pernah tertimpa musibah kecelakaan dan bagian wajahnya terluka karena helm standar dari ATPM tidak maksimal melindungi ketika terjadi benturan. Wajahnya harus dijahit dan sang korban harus merogoh kocek jutaan rupiah.
Kebiasaan memakai helm saat berkendara memang harus terus digelorakan. Pada komunitas yang sudah menjadikan helm sebagai tradisi, kampanyekan ditingkatkan kepada pemakaian helm dengan kualitas yang cukup kuat melindungi pemakai saat terjadi benturan.
Kewajiban para ATPM saat menjual sepeda motor kini tak hanya sebatas memberikan helm. Mereka juga harus mensosialisasikan pemakaian helm yang benar kepada calon konsumen. Anjuran agar senantiasa memakai helm saat berkendara dan memakai dengan benar seperti mengaitkan erat-erat tali helm, ukurannya, ada ruang satu jari di dagu. Pakailah helm yang pas di kepala, jangan terlalu ketat dan terlalu longgar. Sosialisasi tak boleh kendur. Kita ingat, tahun 70-an saat sosialisasi dimulai, tiga korban jiwa melayang di Makassar akibat tertembak saat berunjuk rasa antihelm.
Helm yang diberikan ATPM tentu tidak gratis. Komponen biaya helm sudah barang tentu dimasukkan ke dalam harga jual. Belakangan merebak wacana pemberian dua helm, bisa-bisa bertambah lagi komponen biaya yang bakal mengatrol harga jual sepeda motor. Di tengah bayang-bayang UU Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang memungkinkan pajak progresif, harga sepeda motor bakal kian mahal. Jika agenda terselubung agar semakin melemah volume kendaraan di jagat ini, target tersebut bisa saja kesampaian. Belum lagi jika kenyataannya daya beli konsumen tidak berangsur pulih usai ditempa krisis ekonomi belakangan ini.
Wacana pemberian dua helm memang masih bergulir. Di tengah itu semua, pekerjaan rumah yang masih tercecer adalah membudayakan pemakaian helm itu sendiri. Jika semakin kokoh di benak masyarakat helm amat vital dalam melindungi pengendara, niscaya tak ada beda pemberian satu helm, dua helm, atau lima helm sekalipun. Bikers pasti dengan kesadaran sendiri membeli helm. Dengan asumsi, penambahan helm yang diberikan ATPM mengatrol harga motor, sedangkan model dan kualitasnya mungkin belum sesuai selera konsumen, bisa dipastikan, konsumen lebih memilih membeli sendiri sesuai model yang diinginkan. Satu saja cukup, selebihnya memilih sesuai selera. Kita tahu, selera tak bisa diseragamkan. (edo rusyanto)

Rabu, 26 Agustus 2009

Tahukah Anda Prosedur Klaim Asuransi Kecelakaan? (Bagian 2-Habis)


foto:istimewa

Risiko kecelakaan di jalan tergolong tinggi, sepanjang 2008 korban tewas setiap hari rata-rata 32 jiwa di seluruh Indonesia. PT Jasa Raharja selaku penanggung jawab untuk santunan asuransi korban kecelakaan mencatat bahwa terus terjadi peningkatan pembayaran klaim.
Pada 2004, santunan yang dibayarkan sebesar Rp 487,5 miliar, setahun kemudian naik menjadi Rp 538,7 miliar. Terjadi penurunan pada 2006 yakni menjadi Rp 500,5 miliar, namun merangkak lagi pada 2007 menjadi Rp 530,3 miliar. Tahun lalu, meningkat menjadi Rp1,031 triliun dan tahun 2009 ini dialokasikan Rp1,5 triliun.
BUMN tersebut mencatat, santunan selama tahun 2007-2008 mayoritas disalurkan bagi korban kecelakaan lalu lintas jalan.
Membengkaknya santunan kecelakaan pada 2008 juga dipengaruhi membesarnya jumlah besaran santunan. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) No 36 dan No 37/2008, jumlah santunan untuk korban meninggal akibat kecelakaan transportasi laut dan darat yang semula Rp 10 juta, naik menjadi Rp 25 juta. Lalu, santunan untuk korban cacat tetap yang semula maksimal Rp 10 juta berubah menjadi Rp 25 juta. Sedangkan santunan perawatan yang semula maksimal Rp 5 juta naik menjadi Rp 10 juta, serta biaya pemakaman naik menjadi Rp 2 juta dari sebelumnya hanya Rp 1 juta.
Santunan untuk korban kecelakaan moda angkutan udara tidak berubah, yaitu Rp 50 juta untuk korban meninggal, maksimal Rp 50 juta untuk korban cacat tetap, maksimal Rp 25 juta untuk biaya perawatan. Namun, biaya pemakaman naik 100% dari Rp 1 juta menjadi Rp 2 juta.

Prosedur
Bagaimana prosedur mengurus asuransi Jasa Raharja? Situs BUMN tersebut menjelaskan, prosedur yang harus ditempuh keluarga atau wali korban meliputi;
Pertama, menghubungi kantor Jasa Raharja terdekat untuk mengisi formulir pengajuan dengan melampirkan; Keterangan kecelakaan Lalu Lintas dari Kepolisian dan atau dari instansi berwenang lainnya. Untuk PT Kereta Api (Persero), surat keterangannya adalah dalam bentuk telegram yang dikeluarkan oleh kepala stasiun terdekat dari lokasi terjadinya kecelakaan. Selain itu, keterangan kesehatan dari dokter / RS yang merawat. Kemudian, KTP / Identitas korban / ahli waris korban. Sebagai catatan, formulir pengajuan diberikan oleh Jasa Raharja secara cuma-cuma
Hal yang perlu diperhatikan terkait bukti-bukti lain yang diperlukan adalah; Dalam hal korban luka-luka: Kuitansi biaya rawatan dan pengobatan yang asli dan sah. Dan, dalam hal korban meninggal dunia berupa surat kartu keluarga / surat nikah (bagi yang sudah menikah )
Ada pula ketentuan lain yang perlu diperhatikan yakni Jenis Santunan; santunan berupa penggantian biaya rawatan dan pengobatan (sesuai ketentuan), santunan kematian, atau santunan cacat tetap.
Mereka yang menjadi ahli waris adalah janda atau dudanya yang sah, anak-anaknya yang sah, atau orang tuanya yang sah.
perlu diingat oleh keluarga atau ahli waris, santunan bisa tidak berlaku (kadaluarsa) jika; permintaan diajukan dalam waktu lebih dari 6 bulan setelah terjadinya kecelakaan dan tidak dilakukan penagihan dalam waktu 3 bulan setelah hak dimaksud disetujui oleh Jasa Raharja. (edo rusyanto)

Tahukah Anda Prosedur Klaim Asuransi Kecelakaan? (Bagian 1)


foto:edo

GEMURUH arus mudik Lebaran tahun ini bakal menderu. Pemerintah punya estimasi angka pemudik bakal naik sekitar 15% dari 15,3 juta pada 2008 menjadi 16,25 juta pemudik.
Menurut Menteri Perhubungan (Menhub) Jusman Syafii Djamal, dari angka tersebut mayoritas pemudik menggunakan angkutan jalan. Ada sekitar 6,6 juta pemudik yang menggunakan angkutan bus dan kendaran lain termasuk mobil pribadi.
Bagaimana dengan pemudik yang menggunakan sepeda motor? Ternyata naik lebih tinggi yakni sekitar 20% dari 2,2 juta kendaraan pada 2008 menjadi sekitar 2,42 juta kendaraan. Jumlah tersebut termasuk yang bergerak dari DKI Jakarta menuju kota-kota di sekitar Jawa, termasuk ke Sumatera.
Kenapa pemudik yang menggunakan sepeda motor naik pesat? Jawabannya sederhana. Selain semakin banyak pemilik kendaraan tersebut yang pada 2008 terjual sekitar 6,2 juta unit, tarif angkutan jalan naik cukup lumayan. Untuk tiket kereta api (KA) saja naik sekitar 20-30% mulai 11 September 2009 atau dua minggu menjelang hari Raya Idul Fitri yakni 21 September 2009. Belum lagi tarif angkutan umum seperti bus, ditaksir juga bakal naik dengan prosentase yang tidak jauh berbeda. Ada segudang alasan lain, misalnya, sulit mencari tiket KA, lalu lebih praktis karena dengan membawa sepeda motor bisa setiap saat beristirahat. Berbeda dengan angkutan umum seperti bus yang waktu istirahatnya sudah terjadwal. Belum lagi alasan, tidak harus berdesak-desakan dan saat tiba di kampung halaman bisa wara-wiri dengan sepeda motor tersebut.

Korban Kecelakaan
Di sisi lain, ancaman bahaya juga tidak sedikit. Rasa lelah saat berkendara sepeda motor membuka peluang kecelakaan. Belum lagi ancaman diseruduk kendaraan lain, terutama bus dan truk yang lalu lalang di sepanjang rute perjalanan. Tak heran, jika pada 2008, angka kecelakaan yang melibatkan sepeda motor mencapai 66,4% atau sebanyak 836 unit sepeda motor, di belakangnya mobil berpenumpang yakni sebanyak 219 mobil, lalu bus 66 unit dan mobil barang atau truk 137 unit. Selama 10 hari yakni 25 September hingga 4 Oktober 2008, tercatat 1.320 kecelakaan.
Sementara itu, polisi juga menilang 32.291 kendaraan. Mayoritas pelanggar lalu lintas adalah sepeda motor yakni 21.952 unit, disusul mobil sebanyak 6.724 unit, mobil barang/truk 2.554 unit, dan bus 1.061 unit.
Bagaimana dengan jumlah korban? Data Dephub menyebutkan, korban meninggal dunia mencapai 616 orang atau 22,54% dari total korban kecelakaan yang mencapai 2.732 orang. Selain itu, sebanyak 780 orang luka berat (28,55%) dan luka ringan sebanyak 1.336 orang (48,9%). Kecelakaan tersebut menimbulkan kerugian material Rp 4,85 miliar. Guna mengamankan arus mudik dan arus balik, Mabes Polri mengerahkan 93.700 polisi.
Sepanjang 2007, total kasus kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan arus balik mencapai 1.785 kasus. Data Dephub menyebutkan, korban meninggal sebanyak 798 orang atau sekitar 21,08% dari total korban kecelakaan sebanyak 3.784 orang. Sedangkan korban luka berat 952 orang (25,15%), dan luka ringan 2.034 orang (53,75%). Sementara itu, kerugian material mencapai Rp 4,85 miliar.
Ada 57.542 pelanggar lalu lintas yang ditilang dan 60.670 kali yang mendapat teguran. Mayoritas pelanggaran didominasi kendaraan roda dua, kendaraan penumpang, dan bus. (edo rusyanto)

Selasa, 25 Agustus 2009

ICE 2009, Inter Community


foto:bro biker

SENAYAN Jakarta bakal tumpah ruah oleh bikers dan komunitas lainnya. Ada komunitas otomotif yang terdiri atas penggemar sepeda motor dan mobil. Lalu komunitas hobby, film, musik, lifestyle, hingga arsitektur. Itulah ajang Indonesia Consummunity Expo (ICE) 2009 yang mengambil tema Inter Community.
“Kegiatannya akan berlangsung pada 21-22 November 2009 di Plaza Timur Senayan, Jakarta,” papar Martin, panitia ICE 2009.
Ajang yang digelar oleh Sekolah Bisnis Prasetiya Mulya (PPM), Jakarta itu merupakan kali ketiga sejak 2007. Kenapa inter community? “Kami ingin memotret interaksi antar komunitas, misalnya otomotif dengan nonotomotif. Untuk kebersamaan,” papar Martin lagi.
Menurut Martin, tahun ini mereka akan mengundang 150 komunitas yang ada Jakarta dan Bandung.”Tahun lalu hanya 78 komunitas yang terdiri atas otomotif, olahraga, family, musik, lifestyle, lingkungan, dan games,” jelas dia.
Terkait otomotif, tahun lalu, komunitas sepeda motor menggelar aksi kampanye safety riding di Jakarta. Konvoy safety riding saat itu diikuti sekitar 200-an bikers dari 10 komunitas sepeda motor peserta event tersebut. Selain membentangkan spanduk ajakan untuk berkendara yang aman dan selamat, peserta kampanye juga membagikan stiker dan pamphlet kepada para pengguna jalan. “Tahun ini bisa saja kampanye seperti itu dilakukan, tergantung masukan dari para peserta dari komunitas, dalam rapat pertama hadir komunitas pengguna sepeda motor Yamaha, nanti akan ada rapat lanjutan,” ujar Martin lagi.
Sekolah Bisnis PPM termasuk yang getol mencuatkan komunitas sebagai basis konsumsi.
Sebagaimana dilansir Majalah Swa, 8 November 2007, komunitas konsumen terbentuk dari proses konsumsi konsumen yang disebut konsumunitas (consumunity). Dalam proses itu, terdapat empat pengaruh luar yang terlibat, yakni: produk, merek, konsumen, dan perusahaan atau disebut katalis komunitas. Adapun komunitas konsumen yang karakteristiknya ditentukan oleh tiga hal: w-ness, ritual, dan moral – sering disebut soliditas konsumen – kemudian berproses hingga dapat memberi kontribusi keuangan pada perusahaan.
Terdapat tiga blok besar dalam memahami setiap komunitas. Dari blok pertama, kita bisa melihat unsur apa yang berpengaruh paling signifikan dalam pembentukan sebuah komunitas: produk, merek, konsumen, ataukah perusahaan. Dari blok kedua, bisa terlihat unsur apa yang memengaruhi karakteristik komunitas: sisi kebersamaannya, sisi kebiasaannya, ataukah dari sisi kerja sama dan saling menghargai.
Dan dari blok ketiga, bisa menggambarkan kecenderungan komunitas konsumen berkontribusi pada perusahaan. Di sini ada tiga hal sebagai indikasinya. Pertama, setuju membeli produk apa pun yang berkaitan dengan komunitas (speed to buy). Kedua, setuju sebagai anggota komunitas akan segera membeli produk dari produsen, walaupun terjadi kenaikan harga (price increase insentivity). Ketiga, setuju memengaruhi orang lain agar ikut membeli produk yang mereka konsumsi (advocate).
Dari sana terlihat bahwa ada hubungan yang erat antara komunitas sepeda motor dengan produsen. Hubungan yang saling menguntungkan tentunya. (edo rusyanto)

Senin, 24 Agustus 2009

Jalur Busway Makan Enam Korban Jiwa


foto:edo

KAMPANYE menempatkan lajur sepeda motor berada di sisi kiri jalan sempat meruyak beberapa waktu lalu. Kini, semua itu dah sirna. Pengendara sepeda motor di Jakarta sudah enggan menempati posisi tersebut. Mayoritas asyik saling kebut di semua sisi ruas jalan. Bahkan, masuk ke jalur mass rapid transportation (MRT) busway milik Trans Jakarta.
Lajur khusus untuk bus Trans Jakarta itu dianggap menjadi solusi di tengah kemacetan lalu lintas Jakarta. Para pengendara sepeda motor memacu pedal gas di ruas tersebut. Terlebih, di ruas yang memang belum dipakai oleh Trans Jakarta, seperti ruas koridor VII, Pinang Ranti-Pluit.
Sepanjang Januari hingga pertengahan Agustus 2009, sedikitnya 6 pengendara sepeda motor yang tewas dilindas bus Trans Jakarta dan 3 korban luka-luka. Mayoritas korban karena melintas di jalur yang memang peruntukkannya bukan untuk sepeda motor. Jelas-jelas terpampang di mulut lajur busway larangan bagi kendaraan nonTrans Jakarta untuk melintas di situ.
Pengendara sepeda motor memang tidak sendirian, kerap kita jumpai kendaraan angkutan umum dan mobil pribadi seenaknya melintas di busway. Bahkan, sesekali memotong median lajur tersebut. Memalukan.
Beberapa pengendara sepeda motor yang ditemui kedapatan melintas di jalur busway mengaku ‘terpaksa’ masuk jalur tersebut karena malas terperangkap kemacetan di jalur arteri. “Saya buru-buru mas, mengejar waktu agar tidak telat masuk kerja,” papar Wagiman, seorang pengendara di Jakarta Timur.
Moralitas mencari jalan pintas guna mencapai tujuan masih merajalela. Ketidakdisiplinan subur karena mentalitas mencari jalan pintas. Perilaku tersebut buntutnya memicu kecelakaan di jalan, seperti yang terjadi di atas. Enam korban tewas sia-sia dan lainnya luka-luka.
Saking gemasnya terhadap ulah pengguna jalan yang ugal-ugalan masuk ke jalur busway, pengelola Trans Jakarta angkat bicara. Mereka menggelar pembersihan jalur busway dari kendaraan non-Trans Jakarta, di antaranya dengan slogan "Nyerobot Jalur Bus Way? No Way". Operasi gelar selama delapan hari sejak 19 Agustus 2009.
Sistem transportasi Trans Jakarta dibentuk guna mengurai kemacetan dan memberi kenyamanan bagi pengguna moda transportasi massal. Trans Jakarta memiliki jalur khusus dan halte tersendiri dengan sistem modern. Bahkan, pengemudi Trans Jakarta memperoleh gaji bulanan sekitar Rp 2,5 juta. Sistem yang dilahirkan ketika Gubernur DKI Jakarta dijabat Sutiyoso itu, ditargetkan mampu melayani seluruh rute di wilayah DKI Jakarta. Pengembangan busway yang dimulai sejak 2004 juga diharapkan mampu menyokong mobilisasi warga Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Bodetabek) menuju Jakarta. (edo rusyanto)

Minggu, 23 Agustus 2009

Yamaha Ganti Pompa Bensin Vixion


foto:edo

SABTU (22/8) siang, niat mau service Yamaha Vixion karena dah masuk kilometer ke 15 ribu, akhirnya kesampaian. Sesuai buku panduan, ini adalah service ke-6. Situasi di Ratu Motor, Jl Radar Auri, Cibubur, Jakarta Timur, tidak terlalu ramai. Mungkin karena siang hari pertama Puasa Ramadhan, sebagian bikers memilih istirahat di rumah atau memilih hari Minggu untuk service motornya.
Usai mendaftar dan menyebutkan keluhan, saya memilih menunggu di ruang yang sudah disediakan. Nyaman juga, ruang tunggu cukup luas dan berpendingin ruangan. Bengkel resmi Yamaha itu cukup memanjakan konsumennya. Selain disediakan aneka bacaan seperti majalah Motodream, di tengah ruang tunggu juga terdapat pesawat televisi ukuran lumayan besar dengan fasilitas siaran televisi berbayar. Lumayan sambil menunggu dan menghindar dari asap knalpot dan suara bising sepeda motor yang sedang diservice. Di sisi kanan ruang tunggu yang disekat kaca transparan terlihat meja billiard dan aneka motor Yamaha dan front office bagi calon pembeli yang siap dilayani para karyawan bengkel sekaligus dealer itu.
Tiba-tiba, belum juga 10 menit, seorang staf bengkel tersebut masuk ke ruang tunggu dan memanggil nama saya. Wah...saya pikir sudah selesai servicenya, cepat sekali. “Ini pak kami ada survey mengenai motor Vixion. Apakah bapak ada keluhan mengenai pompa bensin (fuel pump) di bawah tanki motor bapak,” tanya pria yang belakangan bernama Bayu itu. Saya pun mengingat-ngingat. Pernah suatu ketika Vixion saya tiba-tiba mesinnya mati sendiri setelah distarter atau kadang sulit distater elektrik. Tapi saya pikir hal biasa. “Wah itu mungkin karena fuel pump-nya pak. Kami akan menarik fuel pump bapak dan menggantinya dengan yang baru, gratis pak,” ujar Bayu lagi.
Langsung saja saya isi daftar yang disodorkan Bayu. Selain saya, sudah ada empat Vixion lainnya. Bayu bercerita bahwa ATPM Yamaha menginstruksikan seluruh dealer dan bengkel resmi mendeteksi problem Vixion tersebut dan langsung diganti.
”Survey acak sering dilakukan sebagai bentuk komitmen menjaga kepuasan pelanggan,” jelas Dyonisius Beti, wapresdir PT YMKI, saat menjawab SMS saya, Minggu (23/8).
Ia menambahkan, Vixion menggunakan teknologi tinggi dan sensitif terhadap kualitas bensin serta harus dirawat secara rutin.
Menurut informasi yang saya peroleh, fuel pump yang bermasalah adalah keluaran tahun 2007 dan 2008. Setiap bengkel resmi memperoleh 10 unit fuel pump. Mungkin karena masih garansi, penggantian itu gratis. Padahal, kalau beli harganya sekitar Rp 400 ribu per unit.
Ternyata problem tersebut pernah mencuat pada penghujung 2008. Seorang pengguna Vixion di www.forum-vixion.com menulis, pompa bensin yang di tanki motornya mati padahal belum genap satu tahun. Gejala yang dialami di antaranya motor apabila dalam kedaan panas suka mati, lalu motor susah distater (seperti tidak ada arus listrik), dan pompa bensin pada saat jalan tidak bunyi (layaknya pompa sejenis/bunyi kaya kipas muter).
Langkah ATPM mengganti komponen produk yang rusak pernah juga ditempuh ATPM Honda yakni PT Astra Honda Motor (AHM), pada 2007, untuk produk skutik mereka, Honda Vario. Pada Honda Vario ditemui masalah di Anchor Pin/Nut. Komponen tersebut dapat mempengaruhi fungsi roda belakang Vario.

Vixion Melejit
Kembali soal Vixion. Wajar saja jika ATPM kemudian bertindak cepat mengingat Vixion merupakan salah satu produk Yamaha yang paling laris satu tahun belakangan ini, selain produk skutik Mio. Pada 2008, Vixion terjual 104.916 unit, bandingkan dengan RX King dan Scorpio yang masing-masing hanya 12.017 dan 38.015 unit. Sepanjang Januari-Juli 2009, penjualan Vixion dah melesat mencapai 103.555 unit. Dibandingkan periode sama 2008 yang hanya 53.620 unit, penjualan tujuh bulan 2009 naik sekitar 93,1%. Luarrr biasa. Bahkan, motor yang kini dibanderol Rp 20,050 juta itu, jauh meninggalkan motor di kelasnya. Tengok saja misalnya penjualan Honda Megapro yang hanya 79.631 unit.
Melongok angka-angka itu, wajar jika ATPM Yamaha buru-buru responsif terhadap keluhan konsumen. Dengan asumsi per unit Rp 400 ribu dan produk 2008 yang terjual sebanyak 104.916 unit maka biaya untuk mengganti fuel pump Vixion sekitar Rp 41,96 miliar.
Sementara itu, Indra Dwi Sunda, promotion supervisor YMKI, saat saya tanya mengatakan, problem fuel pump yang ditemui YMKI presentasenya sangat kecil sekali yakni sekitar 0,5% dari total. ”Dan itupun di produksi awal,” papar Indra, Sabtu, dalam pesan elektroniknya di fasilitas pesan facebook.
Ia memperkirakan, penyebab ’kerusakan’ fuel pump itu akibat kualitas bensin yang kadang kotor. ”Karena minimum (bahan bakar untuk Vixion) adalah pertamax,” paparnya.
Indra mengaku, langkah YMKI adalah sebagai wujud kepedulian terhadap konsumen.”Demi kepuasan pelanggan. Kita cek satu persatu. Sebenarnya tidak harus semua diganti tetapi karena garansi Vixion dua tahun, kadang bengkel langsung ganti aja biar tidak ribet,” kata dia. Salut buat Yamaha. (edo rusyanto)

Sabtu, 22 Agustus 2009

Andai Setiap Hari Ada Operasi Lalu Lintas


foto:edo

RUWETNYA lalu lintas jalan di Jakarta selalu terjadi setiap hari. Terlebih pada hari kerja. Antrean kendaraan yang memanjang di jalan arteri dan jalan tol dalam kota membuat pengguna jalan nelongso alias suntuk. Tak heran jika ongkos sosial menjadi lebih mahal, meski biaya ekonomi juga ditaksir tak tanggung-tanggung yakn Rp 42 triliun per tahun.
Soal lain yang membuat bulu bergidik adalah angka kecelakaan. Dua tahun berturut-turut, yakni 2007 dan 2008, jumlah korban meninggal di jalan Jakarta dan sekitarnya setiap hari rata-rata tiga nyawa melayang. Kondisi serupa masih terjadi sepanjang Januari-Juli 2009. Data Ditlantas Polda Metro Jaya menyebutkan, 246 korban meninggal dunia atau setara dengan tiga nyawa melayang per hari. Data Polda juga menyebutkan rata-rata ada 18 kasus kecelakaan per hari sepanjang tujuh bulan 2009. Mengerikan.
"Masih menjadi keprihatinan bagi kita semua karena masih banyak nyawa yang melayang di jalan raya," ujar Wakil Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya AKBP Yaya Ahmudiarto, seperti dilansir Antara, Kamis (20/8).
Rasa prihatin tak menuntaskan problem. Karena itu Polda Metro Jaya menggelar Operasi Zebra Jaya 2009 yang berlangsung 10-19 Agustus 2009. Hasilnya? Angka kecelakaan lalu lintas turun 42,49% yakni dari 306 kasus menjadi 176 kasus.
Penurunan itu hanya selama 10 hari? Boleh jadi, karena setelah operasi itu, perilaku melanggar aturan lalin kambuh lagi di kalangan pengguna jalan, termasuk para bikers.
Padahal, korban kecelakaan selama 10 hari saja sudah amat menyeramkan. Tengok saja berikut ini, jumlah korban tewas 25 orang. Itupun sudah turun 34% dari periode sebelumnya yang mencapai 38 orang. Lalu korban luka berat saat operasi sebanyak 60 orang atau turun 58% dari periode sebelumnya yang mencapai 143 orang. Korban luka ringan juga menjadi 156 orang atau turun 20% dari periode sebelumnya yang mencapai 378 orang. ”Sebaiknya operasi seperti ini dilakukan setiap hari dan kalau perlu hukuman badan agar ada efek jera sebab melihat kedisiplinan pengendara sekarang sudah sangat memprihatinkan,” ujar Dhany Lee, seorang bikers.
Maklum jumlah bikers yang melanggar peraturan selama 10 hari mencapai 18.247 orang, bandingkan dengan mikrolet (3.518), mini bus (2.303), dan bus (1.270). Tak heran, jika fokus Operasi Zebra 2009 pada perilaku bikers dan angkutan umum.
Operasi tahun ini Polda Metro Jaya melibatkan sebanyak 3.206 personel dari jajaran Lantas Polda Metro Jaya. Sementara itu, anggaran yang dikucurkan untuk operasi di 60 titik itu mencapai sekitar Rp 1,1 miliar. Lokasi operasi tersebut mencakup, 40 lokasi penertiban untuk angkutan umum dan untuk sepeda motor penertiban dilakukan di 20 lokasi. (edo rusyanto)

Jumat, 21 Agustus 2009

Bisnis Sepeda Motor Masih Gurih


foto:edo


GURIH bisnis sepeda motor di Indonesia seakan tak pernah sirna. Tiap tahun, kue bisnis ini terus membengkak. Puncaknya pada 2008 yakni 6,2 juta unit. Dengan asumsi harga rata-rata Rp 10 juta per unit, omzet tahun lalu sedikitnya Rp 62 triliun. Hemmmm....kue bisnis yang lezat.
Tahun ini, volume penjualan ditaksir sekitar 5 jutaan unit, dengan asumsi yang sama, omzet 2009 sekitar Rp 50 triliun.
Sepanjang Januari-Juli 2009, volume penjualan sepeda motor versi Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (Aisi) sebanyak 3.091.697 unit naik tipis 0,02% dibandingkan periode sama 2008 sebanyak 3.090.975 unit. Menggunakan asumsi di atas, omzet tujuh bulan 2009 sekitar Rp 30 triliun. Luarrr biasa. Bisa dihitung, berapa besar pajak yang disumbangkan para produsen sepeda motor ke kas negara.
Penikmat lezatnya bisnis sepeda motor sudah barang tentu prinsipal asal Jepang. Merek-merek sepeda motor asal Negeri Matahari Terbit itu, masih merajai pasar domestik. Sebut saja misalnya, Honda, Yamaha, Suzuki, dan Kawasaki.
Prinsipal asal negeri Saudara Tua itu menggandeng mitra membentuk agen tunggal pemegang merek (ATPM). Honda dipegang oleh PT Astra Honda Motor (AHM) yang mayoritas sahamnya dimiliki PT Astra International Tbk. Lalu, Yamaha diawaki oleh PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) sebagai pemasar dan PT Yamaha Motor Manufaktur Indonesia selaku perakit. Sedangkan Suzuki dikawal oleh PT Suzuki Indomobil Motor (SIM), sementara itu Kawasaki dipegang PT Kawasaki Motor Indonesia (KMI).
Periode tujuh bulan 2009, PT AHM masih unggul dengan volume penjualan 1.406.482 unit, sedangkan di posisi kedua PT YMKI dengan volume 1.404.724 unit.
Secara akumulasi tujuh bulan 2009, volume penjualan anggota Aisi yang mencakup 7 produsen masih didominasi 4 ATPM motor Jepang yang menguasai 99,92%, sedangkan merek lain yakni Kanzen, Kymco, dan Piaggio 0,08%. Sementara itu, jika dibandingkan dengan produsen sepeda motor di luar anggota Aisi, seperti Bajaj dan TVS (India), Harley-Davidson (Amerika Serikat), dan motor Cina seperti Minerva maupun yang lainnya yang ditaksir sekitar 300-an ribu unit, ATPM motor Jepang pun masih unggul.
Selain dinikmati oleh para ATPM, bisnis sepeda motor juga dinikmati oleh pebisnis pembiayaan (multifinance). Tengok saja laba bersih yang berhasil diraup perusahaan sepanjang Januari-Mei 2009 yang mencapai Rp 3,2 triliun, naik sekitar Rp 600 miliar dibandingkan periode sama 2008 yang sebesar Rp 2,6 triliun.
Kontribusi pembiayaan otomotif sekitar 70% dari total pembiayaan konsumsi. Dari total bisnis pembiayaan, sektor konsumsi nyaris sekitar 70%, lebih besar dari leasing maupun pembiayaan anjak piutang.
Maklum, hampir 90% pola pembelian sepeda motor dan mobil menggunakan sistem kredit lewat multifinance. Tak heran jika pemain sektor ini seperti PT Adira Finance, PT Wom Finance Tbk, dan PT FIF, terus berkibar.
Dengan asumsi di atas, maka laba bersih lembaga pembiayaan di sektor otomotif sekitar Rp 1,6 triliun. Maklum, bunga untuk pembiayaan sepeda motor dan mobil per tahun masing-masing sekitar 30% dan 12%.
Bagaimana dengan ATPM sepeda motor? Kita berandai-andai. Ambil saja keuntungan bersih sebesar 10% dari total penjualan, berarti sepanjang Januari-Juli 2009 mereka meraup sekitar Rp 3 triliun. Hemmm....
Melihat gurihnya bisnis otomotif, tentu saja termasuk sepeda motor, memikat para investor asing masuk ke bisnis lembaga pembiayaan. Tak heran jika kemudian sekitar 50,03% saham PT WOM Finance Tbk dikuasai oleh PT BII Tbk yang notabene 97,52% sahamnya dimiliki Maybank, Malaysia. Atau, PT Adira Finance Tbk yang 95% sahamnya digenggam PT Bank Danamon Tbk. Sekitar 67,86% saham bank tersebut dimiliki oleh Temasek, Singapura. Ngomong soal Singapura, lembaga pembiayaan milik PT Astra International Tbk, pemimpin pangsa pasar sepeda motor, yakni PT FIF, sekitar 50,09% sahamnya dimiliki oleh Jardine Cycle & Carriage, Singapura. Astra melalui PT AHM menguasai sekitar 48% pasar sepeda motor Indonesia. (edo rusyanto)

Kamis, 20 Agustus 2009

Memasuki Babak Pembatasan Kendaraan Bermotor



foto:istimewa
PARA penggiat keamanan dan keselamatan berkendara, termasuk penggiat keselamatan berkendara sepeda motor (safety riding) ‘dikejutkan’ oleh lahirnya Undang Undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (UU PDRD). Maklum, salah satu point dari UU tersebut adalah untuk membatasi volume kendaraan bermotor di Tanah Air, sudah barang tentu termasuk sepeda motor. Caranya, dengan memperbesar pajak untuk kendaraan.
UU itu menegaskan, pajak kendaraan bermotor (PKB), bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) dan pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) yang sebelumnya masing-masing 5%, 10% dan 5%, dinaikkan menjadi masing-masing maksimal 10%, 20%, dan 10%. Setiap pemerintah provinsi berhak menerapkan kebijakan tersebut sesuai dengan peraturan daerah (perda).
Sesungguhnya, desakan pembatasan produksi kendaraan bermotor sudah lama disuarakan para penggiat keselamatan berkendara. Walau harus menunggu lama, tokh akhirnya para wakil rakyat di DPR mendengar juga dan Selasa (18/8), DPR mengesahkan RUU PDRD. Artinya, tinggal menunggu peraturan pemerintah (PP) untuk bisa diimplementasikan. Sabar ya.
Pembatasan volume kendaraan bermotor dengan cara menerapkan pajak progresif untuk kepemilikan kendaraan boleh jadi menghambat nafsu konsumen untuk membeli mobil dan motor. Imbasnya, pertumbuhan kendaraan bermotor tidak secepat tahun-tahun sebelumnya yang bisa bertumbuh rata-rata 20% per tahun. Menteri Perindustrian (Menperin) Fahmi Idris, seperti dilansir Bisnis Indonesia, Kamis (20/8), pada tahap pertama kenaikan pajak akan berdampak pada penurunan penjualan kendaraan bermotor. Namun, untuk jangka panjang, seiring meningkatnya daya beli masyarakat, pasar otomotif domestik diperkirakan kembali ke kondisi semula.
Seorang rekan penggiat safety riding, pernah dengan lantang meneriakkan perlunya pemerintah membatasi upaya para produsen membatasi produksi kendaraan bermotor. Ia berkilah, semrawutnya lalu lintas dan maraknya kecelakaan di jalan tak bisa dipisahkan dengan kian maraknya populasi kendaraan. Dengan lahirnya UU tersebut, mungkin kawan itu sedikit sumringah.
Pesimisme justru terlontar dari Danang Parikesit, sekjen Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI). Pajak progresif, kata dia, bagus untuk mengumpulkan pemasukan, namun sedikit imbasnya terhadap pengereman pembelian kendaraan bermotor. “Jadi sebaiknya pemerintah bijaksana untuk menaikkan investasi untuk transportasi, baik infrastruktur dan layanannya. Better governance dan lebih mendorong swasta berkompetisi dalam iklim usaha yang sehat. No more corruption!!!,” tutur Danang.
Para manajemen ATPM sepeda motor dan mobil suatu ketika berseloroh bahwa persoalan kemacetan lalu lintas bukan semata karena membengkaknya jumlah penjualan kendaraan. Tapi lebih karena infrastruktur dan perilaku berkendara para pemilik kendaraan. ”Indonesia masih sedikit populasi kendaraannya dibandingkan luas wilayah dan populasi penduduk,” ujar petinggi ATPM pada suatu ketika.
Mereka menilai, kebijakan pajak progresif bakal melumpuhkan penjualan kendaraan. Karena itu, Menperin buru-buru merancang insentif untuk mengimbangi pajak tersebut.
Saat ini, populasi kendaraan sekitar 70 juta unit yang terdiri atas, sekitar 10 juta mobil dan 60 juta unit sepeda motor. Sementara itu, populasi penduduk mencapai sekita 235 juta jiwa. (edo rusyanto)

Rabu, 19 Agustus 2009

Saum Kian Mendisiplinkan Perilaku Bikers


foto:edo

BERKENDARA sepeda motor saat Ramadhan menjadi tantangan tersendiri bagi bikers. Situasi lalu lintas (lalin) jalan yang padat semrawut, suhu udara yang panas, debu yang beterbangan, dan ulah ugal-ugalan pengguna jalan, menjadi godaan bikers yang menjalani ibadah saum (puasa).
Tahun ini, awal Ramadhan, atau bulan puasa jatuh pada 21 Agustus dan Idul Fitri pada 21-22 September. Sebulan penuh ibadah puasa dari sekitar pukul 04.00 WIB hingga buka puasa sekitar pukul 18.00 WIB, harus mendorong para bikers kian waspada. Maklum, dengan perut kosong dan ancaman dehidrasi, emosi bikers mudah tersulut. Di sinilah peran para penggiat berkendara yang aman dan selamat (safety riding) untuk terus
mengingatkan para bikers agar mampu meredam emosi saat berkendara.
Emosi yang tidak stabil dikhawatirkan mengganggu konsentrasi saat berkendara. Gangguan tersebut bisa memicu melebarnya peluang kecelakaan di jalan.
Ibadah saum pada hakekatnya mendorong setiap muslim menjadi lebih sabar dalam menghadapi segala godaan. Termasuk godaan yang muncul di jalan. Merujuk pada substansi ibadah saum itu, para bikers bisa mewujudkan disiplin saat berkendara. Lalu lintas jalan bisa menjadi lebih nyaman. Bersahabat, santun di jalan. (edo rusyanto)

Selasa, 18 Agustus 2009

Polisi Sita 500 Sepeda Motor


foto: edo

SEHARI jelang usainya Operasi Zebra Jaya 2009, sebanyak 500 sepeda motor disita oleh Ditlantas Polda Metro Jaya. Operasi tersebut digelar 10-19 Agustus 2009.
Hingga Selasa (18/8), sedikitnya 44.459 kendaraan yang terdiri atas angkutan umum dan motor ditilang.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono, seperti dilansir Detik.com, Selasa, menjelaskan, total pelanggaran mencapai 49.308 kasus. “Sebanyak 4.849 di antaranya tidak ditilang, namun hanya diberi teguran atau peringatan,” jelas dia.
Dari operasi tersebut, polisi menyita barang bukti berupa Surat Izin Mengemudi (SIM) 16.517 buah dan 27.442 Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Selain itu, polisi juga menyita 51 kendaraan umum.
Sepanjang 10-18 Agustus 2009, terjadi 147 kecelakaan, sebanyak 21 orang di antaranya meninggal dunia, 51 orang mengalami luka berat, dan 131 luka ringan. Terkait kerugian material, Condro menuturkan, mencapai Rp 269,1 juta.
Sebagaimana diberitakan, operasi Zebra Jaya bertujuan menertibkan angkutan umum dan motor yang dinilai sering memacetkan lalu lintas.
Lalu lintas jalan Jakarta tak pernah lepas dari kemacetan, maklum populasi kendaraan di Ibukota Republik Indonesia itu mencapai sekitar 9 juta unit yang terdiri atas sekitar 6,6 juta sepeda motor dan sekitar 3 juta mobil.
Operasi tahun ini Polda Metro Jaya melibatkan sebanyak 3.206 personel dari jajaran Lantas Polda Metro Jaya. Sementara itu, anggaran yang bakal dikucurkan untuk operasi di 60 titik itu mencapai sekitar Rp 1,1 miliar.
Lokasi operasi tersebut mencakup, 40 lokasi penertiban untuk angkutan umum dan untuk sepeda motor penertiban dilakukan di 20 lokasi. (edo rusyanto)

Diskusi Safety Riding dan Renungan Kemerdekaan

Touring Merdeka 2 MRC





KESEJUKAN udara pegunungan Puncak, Bogor, Jawa Barat, merambat perlahan. Menelusup ke seantero kulit tubuh. Rasa dingin mulai tertepis hangatnya persahabatan puluhan bikers MRC yang bersimpuh di halaman Villa Anne, Puncak. Mereka berdatangan dari Jakarta, Bogor, Depok, Bekasi, Bandung, dan Serang, Banten.
Terlihat antusiasme mereka mengikuti Touring Merdeka, 16-17 Agustus 2009. Itu adalah touring kedua yang kedua kali digelar MRC untuk memperingati 64 tahun kemerdekaan Indonesia.
Villa Anne terletak di sisi kanan jalan dari arah Ciawi menuju Cianjur. Persisnya jelang Gunung Mas atau sekitar 93 kilometer (km) dari Jakarta. Villa tersebut memiliki empat bangunan dan kolam renang. Area parkir bisa menampung sekitar 100 motor dan halaman berumput hijau mengelilingi areal villa tersebut. MRC memasang sebuah tenda dengan layar berukurang 2x2 meter untuk latar belakang infocus di halaman belakang. Lokasi tersebut selain dipakai untuk memutar video kecelakaan juga untuk presentasi Buku Panduan. Selebihnya dipakai juga untuk area renungan memperingati Kemerdekaan serta hiburan organ tunggal dengan dua artis local.


Diskusi Safety Riding
Sebelum memasuki puncak acara, perwakilan ATPM yakni PT Minerva Motor Indonesia (MMI) Pak Enjang menyampaikan terimakasih dan pemaparan mengenai ATPM tersebut. "Kami membuka diri untuk masukan dan saran serta siap melayani kebutuhan konsumen, khususnya para anggota MRC," ujar Enjang. Tanya jawab pun meluncur, termask soal kehadiran bengkel di wilayah masing-masing anggota MRC berada.
Acara menjadi lebih istimewa karena dibumbui diskusi keselamatan berkendara sepeda motor (safety riding) oleh bro Edo Rusyanto, penggiat safety riding Road Safety Association (RSA). Diskusi yang digelar pada Minggu (16/8) malam juga disisipi tayangan audiovisual kecelakaan.
"Penekanan lebih kepada perilaku berkendara para bikers agar lebih saling menghargai di antara pengguna jalan," urai Edo. Selain itu, ulasan mengenai Undang Undang No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ). UU tersebut pengganti UU No 14 tahun 1992 tentang hal yang sama.
Meluncurlah berbagai ulasan terkait perilaku buruk bikers seperti berkendara naik trotoar, merokok dan menelepon saat berkendara, melanggar garis putih dan zebra cross, serta blocking saat berkonvoy.
"Tapi bagaimana kalau polisi menyuruh kita maju melewati garis putih?" Tanya bro Deni, ketua region MRC Serang. Ia yang mengaku suka mengabaikan permintaan polisi itu berdalih takut membahayakan pengguna jalan lain. Bro Edo menjelaskan, polisis memiliki wewenang diskresi yakni keputusan yang bertolak belakang dengan peraturan demi keselamatan di jalan.
"Materinya top abis, menjadi kita lebih menghargai sesama," papar bro Ian, wakil ketua umum MRC.
Diskusi menjelang tengah malam di bawah alam terbuka dan dinginnya Puncak, Bogor juga disisipi dengan fakta-fakta angka kecelakaan di jalan Jakarta sepanjang Januari-Juli 2009. "Tiap hari di Jakarta 3 orang tewas atau secara total 642 orang dan rata-rata 18 kasus kecelakaan," papar bro Edo yang juga Penasihat MRC. Ia menekankan pentingnya persepsi memprioritaskan keselamatan ketika berkendara.
"Ya, setiap berkendara penting untuk menanamkan persepsi selamat sampai tujuan," kata bro Unang, ketua Region MRC Depok.

Bagi Dessy, salah seorang peserta wanita, diskusi mengenai safety riding membuat pencerahan agar para bikers tidak ugal-ugalan berkendara. "Anak muda kadang tidak memikirkan kepentingan orang lain,
bahkan dirinya sendiri," ujar gadis berparas ayu itu.

Panduan dan Renungan
Bro Irsan, ketua MRC memaparkan bahwa MRC telah mematangkan Buku Panduan organisasi yang menjadi acuan kiprah komunitas tersebut. “Panduan ini memberikan arahan bagaimana struktur organisasi, keuangan, tujuan, visi misi hingga sanksi bagi anggota,” ujar Irsan di hadapan puluhan anggota MRC.
Buku Panduan tersebut sudah terlontar ketika Bro Ery memimpin MRC pada periode 2008-2009. Menurut Irsan, usai Touring Merdeka 2009 Buku Panduan akan didistribusikan via surat elektronik kepada para pengurus region yang kini jumlahnya ada Sembilan yakni Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Sukabumi, Bandung, Serang, Mataram, dan Medan.
Usai diskusi dan presentasi Buku Panduan, peserta touring dihibur oleh dua artis lokal dengan iringan organ. Hampir semua peserta touring larut dalam irama riang sang artis lokal yang sesekali meliuk sensual dengan alunan lagu dangdut. Sebagai pamungkas, jelang dinihari tanggal 17 Agustus, bro Edo memimpin renungan Kemerdekaan. “Mari kita sejenak menggandengkan tangan dan menundukkan kepala untuk mengenang arwah para pahlawan yang mengantarkan kita ke kehidupan yang merdeka saat ini,” ujar Edo.
Keesokan hari, selain menggelar lomba kelompok layaknya outbond, bro Mul selaku koordinator acara menggelar pertandingan futsal. Acara ditutup dengan lomba mencari kunci di kolam renang yang memiliki kedalaman 2,5 meter. Jelang pukul 14.00 WIB, peserta touring meluncur kembali ke kota masing-masing. Bravo MRC. (edo rusyanto)

Sabtu, 15 Agustus 2009

Merdeka Moral Maling


foto:edo


APA makna hakiki dari kemerdekaan 17 Agustus? Tahun ini bangsa kita memperingati Hari Kemerdekaan ke-64 tahun. Ibarat usia manusia, fase tersebut mencapai titik kedewasaan. Menjadi lebih bijak dalam bertingkahlaku.
Kembali soal makna hakiki kemerdekaan, secara harfiah merdeka berarti terbebas dari kungkungan. Menjadi bangsa yang berdaulat. Setelah berperang sekitar 350 tahun dari kungkungan imperalis Belanda dan Jepang, bangsa kita memproklamirkan kemerdekaan oleh dwi tunggal Soekarno-Hatta yang selanjutnya menjadi Presiden dan Wakil Presiden.
Merdeka yang bisa juga bermakna terlepas dari berbagai problem menjadi penting di dekade saat ini. Dari sisi moral, kita semestinya kian terbebas dari moralitas paling buruk di jagat ini yaitu mencuri hak orang lain alias maling alias mencuri.
Dalam perilaku berkendara di jalan, seorang pengendara sepeda motor (bikers) menjadi tak ubahnya maling ketika melintas di trotoar atau berhenti di zebra cross. Betapa tidak, trotoar dan zebra cross adalah haknya pejalan kaki. Bikers juga menjadi maling ketika melawan arus lalin yang bukan merupakan haknya.
Jika semua sibuk merampas hak orang lain, sudah bisa ditebak, kondisi lalin kian tak nyaman. Jadilah saling serobot, jadilah kesemrawutan, dan tidak mustahil, terjadilah kecelakaan.
Padahal, fakta menunjukkan kehadapan kita, kecelakaan sudah demikian tinggi merenggut korban dari para bikers. Sepanjang Januari-Juli 2009, di Jakarta 642 korban tewas di atas aspal. Belum lagi yang luka ringan dan luka berat, jumlahnya ribuan. Akankah kita terus menyumbang statistik tersebut? Semua pasti menggeleng. Lantas, kenapa kita merdeka dari moral maling? (edo rusyanto)

Yamaha Unggul Lagi


foto:edo

KABAR baru berhembus. Penjualan sepeda motor Yamaha ungguli Honda. Sepanjang Januari-Juli 2009, total penjualan Yamaha ditaksir mencapai 1.407.924 unit, sedangkan Honda terpaut tipis yakni 1.406.428 unit.
Manajemen Yamaha di Indonesia berbunga-bunga. Sebuah rekor baru setelah 35 tahun beroperasi di Indonesia. Manajemen Honda menimpali kalem dan fokus menggenjot produk skutik mereka yang selama ini memang tertinggal dari Yamaha.
Itu dari penjualan secara kumulatif. Pada penjualan bulanan, Yamaha juga unggul pada Juli 2009 yakni sebanyak 253.683 unit, sedangkan Honda sebanyak 241.028 unit.
Prestasi gemilang diraih Yamaha dalam penjualan bulan lalu jika dibandingkan Juli 2008. Yamaha membukukan kenaikan penjualan hingga 18,5%, kondisi terbalik justru terjadi pada Honda yang merosot 13,6%.
Keunggulan Yamaha dalam penjualan bulanan pada 2009 sudah terjadi tiga kali yakni pada April, Juni, dan Juli. Tahun lalu, Yamaha sempat unggul pada penjualan bulanan yakni pada Desember 2008. Hingga kini, posisi ketiga penguasa pangsa pasar masih digenggam Suzuki. ATPM sepeda motor Jepang masih merajai penjualan sepeda motor di pasar Indonesia. Selain ketiga merek tersebut, Kawasaki ikut memperkuat dominasi motor Negeri Matahari Terbit itu.
Agen tunggal pemegang merek (ATPM) sepeda motor Yamaha, PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) hingga kini menguasai segmen skutik dan motor sport, sedangkan ATPM Honda yakni PT Astra Honda Motor (AHM) gemilang di segmen sepeda motor bebek. Keduanya bersaing ketat memperebutkan pasar domestik yang pada 2009 masih bisa menggeliat meski pada 2008 mencetak penjualan tertinggi sepanjang sejarah yakni sekitar 6,2 juta unit. “Tahun ini bisa mencapai sekitar lima juta unit, lebih bagus dari ekspektasi awal tahun yang memperkirakan penurunan 30% dibandingkan 2008,” ujar Gunadi Sindhuwinata, ketua Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI). Kita lihat saja, bagaimana persaingan hingga akhir tahun nanti. Sanggupkah Honda menahan gempuran Yamaha? (edo rusyanto)

Sharing Safety Riding dengan Spinner Community


foto:dok spinner community

AROMA roti bakar menyeruak yang membuat air liur tergoda. Sesekali alur obrolan sejumlah bikers, Jumat (14/8) malam, diselingi menyantap nasi goreng dan segelas teh manis hangat. Sesekali mengepul asap rokok.
Obrolan yang dibalut kehangatan persahabatan di kawasan outlet Roti Bakar Eddy di samping Apartemen Brawijaya, Jl Prapanca, Jakarta Selatan itu, menguliti pentingnya berkendara yang aman dan selamat (safety riding).
"Fokusnya pada penguatan rasa saling menghargai di antara sesama pengguna jalan, salah satu bentuknya, meredam emosi agar tidak ugal-ugalan," papar Edo, penggiat safety riding di tengah-tengah belasan bikers Spinner Community (SC). Komunitas yang didirikan November 2006 atau dua bulan setelah besutan Suzuki itu nongol di pasaran Indonesia pada September 2006 itu, memiliki sekitar 60 anggota yang memiliki nomor keanggotaan. SC adalah komunitas para pengguna skuter matic Suzuki Spin 125 cc.
Rasa saling menghargai didasari oleh kebutuhan untuk senantiasa selamat saat berkendara. "Karena itu, harus diingatkan lagi bahwa persepsi utama saat berkendara itu adalah selamat mencapai tujuan," papar pria yang juga Ketua Independent Bikers Club (IBC), Jakarta. Edo mengingatkan ancaman bahaya kecelakaan bagi para bikers yang di Jakarta sepanjang Januari-Juli 2009 merenggut 642 jiwa atau setara dengan rata-rata tiga nyawa melayang setiap harinya.
Bagi Debby, sang ketua SC, sharing soal safety riding berfaedah mencerahkan anggotanya. “Bagaimana dengan perintah polantas saat di lampu merah agar kita maju dan melintasi garis putih?’ Tanya Debby yang diamini Shelly, Mutia, dan bikers SC lainnya.
Polantas memiliki wewenang yang disebut diskresi yakni keputusan dalam kondisi darurat untuk menertibkan lalu lintas. “Wewenang itu melebihi undang undang karena situasinya mendesak, namun dengan alasan yang kuat salah satunya agar lalin menjadi tertib, asal setelah itu masyarakat jangan membuat diskresi sendiri saat tidak ada polantas,” tutur Edo.
Diskusi juga menyinggung mengenai tak perlu melakukan blocking saat berkonvoy. Selain itu, menyinggung soal Standar Nasional Indonesia (SNI) helm. Maklum, UU No 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) mewajibakan pengendara dan pembonceng mengenakan helm ber-SNI. Jika tidak, bisa kena denda Rp 250 ribu atau kurungan badan satu bulan. ”Bagaimana dengan helm dengan standar luar negeri seperti DOT?” Tanya Miki, salah seorang bikers SC.
Sebagaimana diberitakan, SNI Wajib helm berlaku tahun ini namun diundur hingga Juni 2010. Kebijakan itu bermakna ganda. Pertama sebagai upaya melindungi bikers agar risiko mengalami benturan terkurangi dan standardisasi untuk helm yang beredar dan dipasarkan di Indonesia, termasuk helm impor. ”Hal itu bagian dari persaingan dagang global guna melindungi produsen domestik,” papar Edo.
Diskusi terus mengalir. Meski dimulai pukul 21.45 WIB, perbincangan selama hampir 80 menit terasa amat singkat. Edo sempat memutar sejumlah video kecelakaan di laptop yang ia bawa.
Sedangkan materi hard copy yang dibagikan kepada bikers SC menjadi panduan diskusi. ”Materinya amat berharga untuk kami,” ujar Amri, salah satu anggota SC.
Jelang pukul 23.10 WIB, diskusi ditutup dengan jabat tangan erat salam perpisahan untuk bertemu lagi pada kesempatan lain. ”Kapan-kapan om Edo ikut touring kami dong,” seloroh Debby yang sehari-hari bekerja di perusahaan event organizer itu. (edo rusyanto)

Jumat, 14 Agustus 2009

HMPC Bakal Gelar Safety Riding Nasional




HONDA Mega Pro Club (HMPC) siapkan Safety Riding Course (SRC) Nasional pada Minggu (16/8), di Jakarta. Kegiatan itu rangkaian dari Musyawarah Nasional (Munas) HMPC yang digelar Sabtu (15/8).
"Peserta mencapai sekitar 300 anggota HMPC, tiap chapter mengirim 5 orang perwakilan," papar Rusli Ifan, ketua Panitia Munas HMPC, saat ditanya di Jakarta, Kamis (13/8).
Klub Honda Mega Pro yang kini memasuki usia tujuh tahun itu, bertekad menanamkan perilaku berkendara yang aman dan selamat (safety riding) kepada para anggotanya. "Walaupun masih ada anggota yang belum sepenuhnya menerapkan safety riding," jelas Ifan. Kelompok ini, hingga awal Agustus 2009 memiliki seribuan anggota yang tersebar di berbagai daerah seperti Jawa dan Sumatera.
Materi dalam SRC nasional yang pertamakali digelar HMPC itu, mencakup persiapan berkendara termasuk pengecekan motor, kode-kode saat konvoy, pengereman, zigzag, dan papan keseimbangan. Selain itu, mereka juga membahas penyebab dan solusi dari kecelakaan yang dialami anggota. SRC Nasional pada 16 Agustus itu, bakal digelar di Mangga Dua, Jakarta.
"Selain itu, membahas soal etika berkendara, termasuk menghormati pengguna jalan, seperti tidak melakukan blocking ketika konvoy. Kami juga melarang anggota memakai sirene dan taati aturan lalin. Saat konvoy kami maksimal 15 motor," jelas Ifan.
Menurut dia, setiap anggota baru boleh ikut touring jika sudah ikut SRC. "Untuk meminimalisir kecelakaan karena jalan bareng berbeda dengan sendiri," katanya.
ia menjelaskan, munas yang kali ini digelar di gedung Dinas Perternakan Ragunan, Jakarta, merupakan munas ketiga. ”Agendanya mendengarkan laporan pertanggungjawaban pengurus 2007-2009 dan pilketum 2009-2011," pungkasnya.(edo rusyanto)

Kamis, 13 Agustus 2009

Safety Riding, Setelah Menunggu 20 Tahun


foto:edo

SIAPA yang tak kenal merek sepeda motor Honda. Mulai anak kecil sampai kakek-kakek pasti mahfum. Wong sepeda motor itu sudah memenuhi jalan di republik ini sejak tahun 1974. Tapi tahukah Anda baru pada tahun berapa sang agen tunggal pemegang merek (ATPM) Honda, yakni PT Astra Honda Motor (AHM), memperkenalkan berkendara sepeda motor yang aman dan selamat (safety riding) di Indonesia?
”Kami mulai memperkenalkan safety riding di Indonesia tahun 2002,” kata Handy Hariko, senior manager Technic Service Division AHM, di sela The 3 rd Astra Honda Safety Riding Instructur Competition, di Jakarta, Rabu (12/8).
AHM yang pada 2008 menguasai 46,2% pangsa pasar sepeda motor di Indonesia dengan penjualan sekitar 2,8 juta unit, terus merangsek konsumen dan calon konsumen dengan doktrin safety riding. Selain AHM, hampir seluruh dealer utama mereka di berbagai daerah juga menyebarluaskan safety riding. ”Kami targetnya empat sekolah setiap tahun untuk segala tingkatan, yakni SD, SMP, dan SMA,” ujar Hari, staf dealer utama Honda di Bali.
Menurut Handy, slogan yang digembar-gemborkan pihaknya adalah enjoy buying Honda, enjoy selling, and enjoy riding. “Terkait etika, kami serukan agar berkendara dengan hati yakni saling menghargai di antara sesama pengguna jalan,” tutur dia.
Ia yakin, pemicu utama kecelakaan di jalan adalah perilaku para pengendaranya. “Dari segi teknologi sepeda motornya, kami upgrade terus agar kian hari kian aman bagi pengendara,” ujar Handy. Maklum, angka kecelakaan kian hari membuat kita bergidik. Sepanjang Januari-Juli 2009, di jalan Jakarta dan sekitarnya saja korban jiwa telah mencapai 642 orang alias tiga orang perhari. Mengerikan.
Handy mengakui, jika citra sepeda motor sebagai alat transportasi membahayakan pengendaranya, bakal mempengaruhi penjualan sepeda motor di Indonesia. Tak heran jika kemudian para ATPM sepeda motor di Indonesia berbondong-bondong sejak awal 2000-an mengkampanyekan safety riding. Maklum, kue bisnis sepeda motor di Indonesia amat empuk. Tahun lalu, dengan asumsi harga rata-rata per unit Rp 10 juta, omzet sepeda motor mencapai sekitar Rp 62 triliun.

Sekolah Safety Riding
Keseriusan AHM menyebarluaskan kampanye safety riding tidak sebatas kampanye via pelatihan dan seminar. ATPM itu juga menyiapkan sekolah safety riding. ”Rencananya tahun ini bakal berdiri di Jakarta,” ujar Handy. Investasi untuk gedung, lahan, dan peralatan, ditaksir menyerap sekitar Rp 10 miliar.
Ia menjelaskan, saat ini tahap penyiapan lokasi. Di luar itu, jelas dia, main dealer honda sudah ada yang mendirikan semacam sekolah safety riding. ”Ada dua yakni di Banten dan Jambi, standar mereka disesuaikan dengan AHM,” kata Handy lagi.
Keseriusan lainnya, jelas dia, AHM juga membeli Honda Riding Trainer (HRT) yakni semacam alat untuk melatih pengendara sepeda motor termasuk mengenai etika berkendara. ”Sekarang sudah ada 500 HRT yang dipasang di main dealer kami, targetnya tahun ini ditambah 500 lagi menjadi 1.000 unit,” papar Handy. (edo rusyanto)

Rabu, 12 Agustus 2009

Kompetisi Safety Riding Ala Honda



foto:edo


PT Astra Honda Motor (AHM) termasuk getol mengkampanyekan keselamatan berkendara sepeda motor. Agen tunggal pemegang sepeda motor (ATPM) Honda di Indonesia itu, sudah memperkenalkan safety riding kepada konsumen sejak 2002.
Kali ini, selama dua hari, Rabu (12/8) dan Kamis (13/8), AHM menggelar The 3 rd Astra Honda Safety Riding Instructur Competition. Program yang digelar di Part Centre AHM di Cakung, Jakarta Timur, itu, diikuti 90 peserta terdiri atas main dealer, internal AHM, dan kalangan jurnalis.
"Kompetisi berlangsung dari jam 08.00-17.00 WIB dan sepeda motor yang dipakai adalah MegaPro," ujar Handy Hariko, senior manager Technic Service Division AHM, di sela kompetisi, Rabu.
"Program ini menarik dan bisa menambah pemahaman soal safety riding," ujar Alan, seorang peserta. Pria yang sehari-hari jurnalis BikersMagz itu mengaku pertamakali mengikuti event serupa.
Hari pertama kompetisi diisi dengan briefing mengenai program tersebut. "Ada sort course juga untuk bekal mengikuti kompetisi," papar Corporate Communication AHM Rina Listani. Selain itu, jelas dia, peserta mengikuti trial track, kompetisi braking session (pengereman) dan kompetisi narrow plank session (keseimbangan).
Pemenang akan diumumkan, Kamis (13/8). Sementara itu, bagi para jurnalis hadiah untuk juara 1 berupa blackberry bold 9000, juara 2 mini netbook, dan juara 3 sebuah handphone sony ericsson W880.


Penekanan Skill
Kentalnya fokus kepada keahlian (skill) berkendara amat terasa.
”Memang kompetisi saat ini fokus pada keahlian berkendara. Termasuk yang kami nilai untuk peserta main dealer dan internal AHM adalah soal 7 point tubuh saat berkendara yang mencakup mata yang harus memandang lurus, bahu, siku, posisi tangan, pinggul harus lurus, lutut yang harus rapat, serta kaki di atas rem dan persnelling,” ujar Surya, instruktur safety riding AHM.
Menurut dia, tes tertulis juga diberikan kepada peserta dari main dealer dan internal AHM. ” Test tertulis terkait skill, seperti cara berbelok dan pengereman. Ada juga pengajaran mengenai keahlian menghadapi situasi berbahaya seperti saat didahului atau dipotong secara tiba-tiba oleh pengendara lain, ada juga bagaimana cara mendahului kendaraan dengan benar,” tutur Hari, seorang peserta asal main dealer Honda di Bali.
Ia menjelaskan, kontes yang digelar AHM itu memberi banyak manfaat dalam melaksanakan tugas sehari-harinya dalam penyebaran safety riding. ”Kami punya target dalam setahun mensosialisasikan safety riding ke SD, SMP, dan SMA. Masing-masing empat sekolah. Selain itu, kita memberi penyuluhan ke para komunitas bikers,” tambah Hari.


Sementara itu, salah seorang peserta dari internal AHM, Junaedi menjelaskan, saat pelatihan, mereka juga diajarkan tentang etika untuk menghargai sesama pengguna jalan. ”Hal itu penting untuk keselamatan kita saat berkendara,” tutur dia.
Handy sebenarnya mengakui bahwa penyebab kecelakaan yang melibatkan sepeda motor di antaranya dipicu oleh perilaku pengendara. Karena itu, kata dia, amat penting mendorong agar pengendara sepeda motor saling menghargai dan memprioritaskan keselamatan.
”Karena itu, sudah sangat perlu penekanan terhadap soal perilaku berkendara dalam pelaksanaan kompetisi seperti ini,” ujar Subhan, jurnalis Detik.oto yang sehari-hari menggunakan Honda CS1. (edo rusyanto)

Selasa, 11 Agustus 2009

Tips Bermotor Sendirian di Malam Hari


foto:edo


BEBERAPA waktu lalu seorang teman bercerita. “Kawan kami nyaris menjadi perampasan sepeda motor. Saat berhenti di lampu merah, dia dipepet. Boncenger dari pengendara motor yang mepet menyerang dengan senjata tajam. Tapi kawan kami berhasil menangkis, meski luka sedikit, ia lolos dari perampasan,” ujar teman saya.
Kejadiannya tengah malam jelang dinihari di daerah yang sepi. Tak ada pengendara lain yang membantu. Mungkin khawatir menjadi korban. Bagaimana kita mengantisipasi agar aman dan selamat saat kita terpaksa berkendara sendirian di tengah malam?
Berikut ini ada beberapa tips, semoga bisa mengurangi risiko.

1. Perlambat sepeda motor saat melihat lampu lalu lintas menyala merah. Laju lambat tadi untuk ancang-ancang saat lampu warna hijau bisa mempercepat laju.
2. Perhatikan sekeliling Anda, jika ada gerak-gerik mencurigakan seperti menguntit, tambah kecepatan dan hentikan kendaraan di tempat yang ramai alias banyak orang.
3. Senantiasa menyimpan nomor panggilan darurat polisi di ponsel Anda.
4. Upayakan menggunakan alat perlindungan diri maksimal di luar helm, jaket, sarung tangan, dan sepatu yakni menambah dengan perlindungan siku dan lutut. Kedua alat itu bisa juga berfungsi untuk menangkis serangan.
5. Tetap tenang dan jangan panik. Jika emergency bunyikan klakson secara terus menerus dan sesegera mungkin mencari bantuan.
6. Sebisa mungkin menghindari rute yang sepi.
7. Pastikan seluruh fungsi mendasar sepeda motor Anda dalam kondisi bagus, seperti rem, tekanan angin ban, tali kopling, dan bahan bakar yang cukup.
8. Pertahankan konsentrasi semaksimal mungkin karena itu jangan sekali-sekali berkendara dengan perut kosong.
9. Senantiasa berdoa demi keselamatan Anda.

Mungkin masih segudang tips lain. Senang sekali jika ada yang bersedia urun rembug. Demi keselamatan kita semua. Salam. (edo rusyanto)

Senin, 10 Agustus 2009

Seribu Motor dan Bus Ditilang


foto:tino


HARI pertama Operasi Zebra Jaya 2009 (OZY) diwarnai aksi kejar-kejaran bikers dengan petugas Polantas. “Saya lihat seorang pengendara sepeda motor diminta berhenti karena zig zag malah melarikan diri. Oleh BM Polantas dikejar dan berhasil ditangkap,” ujar Hery, seorang bikers yang tinggal di kawasan Ciledug, Tangerang. Ia menyaksikan adegan kejar-kejaran tersebut setengah tak percaya. ”Ternyata, polisi serius merazia bikers yang ugal-ugalan,” kata pria yang bekerja di kawasan Jl Sudirman, Jakarta Pusat itu.
Kejadian Senin (10/8), sekitar pukul 08.00 WIB, di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menunjukkan keseriusan Polda Metro Jaya (PMJ) untuk merazia bikers ugal-ugalan dan angkutan umum yang melanggar aturan lalin.
"Total yang ditilang sebanyak 1.010 kendaraan," kata Direktur Lalulintas Polda Metro Jaya Kombes Condro Kirono, seperti dilansir detik.com, Senin.
Direktorat Lalulintas PMJ menyita di antaranya SIM sebanyak 173 buah dan 321 STNK. Selain itu, polisi juga menyita 3 unit bus dan 7 unit motor.
Condro mengatakan, ribuan bus dan motor yang ditilang itu melakukan pelanggaran seperti pengendara motor tidak menggunakan helm. "Bus misalnya yang menurunkan dan menaikkan penumpang di sembarang tempat," ujarnya.
Selain untuk menertibkan lalu lintas, operasi yang digelar sejak 10-19 Agustus 2009, juga bertujuan untuk mengurangi angka kecelakaan. Sepanjang Januari-Juli 2009, tercatat sedikitnya 3.907 kasus kecelakaan lalu lintas. Dari angka tersebut, 642 orang meninggal dunia, 1.699 orang mengalami luka berat dan 2.742 luka ringan.
Pada Februari 2008, PMJ pernah menggelar operasi Simpatik Jaya 2009 dimana sebagian besar pelanggaran adalah kendaraan umum. Dari 2.483 bukti pelanggaran (tilang) pada sepekan Operasi Simpatik 2008, jumlah tilang yang dilakukan oleh kendaraan umum sebanyak 1.051. Rincian kendaraan umum yang terkena tilang adalah, mikrolet sebanyak 366 pelanggaran, minibus 298 pelanggaran, bus besar 279 pelanggaran, dan bus sedang sebanyak 90 pelanggaran.
Jenis pelanggaran yang paling banyak dilakukan, seperti dilansir Antara, Senin, adalah menaikkan dan menurunkan penumpang bukan pada tempatnya, ngetem (berhenti untuk mencari penumpang) sembarangan, melanggar rambu lalu lintas dan sebagainya. (edo rusyanto)

Masih Banyak yang Tak Pakai Helm


foto:istimewa

Hari Pertama Operasi Zebra Jaya 2009


TERNYATA masih sulit menegakkan peraturan lalu lintas di Jakarta. Atau, masih sulit membangun kesadaran berkendara yang aman dan selamat (safety riding) di kalangan pengendara sepeda motor (bikers)?
Hari pertama Operasi Zebra Jaya 2009 yang digelar Polda Metro Jaya (PMJ), Senin (10/8), ternyata masih adem-adem aja. Salah satu titik operasi, Jl Raya Ps Minggu,Jakarta Selatan, sepanjang pemantauan antara pukul 08.30-09.15 WIB, tak ada greget bahwa hari itu adalah hari pertama Operasi Zebra Jaya 2009. tak terlihat banyak aparat polantas. Hanya satu dua yang terlihat, itupun relatif hanya memantau dari sisi jalan. Lantas, sejauhmana keseriusan operasi tersebut?
” Begitulah kira-kira penegakkan hukum di Indonesia,” ujar seorang bikers Shasya, saat mengomentari keseriusan polantas.
Sepanjang Jl Raya Ps Minggu, masih ditemui pengendara yang membawa pembonceng tanpa mengenakan helm. Mulai dari anak-anak, remaja, wanita dewasa, hingga pria dewasa. Para pria pembonceng itu hanya mengenakan topi, sedangkan sang wanita, nihil.
Padahal, PMJ menyatakan, Operasi Zebra Jaya 2009, menitikberatkan pada tiga hal. Pertama, pengendara sepeda motor yang melawan arus, zig zag, dan memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi. Kedua, pengendara atau pembonceng sepeda motor yang tidak memakai helm. Ketiga, pengendara sepeda motor yang melanggar lampu merah.
Dari pemantauan Senin pagi, ’bringasnya’ angkutan umum masih terlihat di jalur busway Jl Gatot Subroto dari Pancoran menuju Semanggi. Para pengendara bus reguler PPD merangsek ke jalur busway yang memang belum dimanfaatkan karena jalur tersebut belum memiliki armada busway. Tidak saja melintas di jalur itu, bus reguler tadi juga menurunkan penumpang seenaknya. Bahkan, ada yang memotong median dari jalur busway ke jalur arteri. Dan, atraksi paling mengharubirukan adalah saat bus reguler lainnya memotong median dari jalur arteri ke jalur busway. Luarr biassa.
Atraksi serupa juga dilakukan para bikers. Jalan raya jadi mirip arena sirkus. (edo rusyanto)
Related Posts with Thumbnails
 
Copyright 2009 Edo Rusyanto's Traffic. Powered by Blogger Blogger Templates create by Deluxe Templates. WP by Masterplan and Arrange by Ian